UMM Kaji Agroteknologi, Beri Solusi untuk Peningkatan Pangan

Saat ini, peminat di bidang pertanian kian merosot. Anak muda semakin ogah untuk menekuni bidang pertanian karena dirasa kurang menjanjikan. Menurut data BBSDMP Kementan pada Tahun 2020, petani usia 20-39 tahun hanya sebesar 2,7 juta dari total petani 33,4 juta. Sebanyak 61% petani di Indonesia berusia diatas 45 Tahun. Dr. Ir. Nurdiah Husnah M.Si selaku Kementerian Pertanian Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BSIP Jestro) mengatakan bahwa banyak anak muda beranggapan profesi sebagai petani itu tidak “keren”. Perihal ini ia sampaikan pada acara Kuliah Tamu Mahasiswa Baru Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tajuk Menjawab Peluang dan tantangan Transformasi Pertanian berkelanjutan di Era 5.0. Selain kuliah tamu, acara ini juga merupakan bentuk revitalisasi program Center of Excellent (CoE) dengan pihak Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Menurutnya, ada beberapa masalah yang menjadi kunci pokok sehingga anak muda enggan untuk terjun ke dunia pertanian. Misalnya saja adanya alih fungsi lahan, modal pertanian yang sedikit, hingga teknik budidaya yang kurang presisi. Penurunan SDM pertanian ini tak sebanding dengan permintaan masyarakat akan bahan pangan. Maka dari itu, diperlukan kolaborasi antara teknologi dan manusia agar dapat menciptakan pertanian yang selaras dengan era 5.0. Penerapan teknologi di bidang pertanian bertujuan untuk menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan kecerdasan manusia untuk memajukan pertanian Indonesia. Karena, pertanian saat ini masih menerapkan pertanian konvensional yang membutuhkan tenaga dan biaya yang tak sedikit. Maka perlu adanya kerjasama pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan pertanian di era 5.0. Jawabannya adalah dengan mekanisasi pertanian. Hal itu disebutkan oleh Arif Wibowo selaku direktur PT. Sumber Alam Unggul. Mekanisasi pertanian merupakan bentuk kolaborasi antara AI dan manusia untuk memanfaatkan penggunaan lahan yang sedikit namun dapat memaksimalkan hasil pertanian. “Seperti contoh penggunaan pertanian dengan sistem aeroponik yang dirancang khusus dengan sistem otomatisasi penyiraman tanaman. Juga penggunaan drone sebagai alat penyemprotan pupuk dan mesin panen pertanian,” tegasnya Arif. Sementara itu, salah satu DUDI Direktur PT. Syngenta Seed Indonesia Ir. Suwarno, MM. menilai, penerapan teknologi di bidang pertanian tak hanya terbatas pada pembuatan mesin-mesin canggih. Lebih dari itu, perkembangannya dapat berupa pembuatan pupuk, teknologi pembenihan untuk menciptakan benih unggul, hingga pembuatan pestisida organik untuk melawan hama. “Mahasiswa memang harus disiapkan untuk menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem pertanian yang sesuai dengan industri 5.0.,” tambahnya. Hal itu selaras dengan apa yang dilakukan oleh UMM. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sudah mempersiapkan mahasiswanya untuk dapat terjun langsung ke dunia industri. Mahasiswa dibekali dengan skill teknis agar saat memasuki dunia industri, mereka tidak bingung harus melakukan apa. Semua itu dikemas dalam bentuk kelas unggulan atau CoE yang sudah berdiri sejak 2018 lalu. “Harapannya, melalui adanya program ini dapat memastikan mahasiswa untuk bisa bekerja di dunia industri dan memiliki sikap mandiri,” tandasnya. (Tri/Wil)

