Ribuan Peserta Berbaju Adat dan Kostum Profesi, Meriahkan HUT ke-79 RI di UMM

Ribuan peserta upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia padati Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17 Agustus lalu. Menariknya, mereka yang terdiri dari Dosen, Karyawan, hingga Mahasiswa kampus putih tersebut mengenakan berbagai kostum. Mulai baju adat daerah, budaya, hingga profesi. Terkait hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa ini juga menjadi salah satu mewujudkan misi memperkokoh nilai kebangsaan. Keanekaragaman budaya dan tradisi di Indonesia sangatlah beragam, semua bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika. “Memperkokoh kebangsaan adalah fondasi penting untuk menjembatani perbedaan yang ada secara dinamis untuk satu Indonesia yang berjaya makmur dan berkeadilan. Kecerdasan intelektual emosional dan spiritual haruslah secara proaktif dipraktikan, terlebih kita semua berada pada institusi pendidikan sebuah tempat sakral untuk melahirkan generasi emas Indonesia,” tegasnya. Lebih lanjut, Nazar sapaan akrabnya juga mengingatkan kepada seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersama-sama, saling bahu-membahu untuk kemajuan bangsa Indonesia. Mengingat bahwa negara yang kuat merupakan hasil dari kerjasama antar seluruh warga negara. Selain itu, Ia juga menyampaikan terkait misi utama dakwah pendidikan muhamadiyah. Yakni Mewujudkan pribadi yang berjiwa hidup dan dinamis dalam susasana lahiriah dan batiniyah. Sekaligus memperkokokoh ukhuwah sebagi pondasi penting dalam menjembatani perbeda. Hal itu tidak lain bertujuan untuk satu Indonesia berjaya makmur dan keadialan “Dari pakaian ini baru menggambarkan sedikit keanekaragaman Indonesia, sebetulnya ada banyak sekali suku budaya bahasa yang ada di Indonesia. Kita semua harus bersatu dalam merawat keharmonisan bangsa dan negara,” tegasnya. Sementara itu, Abdurrohman Muzakki M.Pd selaku koordinator pelaksana Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI) UMM menyampaikan bahwa ternyata. Proses pelaksanaan upacara kemerdekaan yang dilakukan UMM secara serentak dilaksanakan pada dua lokasi berbeda, pertama di Kampus 3 UMM dan juga di Pujon Hill UMM. Serta ada juga pemberian beberapa anugerah penghargaan bagi Program Center of Excellence (CoE) terbaik. Selain ribuan pakaian adat, hal menarik yang disajikan peringatan tersebut adalah belasan macam makanan daerah. Sederet pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus diundang dan diborong dagangannya untuk para peserta upacara. Ada yang menyajikan pecel, soto, rawon, bakso, dan lain sebagainya. Para peserta bisa langsung mengambil ribuan prosi makanan usai mengikuti upacara dan saling berfoto bersama. (Faq)
Rektor UMM Lantik BEM dan Senat Mahasiswa

Roda kepemimpinan akan terus beregenerasi seiring berjalannya waktu, itu juga terjadi di iklim organisasi internal mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mulai dari Senat Mahasiswa (SEMA) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat Universitas. Terbaru, kepemimpinan periode 2024-2025 SEMA dan BEM UMM dilantik pada 15 Agustus lalu di Aula BAU. Naufal Rizky Firdaus selaku Presiden Mahasiswa (Presma) menjelaskan bahwa kedepan organisasi yang dinahkodainya akan difokuskan kepada budaya riset. Hal itu juga bertujuan untuk mendukung percepatan dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bentuknya fisik maupun non-fisik. Sekaligus mendukung visi UMM yakni Pada tahun 2030 menjadi Universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam. “Visi kami yakni Mewujudkan BEM UMM sebagai ruang aktualisasi yang inklusif adaptif inovatif serta berintegritas untuk UMM berkemajuan. Itu kami adaptasi langsung dari Visi kampus putih. Tentu kami sadari bahwa BEM tidak bisa berjalan secara individu , maka jelas akan kami dukung dan kolaborasikan bersama untuk mewujudkan visi Universitas,” jelasnya. Naufal sapaan akrabnya juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk mampu pro-aktif dalam mengoptimalkan seluruh wadah yang diberikan oleh kampus. Baik itu berupa program, organisasi internal, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), penelitian, hingga pengabdian. Mengingat bahwa semua bekal yang didapatkan itu akan lebih banyak daripada hanya sekedar pergi ke kampus dan mengikuti perkuliahan di kelas saja. “Menjadi mahasiswa itu harus banyak hal yang dijelajahi, mulai dari leadership, komunikasi, kerjasama tim, dan berbagai softskill yang lain. Mengingat bahwa itu mungkin akan sangat jarang ditemui didalam kelas. Karena kita tahu bersama bahwa didunia perkulihan itu bukan hanya soal belajar text-book, namun mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya,” pesannya. Disisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menegaskan bahwa organisasi mahasiswa dapat berpesan aktif dalam membentuk dan menciptakan bibit para calon pemimpin yang baik bagi masa depan. Banyak sekali guru bangsa, pemikir, hingga cendikiawan yang masa mudanya aktif dalam organisasi. “Pendahulu kita seperti Alm. Prof. Dr. K.H. Abdul Malik Fadjar, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan yang lain sebaginya. Mereka dulu juga aktif sekali di organisasi mahasiswa, dan saya optimis kalian semua bisa seperti mereka,” ungkapnya. Terakhir, Nazar sapaan akrabnya berpesan kepada seluruh fungsionaris organisasi internal mahasiswa untuk bisa menjadi teladan bagi mahasiswa yang lain serta mampu merangsang lingkungan sekitar untuk menjadi lebih baik. Serta mampu untuk membangun kepekaan terhadap isu lingkungan sosial yang ada serta kemampuan dalam mendengarkan suatu aspirasi. “Kalian semua adalah mahasiswa-mahasiswa pilihan, jalankan amanah ini dengan baik, karena tugas utama kalian adalah meningkatkan kualitas lingkungan akademik yang ada di kampus. Serta saya tekankan kembali, bahwa kalian sekarang akan dipandang dan dijadikan sebagai teladan bagi yang lain,” pesannya. (Zaf/Faq)
UMM Buka Kelas Keahlian Managemen Sekolah Islam Unggul

Di era saat ini, kebutuhan tenaga pendidik unggul sangatlah dibutuhkan, terlebih lagi untuk mewujudkan pendidikan yang unggul. Melihat hal tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang kirimkan belasan mahasiswanya dalam Program Center of Excelence (CoE) Manajemen Sekolah Islam Unggul pada 12 Agustus lalu. Mereka dicetak khusus untuk menjadi tenaga pendidik yang terampil dan profesional. Zulfikar Yusuf, M.Pd.I selaku ketua CoE menjelaskan bahwa mahasiswa program tersebut dibekali berbagai keterampilan. Mulai dari Islamic leadership skill, marketing pendidikan, hingga inovasi kelembagaan pendidikan. Materi-materi tersebut diberikan kepada mahasiswa selama satu semester sebelum terjun ke sekolah. Menurutnya, itu merupakan bekal yang harus dikuasai untuk menjadi tenaga pendidik yang unggul. “Mekanisme CoE ini selama 2 semester, di semester 6 mereka mendapat materi secara teori didalam kelas, seperti kepemimpinan, marketing yang fokusnya untuk branding sekolah, dan inovasi kelembagaan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh sekolah. Kemudian dilanjutkan pada semester 7 dikirimkan ke sekolah selama satu semester penuh untuk mempraktikkan bekal yang sebelumnya sudah didapat,” jelasnya. Lebih lanjut, Izul sapaan akrabnya memaparkan bahwa saat ini COE tersebut sudah bekerja sama dengan tiga sekolah unggulan yang ternama. Mulai dari Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah (PEM), SMA Muhammadiyah 10 Gresik, hingga Thursina International Islamic Boarding School. Pemilihan sekolah tersebut diharapkan dapat memaksimalkan mahasiswa dalam menyerap ilmu terkait kependidikan. Dan outputnya nanti saat mereka menjadi tenaga pendidikan, dapat mengangkat kualitas pendidikan di sekolah yang ia tempati. “Kita tahu, pasti ada ketimpangan kualitas antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Nah mahasiwa CoE ini diproyeksikan untuk menjadi Agen perubahan dalam dunia pendidikan. Hal itu nantinya bisa mengangkat kualitas pendidikan di sekolah-sekolah,” tambahnya. Disisi lain, Muhammad Fendi Maulana salah satu mahasiswa CoE mengaku bahwa ia sangat merasakan benefit dari mengikuti kelas CoE. Menurutnya, pengkhususan program tersebut sangat membantunya dalam memperdalam ilmu terkait pendidikan unggul. “Bekal yang diberikan itu sangat membantu saya dalam mendalami ilmu pendidikan, terkhusus kepada konsentrasi Manajemen Sekolah Islam Unggul. Apalagi konsen kami yang mengikuti CoE ini memang ingin terjun langsung dalam memajukan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya. Terakhir, Fendi sapaan akrabnya berpesan kepada seluruh mahasiwa yang konsen kepada dunia pendidikan untuk berkomitmen dalam mewujudkan pendidikan yang unggul. Mengingat bahwa kemajuan suatu bangsa tidaklah lepas dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang itu merupakan hasil dari pendidikan, (Faq)
Atlet Taekwondo UMM Borong Medali di Kejuaraan Nasional Taekwondo Kemenpora

Atlet Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menorehkan prestasi gemilan. Mereka berhasil meraih 6 Medali dalam Kejuaraan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Quantum Taekwondo yang berlangsung pada 9-11 Agustus 2024 di GOR Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Mereka adalah Fajerin Trihadi Wicaksono, Athya Sulfina Bin Usman, Naura Huwaida Ramadani, Zaskia Nurismi Lingga, Fanelga Zahra Flora, dan Muchammad Iqbal. Fajerin Trihadi Wicaksono mengaku bahwa ia bersama rekannya sangat bersyukur dapat membawa pulang banyak medali. Terlebih lagi persiapan yang dilakukan selama lebih dari tiga bulan tersebut membuahkan hasil yang maksimal. “Alhamdulilah, saya sendiri mendapat medali emas dan rekan-rekan saya masing-masing mendapat medali perak. Terlebih lagi ini adalah kejuaraan nasional yang pesertanya dari seluruh Indonesia. Tentu tantangan yang kami hadapi juga tidaklah mudah,” jelasnya Lebih lanjut, ia juga membagikan tips bahwa kunci dari konsistensi seorang atlet adalah dengan mampu memanajemen waktu dengan baik. Terlebih lagi juga ada kewajiban seorang mahasiswa yang harus tetap aktif mengikuti kegiatan perkuliahan. “Kalau atlet di kampus, harus bisa membagi waktu antara kuliah dengan latihan. Itu harus diatur sebaik mungkin agar tetap bisa konsisten dalam berprestasi,” jelasnya. Menariknya, ia juga mengaku bahwa baru saja terjun ke dunia Taekwondo sejak bergabung menjadi bagian dari jas merah kampus putih. Sebelumnya, ajin lebih fokus pada akademik dan belum sempat mengembangkan minatnya di bidang taekwondo. Menurutnya, itu karena kampus putih sangat mendukung sangat mendukung minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswanya. Salah satu bukti yang ia rasakan adalah selama mengikuti kejuaraan tersebut. Ajin bersama dengan rekan-rekannya mengaku mendapat dukungan penuh oleh kampus mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga biaya pertandingan. Itu juga menjadi salah satu bentuk komitmen nyata UMM untuk terus memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam meraih prestasi. “Awalnya saya itu minat saja dengan taekwondo dan gabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Seiring berjalannya waktu, saya merasakan kalau memang UMM ini sangat memfasilitasi mahasiswanya. Jadi saya terus optimalkan dalam mengasah skill saya di taekwondo ini. Dan setiap saya mengikuti perlombaan, pasti ada dukungan dari kampus,” kisahnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa UMM untuk tidak ragu dalam menunjukkan skill dan bakatnya. Sudah dipastikan bahwa kampus putih selalu mendukung mahasiswanya untuk bisa berprestasi. “Kampus sudah memberikan banyak wadah dan fasilitas pengembangan kepada mahasiswanya, kami sudah membuktikan. Ini juga bukti nyata bahwa tidak ada prestasi yang tidak dihargai di kampus putih,” pesannya. (Ri/Faq)
Taken Kerjasama Dengan Konjend AS, Amcor UMM Siap Perkuat Digitalisasi

Terima kunjungan dari Konsulat Jendral Amerika Serikat (Konjen AS) pada 15 Agustus lalu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui American Corner (Amcor) siap perkuat kerjasama disektor digital. Kerjasama tersebut juga menjadi salah satu bagian dalam menyambut Visi Konjen AS terbaru yakni Digitalisasi. Abraham Lee selaku Public Diplomacy Officer dan Direktur at America mengaku sangat takjub dengan UMM. Dia mengungkapkan bahwa kampus putih memiliki banyak sekali fasilitas pendukung serta program-program akademik, khususnya dalam bidang internasionalisasi. Salah satunya dengan adanya Amcor yang hingga saat ini jumlahnya hanya ada dua di