Entrepreneur Day UMM: Puluhan Stand Bazaar dan Ratusan Pengunjung

Menyiapkan lulusan yang siap mandiri, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan berbagai pelatihan kewirausahaan dan entrepreneurship. Salah satunya Entrepreneur Day Workshop and Expo yang menarik ratusan perhatian mahasiswa, pada 2-3 Desember ini. Ada lebih dari 300 peserta yang ikut serta dan lebih dari 30 stand expo yang menjadi daya tarik tersendiri. Sebagian produk yang dijajakan merupakan hasil penelitian, program entrepeneur, dan program lainnya. Adapun materi workshop dengan tema ‘How to Create Business Idea into Pitching Scenario’ dibawakan oleh Co-Founder dan CTO dari Maxy Academy, Andy Febrico Bintoro. Ia menjelaskan bahwa seorang entrepreneur harus dapat menguasai teknik pitching yang merupakan sebuah seni yang dapat meyakinkan investor. Sehingga pitching menjadi gerbang pintu utama sebagai penentu akan keputusan yang diambil oleh investor. “Maka dari itu, pitching merupakan hal krusial bagi seorang pengusaha. Ada sederet hal yang harus diperhatikan dalam proses ini. Salah satunya bagaimana kita bisa menyampaikan secara singkat terkait poin penting dan menarik dari brand ataupun produk yang dimiliki,” tegasnya. Toro, sapaannya, mengatakan bahwa semua akan terasa berat saat menjalankan usaha. Maka dari itu, pengusaha harus mengerti unique selling point (USP) pada brand ataupun produk yang dimiliki. Sehingga, para perintis usaha bisa langsung menyampaikan dengan percaya diri pada para investor terkait keunggulan produk yang dimiliki. Bahkan juga membandingkannya dengan kompetitor lain. Selain itu, menurut Toro, saat melakukan pitching, seorang entrepreneur harus tetap jujur atau apa adanya dengan USP yang dimiliki oleh brand atau produknya. Karena banyak dari investor yang memiliki tim pakar untuk melakukan analisis ataupun perhitungan pada beberapa perusahaan yang akan diinvetasikannya. “Apalagi banyak investor yang juga tergabung dalam beberapa asosiasi dengan investor lainnya. Ketika produk kita dicap buruk, maka bisa saja kabar itu menyebar di antara para investor,” katanya. Sementara itu, Wakil Rekotr III UMM Dr. Nur Subeki menyampaikan bahwa menjadi seorang pengusaha itu harus bisa adaptif. Mampu melihat peluang bisnis atau membaca pasar, menciptakan produk yang unggul, serta mampu bekerjasama dengan tim. Hal-hal itu mmerupakan modal sukses yang dimiliki entrepreneur. “Harapannya, workshop dan expo yang UMM adakan bisa bermanfaat bagi semuanya, khususnya anak-anak muda yang memiliki potensi di bidang entrepreneur. Kami akan selalu membantu dan mendukung para mahasiswa yang ingin terjun ke dunia bisnis dengan memberikan berbagai upaya serta pendampingan kepada mereka secara rutin,” tegasnya mengakhiri. (zaf/wil)

Post Doctoral Colloquium FH UMM: Bahas HAM hingga Kasus DPRD

Bertekad turut andil dalam mengukuhkan pilar hukum Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) giat gelar Post-Doctoral Colloquium pada 30 November 2024 lalu. Majelis ilmu ini menghadirkan empat panelis dengan pakar keilmuan berbeda. Diantaranya, mengenai transfiguras kebijakan perundangan, keadilan anak, dan HAM dalam era pembaharuan hukum. Kegiatan ini juga diikuti oleh puluhan audiens yang terdiri dari civitas akademika internal, maupun ekternal UMM. Panelis pertama, Cekli Setya Pratiwi, S.H., L.L.M., Ph.D. dalam salah satu publikasinya menyoroti adanya celah dari perundangan yang bersifat multitafsir dalam konteks relasi negara-agama. Sehingga berpotensi juga pada munculnya praktik penegak hukum yang diskriminatif, baik terhadap kelompok minoritas maupun kelompok mayoritas. Berdasarkan hasil riset dari salah satu Research Center menunjukkan bahwa, 93% responden masyarakat Indonesia setuju agama sebagai bagian dari aspek fundamental kehidupan Indonesia. “Di samping itu, responden juga menekankan bahwa manipulasi agama untuk suatu kepentingan kelompok tertentu cenderung membahayakan dan harusnya dihindari oleh negara,” sambungnya. Lebih lanjut, Cekli juga menyampaikan alasannya memilih era rezim Jokowi sebagai objek penelitiannya. Menurutnya, poin penting dalam mengkaji relasi antara agama dan negara harus memperhatikan the rule of law. Perundangan yang berlaku tidak boleh multitafsir dan berlaku adil bagi semua elemen hukum. Selain itu, ada pula Dr. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H. yang menyampaikan materi bertajuk ‘Rekontruksi Peraturan Delegasi dalam Hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia’. Kemudian juga Tinuk Dwi Cahyani, S.H., S.H.I., M.Hum., Ph.D yang mengkaji pembaharuan undang-undang jenayah rasuah: kajian kasus dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Malang. Terakhir, turut hadir sebagai pembicara Dr. Shinta Ayu Purnamawati, S.H., M.H. yang menjelaskan materi terkait filosofi saintifikasi HPK (hasil penelitian kemasyarakatan) sebagai prinsip standar menemukan keadilan substansial. Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum. mengapresiasi terlaksananya majelis ilmu tersebut. Ia juga berterimakasih kepada para panelis yang sudah bersedia berbagi waktu dan pengetahuan di pakar bidang masing-masing. Menurutnya, berbagi ilmu adalah suatu kebaikan dengan jaminan balasan pahala jariyah yang mengalir terus-menerus. “Sebagaimana sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa dimana kita mau berbagi ilmu, keranjang ilmu kita itu akan semakin bertambah seiring bertambahnya umur kita. Semakin kita tumpahkan kepada orang lain maka akan semakin penuh keranjang tersebut,” katanya menambahkan. (din/wil)

UMM-LHKI PP Muhammadiyah Adakan Pelatihan Diplomasi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah langsungkan Diplomacy Training for Global Partnerships Batch 2. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas diplomasi untuk mendukung kerja sama di kancah global. Adalah Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM yang dipercaya menjadi host pelatihan yang berlangsung pada 29 November hingga 1 Desember 2024 ini. Ada lebih dari 80 peserta yang turut serta dan mengikuti rangkaian acara hingga rampung. Termasuk di dalamnya delegasi majelis-majelis PP Muhammadiyah, Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta para aktivis dan pegiat hubungan internasional. Pelatihan ini semakin menarik karena menghadirkan sederet narasumber yang mumpuni dan ahli. Baik dari kalangan diplomat, pakar dan praktisi di bidang hubungan internasional. Di antaranya Dubes Yuli Mumpuni Widarso, Dubes Priyo Iswanto, Dubes Bunyan Saptomo, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, dan Yayah Khisbiyah, dan sejumlah tokoh lainnya. Dalam penjelasannya, Ketua LHKI PP Muhammadiyah Dr. Imam Addaruqutni, M.A. menekankan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi strategis dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). “Pelatihan ini tidak hanya menyoroti kerja sama global, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun kapasitas diplomasi generasi muda. Utamanya di tingkat internasional,” ujarnya. Imam, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa salah satu prinsip kunci dalam SDGs adalah kemitraan yang berkelanjutan. Maka tentu saja pelatihan ini merupakan manifestasi nyata dari prinsip tersebut. “Kemitraan tidak hanya soal koordinasi, namun juga kemampuan membaca dinamika global dan mengarahkan kebijakan untuk kepentingan bersama,” imbuhnya. Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kontribusi aktif Muhammadiyah dalam mencetak kader yang mampu berperan di panggung internasional. Dengan begitu, kiprah Muhammadiyah semakin meluas di berbagai negara dan wilayah. “Program pelatihan diplomasi ini menjadi bukti konkret dan komitmen Muhammadiyah untuk senantiasa membangun generasi diplomat yang memiliki wawasan global. Selai itu juga memiliki pemahaman akan nilai-nilai Islam berkemajuan. Semoga agenda ini bisa memberikan manfaat luas ke berbagai kalangan,” pungkasnya mengakhiri. (*/wil)

Apakah Pilkada Ada Dua Putaran? Begini Kata Dosen FH UMM

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia memunculkan diskusi menarik tentang mekanisme dua putaran. Hal itu juga dirasakan oleh dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH. Ia menjelaskan bahwa aturan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan spesifik untuk daerah-daerah tertentu seperti Jakarta, Aceh, Papua, dan Papua Barat. Untuk Jakarta, mekanisme dua putaran diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), sedangkan untuk Aceh, Papua, dan Papua Barat, ketentuan ini diatur dalam undang-undang Pilkada sebelumnya. “Syarat utama putaran kedua adalah jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% + 1 pada putaran pertama. Selain itu, aturan ini hanya berlaku di daerah dengan status khusus. Daerah lain, seperti Malang atau Surabaya, tidak menerapkan sistem ini karena bukan wilayah khusus,” jelasnya. Jakarta menjadi salah satu daerah yang konsisten melaksanakan dua putaran jika jumlah calon lebih dari dua, dan tidak ada pasangan calon yang mencapai suara mayoritas mutlak. Hal ini menurutnya, untuk memastikan legitimasi pemimpin di daerah dengan status khusus. “Daerah khusus memiliki bobot tanggung jawab lebih besar, sehingga diperlukan legitimasi lebih kuat dari pemilihnya,” tambahnya. Empat daerah yang menjalankan sistem dua putaran, yaitu Jakarta, Aceh, Papua, dan Papua Barat, memiliki keistimewaan yang membedakannya dari daerah lain. Status ini didasarkan pada kebutuhan untuk menjaga stabilitas politik dan legitimasi pemerintah daerah. “Jakarta, misalnya, memiliki aturan yang berbeda karena merupakan Daerah Khusus dan pusat pemerintahan. Begitu pula dengan Aceh, Papua, dan Papua Barat yang memiliki status Daerah Istimewa dan atau Otonomi Khusus,” jelasnya. Sementara itu, daerah lain tidak memerlukan dua putaran karena kepala daerah bisa terpilih dengan suara terbanyak meskipun kurang dari 50%. “Di daerah non-khusus, seperti Malang, tidak ada aturan untuk putaran kedua. Di sana, demokrasi cukup fleksibel karena tidak ada keharusan mencapai suara mayoritas absolut,” tambahnya. Dengan sistem ini, Pilkada dua putaran diharapkan tidak hanya mencerminkan kehendak rakyat, tetapi juga mampu menjaga prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Menurutnya, Pilkada adalah bagian dari demokrasi yang mengedepankan suara rakyat. Mekanisme dua putaran hanya diterapkan di daerah khusus untuk memastikan legitimasi kuat, sementara di daerah lain, sistem yang lebih sederhana sudah cukup memadai. Dari sisi pelaksanaan, Pilkada dua putaran memerlukan anggaran lebih besar karena melibatkan pencetakan ulang surat suara, pengadaan logistik baru, dan kampanye tambahan. “Secara teknis, dua putaran ini tergolong biaya tinggi. Namun, pemerintah telah mengantisipasi hal ini dengan menunjuk Pj (Penjabat) untuk menjalankan pemerintahan hingga kepala daerah yang pasti terpilih,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa beban anggaran yang besar juga menjadi tantangan. Anggaran memang menjadi perhatian utama, tetapi ini adalah konsekuensi demokrasi yang menuntut legitimasi tinggi. Pemerintah harus mengalokasikan dana lebih untuk menyukseskan proses tersebut. Selain anggaran, partisipasi masyarakat juga menjadi sorotan. Pilkada dua putaran, menurutnya, justru bisa menjadi ajang pembelajaran demokrasi yang baik. “Saya rasa masyarakat tidak terlalu terbebani. Sebaliknya, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Bahkan, sektor ekonomi lokal, seperti hotel dan restoran, mendapat keuntungan dari pergerakan warga selama Pilkada,” ungkapnya. (*/wil)