Banyak Kasus Bunuh Diri, Dosen Psikologi UMM Sebut Empat Alasannya

Belakangan, banyak kasus anak muda yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Banyak alasan mengapa mereka memilih untuk menyerah. Bisa saja menghadapi jalan buntu, kegagalan yang sudah tidak mungkin ditemukan jalan keluarnya, hingga hilangnya kepercayaan pada diri sendiri. Hal ini disebutkan oleh Hudaniah, S.Psi., M.Si selaku Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam diskusinya di UMMTalks, Oktober ini. Menurutnya, Permasalahan yang membuat seseorang memilih untuk bunuh diri itu sangat beragam dan tidak bisa ditebak. “Sejauh ini, tidak ada psikolog yang membocorkan permasalahan yang diceritakan kliennya. Tapi menurut penelitian, ada empat hal yang menjadi permasalahan utama,” sebutnya. Keempatnya mencakup permasalahan interpersonal, intrapersonal, keluarga, dan pendidikan. Permasalahan intrapersonal menjadi kasus yang paling banyak dialami oleh remaja. Menurut penelitian, sekitar 30% remaja mengalami permasalahan jenis ini. Intrapersonal berhubungan dengan jati dirinya sendiri, apa yang dipikirkan, nilai evaluasi diri, harga diri, dan bagaimana dia mengatasi konflik di dirinya. Sementara interpersonal berhubungan dengan penerimaan informasi antar dua orang atau lebih seperti hubungan pertemanan, keluarga, dan lain-lain. Media sosial menjadi salah satu hal yang dapat memperkeruh keadaan. Jika merujuk pada penelitian yang disebutkan oleh dosen psikologi itu, penggunaan media sosial memiliki dampak bagi kesehatan mental. “Seringnya, saat kita terpuruk, kita cenderung akan mencari informasi yang relevan dengan kondisi kita saat itu. Artinya saat sedang bersedih, kita mencari informasi yang sesuai dengan kesedihan atau biasa kita sebut dengan kegalauan,” jelasnya. Tak hanya itu, trauma masa lalu dan ketakutan akan masa depan juga dapat menjadi cikal bakal menyerahnya seseorang. Hudan menegaskan bahwa masa lalu tidak akan bisa diulangi kembali. Maka, manusia harus bisa memahaminya dan mencari cara untuk memperbaikinya di masa depan dengan evaluasi diri, melakukan pendekatan, dan berusaha agar hal tersbut tidak terulang kembali. Orang yang sedang dalam masalah tentunya membutuhkan kepekaan orang di sekitarnya. Dibutuhkan sensivitas tinggi dari orang-orang terdekatnya untuk mengetahui apa yang sedang ia alami. Karena bisa jadi, orang yang terlihat bahagia di depan itu tengah mengalami masalah besar. Hudan mengatakan, mereka yang mengalami masalah biasanya ada perubahan dari sikapnya. Bisa dilihat dari  cara berpakaian, produktivitas, atau yang lainnya. Maka, sebagai orang terdekat, salah satu pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang membutuhkan. Begitupun dengan memberikan dukungan, baik moral maupun materiil ke mereka. “Merasa capek itu boleh, tapi jangan berhenti di capeknya. Harus bisa  menjadi lebih kuat. Memberi kekuatan bagi mereka yang akan menyerah. Perlu ada peningkatan kepekaan sosial. Jika kita saling menguatkan, Insyaallah kita bisa saling bantu mengatasi masalah,” tandasnya. (Tri/Wil)

Kuliah Umum KLHK di UMM: Krisis Bumi hingga Pengelolaan Air

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Kuliah Umum Forestry Update Course (FUCo) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FORETIKA). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM pad 28 Oktober 2023. Setidaknya ada ratusan peserta mulai dari yang hadir secara luring maupun daring via Zoom meeting dan Youtube. Pada kesempatan tersebut, materi menarik disampaikan Koordinator Kebijakan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Martha Theresia J Siregar. Ia mengatakan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis yang mengancam masa depan bumi dan manusia. Setidaknya terdapat tiga indikator lingkaran yang saling berkaitan. Yakni perubahan iklim, polusi,dan kerusakan lingkungan. Ketiganya berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari ikut serta dalam perumusan regulasi untuk mengawasi pengendalian pencemaran lingkungan hingga memaksimalkan pengolahan limbah industri agar mengurangi pencemaran. Begitupun dengan edukasi kepada publik mengenai pentingnya kesadaran untuk tetap peduli pada lingkungan sekaligus keanekaragaman hayati yang ada. “setidaknya ada lebih dari satu juta spesies hewan dan tumbuhan yang mengalami ancaman kepunahan. Diprediksi, luas habitat flora dan fauna tersebut mengalami penyusutan dan tersisa 49,7 %  saja pada tahun 2045. Ini menjadi kejadian yang perlu kita beri perhatian lebih,” ungkapnya. Di sisi lain, Dr. M. Saparis Soedarjonto, S.Si., M.T. selalu Direktur Direktur Perencanaan dan Pengawasan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai juga menyampaikan hal menarik. Menurutnya. manajemen air menjadi salah satu kunci untuk menciptakan hasil pertanian sekaligus salah satu indikator dalam menciptakan tata kelola alam yang baik. “Peran hutan untuk ketahanan air dan pangan itu sangat berkaitan. Ambil satu contoh di hutan nantu di Gorontalo. Hutan tersebut mensuplai air ke bendungan dan air tersebut dikelola dengan baik untuk mengairi sawah-sawah yang total luasnya 6.880 hektar dan menghasilakan produksi beras sebesar 619 miliar pertahun,” ungkapnya. Dengan data tersebut, dia l berpesan kepada seluruh pihak untuk saling menjaga ekosistem yang ada di hutan. Jangan sampai dirusak oleh tambang-tambang yang tidak bertanggung jawab. Mengingat bahwa pengolahan limbah tambang yang tidak baik pasti menyebabkan kerusakan pada alam dan menimbulkan ketidakseimbangan. (Faq/Wil)

Tim Mahasiswa Fikes UMM Kembangkan Alat Kontrasepsi dari Buah Leunca

Saat ini variasi produk alat kontrasepsi bagi pria masih terbilang minim. Utamanya yang dapat digunakan secara praktis. Hal ini menginspirasi Adinda Shakira Pundi Laras, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMM bersama timnya menciptakan alat kontrasepsi nabati menggunakan formula tansdermale patch berbahan dasar buah leunca. Alat ini dinilai mampu menjadi antifertilitas nabati bagi individu. Adinda mengatakan, penggunaan alat kontrasepsi nabati ini mudah dan sederhana. Yakni hanya dengan menempelkan ke bagian tubuh tertentu dan membiarkan zat meresap ke dalam tubuh. Tak butuh waktu lama, inovasi ini mampu memberikan efek terhadap penurunan jumlah rata-rata spermatozoa pada seorang laki-laki. “Alat kontrasepsi nabati yang kami coba ciptakan ini jauh lebih sederhana dalam pemakaiannya, tinggal tempel saja di bagian tubuh tertentu dan efeknya akan langsung bisa dirasakan,” ujar mahasiswa angkatan 2020 itu. Formula tansdermale patch digunakan merupakan media menghantarkan obat melalui kulit. Dikombinasikan dengan beberapa bahan lainnya, seperti HPMV-PVP dengan bahan aktif ekstrak etanol daun binahong memungkinkan produk memiliki elastisitas yang baik serta mampu menyerap air. Mahasiswa  yang saat ini menempu pendidikan di program studi farmasi tersebut juga menjelaskan, selain sederhana, penggunaan alat ini relatif aman. “Bahan-bahan tersebut dipilih karena banyak membawa manfaaat. Diantaranya mudah dilepaskan, menghindari degradasi obat di saluran pencernaan, praktis dan nyaman, dan juga mudah dihilangkan apabila ditemukan efek negatif dalam penggunaan,” tambahnya. Pemilihan buah leunca juga tak lepas dari penemuan bahwa buah tersebut telah terbukti secara ilmiah mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, serta solasodin. Senyawa ini dapat memengaruhi spermatogenesis karena menekan sekresi hormon reproduksi yang diperlukan selama proses reproduksi. “Pemilihan bahan dan media ini diharapkan mampu secara efektif meningkatkan partisipasi laki-laki dalam menunda kehamilan dan kelahiran anak. Sehingga secara sistemik mampu menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia yang dalam jangka panjang juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk di Indonesia,” tambahnya. Saat ini, pengembangan produk alat kontrasepsi nabati telah melewati berbagai proses, mulai dari uji pH, uji kelembaban, dan berbagai proses lainnya. Adinda mengatakan, produk tersebut sudah 90% rampung dan baru akan diujicobakan ke kalangan terdekat terlebih dahulu. “Untuk saat ini kita berfokus pada produksi dan penggunaan untuk lingkup terdekat terlebih dahulu. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam pengembangannya, produk ini dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat banyak,” pungkasnya. (*hil/wil)

