June 10, 2026, oleh Humas Universitas

dok/istimewa (BGA)

Malang, SAWIT INDONESIA — Industri kelapa sawit tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang memahami budidaya di lapangan. Di tengah percepatan transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan, sektor ini kini membutuhkan generasi muda yang menguasai teknologi, inovasi, dan manajemen modern.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) memperkuat kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Center of Excellence (CoE) Sawit UMM pada 29 Mei 2026.

Kerja sama yang berlangsung di Aula BAU UMM itu menjadi langkah strategis BGA dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih selaras dengan kebutuhan industri perkebunan masa depan.

Tidak hanya menandatangani kesepakatan kerja sama, BGA juga memberikan kuliah tamu bertajuk “Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit”. Kegiatan tersebut memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan industri sawit modern sekaligus kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja.

Melalui kemitraan ini, BGA dan UMM akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari magang mahasiswa, rekrutmen tenaga kerja, hingga penyelarasan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Program tersebut akan melibatkan mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri UMM.

HC & OSM Director PT Bumitama Gunajaya Agro, Agus Sutrisno, S.P., M.M., menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di industri sawit menuntut hadirnya SDM yang adaptif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Industri kelapa sawit masa depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan pembaruan teknologi. Oleh karena itu, kami di dunia industri membutuhkan talenta-talenta unggul dari perguruan tinggi seperti UMM yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan solusi teknis yang akurat,” ujar Agus, dikutip dari laman resmi UMM.

Menurut Agus, pengembangan SDM menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi operasional dan penerapan teknologi cerdas di sektor perkebunan.

“Karena itu, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dinilai semakin penting untuk memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh bekal teori di kampus, tetapi juga pengalaman praktis yang memungkinkan mereka memahami tantangan dan dinamika kerja di lapangan,” jelasnya.

Bagi Bumitama Agro, investasi pada pengembangan talenta muda merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional. Perusahaan meyakini bahwa produktivitas dan inovasi sektor sawit ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mengelolanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menilai kolaborasi dengan industri menjadi langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu memberikan kontribusi nyata sejak awal kariernya.

“Kerja sama ini adalah bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Kami ingin lulusan UMM, khususnya jebolan dari CoE Sawit, tidak lagi canggung saat memasuki dunia kerja, melainkan langsung bisa diserap dan memberikan kontribusi riil bagi industri perkebunan nasional,” ujarnya.

Kolaborasi BGA dan UMM menunjukkan bahwa penguatan industri sawit tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produktivitas kebun, tetapi juga melalui investasi pada generasi muda. Dengan keterlibatan perguruan tinggi dan pelaku usaha, diharapkan lahir lebih banyak talenta profesional yang siap mendorong transformasi, daya saing, dan keberlanjutan industri sawit Indonesia di masa depan.