April 27, 2026, oleh

Akhmad Ali Akbar mengaku telah merasakan dukungan kampus sejak awal masa perkuliahan. Fasilitas seperti jalur kursi roda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 hingga kemudahan mobilitas di berbagai ruang praktikum memberikan kenyamanan selama proses belajar.
“Sedari awal hingga kelulusan, UMM benar-benar membantu dan mendukung sehingga saya tidak merasa berat menjalani setiap proses perkuliahan meski dengan keterbatasan fisik,” ucapnya.
Menurutnya, aksesibilitas fisik menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas akademik selama empat tahun terakhir.
Menariknya, Akbar menegaskan bahwa kemudahan yang diberikan hanya sebatas fasilitas, bukan dalam penilaian akademik.
Ia tetap mengikuti standar evaluasi, tugas, dan ujian yang sama dengan mahasiswa lainnya. Prinsip kesetaraan inilah yang memotivasi dirinya untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan secara objektif.
Selain unggul di bidang akademik, Akbar juga aktif dalam organisasi kampus. Ia pernah mengemban amanah sebagai eksekutif muda di Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas periode 2023–2024.
“UMM sudah siap menjadi kampus inklusif dan pastinya akan selalu mendukung teman-teman disabilitas untuk menempuh perkuliahan dengan lancar, bagaimanapun caranya,” tegasnya.
Kiprah Akbar tidak berhenti di lingkungan kampus. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui komunitas Turun Tangan Malang.
Mengawali sebagai staf Humas pada periode 2022–2023, ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum pada periode berikutnya. Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran berharga dalam kepemimpinan dan pengabdian masyarakat.
Di akhir masa studinya, Akbar menyampaikan pesan inspiratif bagi generasi muda, khususnya para pejuang mimpi.
“Jangan pernah berhenti berharap, berdoa, dan bermimpi karena sejatinya mimpi-mimpi itu akan terwujud di masa yang akan datang,” pungkasnya.