jawa timur, salah satunya di UMM. “Menarik sekali UMM ini, program pengembangannya sangat lengkap, mulai dari sektor akademik dan non-akademik. Apalagi kita lihat bersama iklim pendidikannya sangat terasa sekali,” ungkapnya. Dia juga mengaku bahwa sangat melihat kesiapan UMM dalam menyambut digitalisasi. Dengan adanya kelas digital berbasis virtual reality (VR) , dan berbagai projek digital yang itu dikembangkan dan dipraktikan langsung oleh para tenaga pengajar hinga mahasiswa. “Ada projek gim, dan juga VR, saya yakin dan optimis bahwa UMM lebih cepat dalam pengembangan projek-projek digital yang nantinya nilai manfaatnya bisa dirasakan. Apalagi perkembangan teknologi saat ini sangatlah cepat,” ungkapnya. Disisi lain, Ria Arista Asih, Ph.D. selaku Direktur Amcor UMM mengaku kedatangan konjen AS itu selain untuk memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2004. Namun juga memberikan dukungan atas program yang akan diselenggarakan oleh Amcor UMM. Yakni program internship yang nantinya UMM akan menjadi tuan rumahnya. “Mengingat bahwa di UMM ini satu-satunya kampus yang memiliki Amcor di Malang, dan di Jawa Timur itu cuman ada 2 Amcor saja. Jadi secara otomatis menjadi tempat rujukan mahasiswa bahkan siswa se-Jawa Timur. Amcor yang ada di UMM ini kedepan juga diproyeksikan untuk tidak hanya dari mahasiswa UMM saja, tapi juga mahasiswa dari luar UMM,” ungkapnya. Ria sapaan akrabnya juga mejelaskan bahwa skema Internship tersebut akan direalisasikan pada bulan September tahun ini. Penjajakan dimulai dari empat Program Studi (Prodi) di UMM antaralain Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Teknik Informatika. “Internship ini nanti akan terintegrasi di Amcor, dan mereka melakukan internship ini berbasis pada proyek digital. Seperti video game, media pembelajaran berbasis digital, dan lain sebagainya. Dan tentunya juga pasti berkejasama dengan instansi-instansi terkait dilihat dari focus proyek yang dikembangkan,” ungkapnya. Terakhir, dia berharap bahwa program internship ini bisa menjadi wadah baru mahasiswa dalam mengembangkan minat, bakat, skill di dunia digital. Terlebih lagi bahwa dimasa yang akan datang, teknologi digital akan lebih masif. “Tentu, dunia digital tidak akan ada matinya dan pastinya akan ada pembaharuan, nah ini yang harus senantiasa kita sambut dengan baik. Memanfaatkannya dengan baik dengan tujuan memberikan inovasi yang berguna dimasa depan,” harapnya. (Faq)
Alumnus Sosiologi UMM, Kini Kelola Sistem Informasi RSUD di Jayapura

Adalah Seto Aji Nurkhotib. S.Sos Alumnus Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kini menjabat sebagai Kepala Unit Sistem Informasi di RSUD Ramela Muara Tami, di kota Jayapura, Papua. Selama masa studinya, Aji dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Pengalaman organisasi ini dinilai sangat berpengaruh dalam menunjang karirnya saat ini. Setelah lulus dari kampus putih, Aji sapaan akrabnya memutuskan untuk terjun ke dunia teknologi informasi meskipun latar belakang pendidikannya adalah sosiologi. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Aji melihat bagaimana sistem informasi dapat berperan penting dalam peningkatan pelayanan di sektor kesehatan, khususnya di rumah sakit. “Saya ingin membawa perubahan dengan mengimplementasikan sistem informasi yang efektif di RSUD Ramela Muara Tami. Ini adalah tantangan yang besar, tetapi juga peluang untuk belajar dan berkontribusi lebih banyak,” jelas Aji. Sebagai kepala unit, Aji bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem informasi di rumah sakit berjalan dengan lancar dan efisien. Ia bekerja sama dengan timnya untuk mengembangkan sistem yang mampu menangani berbagai kebutuhan administrasi dan operasional rumah sakit. Latar belakang sosiologi memberikan Aji landasan yang kuat untuk memahami dan mengatasi tantangan yang bersifat manusiawi dan organisasional dalam penerapan teknologi informasi di lingkungan rumah sakit. Dengan ini, Aji dapat membawa pendekatan yang lebih seimbang antara teknologi dan aspek sosial, yang akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Ramela Muara Tami. Aji juga mengaku bahwa ia turut aktif dalam organisasi internal kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Sosiologi (himasogi) yang membuat Aji banyak belajar mengenai cara mengelola sebuah kelompok, berpikir kritis, berinteraksi dengan banyak orang, dan mengatasi berbagai tantangan yang ada. Aktivitas organisasi yang dijalani semasa berkuliah menurutnya menjadi kesempatan untuk membangun jaringan yang luas, dan menunjang dalam dunia pekerjaan. “Saya bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda. Hal ini membantu saya memahami perspektif yang berbeda dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan saya sekarang,” ungkapnya. Pengalaman dan keterampilan yang didapatkan Aji selama berorganisasi di masa kuliah terus menjadi modal utamanya dalam menjalani peran ini. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi adalah dua hal penting yang selalu ia pegang teguh dalam setiap situasi. “Kunci dari sukses adalah komunikasi yang baik dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Ini adalah pelajaran berharga yang saya dapatkan dari masa-masa kuliah dulu,” tutup Aji. Dengan tekad dan dedikasi yang kuat, Aji terus berupaya untuk membawa inovasi dalam sistem informasi rumah sakit, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di Jayapura dan sekitarnya. (Ri/Faq)
Bamboo Institute UMM Sukses Tingkatkan Penelitian

Bamboo Institute Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menjadi pusat inovasi yang berkomitmen untuk memaksimalkan potensi bambu sebagai sumber daya alam berkelanjutan. Sejak didirikan, institusi ini telah berkontribusi signifikan terhadap sektor kehutanan dan pertanian, menjadikan UMM sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di bidang ini. Keberadaan Bamboo Institute di Pujon Hill memberikan dampak besar bagi Program Studi (Prodi) Kehutanan UMM. Melalui kolaborasi erat, Bamboo Institute dan Prodi Kehutanan UMM telah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang kehutanan. Mahasiswa kini memiliki akses ke fasilitas riset canggih dan terlibat langsung dalam proyek-proyek inovatif yang memanfaatkan potensi bambu. Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc, IPM, salah satu koordinator Bamboo Institute, menjelaskan bahwa institusi ini tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan, tetapi juga bekerja sama dengan UMKM dalam memanfaatkan bibit bambu yang ditanam di sana. “Ada tiga puluh jenis bambu yang ditanam di Bamboo Institute, dan dari sana tidak hanya mahasiswa yang mendapatkan ilmu baru, tetapi kami para koordinator juga ikut belajar,” ujarnya. Selain mendukung penelitian, Bamboo Institute juga memainkan peran penting dalam pengembangan kurikulum Prodi Kehutanan UMM. Materi pembelajaran berbasis riset dan inovasi bambu telah dimasukkan ke dalam kurikulum, memberikan mahasiswa pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan produk berbasis bambu bernilai ekonomis tinggi, seperti furniture, konstruksi, dan kerajinan tangan, yang mendukung konsep kehutanan berkelanjutan. Tidak hanya itu, Bamboo Institute UMM juga memperluas jangkauan kolaborasinya dengan berbagai lembaga, baik di dalam maupun luar negeri. “Kami juga telah bekerja sama dalam bentuk dukungan dari berbagai lembaga, baik dalam maupun luar negeri. Ini menjadi peluang bagi mahasiswa Prodi Kehutanan UMM untuk terlibat dalam program penelitian internasional atau pertukaran pelajar,” tambahnya Bamboo Institute UMM tidak hanya dikelola oleh dosen dan mahasiswa Prodi Kehutanan, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa dari prodi lain yang tertarik mempelajari pertanian. Ke depan, Bamboo Institute berencana mendirikan Pasar Bamboo, sebuah program yang akan menampilkan kreativitas pengelolaan hasil bambu dan menjadikan Bamboo Institute sebagai pusat belajar bambu di Indonesia. Dengan berbagai inisiatif ini, Bamboo Institute UMM telah menjadi pilar penting dalam mendukung Prodi Kehutanan dan sektor pertanian secara keseluruhan, menciptakan lulusan berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. (Ri/Faq)
Mahasiswa UMM Edukasi Program Isi Piringku dengan Media Pop-Up Book

Dengan semangat inovasi dan kreativitas, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi program “Isi Piringku” di SD Negeri Kebonsari 2 Kota Malang pada 12 Agustus lalu. Melalui media Pop-Up Book yang menarik, mereka memperkenalkan pola makan sehat kepada siswa kelas 2. Kegiatan ini adalah bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 91 gelombang 1 UMM Asa Chalisatul Aula salah satu mahasiswa PMM itu menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sejak usia dini. Program Isi Piringku yang disosialisasikan merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menggantikan program 4 Sehat 5 Sempurna, dengan fokus pada komposisi gizi seimbang dalam setiap porsi makan. “Dalam sosialisasi ini, kami mengajak siswa untuk mengenal lebih jauh tentang pentingnya mengisi setengah piring dengan sayur dan buah, dan setengah lainnya dengan karbohidrat dan protein,” jelasnya, Lebih lanjut, Asa sapaan akrabnya menjelaskan bahwa penggunaan media Pop-Up Book sebagai media pembelajaran. Tidak lain agar materi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. “Kami ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa lebih antusias dalam menerima informasi baru. Pop-Up Book dengan warna-warni dan elemen 3 dimensi ini mampu menarik perhatian mereka sekaligus mengasah kemampuan sensorik dan motorik,” lanjutnya. Untuk menjaga antusiasme siswa, kegiatan tersebut juga diselingi dengan permainan dan kuis seputar materi yang disampaikan. Puncaknya, seluruh siswa terlibat dalam sesi makan bersama, di mana mereka diminta membawa bekal dari rumah yang sudah diisi sesuai dengan panduan program Isi Piringku. Hal tersebut bertujuan untuk menerapkan langsung apa yang telah mereka pelajari, serta memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya pola makan sehat. Selain fokus pada siswa, tim mahasiswa UMM juga melibatkan para ibu PKK dalam sosialisasi program Dagusibu yang merupakan singkatan dari dapatkan, gunakan, simpan, dan buang. Program ini, yang merupakan kampanye dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola obat dengan baik dan benar. Diharapkan, melalui pendekatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tidak hanya dari segi makanan, tetapi juga dalam pengelolaan obat-obatan sehari-hari. Terakhir, Asa dan timnya berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, serta mendorong mereka untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. “Generasi yang sehat, bisa tumbuh kembang secara optimal itu tentu bisa mendorong dan menciptakan generasi yang cerdas pula,” harapnya. (Din/Faq)
Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik

Penyakit rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun dengan gangguan peradangan jangka panjang pada sendi. Umumnya penyakit ini sering ditemui pada lansia, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa ataupun para remaja juga dapat mengalaminya. Maka dari itu Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinovasi ciptakan alat pendeteksi dini penyakit rheumatoid arthritis melalui kuku. Mereka adalah Nuri Vhirdausia, Frenischa Yincenia W, dan Desta Karina yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), serta ada juga Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT). Abi Mufid Octavio menjelaskan bahwa jika penyakit rheumatoid arthritis ini sudah memasuki masa akut, maka tidak dapat disembuhkan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Maka perlu adanya identifikasi sedini mungkin untuk mengetahui seseorang berpotensi terkena penyakit rematik atau tidak. Menariknya, alat tersebut telah diuji cobakan kepada lebih dari 100 sampel dan mendapatkan respon yang positif. “Sampel kami ada banyak mulai dari remaja, dewasa, dan lansia. Setelah menggunakan alat kami untuk deteksi dini kemudian melakukan re-check lebih lanjut ternyata didapati hasil yang efektif,” jelasnya. Abi sapaan akrabnya melanjutkan bahwa alat tersebut bekerja dengan menganalisis kondisi kuku, mulai dari tekstur, ridging atau berlubang, kuku menguning, rapuh dan pendarahan serpihan. Yang mana kondisi visual tersebut tidak dapat dilihat secara langsung lewat mata telanjang. Selanjutnya jika ditemukan indikasi rematik, maka akan dilakukan observasi lebih lanjut dengan dokter. “Indikasi rematik itu ada banyak, dan alat kami bertugas untuk memvisualisasi hasil dari kuku yang telah difoto untuk diidentifikasi lebih lanjut,” lanjutnya. Tentu, setiap inovasi yang dibuat pasti mengalami kesulitan dalam pengembangannya, itu juga berlaku bagi Abi bersama dengan timnya. Ia mengaku memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk melakukan pengembangan untuk inovasi tersebut. Dan kedepan alat tersebut juga akan dibuat secara masal, tentu tidak lain untuk menambah ragam inovasi dalam dunia kesehatan. “Dengan biaya produksi sebesar 7 juta rupiah, menurut kami itu nilai yang kecil untuk inovasi dalam dunia kesehatan. Dan kedepan kami akan menjalin kerjasama dengan perusahaan yang nantinya dapat di komersialkan,” ungkapnya. Terakhir, dia berharap lewat inovasinya bersama tim dapat memberikan warna baru dalam dunia kesehatan. Masyarakat dapat mengidentifikasi sejak dini terindikasi gejala dari penyakit rematik, dengan begitu pasien dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk nantinya dilakukan pengobatan lebih lanjut. Dia juga berpesan kepada mahasiswa khususnya jas merah kampus putih untuk tidak bosan-bosan berfikir dan menciptakan produk inovatif. “Dahulu para penemu inovasi terbarukan itu banyak yang masih berusia muda. Dan anak muda saat pasti juga masih bisa melakukan hal tersebut. Jangan bosan dalam berinovasi, karena segala inovasi itu tentu ada manfaatnya,” pesannya. (Zaf/Faq)
Implementasikan Nilai SDGs, Jalan Sehat Semarak Kemerdekaan di UMM Ajak Peserta Jaga Lingkungan

Satu Negeri, Satu Jiwa, Satu Indonesia, Ribuan peserta ramaikan jalan sehat semarak kemerdekaan Indonesia ke-79 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mengusung tema Jalan Sehat Peduli Lingkungan, seluruh peserta juga diajak untuk turut merawat lingkungan dengan memunguti sampah sepanjang rute jalan sehat. Fadjar Ramdhani Setyawan S.H. M.H., selaku penanggung jawab acara mengungkapkan bahwa hal tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen UMM dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). “Jalan sehat semarak kemerdekaan ini kan event tahunan kampus, jadi setiap tahun pasti ada keunikan tersendiri. Dan untuk yang sekarang ini, keunikan itu diharapkan juga menimbulkan efek berkelanjutan yakni cinta lingkungan dan kebersihan. Sambil jalan sehat juga turut memunguti sampah plastik yang ada disepanjang jalan,” ungkapnya. Menariknya, peserta yang memunguti sampah plastik dengan jumlah terbanyak akan mendapatkan doorpize khusus. Tidak hanya itu, penggunaan kupon kertas juga ditiadakan untuk meminimalisir produksi sampah. Sebagai gantinya, para dosen dan karyawan menggunakan absen Fingerprint sedangkan mahasiswa dengan nomor induk mahasiswa (NIM). Selain giat jalan sehat, Dhani menjelaskan bahwa semarak kemerdekaan di kampus putih ini juga ada berbagai lomba mulai dari video game, konten kreatif, hingga balap bebek air. Lomba-lomba itu diikuti oleh seluruh warga civitas akademika UMM, selain sebagai hiburan. Itu juga menjadi wadah untuk memperkuat tali persaudaraan antar sesama, mengingat bahwa ada banyaknya personal di lingkungan UMM. “Warga di UMM ini banyak sekali ya, kadang juga mereka kurang mengenal antara satu unit dengan unit yang lain. Belum lagi mahasiswa yang jumlahnya itu ribuan, jadi memang sengaja kami sajikan banyak lomba agar mereka bisa lebih mengenal. Sesuai dengan tagline, kita adalah satu negeri, satu jiwa, dan satu Indonesia,” jelasnya. Disisi lain, Drs. Wakidi Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari kemerdekaan Indonesia menjadi momen yang istimewa. Mengingat bahwa saat ini Indonesia sudah mencapai usianya yang ke-79. Menurutnya, itu harus kita sambut bersama dengan bersuka cita. Dia juga berpesan untuk selalu guyup rukun dengan sesama mengingat bahwa kita semua adalah satu Indonesia. “Kita adalah satu negeri, satu jiwa, dan satu Indonesia. Dan mari kita bersama saling bergandengan tangan dalam menyambut hari kemerdekaan ini. Mengingat jasa para pahlawan yang tentu mereka saling bahu-membahu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Maka kita juga hari ini harus bahu-membahu dalam mengisi kemerdekaan,” pesannya. (faq)