May 7, 2026, oleh

Bengkel Rinjani yang bernaung di bawah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan diri bukan sekadar unit bisnis biasa. Melalui Rinjani Skills Development Center (RSDC), bengkel ini menginisiasi program pendidikan dan pelatihan otomotif gratis selama enam bulan bagi pemuda dari keluarga kurang mampu. Menariknya, program ini tidak hanya menyalurkan lulusannya ke jaringan perusahaan otomotif nasional, tetapi juga membuka peluang emas bagi mereka untuk bekerja di Jepang.
Kepala RSDC, Eddy Prasetyawan Adisubroto, S.T., menjelaskan bahwa program sosial unggulan ini telah berjalan sejak tahun 2008. Sasarannya adalah para lulusan SMA, SMK, atau MA dari seluruh pelosok Indonesia, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah negeri. Prioritas utama RSDC adalah merangkul para pemuda dengan latar belakang prasejahtera hingga yang berstatus yatim piatu.
“Ini adalah murni program sosial. Anak-anak yang tinggal dan belajar di asrama kami, seluruh kebutuhan konsumsi hariannya kami tanggung sepenuhnya. Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang sungguh berguna bagi masa depan mereka nanti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa program diklat RSDC ini sangat berbeda dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin) reguler yang umumnya diikuti oleh siswa kelas 2 SMK. Jika siswa magang biasa lebih terfokus pada area mesin, peserta diklat RSDC mendapatkan kurikulum yang jauh lebih komprehensif. Selama enam bulan penuh, mereka tidak hanya mengupas mesin otomotif, tetapi juga dilatih secara intensif mengenai perawatan bodi, serta pemeliharaan detail interior dan eksterior mobil.
Keseriusan RSDC dalam mengawal masa depan siswanya turut dibuktikan melalui luasnya jaringan kerja sama industri. Ratusan alumni kini telah terserap di berbagai perusahaan rekanan, seperti Denso, Astra Malang, hingga Wira Sejahtera Auto 2000 Jakarta. Penempatan kerja para alumni ini tersebar luas mulai dari wilayah Jabodetabek, Sumatera, Yogyakarta, hingga ke Papua.
Tidak berhenti di tingkat nasional, RSDC juga memfasilitasi siswanya untuk meluaskan sayap karier ke kancah internasional. Menjelang akhir masa pendidikan, para siswa diajak mengunjungi Training Center (TC) Vokasi UMM untuk mengenal secara langsung dunia pelatihan kerja ke Jepang.
“Kami tidak membatasi lingkup di Indonesia saja. Jika berminat, kami akan salurkan mereka untuk ikut tes. Saat ini, sudah ada sekitar enam anak yang berangkat dan bekerja di Jepang pada sektor yang lebih luas, seperti konstruksi, manufaktur, perikanan, hingga pertanian. Tiga orang lainnya kini masih dalam tahap pendidikan bahasa di TC vokasi,” papar Eddy.
Melalui program pendidikan berkelanjutan ini, Eddy berharap kehadiran Bengkel Rinjani dan RSDC mampu menjadi jalan keluar bagi pemuda yang kurang beruntung. “Harapan saya, mereka bisa mengembangkan ilmunya, mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan membuktikan bahwa mereka bisa menjadi individu yang sukses serta bernilai bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(faq)
Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman