July 16, 2026, oleh Humas Universitas

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Artha Sinar Sejahtera Syariah (BPRS Arsa Sejahtera) milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil membuktikan kualitasnya lewat capaian finansial yang impresif. (Foto: Istimewa)

Di tengah ketatnya persaingan industri perbankan syariah, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Artha Sinar Sejahtera Syariah (BPRS Arsa Sejahtera) milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil membuktikan kualitasnya lewat capaian finansial yang impresif. Per Juni 2026, lembaga perbankan ini sukses mengelola aset sebesar Rp82 miliar dari sekitar 4.400 nasabah aktif.

Direktur Utama BPRS Arsa Sejahtera, Sri Astutik, S.E., memaparkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada instansi terus bertumbuh pesat yang dibuktikan dengan akumulasi angka aset tersebut. Optimisme untuk menembus target akhir tahun juga didukung oleh capaian positif pada semester pertama 2026, di mana bank telah berhasil membukukan keuntungan.

“Untuk saat ini aset kami per Juni 2026 sebesar Rp82 miliar dengan total nasabah kami ada sekitar 4.400 nasabah. Ke depan, kami menargetkan aset menembus Rp100 miliar di 2026 ini dengan laba sekitar Rp2 miliar yang mana optimisme itu didukung capaian semester pertama sekitar Rp1 miliar,” ujarnya 15 Juli lalu pada Humas UMM.

Lonjakan aset dan jumlah nasabah tersebut sangat dipengaruhi oleh taktik BPRS Arsa Sejahtera dalam memperluas jangkauan pembiayaan secara terukur. Ekspansi ini mencakup kolaborasi strategis dengan berbagai pilar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sekaligus komitmen penuh dalam mendukung permodalan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kita banyak bekerja sama dengan amal usaha Muhammadiyah, seperti sekolah-sekolah, rumah sakit, usaha-usaha Muhammadiyah. Tapi tidak mengesampingkan juga masyarakat umum. Masyarakat umum juga kita berikan pembiayaan UMKM,” tuturnya.

Lebih lanjut, pencapaian masif dan kepercayaan 4.400 nasabah di tahun 2026 ini bukanlah sebuah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi jangka panjang BPRS Arsa Sejahtera dalam mempertahankan kualitas tata kelola perbankan. Pertumbuhan ini sejalan dengan track record bank yang sebelumnya telah diakui secara nasional lewat predikat “Excellent” dari Infobank dan BPRS Terbaik dari ASBISINDO pada 2022, serta predikat BPR Syariah Terbaik Ke-2 pada 2024. Menurut Sri, seluruh raihan di tahun-tahun sebelumnya tersebut adalah fondasi utama keberhasilan manajemen menjaga indikator kesehatan bank.

“Kita dapatnya di tahun 2022 dan 2024. Nah, itu kan terkait sama kinerja kita. Jadi kinerja kita pada saat itu terkait dengan TKS, tingkat kesehatan bank. Alhamdulillah saat itu komponen penilaiannya masuk semua,” jelasnya.

Rentetan penghargaan nasional yang membuahkan lonjakan aset miliaran rupiah di tahun 2026 ini menjadi cerminan bahwa BPRS Arsa Sejahtera UMM berada di jalur bisnis yang sangat sehat. Ke depan, jajaran manajemen berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang transparan, menjaga stabilitas finansial lembaga, serta memperluas kebermanfaatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.(*rik/faq)

 

Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman