Dosen UMM Beri Cara Antisipasi Pelecehan Seksual di Sekolah

Kasus pelecehan seksual semakin merajalela, tak terkecuali di lingkungan sekolah. Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, ini dapat terjadi karena beberapa hal.  Yang pertama yakni kurangnya kesadaran warga sekolah tentang pelecehan seksual itu sendiri. “Setiap sekolah harus ‘aware’ akan hal ini. Kesadaran seluruh warga sekolah mutlak diperlukan. Hal ini dapat dibangun dengan memberikan pendidikan dan kampanye tentang pentingnya melaporkan pelecehan seksual,” ujar perempuan yang akrab disapa Ima tersebut. Dalam hal ini, penting menyampaikan kepada siswa bahwa tidak ada yang salah atau memalukan saat seseorang menjadi korban. Oleh karenanya, jika mengalami pelecehan seksual, siswa dipahamkan agar tidak perlu malu atau takut melaporkan hal tersebut. “Siswa harus tahu bahwa tidak ada hal yang salah atau memalukan ketika menjadi korban,” ujarnya. Selain sosialisasi, pihak sekolah juga harus dapat memastikan bahwa proses pelaporan pelecehan seksual dilakukan dengan penuh kerahasiaan. Dengan demikian, korban dapat merasa aman untuk menceritakan tanpa rasa takut akan persepsi negatif atau pengungkapan informasi yang tidak diinginkan. “Langkah berikutnya sekolah harus cepat dan segera memberikan tanggapan  jika ada laporan pelecehan seksual yang diterima. Baik memberikan dukungan kepada korban maupun menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Selama proses berlangsung, penting menjaga privasi semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut,” tambahnya. Pelecehan seksual di sekolah mencakup berbagai perilaku yang tidak pantas, seperti komentar seksual yang tidak diinginkan, sentuhan yang tidak senonoh, atau bahkan pemaksaan aktivitas seksual. Ini adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan perkembangan siswa. Pelecehan seksual dapat terjadi di antara siswa, antara siswa dan guru, atau melibatkan pihak ketiga. “Selain berbagai langkah tadi, sekolah harus menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua untuk mencegah pelecehan seksual, termasuk memberikan informasi tentang cara melaporkan insiden yang terjadi di luar lingkungan sekolah. Kolaborasi ini juga dapat mencakup mengundang ahli ke sekolah untuk memberikan pelatihan dan informasi kepada siswa, guru, dan orang tua tentang pencegahan pelecehan seksual,” tambah Ima. Untuk mendukung pencegahan pelecehan seksual, orang tua dapat memberikan edukasi kepada anak tentang batasan-batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain serta langkah-langkah menghadapi situasi yang tidak nyaman. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak juga penting untuk memastikan anak merasa nyaman berbicara tentang masalah yang dihadapinya. “Dengan membangun kepercayaan, anak akan lebih terbuka untuk berbagi pengalaman atau perasaannya. Melibatkan orang tua secara aktif juga dapat meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap anak dari risiko pelecehan seksual,” tandasnya. (bal/wil)

Kenapa Bukber Sering Jadi Ajang Pamer? Ini Kata Dosen UMM

Tradisi buka bersama (bukber) yang menjadi momen kebersamaan dan ajang mempererat silaturahmi, tak jarang dihindari oleh sebagian orang. Pasalnya, obrolan yang berlangsung pada kesempatan itu kerapkali menjadi ajang untuk memamerkan diri. Fenomena ini menarik perhatian banyak kalangan, termasuk Awan Setia Dharmawan, S.Sos., M.Si, selaku dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Orang bukber itu membawa kepentingan yang berbeda. Ada yang murni ingin menjalin silaturahmi atau justru show off dengan menampilkan apa yang dipunya. Ini merupakan salah satu bentuk ekspresi diri selama masih dalam batas yang wajar,” ujar Awan, sapaannya. Menurutnya, terdapat beberapa alasan mengapa orang melakukan pamer saat bukber. Salah satunya adalah sebagai upaya balas dendam dari pengalaman masa lalu. “Mungkin dulu sempat dibully dan sekarang ingin membuktikannya. Tapi, ini secara tidak langsung atau eksplisit,” ujar awan. Selain itu, momen berkumpul dalam bukber seringkali dijadikan platform untuk menegaskan siapa diri seseorang di hadapan orang lain. Ini sejalan dengan konsep personal branding yang bertujuan untuk mengendalikan atau mempengaruhi bagaimana citra diri seseorang dilihat oleh orang lain. “Dalam perspektif sosiologis, fenomena pamer dalam bukber dapat dipahami sebagai bagian dari teori hyper consumption, di mana masyarakat cenderung mengonsumsi barang lebih dari kebutuhan untuk mengekspresikan identitas dan status sosialnya,” ungkapnya. Fenomena ini semakin dipicu dengan kebutuhan untuk berfoto dan mengunggahnya di media sosial. Ini memunculkan tekanan untuk tampil menarik dalam setiap kesempatan. Bahkan, jika itu berarti harus mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang baru atau mempersiapkan bukber dengan segala kemewahan. Ironisnya, hal tersebut dapat memunculkan rasa iri di kalangan individu tertentu karena merasa terpinggirkan atau tidak mampu mengikuti gaya hidup yang lainnya. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana individu dapat mengelola emosinya di tengah tekanan sosial tersebut. “Bahkan, kadang ada pertanyaan yang lebih personal, seperti ‘Kapan lulus? Penghasilanmu berapa? Kerja di mana?’.  Pertanyaan itu efeknya bisa mengerikan, seperti halnya menutup komunikasi kembali atau justru bunuh diri,” tegasnya. Karenanya  Awan berharap, jangan sampai momen yang seharusnya penuh kebersamaan dan keberkahan, berubah menjadi ajang pamer dan persaingan. “Kurangi perilaku pamer, karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama. Show off lah pada circle-mu yang imbang,” pungkasnya. (lai/wil)

Dua Buku tentang Malik Fadjar Diluncurkan

Buku-buku yang membahas pemikiran dan sosok Abdul Malik Fadjar kembali diluncurkan. Kali ini, dua karya berjudul ‘Visi dan Praksis Pengembangan Pendidikan Islam’ dan ‘Inspiring Lecturer Empirisme Pengembangan Lembaga Pendidikan’ diluncurkan dalam agenda Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Kajian itu dilaksanakan pada 16 Maret 2024 ini di Umsida Sidoarjo. Adapun kedua buku tersebut diluncurkan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Selain itu, kedua buku juga merupakan karya yang diedit dan dieksekusi menjadi sebuah buku setelah Malik Fadjar wafat, pada September 2020 lalu. Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. yang merupakan putra Malik Fadjar menjelaskan, semua berawal dari diskusi di perpustakaan Pak Malik yang bernama Rumah Baca Cerdas (RBC). Kemudian Nazar melembagakan RBC dan mendirikan Malik Fadjar Institute. “Di situlah kita mengjaki berbagai pemikiran Pak Malik, termasuk terkait modernisasi dan pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia. Sampai saat ini kami sudah menerbitkan smebilan buku tentang Pak Malik,” tambah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu. Nazar menjelaskan, buku pertama sebenarnya merupakan disertasi karya Prof. Dr. M. Idris dari IAIN Manado yang diserahkan kepada kami. Idris merasa bahwa disertasinya memang ditulis tentang Pak Malik dan mendapatkan banyak inspriasi dari prosesnya. Kemudian, tim RBC mengeditnya dari tulisan yang cukup berat menjadi karya yang lebih renyah dan mudah dibaca. “Buku ini sangat berisi praksis bagaimana mengurus sekolah dengan mudah dan memiliki visi yang jauh ke depan. Ini Menarik bagi teman-teman yang mengelola skeolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya. Pada kesempatan itu, adapula buku kedua yang berjudul Inspiring Lecture. Buku tersebut juga sebenarnya murni karya mantan ketua IPM Abdullah Mukti M.Pd. Ia memang banyak mengikuti malik Fadjar dalam berbagai kesempatan. Karya tersebut bercerita tentang bagaimana pengalaman Mukti bersama orang-orang dan tokoh pendidikan Muhammadiyah mengikuti Malik Fadjar. Utamanya dalam upaya mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah untuk maju. “Mudah-mudahan apa yang kami sajikan untuk masyarakat melalui buku ini, khususnya untuk kader-kader Muhammadiyah, dapat menginspirasi dan menjadi kekuatan untuk berkhidmat tanpa pamrih di Muhammadiyah,” katanya mengakhiri. (wil)

Konsumsi Alkohol Sebabkan Kerusakan Mata? Ini Penjelasan Dokter UMM

Belakangan, banyak masyarakat yang bertanya-tanya kaitan konsumsi alkohol dan pengaruh buruknya untuk mata. Apakah alkohol benar-benar memperburuk penglihatan? Apa zat yang juga berdampak negatif untuk indera penglihatan kita? dr. Aryani Vindhya Putri, Sp.M selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut angkat bicara mengenai hal ini. Untuk menjawab hal tersebut, Aryani memberikan edukasi secara umum terkait penurunan penglihatan secara mendadak. Sebagai gambaran umum, penyakit mata dapat disebabkan oleh banyak hal. Seperti misalnya infeksi mata, trauma akibat benturan, konsumsi zat tertentu, atau bisa jadi ada gangguan pada saraf optik. Gejala yang dapat dialami oleh pasien dengan penurunan penglihatan mendadak biasanya disertai mata merah atau tidak merah, mual, muntah, pusing, nyeri pada mata, ataupun penglihatan menjadi putih seketika. Selain itu, perlu adanya pemeriksaan menyeluruh seperti riwayat penyakit, CT-scan otak, pemeriksaan laboratorium, dan lain sebagainya. Lebih khusus, jika hal ini disebabkan karena konsumsi zat tertentu maka akan berbeda cara penanganan dan gejala yang dialami oleh pasien. Semisal, orang yang meminum alkohol, satu dengan lain bisa jadi memiliki gejala atau bisa juga mengalami hal yang berbeda. Alkohol ada yang memiliki kandungan methanol maupun ethanol, di mana jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan jumlah yang banyak, maka dapat menumpuk dan menyebabkan gangguan seperti gangguan pada mata. Terutama alkohol oplosan yang biasanya terdapat kandungan methanol, yang memiliki sifat lebih beracun. Apalagi jika tidak diketahui kadar alkoholnya secara pasti, yang mana justru dapat memperburuk efek yang dialami oleh pasien. “Efek paling fatal dari mengonsumsi alkohol ialah ketika zat methanol tersebut sampai menyerang saraf optik kita. Bisa jadi, hal ini akan mengakibatkan papilledema atau pembengkakan pada saraf mata dan susah untuk kembali normal dan bahkan mengancam nyawa,” tambahnya Jika sudah dalam kondisi seperti ini, untuk mengembalikan penglihatan seratus persen tergantung dari kondisi pasien, jumlah zat yang dikonsumsi, berapa lama zat tersebut telah dikonsumsi, dan kondisi atau reaksi pasien sendiri. Maka dari itu, bila terjadi kerusakan saraf mata lanjut, maka penanganan yang dilakukan adalah mempertahankan sisa penglihatan seperti memberi vitamin dan memberi obat lain yang diperlukan. Jika masih pada fase awal, penanganan yang dilakukan dapat berupa cuci darah ataupun pemberian obat secara teratur. Sementara, jika disebabkan karena adanya kekeruhan atau pendaharan, maka penanganannya ialah pembersihan dengan jalan operasi. Untuk itu, dokter spesialis mata tersebut menyarankan agar masyarakat menghindari konsumsi zat berbahaya seperti alkohol. Tak hanya itu, beberapa zat lain seperti obat yang diminum rutin untuk penyakit tertentu, NAPZA, atau bahkan tembakau juga dapat menjadi cikal bakal penyakit pembengkakan mata. Tips yang bisa diberikan Aryani ialah selalu rutin melakukan pengecekan pada mata. Apalagi bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit lain seperti hipertensi atau TBC. Mereka memang diharuskan untuk mengonsumsi obat secara rutin untuk mengatasi penyakti itu. Maka, Aryani menjelaskan bahwa wajib hukumnya bagi mereka untuk memeriksakan mata secara rutin. (tri/wil)

Sahur on The Road UMM di Jodipan, Sajikan Masakan Hotel Bintang Empat

Terus menebar manfaat di bulan Ramadan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kunjungi Kampung Jodipan bersama dengan Hotel Rayz UMM dan melaksanakan sahur bersama warga. Tim Kampus Putih UMM mengajak warga untuk sahur bersama, live cooking oleh chef hotel bintang empat Rayz, mendongeng cerita rakyat, hingga membuat konten Tiktok. Adapun kegiatan sahur on the road UMM itu dilaksanakan pada 15 Maret 2024 ini. Terkait kegiatan itu, Parin selaku Ketua RW Kampung Jodipan mengatakan bahwa kedatangan UMM selalu dinanti para warga. Isi kegiatan yang luar biasa dan menarik membuat para warga senantiasa menanti kedatangan tim Kampus Putih. “Kami selalu diberikan kejutan dari UMM beberapa kali. Bahkan sekarang para warga diberikan menu makanan khas hotel bintang empat UMM. Tentu saja para warga di sini jarang mendapatkan jamuan seperti ini,” katanya menjelaskan. Rangkaian aktivitas sahur bersama ini menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat kampung Jodipan karena dapat berkumpul antar tetangga dan makan bersama. Chef Sobari Abdul yang memasak menu spesial kali ini juga menegaskan bahwa menu-menu yang ia masak dibuat dengan sepenuh hati. Hidangan yang dihadirkan juga merupakan menu favorit yang ada di Rayz Hotel. Live cooking yang ia lakukan sukses menarik banyak perhatian dari para ibu dan anak-anak. Permainan api dan beberapa atraksi memasak ia tampilkan. Hal itu sontak membuat para warga berdecak kagum, termasuk tentang rasa dan sajian makanan yang ada. Selain itu, anak-anak yang turut serta juga merasa senang berkat adanya sesi mendongeng. Dengan alat peraga boneka dan cara penyampaian yang asyik, membuat anak-anak lebih mudah mengerti akan pesan yang diberikan. Hal itu juga diapresasi para warga yang ramai datang. “Alhamdulillah, kegiatan UMM tiap tahun di sini seru sekali. Selalu ada hal unik yang diberikan. Para warga juga menyukai masakan ayam panggang ala Rayz. Ditambah dengan games dan cerita rakyat dengan boneka tangan,” kata Rini, salah satu warga setempat. Terakhir, digital team UMM juga tak lupa mengajak para warga untuk membuat konten. Hal itu sebagai cara untuk menyambut Ramadan dengan ceria dan bahagia. Dengan begitu, berbagai ibadah bisa dilakukan dengan lebih ringan dan memberikan banyak manfaat. Menariknya, para warga Jodipan juga mudah untuk memahami berbagai gerakan Tiktok karena memang sering menghabiskan waktu di aplikasi tersebut. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa ini menjadi cara UMM menabar manfaat. Menurutnya, dalam menjalankan ibadah Ramadan, setiap insan memang harus bisa memasuki ruang publik Mewujudkan kesalehan sosial dan kesalehan lingkungan. “Semoga apa yang sudah dilakukan mampu memberikan manfaat dan kesan bagi warga. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai titik di daerah Malang dengan konsep yang berbeda. Mulai dari ngabuburit bareng seniman jalanan, sahur di kampung tematik, dan sahur barbeque bersama komunitas difabel,” katanya mengakhiri. (ri/wil)

Baca Penjelasan Dosen UMM Ini sebelum Beli Rumah dengan KPR

Dalam menghadapi lonjakan harga properti yang semakin tinggi, generasi muda semakin banyak yang memilih memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai solusi untuk memiliki rumah impian mereka. Namun, seperti halnya keputusan finansial lainnya, penggunaan KPR juga memiliki potensi untung dan rugi yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Iqbal Ramadhani Fuadiputra, S.E., M.SM., selaku dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan bahwa fenomena ini bisa saja terjadi karena hasil ketidakseimbangan antara lonjakan harga rumah dengan pertumbuhan pendapatan. “Sehingga, sistem KPR ini dipilih dengan tujuan untuk membantu pembiayaan terkait pembelian rumah. Serta, dinilai dapat membantu memotong beban bulanan dengan jangka waktu tertentu,” ungkapnya. Salah satu pertimbangan utama dalam memutuskan untuk mengambil KPR adalah memperkirakan pendapatan per bulan yang akan digunakan untuk mencicil angsuran. “Alangkah lebih baik untuk membuat pos anggaran dan rencanakan secara matang agar cicilan dapat dibayarkan sebelum jatuh tempo. Alasannya, jika kredit macet, aset rumah dapat diambil atau dilelang oleh bank,” jelasnya. Lebih lanjut, ternyata penggunaan KPR juga membawa sejumlah peluang. Sebagai contoh, sisa uang dari pembayaran cicilan dapat dialokasikan untuk investasi lainnya atau kebutuhan bisnis. Bahkan, dengan harga tanah yang terus meningkat, kepemilikan properti dapat menjadi alternatif investasi yang menjanjikan bagi pemilik rumah. Meski demikian, Sekretaris UPT. Penerimaan Mahasiswa Baru UMM ini juga mengingatkan akan risiko fluktuasi suku bunga yang tidak bisa diabaikan. Sistem KPR dapat menjadi fluktuatif tergantung pada suku bunga yang ada di Bank Indonesia. “Jika bunga tetap, akan mendapatkan keuntungan. Namun, jika bunga fluktuatif maka akan menghadapi risiko tambahan, sehingga dapat mempengaruhi stabilitas keuangan rumah tangga,” terangnya. Menurut Iqbal, beberapa orang berpendapat bahwa membayar cicilan KPR lebih cepat dapat mengurangi beban finansial. Sehingga, bisa lebih tenang dan leluasa dalam mengalokasikan pendapatan bulanan. Namun, hal ini memunculkan kerugian lainnya, seperti halnya adanya penalti KPR yang dipengaruhi oleh lamanya pinjaman yang sudah berjalan. “Tidak ada masalah jika KPR dibayar lunas sebelum jangka waktu yang sudah ditetapkan. Tapi nanti ada denda penaltinya. Bahkan, bisa saja jumlah biaya denda ini jadi sangat besar. Tentu, hal ini berpotensi untuk menguras penghasilan dan tabungan,” tambahnya. Sebagai alternatif, Iqbal juga menyarankan tentang alternatif lain dalam pemilikan rumah, seperti rumah subsidi. “Terlebih, rumah subsidi menawarkan kemudahan pembiayaan dari pemerintah dan pemilik. Meskipun tidak selalu memiliki kualitas yang terbaik,” pungkasnya. (lai/wil)

Dosen UMM Jelaskan Pentingnya Green Building, dari Manfaat hingga Biaya

Bangunan ramah lingkungan atau green building concept adalah keseluruhan konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan. Bangunan ini merupakan gedung yang memenuhi standar teknis bangunan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan. Mulai dari penghematan air, energi, dan sumber daya lainnya. Terkait hal itu, Dr. Ir. Sunarto, M.T. selaku dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan bahwa green building memiliki dampak yang sangat positif bagi lingkungan dan harus diwujudkan. Ia menjelaskan, manfaat utama dari green building adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurut data Climate Watch, pada 2020 Indonesia menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 1,48 miliar ton/gigaton ekuivalen karbon dioksida (Gt CO2e). Angka itu setara dengan 3,1% dari emisi gas rumah kaca global, yang total volumenya mencapai 47,5 Gt CO2e. “Tentunya persentase tersebut berasal dari beberapa sektor seperti energi listrik, transportasi, bangunan, dan sebagainya,” jelasnya. Terdapat enam aspek yang diterapkan dari green building. Yakni meliputi penataan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, penghematan dan diversifikasi sumber daya energi, hingga konservasi sumber daya air untuk menjamin keberlanjutan penyediaan air bersih. Selain itu, pemilihan material yang memiliki daur hidup ramah lingkungan, peningkatan kesehatan dan kenyamanan dalam ruang yang sehat dan nyaman serta sistem bangunan yang mendukung keberlanjutan lingkungan juga penting untuk dipertimbangkan. “Sayangnya, penerapan green building di Indonesia masih kurang diperhatikan. Hingga 2022, terhitung baru ada 60 gedung di Indonesia yang mendapat sertifikat bangunan hijau atau memenuhi kriteria greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Gedung ini mencakup bangunan rendah atau low rise, sedang atau mid rise, dan tinggi high rise,” tambahnya. Peduli akan hal tersebut, UMM menjadi salah satu instansi yang mengaplikasikan konsep green building. Selain pada Gedung Kuliah Bersama (GKB 4) yang sudah menerapkan konsep tersebut, proyek GKB 5 UMM yang saat ini dalam proses pembangunan juga dirancang menggunakan konsep tersebut. Tujuannya untuk mengurangi emisi gas kaca dan menghemat energi. “Salah satu hambatan penerapan konsep ini adalah biaya karena memerlukan anggaran lebih tinggi dibanding dengan bangunan konvensional. Namun hal itu bisa membantu meringankan pengeluaran berkelanjutan. Misalnya dengan mengurangi penggunaan air conditioner (AC) yang bisa meminimalisir penggunaan energi listrik setiap harinya,” tandasnya. Di akhir, Sunarto berharap semua pihak bisa mendukung kebijakan pemerintah maupun dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan. “Jika semua pihak mendukung, maka harapannya dampak negatif terhadap lingkungan bisa berkurang,” tutupnya. (dit/wil)

Lagi, Teknik Mesin UMM Luncurkan CoE Baru Digital Manufacturing

Menjawab tantangan era dunia industri 4.0, dunia pendidikan semakin didorong untuk terus bergerak maju. Banyak dari institusi pendidikan mencoba  bekerjasama dengan Dunia Kerja Dunia Industri (DUDI) untuk mencetak generasi yang siap menghadapi dunia kerja profesional. Menjawab hal tersebut, Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Center of Excellence (CoE) Digital Manufacturing pada 9 Maret lalu. Acara itu sekaligus menjadi kuliah perdana CoE Welding Inspector, CoE Construction & Vehicles Simulation yang sebelumnya sudah dijalankan. Turut hadir dalam acara tersebut Dr. Farkhan, ST., MT. selaku Direktur PT. CNC Controller Indonesia. Ia mengatakan bahwa ia bangga karena UMM berhasil menggagas CoE di bidang digital manufacturing. Apalagi pemerintah Indonesia memang mencanangkan 4.0. yang sasaran terbesarnya adalah industri manufaktur. Hal itu tak lepas dari industri manufaktur yang menyumbang 64% GDP Indonesia. Selain itu, penyerap tenaga kerja 64 persen juga dari manufaktur. “Sayangnya, saat ini masih banyak institusi yang belum aware mengenai digital manufacturing. Jadi saya sangat mengapresiasi UMM karena aware dengan membentuk CoE Digital Manufacturing ini,” tambahnya. Sebagai tambahan, digital manufacturing merupakan pendekatan dunia industri melalui digitalisasi proses pembuatan produk. Misalnya dalam proses produksi motor yang dulunya membutuhkan waktu lama. Namun, sekarang, untuk membuat hal yang sama hanya membutuhkan waktu singkat berkat bantuan dari alat dan robot. “Inilah yang disebut dengan Cobot atau Robot collaboration di industri 4.0,” ucap praktisi digital manufacturing tersebut. Adapun pasar dunia saat ini memiliki permintaan atas kualitas produk yang tinggi dengan waktu produksi yang cukup singkat dan harga diskon yang murah. Kebutuhan konsumen yang cepat berubah, peningkatan varietas produk, dan distribusi global juga berpengaruh. Maka dari itu, efisiensi dalam penciptaan produk sangat penting dilakukan dan memerlukan skill khusus. Maka dari itu, Farkhan menambahkan, usaha yang dilakukan oleh UMM khususnya prodi Teknik Mesin ini sudah sangat baik untuk menjawab tantangan dunia. Di sisi lain, Zulfatman, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Dekan I juga mengatakan bahwa peluncuran program CoE Digital Manufacturing merupakan salah satu upaya UMM untuk menjawab tantangan dunia kerja saat ini. Zulfatman berharap, mahasiswa yang mengikuti program CoE nantinya tak hanya mendapat skill yang dibutuhkan saja, namun juga berbagai pengalaman yang didapat saat magang di dunia industri. “Karena kelas CoE memiliki kata excellence, di mana artinya adalah mahasiswa terpilih yang mengikuti kelas ini merupakan SDM yang akan menjadi excellence. Siap memantaskan dirinya untuk dunia industri,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)

Sekum PP Muhammadiyah di UMM: Ramadan Jadi Momen Kontribusi Selesaikan Masalah Masyarakat

Ramadan tidak hanya jadi momentum bagi peningkatan spiritual, tetapi juga sebagai bulan islah (perbaikan) dan transformasi diri untuk ikut berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah sosial. Hal itu ditegaskan langsung oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam Tarhib Ramadhan Ceria dengan tema Bermuhammadiyah dengan Kepedulian Sosial. Adapun agenda itu dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 8 Maret lalu. “Bulan puasa itu bulan pendidikan bagi kita semua. Banyak nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya dan saudara harus sadar akan hal ini,” jelasnya. Lebih lanjut, dia mengutip teori dari Charles Duhigg dalam buku The Power of Habit tentang cara membangun dan menciptakan kebiasaan baru yang positif. Setidaknya ada tiga poin penting yang harus dilakukan, yaitu memiliki niat, rutin dalam menjalankan, dan yang terakhir adalah pemberian reward (hadiah). Lantas, ia juga memberikan analogi teori tersebut dengan nilai-nilai keislaman dalam bulan Ramadhan. “Pertama yakni niat yang sudah pasti menjadi landasan awal kita dalam melakukan perubahan dalam diri, innamal a’malu binniyat. Lalu rutin, selama bulan ramadhan kita diajarkan untuk berpuasa, lalu ada juga tarawih, kemudian ada i’tikaf dan amalam-amalan sunnah yang lain. Dan yang terakhir reward yang ini puncaknya, bisa diartikan kalau secara umum hadiahnya itu saat idul fitri. Namun kalau dari sisi personal, yaitu perbaikan diri secara individu menjadi lebih baik,” jelasnya. Menurutnya, suatu perubahan yang dilakukan itu tidak perlu langsung secara ekstrim. Namun bisa dilakukan dan dimulai dari hal yang mudah dan sederhana tapi dilakukan secara rutin. Apalagi mengingat bahwa kebiasaan yang ingin dibangun merupakan hal baru dna butuh proses. Cara itu juga bisa digunakan dan diterapkan di segala lini kehidupan demi membangun kebiasaan dan pribadi yang lebih bagus. Terakhir, ia berpesan kepada seluruh auidens yang hadir untuk tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik serta meninggalkan kebiasaan buruk. “Kebiasaan itu harus dibangun. Kebiasaan yang baik dipertahankan dan ditingkatkan, sementara yang kurang baik ditingkatkan. Hal itu kita lakukan secara terus menerus hingga akhir hidup,” tutupnya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menyatakan bahwa UMM siap memberikan atmosfer bulan suci yang kental. Salah satu bukti nyata yakni dengan adanya acara Tarhib Ramadhan Ceria sebagai hidangan pembuka memasuki bulan suci Ramadan. “Setiap bulan ramadhan, UMM selalu mengadakan kegiatan islami untuk mengisi dan memeriahkan bulan tersebut. Ada kajian rutin bagi mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Bahakn ad abanyak agenda unik yang sudah digelar. Semoga seluruh sivitas akademika Kampus Putih mendapatkan berkah dari acara ini, lebih luas yakni dari bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (faq/wil)

Jelang Ramadhan, Ketua Umum Aisyiyah Beri Pengajian di UMM

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Untuk menyambut itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Pengajian Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, 6 Maret lalu. Pengajian ini menguaung tema ‘Ramadhan Ceria: Spirit Meneguhkan Kebersamaan antar Sesama’ yang diisi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dr. apt. Salmah Orbayyinah, M. Kes. Menurut Salmah, bulan Ramadhan harus disambut dengan ceria, ikhlas, penuh sambut dan kerinduan sebagaimana menyambut sang kekasih. Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling istimewa sebab Allah memberikan segala macam rahmatnya dibulan ini. Doa dikabulkan, dosa dimaafkan, kebaikan diterima, dan ada rasa kerinduan terhadap surga. “Bulan yang penuh berkah ini juga mengandung nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesuksesan hidup di dunia, nilai-nilai kepasrahan yang tinggi, nilai-nilai sosial, dan masih banyak nilai yang bisa mengantarkan kita agar sukses hidup di dunia,” ucap Salmah. Lebih lanju, ia menjelaskan bahwa puasa bukan hanya kegiatan menahan haus dan lapar, namun juga bagamana kita bisa mengendalikan hawa nafsu, amarah, dan melatih kesabaran. Maka, perlu ada persiapan untuk menyambut bulan suci. Dimulai dengan menjaga kesehatan agar mampu menjalankan rangkaian kegiatan selama sebulan penuh. Lalu beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah kita lakukan baik sengaja maupun tidak. Jadi saat masuk bulan Ramadan, kita sudah dalam keadaan bersih. “Kemudian, buatlah rancangan kegiatan yang harus dilakukan. Dengan begitu, segala sesuatunya bisa berjalan dengan efektif. Jangan lupa siapkan dana infak yang cukup,” jelasnya. Salmah juga menekankan akan pentingnya menambah intensitas membaca Alquran di bulan Ramadan. Apalagi kitab suci tersebut juga memang diturunkam di bulan itu. Ia tidak hanya mendorong untuk banyak membaca Alquran, tapi juga memahami dan mempraktekannya di kehidupan sehari-hari. “Mari jangan sia-siakan bulan Ramadan ini dengan hal-hal yang kurang baik seperti berghibah atau membicarakan hal yang tidak penting. Jadikan bulan ini sebagai kesempatan untuk terus beribadah, belajar, dan meningkatkan kualitas hidup kita,” tuturnya. (dev/wil)