Mahasiswa PGSD Tampilkan Empat Dongeng Fantasi

Para mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar pertunjukan drama bertema dongeng fantasi. Mereka yang tergabung dalam teater Harmonia Saskara menampilkan empat cerita terkenal yakni Snow White, Cinderella, Hanzel and Gretel serta Penggembala Domba dan Serigala pada akhir Juni lalu. Ketua Teater Harmonia Saskara, Exzal Antolin Febriansyah, menjelaskan bahwa tujuan utama pagelaran ini adalah untuk menghidupkan kembali kisah-kisah dongeng yang sarat akan pesan moral dan hiburan. Mereka ingin membawa penonton ke dunia magis yang penuh pelajaran hidup serta menunjukkan bahwa dongeng-dongeng Fantasi ini masih relevan dengan kehidupan saat ini. Adapun drama “Snow White” dipilih karena pesan moral dan nilai-nilai universalnya yang relevan, seperti kebaikan hati dan keberanian menghadapi kejahatan. Drama ini juga menampilkan elemen visual menarik seperti cermin ajaib dan tujuh kurcaci, dengan menonjolkan adaptasi segar dan sentuhan lokal. Selanjutnya, drama “Hanzel and Gretel” juga menarik. Hal itu tak lepas dari ceritanya yang berasal dari cerita rakyat Jerman yang menyuguhkan perjuangan dua anak yang berusaha untuk bertahan hidup di tengah kondisi sulit, mengajarkan nilai-nilai keberanian, kerja sama, dan pentingnya keluarga. “Begitupun dengan ceirta-cerita lain. Harapannya, para penonton tidak hanya mendapatkan hiburan tapi juga bisa bisa mendapatkan inspirasi untuk menjalani hidup lebih baik,” kata Exzal. Menariknya, setiap drama menampilan elemen-elemen modern tanpa menghilangkan esensi asli dari cerita tersebut. Misalnya saja dalam kisah Hanzel dan Gretel yang memberikan setting yang lebih kiontemporer. Begitupun dengan tata rias dan kostum. Bahkan tim drama Hanzel dan Gretel berhasil mendapatkan penghargaan tata rias dan kostum terbaik. Sealin itu, mereka juga memenangkan poster dan teaser terfavorit serta juara umum. Drama Cinderella serta Penggembala Domba dan Serigala juga menjadi sorotan tersendiri. Dengan kostum mewah, setting panggung yang spektakuler, dan dukungan teknologi pencahayaan modern, kedua drama ini diharapkan memberikan pengalaman teater yang tak terlupakan bagi penonton. Melibatkan mahasiswaprodi PGSD UMM, pagelaran ini juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni teater di tanah air. Dengan segala persiapan dan konsep yang matang, pertunjukan ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh kalangan mahasiswa. (*/Wil)

Ketum PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila Dasar untuk Moderat Beragama