Ratusan Siswa SMA Bersaing di Medscape UMM

Ratusan siswa SMA sederajat dari berbagai daerah berkumpul dan bersaing dalam ajang Medscape 2024. Ini merupakan sebuah Olimpiade yang digagas Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada November 2024. Ada dua materi yang dilombakan dalam ajang naisonal ini yakni biologi dan kedokteran dasa. “Kami mengusung tema global health challenge in respicarvas. Ini menjadi harapan kami agar nanitnya muncul bibit-bibit unggul dalam dunia kesehatan. Dalam hal ini teman-teman dari SMA yang turut serta di kompetisi Medscape,” kata ketua pelaksana, Deddy Rifki Pramudya Hasym. Hadirnya Medscape juga bertujuan untuk meningkatkan intelektualitas dan kreativitas anak-anak muda. Selain itu juga menumbuhkan minat mereka dalam bidang ilmiah, khususnya kedokteran dan menambah pengetahuan terbaru mengenai bidang kedokteran. “Olimpiade ini sudah dimulai sejak awal November, yakni proses seleksi yang dilakukan secara daring. Kemudian dialnjutkan dengan babak final yang mempertemukan sekolah-sekolah dengan poin terbaik,” kata Deddy menambahkan. Babak final disajikan dalam rangkaian acara cerdas cermat dengan dewan juri dari dosen-dosen FK UMM. Materi yang ditanyakan juga beragam, mulai dari anatomi, fisiologi, hingga histologi. Bahkan juga terkait biologi dengan tema respirasi dan cardiovascular.Deddy menyebutkan, para peserta yang lolos di babak final akan memperebutkan juara dengan masing-masing hadiah. Ada total uang tunai sebesar Rp6.500.000, piala, sertifikat, dan tambahan poin masuk untuk mendaftar di FK UMM. “Lomba Medscape 2024 tentang biologi kedokteran ini juga ingin menunjukkan bahwa ilmu biologi memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia kedokteran. Kami berharap, lomba ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga lomba ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berkarya,” tegasnya. Deddy menilai, Medscape FK UMM lebih dari sekadar kompetisi. Ini merupakan perayaan pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi generasi muda di bidang sains dan kedokteran. Melalui ajang seperti ini, peserta tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga belajar tentang nilai kerja keras, semangat kompetitif, dan pentingnya kontribusi terhadap kemajuan dunia kesehatan. (*/wil)

Tim PGSD UMM Implementasikan Cerita Bergambar di Bangkok

Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberikan kontribusi, tidak hanya di nasional tapi juga wilayah internasional. Kali ini tim dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berkunjung dan memberikan kontribusi di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) Thailand, November ini. Mereka mengimplementasikan media pembelajaran cerita bergambar dengan nilai-nilai profil pelajar pancasila. “Jadi kedatangan kami di SIB Thailand merupakan implementasi kerjasam internasional melalui kegiatan pembelajaran penguatan profil pelajar pancasila dan sains untuk pengenalan identitas gender melalui pemanfaatan media pembelajaran cerita bergambar,” kata salah satu dosen Arinta Rezty Wijayaningputri, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, Galuh tidak sendiri. Ia ditemani Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Murtyas Galuh Danawati, M.Pd.bersama anggota mahasiswa PMM Mitra Dosen. Lebih lanjut, Arinta sangat mengapresiasi bagaimana SIP menyambut dan memebrikan ruang sehingga kontirbusi yang diberikan lebih maksimal. Ia dan tim berharap, penelitian dan implementasi mereka bisa berjalan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi siswa-siswi di SIB. Menurut Arinta, buku cerita bergambar adalah salah satu media pembelajaran yang sangat efektif untuk mengenalkan identitas gender pada anak sekolah dasar. Penggunaan gambar yang menarik dan alur cerita yang inovatif diharapkan dapat mendorong peserta didik agar dapat mengimplementasikan sikap mandiri, saling gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Selain itu, penerapan metode pembelajaran inovatif menggunakan media cerita bergambar mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Pendekatan ini dirancang untuk memadukan unsur pendidikan dan kreativitas, dengan harapan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. “Alhamdulillah, metode ini mendapat respons positif dari siswa maupun guru SIB. Kami melihat potensi besar dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui media cerita visual,” tandasnya menambahkan. Arinta menjelaskan bahwa kegiatan itu juga menjadi langkah nyata UMM dalam memperluas kontribusi. Tidak hanya di regional maupun nasional, tapi juga di tingkat internasional. Utamanya dalam mendukung pendidikan di sekolah-sekolah berbasis komunitas Indonesia di luar negeri. (*/wil)

Tim Kehutanan UMM Ajari Anak Muda Pentingnya Pohon Mangrove

Menjaga bumi untuk masa depan generasi merupakan hal penting untuk dilakukan. Hal itu pula yang diusahakan tim dosen program studi (prodi) Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lewat edukasi pada anak-anak SMA pada 21 November ini, termasuk di SMA Negeri 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo. Adapun Tim kehutanan ini memberikan penjelasan akan penting terkait fungsi hutan mangrove, bahkan juga turun langsung mengajak siswa menanam pohon mangrove di lokasi. Dosen sekaligus koordinator pengabdian Citra Gilang Qur’ani, Ph.D. menjelaskan bahwa agenda ini menjadi cara untuk memperingati hari pohon sedunia. Adapun pemilihan SMA tersebut karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai dan banyak wali murid berprofesi sebagai nelayan serta hidup di pesisir pantai. Dengan begitu, program pengabdian ini bisa tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak yang baik. “Edukasi terhadap ekosistem mangrove sangat penting karena mangrove merupakan pahlawan tersembunyi ekosistem pesisir yang sering luput dari perhatian. Padahal perannya begitu vital bagi kehidupan. Banyak lapisan masyarakat, khususnya pemuda yang belum memahami apa itu hutan mangrove, jenis-jenis pohon mangrove, dan apa saja jasa lingkungan yang diberikan mangrove untuk kehidupan,” tegasnya. Citra dan tim juga memberikan wawasan melalui alat peraga tentang pentingnya keberadaan hutan mangrove dalam menjaga kestabilan air muka laut dan mengurangi abrasi laut. Siswa-siswi juga berkesempatan berdiskusi dan mendalami ilmu tentang hutan mangrove dan fungsi ekologisnya. Puluhan siswa ini juga diajak untuk mengikuti program penanaman propagule mangrove di pantai Toggu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo November ini dan Desember mendatang. “Harapannya para pemuda termasuk siswa-siswi ini bisa memahami pentingnya mangrove untuk masa depan manusia. Apalagi bagi mereka yang memang tinggal berbatasan langsung dengan pesisir pantai. Kita ingin mereka aktif dan sadar sehingga bisa mendorong masyarakat sekitar untuk turut serta menjaga lingkungan dan mangrove di pantai,” kata Citra mengakhiri. (*/wil)

Sukses Jalankan 15 Unit Bisnis UMM, Rektor Nazaruddin Raih Penghargaan Bergengsi

Prestasi kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. meraih penghargaan sebagai figur akselerator kemajuan pada 25 November lalu. Ia berhasil memenangkan dalam kategori inovator kemandirian pendidikan tinggi dalam ajang yang dilaksanakan di Surabaya itu. Prestasi itu tak lepas dari berkontribusi nyata nazar dalam mengembangkan UMM menjadi perguruan tinggi yang mandiri dari berbagai aspek, utamanya secara finansial. Ia berhasil menjalankan dan mengembangkan belasan unit bisnis yang dimiliki oleh UMM. Mulai dari rumah sakit, tiga hotel, SPBU, bengkel, bank, dan lain sebagainya. Sehingga UMM tidak sepenuhnya bergantung pada biaya kuliah dari mahasiswa. Dalam wawancara, Nazar juga berkomitmen mengembangkan UMM menajdi kampus yang memiliki reputasi nasional dan internasional. Sebelumnya, Kampus Putih sukses meraih predikat sebagai Kampus Islam Terbaik Dunia versi UniRank. Maka, kontribusi luas di berbabagi bidang menjadi penting, terutama menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki skill mumpuni. “UMM memang selalu berupaya menciptakan sumber daya yang berkelanjutan untuk mencapai hal-hal yang lebih tinggi lagi. Utamanya dalam memberi manfaat bagi kemajuan bangsa. Harapannya, penghargaan yang saya raih ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman lain untuk berinovasi memajukan negeri,” tegasnya. Adapun ajang tersebut adalah detikJatim Awards yang menjadi bentuk apresiasi kepada individu, tokoh masyarakat, dan pelaku bisnis yang telah memberikan efek positif. Mereka yang terpilih menerima penghargaan telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan. Terutama dalam hal inovasi, kreativitas, inspiratif, dampaknya terhadap masyarakat, dan keaktifan di bidang yang digeluti. Terkait kemenangan rektornya, Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini mengaku bangga. Raihan tersebut tentu akna menajdi inspirasi dan semangat para sivitas akademika yang ada di Kampus Putih, menjadi motivasi untuk menorehkan prestasi di berbagai level, baik di regional, nasional, maupun internasional. “Capaian ini menjadi bukti bahwa pak rektor sudah menjadi contoh yang baik bagi teman-teman dosen, karyawan, mauun mahasiswa. Tentu contoh yang baik ini harus diikuti dan menjadi semangat totalitas untuk berbagi dengan sesama. Kami juga tak lupa mengupcapkan selamat kepada Rektor UMM Prof Nazarudin atas penghargaan yang sudah diterima,” katanya. (wil)

Muhammadiyah Selenggarakan PIMNAS Sendiri di UMM

Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah & Aisyiyah Nasional (Pimtanas) pada 21-22 November ini. Ribuan mahasiswa dan sivitas akademika bersaing untuk bisa mendapatkan prestasi dalam berbagai cabang lomba di ajang bergengsi tersebut. Wakil Ketua Puspresma PTMA Ir. Ahmad Kholid Alghofari S.T., MT., IPM, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi acara rutin yang sudah dilaksanakan keempat kalinya. Ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengadu kreativitas dan kemampuannya di tingkat yang lebih tinggi. “Layaknya Pimnas, ajang Pimtanas juga menyediakan juara-juara sebagia bentuk apresiasi karena sudah berjuang keras dalam lomba. Saya yakin semua orang pasti bisa meraih prestasi dan juga menjadi motivasi bagi anak muda lain untuk memberikan inovasi,” katanya. Gal serupa juga disampaikan Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subekti, M.T. ia menjelaskan bahwa ada sebelas cabang lomba yang bisa diikuti. Jumlah ini hampir sama saat Kampus Putih menjadi tuan rumah ajang PIMNAS beberapa tahun lalu. Ia juga sempat membahas fenomena gen Z yang diibaratkan generasi strawberry. Yakni generasih yang penuh dengan gagasan dan kretivitas. “Namun harus dibarengi dengan generasi yang gigih sehingga bisa membawa perubahan dengan inovasi kreatif di dunia bisnis. Apalagi dengan berkembangnya teknologi akan ada banyak generasi muda yang menjadi pemimpin. Harapannya ke depan, Indonesia bisa masuk ke jajaran negara maju. Yakni mampu meraih tujuan Indonesia Emas 2045,” katanya. Lebih lanjut, Eki, sapaannya, mengungkapkan bahwa agenda ini bertujuan untuk memberikan peluang serta meningkatkan aspek kognitif anak-anak muda. Ia yakin, ajang ini bsia melatih mereka untuk bekerja keras, gigih, serta memiliki hubungan sosial yang baik. Ia berpesan pada mahasiswa untuk mempertahankan kebiasaan bekerja keras dan melihat peluang untuk inovasi kreatif. Sementara itu, Majelis Dikti Litbang PP Muuhammadiyah Fitri Arofiati S. Kep. Ph.D. mengatakam bahwa Pimtanas merupakan agenda untuk mengapresiasi capaian dan rekognisi. Ini juga dapat menumbuhkan jiwa penerus bangsa dengan semangat yang terus berkibar dan dapat dijadikan sebagai pemimpin bangsa. Penjaminan mutu sebuah universitas salah satunya dengan mengantarkan mahasiswanya untuk berprestasi dan ini merupakan perjalanan panjang yang harus selalu diperbaiki dan perbarui. “Saat ini ada lebih dari 168 kampus, sehingga ini bisa menjadi ajang saling berkompetisi antar PTMA dan PTS lain,” katanya yang sekaligus membuka kompetisi itu. (nam/wil)

Konsistensi Kunci Sukses UMM Raih Universitas Tervisioner

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat ketiga sebagai universitas paling visioner. Prestasi itu berhasil diraih pada ajang Abdidaya Ormawa, 10 November lalu. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika UMM, tetapi juga menjadi bukti nyata atas peran strategis yang dimainkan UMM dalam pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat. Kepala Bagian Penalaran Kemahasiswaan UMM, Dr. Faizin, M.Pd. menyampaikan pandangannya tentang pencapaian ini. Menurutnya, ini menjadi bentu penghargaan atas peran strategis UMM dalam pembangunan berkelanjutan. UMM memiliki visi untuk menjadi universitas terkemuka pada tahun 2030, yang didukung dengan komitmen kuat dalam mengembangkan penelitian yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kesuksesan ini adalah hasil dari sinergi yang solid antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam menggerakkan penelitian serta program-program yang memiliki dampak langsung di masyarakat,” katanya. Faizin juga mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan UMM adalah fokus Kampus Putih pada bidang Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai pedoman utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. UMM bahkan sudah mendirikan SDGs Center yang bersama unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bertugas mengimplementasikan program-program berkelanjutan. Dengan adanya SDGs Center, UMM memastikan bahwa setiap kegiatan kemahasiswaan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga peduli terhadap isu-isu sosial. Dosen asal Madura itu mengatakan, keberlanjutan menjadi pondasi utama bagi UMM dalam meraih prestasi ini. Menurutnya, konsistensi adalah tantangan terbesar, terutama dalam menjaga komitmen terhadap hard skills dan soft skills mahasiswa, serta memastikan riset yang dilakukan selalu relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. “Upaya UMM untuk mempertahankan visinya diwujudkan dalam berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pembinaan mahasiswa yang berfokus pada pengembangan kapasitas untuk menghadapi tantangan masyarakat. Kita harus selalu menjunjung tinggi kepedulian terhadap masyarakat dalam segala bentuk aktivitas akademik. Ini penting, terutama dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Semua harus berdampak pada masyarakat,” katanya. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat posisi UMM secara nasional, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. “Harapan kami, UMM bisa terus dikenal sebagai kampus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (vin/wil)