Menyongsong Indonesia emas di 2045, tidak pas rasanya jika tidak melihat bagaimana konsep moderasi dijalankan di Indonesia. Salah satunya moderasi dalam beragama. Hal ini disampaikan Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam forum Seminar Kebangsaan KTN Ke-61 YPPII Batu, 4 Juli lalu. Forum diskusi yang mengangkat sub-tema jalan baru moderasi beragama tersebut menghadirkan Haedar sebagai pembicara dalam isu moderasi beragama. Turut hadir dan mendampingi Rektor Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. “Seperti yang kita tahu, Indonesia kaya akan keberagaman agama dan kebudayaan. Moderasi atau jalan tengah dalam beragama mengandung sikap toleransi dan gotong royong terhadap perbedaan yang ada,” kata Haedar. Moderasi beragama tidak akan lepas dari konsep tentang moderasi berbangsa. Dalam beragama, pasti mengajarkan mengenai konsep wasatiyah (jalan tengah) yaitu keagamaan yang mengajarkan konsep keadilan, kasih sayang, dan toleransi. Konsep beragama ini secara tidak sadar mengandung konsep moderasi dalam berbangsa. Di mana, konsep tersebut sama halnya dengan dasar negara kita saat ini yaitu Pancasila yang memiliki banyak nilai moderat. Sebelum Pancasila dicetuskan, terdapat perbedaan pandang setiap golongan yang ingin mencetuskan dasar negara ini. Mulai dari dasar keberagamaan, dasar nasionalisme, sosial demokrat, dan lain sebagainya. Namun, terdapat dua hal yang melekat di jiwa bangsa Indonesia saat itu yaitu agama dan kebudayaan luhur bangsa. Hal ini yang menjadi cikal bakal pancasila yang memiliki perbedaan dengan bangsa lain. “Dari pancasila yang dicetuskan saat itu, kita bisa melihat bahwa ada banyak yang mengandung nilai moderasi khsusunya dalam beragama,” tambahnya. Pada sila pertama contohnya, membahas mengenai keberagaman agama yang disatukan dalam ketuhanan yang Maha Esa. Artinya adalah masyarakat diminta untuk saling menghargai terhadap perbedaan keyakinan dan keberagaman tersebut. Juga, dapat dilihat melalui sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. Sila ini mengandung makna bahwa dalam merawat Indonesia dibutuhkan persatuan dalam keberagaman yang besar. Maka dari itu, Muhammadiyah menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Darul Ahdi Wasy Syahadah atau Negara kesepakatan dari perjanjian yang disepakati. “Yang disepakati apa? Yang disepakati adalah pancasila sebagai dasar dalam moderasi segala hal di Indoensia,” tambahnya. Terakhir, ia menyebut bahwa dalam menjalankan moderasi di Indonesia pasti mengalami banyak tantangan. Mulai dari isu intoleransi, isu kesalahpahaman, maupun isu sosial lainnya. Tapi, kunci dalam menyelesaikan masalah adalah memahami mengenai agama, pancasila, dan kebudayaan bangsa dengan mendalam, luas, dan visioner. “Dengan kita menerapkan ketiga kunci tersebut, Insya Allah bangsa kita akan keluar dari masalah yang dihadapi untuk menyongsong Indonesia emas 2045,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)

Viral Atlet Meninggal karena Henti Jantung, Begini Penjelasan Dosen UMM

Baru-baru ini dunia olahraga digemparkan dengan meninggalnya seorang atlet asal Tiongkok yang diduga mengalami henti jantung saat  bertanding di Indonesia. Hal ini menarik perhatian dr. Nur Kaputrin Dwigustiningrum selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Atlet tersebut mengalami suatu kondisi yang dinamakan henti jantung. Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh gangguan irama jantung atau fibrilasi ventrikel disingkat v-fib, kondisi yang mengharuskan adanya penanganan cepat agar mendapatkan hasil yang baik. Semakin lama penanganan, maka semakin kecil pula peluang keberhasilan hidupnya,” tambah dokter yang akrab disapa Kaput tersebut. Dilihat dari segi keilmuan, meninggal mendadak pada seseorang saat berolahraga bisa disebabkan oleh dua hal yaitu henti jantung dan kondisi yang belum diketahui sebelumnya. Namun disisi lain kita juga harus memahami tanda-tanda kegawatan henti jantung secara dini, seperti adanya keluhan nyeri dada yaitu kondisi ketika dada terasa seperti tertusuk, perih atau tertekan sebelumnya. Sesak napas atau dyspnea adalah kondisi ketika seseorang merasakan kesulitan saat bernapas. Sementara, ketidaksadaran diri adalah ketika seseorang tidak mampu merespons orang dan aktivitas dan kejang adalah  kondisi yang ditandai dengan gerakan tubuh tidak terkendali akibat gangguan aktivitas listrik di otak. “Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan jika ada seseorang yang tidak sadarkan diri. Pertama, pastikan anda dan lingkungan dalam kondisi yang aman. Kedua, segera mengecek respon seseorang tersebut secara cepat, yakni dengan  melihat, mendengar dan merasakan nafas korban atau pasien dalam waktu 10 detik. Jika sudah terindikasi pasien tidak bernafas selama 10 detik maka harus segera melakukan penanganan dengan CPR singkatan dari cardiopulmonary resuscitation atau RJP (resusitasi jantung paru),” katanya. Adapun hal itu merupakan salah satu upaya pertolongan pertama gawat darurat secara medis yang dilakukan ketika ada seorang pasien henti jantung dengan cara pijat jantung atau kompresi dada. Tujuan kompresi dada yaitu untuk mengalirkan darah serta oksigen ke otak dan miokardium, yakni otot jantung yang berperan memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika tersedia Automated External Defibrillator (AED), maka segera gunakan alat tersebut. Kompresi dilakukan secara terus-menerus hingga bantuan tim medis datang. “Di akhir Kaput menyampaikan, hal itu dapat menjadi pengalaman dan pelaajaran bagi kita semua agar bisa belajar untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan. Sleain itu juga terkait cara mengenali kondisi kegawatan dan melakukan penanganan,” tutupnya. (dit/wil)

Dosen UMM Teliti Efek Terapi Alquran Untuk Penyintas Bencana Alam

Bencana alam maupun bencana yang terjadi akibat kecerobohan manusia pasti akan meninggalkan dampak emosional yang besar bagi para korbannya. Meski tidak mengalami cedera fisik yang serius, reaksi emosional akibat trauma ini bisa menyebabkan efek samping serius jika tidak ditangani dengan baik. Pun, banjir termasuk dalam disaster atau bencana yang kejadiannya tidak pernah terduga. Akibat dari tak terkendalinya banjir di Indonesia saat musim penghujan, Tutu April Ariani, SKp., M.Kes., Ph.D selaku dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian keperawatan holistik dan pengajian Alquran serta dampaknya terhadap penyintas banjir di Indonesia. Bagaimanapun, mereka harus bisa mempertahankan mentalnya dalam keadaan yang terjepit, sekalipun pada saat banjir. Adapun manfaat yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah para korban bisa bertahan dalam keadaan terpaksa sekalipun terutama bencana. “Sebelumnya, saya telah melakukan review literatur dari berbagai jurnal internasional. Sampai akhirnya saya menemukan jumlah sesi yang efektif untuk dilakukan, yaitu delapan sesi,” ucap Tutu. Pada terapi ini, mereka membaca Alquran berulang-ulang dengan surah yang diinginkan. Dari hasil penelitiannya, Tutu menemukan bahwa terapi Alquran memiliki karakteristik yang sangat khas dan unik. Sebab, walaupun mereka tidak memahami makna surah yang dibaca, mereka tetap bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan adanya ujian banjir yang selalu datang setiap tahunnya. Awalnya mereka terpaksa menerima keadaan pasca banjir, namun sekarang mereka bisa jauh lebih ikhlas menerima bencana yang ada. Awalnya, Tutu hanya melakukan terapi untuk korban banjir bandang. Namun setelah dievaluasi kembali, metode ini dapat digunakan untuk korban bencana yang lain. Dengan adanya terapi ini, reaksi para korban saat menghadapi bencana tidak seheboh sebelumnya. Jika terdapat pengumuman banjir dan bencana lainnya, mereka menjadi lebih ikhlas dan tahu harus melakukan apa. “Memang harus mengamankan diri saat bencana. Namun, setelah terapi mereka mengaku jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah hal ini tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang saja,” katanya. Penelitian Tutu ini dijalankan pada warga yang terbiasa mengalami banjir bandang tahunan atau annual di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Jawa Barat. Banjir terjadi karena sungai buatan yang tidak dapat dialirkan dan berhenti di sekitar kawasan tersebut. “Terapi ini sementara memang dikhususkan untuk wanita berusia 18 hingga 67 tahun, karena biasanya mereka memiliki waktu yang paling fleksibel untuk terus melaksanakan terapi ini. Terapi ini harus dilakukan terus menerus dua kali dalam seminggu. Ini belum diterapkan pada warga masyarakat berjenis kelamin laki-laki karena khawatirnya mereka bekerja, dan tidak bisa konsisten mengikuti terapi. Karena jika tidak rutin, maka harus di drop out. Sehingga hanya didapatkan 17 orang yang rutin dan tidak meninggalkan sesi terapi,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Gunakan Mikroba untuk Atasi Limbah Cair Domestik

Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi, limbah domestik yang dihasilkan oleh masyarakat semakin mengkhawatirkan. Dampak limbah cair yang sebagian besar berasal dari rumah tangga ini tidak hanya menyebabkan pencemaran lingkungan, tetapi juga membawa berbagai penyakit menular melalui air yang terkontaminasi. Menyikapi permasalahan ini, Dr. Lud Waluyo, M. Kes. selaku dosen Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memberikan sebuah inovasi dalam mengatasi limbah cair domestik melalui pemanfaatan mikroba. “Limbah cair domestik memerlukan penanganan khusus. Limbah ini harus dikontrol dan diolah sebelum dibuang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama karena kandungan bahan kimia berbahaya di dalamnya,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa limbah rumah tangga mengandung sisa-sisa buangan yang mudah diuraikan dan juga tidak mudah diuraikan. Adapun zat yang tidak mudah terurai adalah zat pembunuh kuman dan serangga, sisa detergen dan pestisida. Maka dari itu, memerlukan pendekatan khusus untuk diuraikan secara efektif. Secara mikrobiologi, salah satu upaya menangani hal tersebut adalah dengan memanfaatkan isolat mikroba asli (indigen) yang berpotensi dapat menguraikan limbah. Melalui penelitian ini, Lud juga berusaha untuk mempercepat proses penguraian limbah menggunakan mikroba yang terbukti dapat mengurangi waktu penguraian limbah hingga hanya dalam waktu seminggu. Penelitian ini menggunakan konsorsium mikroba, yaitu perpaduan lebih dari dua jenis bakteri yang bekerja sama dalam menguraikan limbah. Dalam penelitian ini, empat jenis bakteri yang telah diuji menunjukkan kinerja efektif dalam menguraikan komponen limbah seperti karbohidrat, lemak, dan protein yang menjadi penyebab bau tidak sedap. Dengan terurainya protein, bau tidak sedap yang biasanya timbul dari limbah cair dapat dihilangkan. Limbah rumah tangga tidak hanya mengandung karbohidrat, lemak, dan protein, tetapi juga logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Logam berat dalam konsentrasi kecil dapat mematikan mikroba, namun mikroba dalam penelitian ini mampu bertahan dan menguraikan limbah meski dalam kondisi yang mengandung logam berat. “Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk berbagai jenis limbah cair domestik, misalnya limbah comberan, air mandi, detergen, bahkan septic tank. Selain itu, formula konsorsium inokulum itu juga bisa bertindak sebagai biopestisida hayati karena mampu mematikan patogen,” jelasnya. Menariknya, penelitian yang dilakukan oleh dosen Biologi UMM ini mendapatkan pendanaan dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Selain itu, inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pengelolaan limbah industri yang memiliki beban pencemaran lebih berat. “Limbah yang diuraikan oleh bakteri kemudian dapat diuraikan lebih lanjut oleh tumbuhan air sebelum dibuang ke lingkungan. Proses ini tidak hanya efektif dalam mengurangi polusi tetapi juga dalam memitigasi dampak logam berat yang seringkali menjadi penyebab masalah kesehatan seperti autisme pada anak-anak,” pungkasnya. (lai/wil)

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional, baik di dalam maupun luar negeri. Terbaru, Kampus Putih menjajaki kerjasama dengan Eurojob Jerman dalam aspek SDM yang disiapkan untuk berkarya di Jerman. Adapun pertemuan itu dilaksanakan pada 8 Juli 2024, kemarin. CEO Eurojob Jerman, Mr. Marco Kunert menjelaskan salah satu tantangan terbesar SDM Indonesia untuk bekerja di Jerman adalah kendala bahasa. Padahal persayratan bahasa menadi kunci agar bisa diterima di berbagai sektor. Misalnya saja calon pekerja harus memiliki level A2 untuk berkarya di bidang tataboga, perhotelan, dan lainnya. “Jerman sangat terbuka dengan peluang-peluang pekerjaan bagi SDM negara lain. Banyak bidang yang masih memerlukan pegawai ahli seperti perawat, chef, pekerja kelistrikan, mekanik di pabrik-pabrik besar seperti BMW, fisioterapis dan lain sebagainya,” katanya menjelaskan. Untuk bekerja di Jerman, seseorang paling tidak sudah memiliki sertifikat bahasa dan bukti pengalaman kerja atau pelatihan di bidang tertentu selama dua tahun. Maka, kerjasama dengan pendidikan tinggi Indonesia tentu akan memberikan proses yang lebih lancar dan mudah. Utamanya dalam mempersiapkan SDM-SDM yang benar-benar bagus dan bisa langsung bekera di Jerman tanpa banyak halangan. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa bahasa memang jadi halangan. Selama ini, UMM sudah memiliki language center yang mengajarkan bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Arab hingga Prancis. Sehingga, hal ini akan memudahkan jika nanti ada kerjasama untuk persiapan terkait bahasa bagi SDM yang akan bekerja di luar negeri, termasuk Jerman. “Nanti bisa berkolaborasi dengan Fakultas Vokasi UMM dan mengembangkan program-program. Misalnya saja dengan melaksanakan workshop-workshop penunjang dan pelatihan. Seperti di bdiang mekanik, operator, dan lain sebagainya. Jadi ada program jangka pendek yang bisa langsung dieksekusi,” katanya. Selain itu, berbagai peluang pekerjaan di Jerman juga bisa diisi oleh para SDM yang lulus dari UMM. Apalagi dengan luasnya jurusan dan berbagai inovasi yang dimiliki Kampus Putih. Contohnya di bdiang fisioterapis. UMM memiliki jurusan dan pendidikan profesi fisioterapis, sehingga secara kelimuan dan praktek telah mumpuni. Kemudian bisa dibekali juga dengan bahasa Jerman untuk memudahkan proses komunikasi di sana. (wil)

Bagaimana Pusat Data Nasional Bisa Diretas? Ini Penjelasan Dosen UMM

Ramainya pemberitaan tentang Pusat Data Nasional yang diretas membuat masyarakat bertanya-tanya, bagaimana sesungguhnya keamanan pusat data nasional (PDN) yang memuat jutaan data pribadi masyarakat tersebut? Ir. Denar Regata Akbi, S.Kom., M.Kom. dosen Informatika menjelaskan bahwa data central atau pusat data, merupakan sebuah ruangan yang memiliki spesifikasi tersendiri untuk menempatkan suatu server. Mulai dari kelistrikan, pendingin, perangkat jaringan, serta perimeter security. Ruangan ini harus disiapkan dengan sangat aman karena berisikan data yang tidak terhitung jumlahnya. Data center sendiri memiliki tugas untuk melayani user yang membutuhkan. Sistem keamanan yang ada dalam ruang data central bersifat non digital dan digital. Non digital berarti ada wujudnya, seperti penggunaan tanda pengenal atau identitas lain untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Sedangkan keamanan digital, berarti berupa keamanan sandi yang harus diinput terlebih dahulu untuk mengakses atau berhubungan langsung dengan server. “Seluruh aspek yang menyangkut hal ini harus stabil. Problem listrik naik turun saja bisa mengakibatkan data imigrasi error. Demikian juga ketika server down. Maka dari itu dalam sebuah data center harus memenuhi high availability. Kapanpun kita membutuhkan data maka dia harus bisa menyediakan karena data sudah tersimpan di sana. Tidak boleh mati dan juga rusak,” jelas Denar, panggilan akrabnya. Lebih lanjut Denar menyampaikan, data center menarik untuk dibobol karena banyak alasan, salah satunya motivasi untuk mengambil keuntungan, seperti kasus yang terjadi di indonesia di mana data center terindikasi malware. Malware atau “malicious software” yaitu perangkat lunak yang didesain untuk menimbulkan kerugian bagi pengelola data. Alasan lain karena banyaknya data yang bisa diambil attacker dari data center. Maka timbul peluang bagi mereka untuk menjual informasi pribadi tersebut. Denar yang juga tergabung dalam forum IHP (Indonesia Honeynet Project) tidak bisa memberikan jawaban pasti mengapa data central Indonesia bisa dibobol oleh attacker karena ia dan tim tidak tahu bagaimana perimeter securitynya. Namun jika berbicara secara perimeter secara teori, ada beberapa prediksi yang muncul. Pertama, adanya ketidaksetaraan keamanan antara data center dan sistem penunjang lainnya yang seharusnya saling berkaitan. Kedua adalah software vulnerability yaitu bisa disebabkan karena adanya bug yang disebabkan tidak update untuk sistem security. Ketiga, adanya human error yang menjadi bagian yang paling potensial untuk dieksploitasi. Misalnya saja kasus social engineering dan phising (kejahatan digital untuk mendapatkan data sensitive seseorang). Menurutnya, SDM yang bertugas untuk pengamanan non digital pada data central harus diberikan edukasi agar tidak mudah percaya kepada siapapun dan lengah akan eksploitasi dari attacker. Human error juga ada kaitannya dengan pihak ketiga atau vendor yang memasarkan berbagai produk seperti router, switch, kabel dan sebagainya. Misalnya dengan menanamkan perangkat lunak agar bisa mengontrol dari jauh meskipun tidak harus masuk ke dalam ruangan data central. Keempat, orang dalam (insider). Misalnya ada seseorang bekerja di sebuah perusahaan namun dia merasa tidak cocok dengan lingkungan kerja. Akhirnya ia bekerja sama dengan attacker untuk merusak data yang berhubungan dengan perusahaan tersebut, misalnya dalam hal keamanan digitalnya. Kelima network yang lemah bisa menjadi makanan segar bagi attacker untuk menjalankan misinya. “Dari kasus tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir keamanan data central yang telah dibobol. Yaitu dengan cara berdiskusi dengan berbagai pihak yang terkait untuk membuat suatu sistem keamanan yang siap. Harus ada firewall yang bersih, melakukan audit keamanan secara reguler, hingga melatih karyawan mengenai sistem security yang ada. Bisa juga dengan membentuk CSIRT (Computer Security Incident Response Team.red) yang mana akan bertanggung jawab sigap jika terdapat kasus serupa,” tambahnya. Di Akhir, belajar dari kesalahan kali ini, Denar mengimbau kepada masyarakat agar lebih sadar dan menambah literasi terkait keamanan digital. Dari banyaknya kasus, rata-rata masyarakat mudah terkena phising dan social engineering. Ia menyarankan agar lebih baik menggunakan two factor authentication (2FA) untuk meminimalisir adanya pembobolan akun yang anda miliki. “Terakhir jangan mengumbar apapun di media sosial, karena informasi apapun bisa dengan mudah didapatkan oleh seorang attacker jika anda tidak berhati-hati,” pungkasnya. (dit/wil)

Bantu Branding UMKM, Pustawakan UMM Juara Ajang Nasional

Kabar gembira kembali datang dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu pustakawannya Dian Puspitasari, berhasil mendapatkan penghargaan juara favorit pada ajang kompetensi pustakawan terbaik tingkat nasional. Acara yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia itu dilaksanakan pada 24-27 Juni lalu. Dian, sapaannya, membawakan karya dan ide menarik yakni digital branding untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inovasinya tertuang dalam esai yang berjudul ‘Digital Branding Perpustakaan UMM Dalam Menunjang Pemasaran Produk UMKM’. Ia ingin membantu UMKM dan mahasiswa dalam pemetaan target pasar, identitas brand, dan analisis sosial media. Harapannya, hal-hal tersebut bisa menjadi penunjang usaha para UMKM. Sekretaris perpustakaan UMM itu menjelaskan bahwa inovasi yang dibawakannya merupakan salah satu program lanjutan yang telah ada di Perpustakaan UMM. Namun ia kembangkan melalui kerjasama dengan formonix.creative, yang digarap bersama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM. “Kerjasama ini dilakukan untuk membantu perpustakaan UMM dalam pengelolaan konten kreatif di media sosial. Terbukti, saat ini pengikut di sosial media naik hingga mencapai 8.363 dalam waktu beberapa bulan saja,” ujarnya. Lebih lanjut, saat ini, sudah ada sebanyak 23 UMKM yang mengikuti programnya dan 18 di antaranya telah berhasil menerapkan konsep yang dicanangkan Dian. Melalui pelatihan yang ia berikan selama tiga bulan, terlihat media sosial UMKM yang dibina mempunyai peningkatan branding yang signifikan. Terkait kompetisi tersebut, dari ratusan peserta, hanya ada 15 peserta yang lolos ke babak final. Namun peserta yang mewakili dari Jawa Timur hanya tiga peserta, salah satunya Dian. Proses lomba ini diawali dengan mengirimkan portofolio dan juga esai pada bulan Mei. Kemudian diumumkan peserta yang masuk final. “Saya mempresentasikan karya ini di depan kepala pustakawan Indonesia selama 20 menit. Alhamdulillah saya merasa bangga karena mendapatkan pujian dari beliau terkait inovasi yang saya bawa. Setelah itu saya juga melalui sesi wawancara untuk memperkuat pemahaman inovasi yang ditawarkan,” jelasnya. Menurutnya, inovasi yang ia bawakan tidak hanya dapat bermanfaat bagi UMKM saja. Namun juga bisa menambah pemahaman dan skill masyarakat lain, utamanya mengenai pengelolaan media sosial, editing, copywriting, dan public speaking. Sehingga ia dan tim formonix.creative, ebagai fasilitator akan terus menjaga dan mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama anak muda yang ingin berwirausaha. (ri/wil)

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

Berbagai alat garapan mahasiswa teknik mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipamerkan dalam gelaran Mechanical Engineering Expo (MEXPO), 4 Juli lalu. Ada lebih dari 30 mesin yang bisa dilihat dan dicermati. Bahkan akan sangat berguna untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Para mahasiswa memang didorong untuk menciptaptakan alat penunjang bagi kebutuhan UMKM. Misalnya alat pemotong kentang, alat penyortir jeruk, dan lain sebagainya,” kata Ketua Prodi Teknik Mesin Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. Mesin-mesin buatan mahasiswa tersebut juga cukup variatif. Mulai dari pengaduk adonan tepung, grinder kopi, hingga alat penyortir kematangan buah. Berbagai inovasi itu juga merupakan bentuk komitmen nyata dari Kampus Putih UMM untuk melahirkan mahasiswa yang bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan. “Ini sengaja kami pamerkan hasil karya mahasiswa teknik mesin agar pelaku UMKM tahu inovasi apa saja yang dibutuhkan. Sehingga kita juga bisa membantu masyarakat. Ilmu yang didapat mahasiswa tidak menguap begitu saja, tapi benar-benar bisa dimanfaatkan oleh orang lain,” katanya. Iis berharap, melalui Mexpo ini mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan pelaku UMKM dan memahami kebutuhan mereka. Ini juga merupakan bentuk implementasi slogan UMM “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa”. Bukan hanya berkutat di kampus, tapi benar-benar terjun ke permasalahan warga. Salah satu mesin yang menarik adalah penyortir kematangan buah. Mesin tersebut menggunakan sensor warna untuk mengetahui tingkat kematangan pada buah. Mekanismenya dimulai dengan buah yang melewati sensor warna di alat tersebut. Kemudian, secara otomatis akan dikelompokkan dengan klasifikasi buah mentah, kurang matang, dan matang. Ini mempermudah petani atau UMKM untuk memilah buah tanpa repot. Di sisi lain, salah satu pelaku UMKM yang datang Ifa Fardiyah mengapresiasi berbagai alat yang sudah dibuat. Bahkan ia sudah menggunakan alat buatan mahasiswa teknik UMM sejak dua tahun lalu, yakni alat pengupas dan pemotong kentang. Jika dikupas dan dipotong secara manual, ia dan pegawainya membutuhkan waktu lebih dari tiga jam. Namun, dengan bantuan alat mesin dari UMM, hanya membutuhkan satu jam saja. “Selain itu juga capek kalau harus memprosesnya dengan manual. Jadi dua alat ini sangat bisa memperlancar proses produksi secara efisien. Saya yakin, alat-alat yang lain juga akan berguna unutk UMKM-UMKM lainnya. Tergantung apa yang dibutuhkan dan diinginkan,” tegasnya mengakhri. (faq/wil)

UMM Sukses Jadi Tuan Rumah ASEAN University Games, Begini Kata Atlet

Mengikuti ajang internasional seperti ASEAN University Games di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pengalaman berharga. Apalagi dengan cuaca, bangunan-bangunannya, landskap hingga danau yang ada di Kampus Putih. Hal ini dikatakan oleh Muhammad Nazrul, salah satu peserta AUG cabang lomba pencak silat asal Singapura. Selama menjalani kompetisi sejak 3 Juli lalu, UMM sebagai tuan rumah memberikan kesan yang baik baginya. Terkait AUG, ia juga bahagia dan antusias mengingat ini menjadi kejuaraan internasional pertamanya sejak menggeluti bidang ini. “Saya baru tahu ternyata hotel yang saya tempati juga milik UMM. Dengan jaraknya yang dekat memudahlan mobilisasi tim kami.  Jadi, menurut saya UMM telah mempersiapkan AUG ini dengan sangat baik dari segi persiapan tempat maupun pengalaman saat perlombaan,” ucapnya. Nazrul juga memuji kemegahan masjid AR. Fachruddin yang dimiliki oleh UMM. Apalagi masjid itu difungsikan di banyak aspek. Ada yang digunakan untuk ruang kelas, ruang pembinaan, bahkan bank. Tak hanya masjid, namun Nazarul juga nyaman dengan cuaca dan makanan selama ia berada di Kota Malang. Katanya, Kota Malang memiliki cuaca yang lebih sejuk jika dibandingkan dengan cuaca di Singapura. Terlebih, makanan di Indonesia memiliki citarasa yang lebih gurih dan memiliki aroma khas rempah. Hal serupa juga disampaikan Amigos salah satu kontingen asal Indonesia. Sejauh ini, ia merasa bahwa UMM sangat matang dalam mempersiapkan event bertaraf internasional seperti ini. “Saya apresiasi UMM karena benar-benar menjamu kami dengan sangat baik. Mulai dari penempatannya hingga fasilitas pendukung seperti kesehatan dan juga makanannya,” katanya. Lebih lanjut, Amigos juga senang lokasi gelanggangnya berada di Dome UMM. Dome tersebut sangat luaa dan ngaman untuk ditempati. Apalagi, lokasinya juga tidak jauh dari tempat penginapan sehingga memudahkan perjalanan menuju lokasi perlombaan. Selama mengikuti AUG yang diselenggarakan di UMM, Amigos berharap bisa mengharumkan nama bangsa dan orang tuanya di rumah. Ia berharap ajang seperti AUG ini dapat menjadi bekalnya untuk mengikuti kompetisi yang lebih besar. “Saya akan bekerja keras dan menargetkan bisa tampil di ajang bergengsi lainnya di bidang pencak silat seperti Sea Games, Asean Games, dan lainnya,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)