Kampus Negeri Ini Belajar Jadi Lebih Kreatif ke UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terima kunjungan Universitas Andalas (Unand), 24 Oktober lalu. Dalam lawatannya, Unand belajar dan mengajak diskusi Kampus Putih terkait banyak aspek. Termasuk inovasi pembelajaran dan program-program berorientasi mencetak generasi unggul. Guru besar Teknik Sipil Unand Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D. mengatakan pihaknya ingin belajar banyak terkait bagaimana cara UMM yang mampu terus maju dan berkembang. “Seperti yang kita ketahui bersama, UMM punya kreativitas yang mumpuni serta mampu menjalankan Tridharma perguruan tinggi dengan baik. Mereka sudah jauh memikirkan tentang masa depan, misalnya saja Center for Future Work yang berorientasi masa depan. Ini sangat menarik,” tambahnya. Selain itu, Hakam juga tertarik dengan program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (PPPM). Bagaimana penelitian dan kolaborasi yang dilakukan mampu memberikan manfaat secara luas. Hal ini dijawab langsung oleh Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa PPPM ini bertugas untuk mengatasi problem yang ada d imasyarakat daerah. Semua langkah berangkat atas dasar kesadaran. Menurutnya, masalah masyarakat tidak bisa diselesaikan secara parsial, namun harus secara komprehensif. “Caranya yakni bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda). Salah satu yang kami lakukan adalah dengan menggaet Jember,” kata Fauzan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa agar bisa diperhatikan oleh orang lain, perlu adanya upaya mengambil jalan yang berbeda. Misalnya saja program UMM Pasti. Inovasi itu muncul dari kesadan bahwa orangtua ingin anaknya bisa lulus tepat waktu. Kemudian juga apakah anak-anaknya bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat setelah lulus. “Karena pertanyaan-pertanyaan tersebut, lahirlah UMM Pasti. Pasti lulus tepat waktu, pasti bekerja, dan pasti mandiri,” jelasnya. Langkah pertama yakni pasti lululs tepat waktu. Hal ini bisa dicapai dengan melakukan re-design, affirmation, dan recognition. UMM selalu berusaha mengapresiasi prestasi-prestasi yang diciptakan dan diraih oleh mahasiswa. Sehingga, saat ini mahasiswa bisa lulus tanpa skripsi selama bisa menciptakan karya. “Prestasi yang diraih serta mahakarya yang ciptakan oleh mahasiswa pun bisa menjadi pengganti skripsi atau tugas akhir,” ujarnya. Kedua, menjadikan mahasiswa yang lulus dapat mandiri dan bekerja. Di semester 6, mahasiswa dianjurkan untuk mengikuti Center of Excelent (CoE). Sehingga saat lulus, mahasiswa dapat dipastikan telah memiliki kompetensi yang bisa membantukan di dunia kerja. Fauzan mengatakan bahwa mendirikan CoE juga tidak boleh asal-asalan. Syaratnya adalah harus bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki reputasi nasional maupun internasional. “Dengan langkah ini, UMM bisa dikatakan menjadi perguruan tinggi semi ikatan dinas,” pungkas Fauzan. (*dev/wil)

Latih Para Guru, UMM-PWM-INOVASI Targetkan Peningkatan Kualitas SDM

Perubahan zaman identik dengan perubahan masyarakat. Jika dulu pendidikan dapat diperoleh mellaui perpusatakaan atau guru. Namun kini siswa bisa mengakses sendiri pendidikan yang diinginkan. Hal itulah yang mendasari gelaran acara Training of Trainers yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur berkolaborasi dengan Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM) dan INOVASI Indonesia, akhir Oktober ini. Acara tersebut digelar tiga hari berturut-turut di Kapal Garden Hotel UMM. Ketua Majelis Dikdasmen PWM Dr. khozin, M.Si mengatakan bahwa acara ini dihadiri oleh 55 pengajar dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya tentu untuk menggaungkan gerakan literasi dan numerasi bagi SD kelas 1,2,3 dan dilakukan secara mandiri. “Acara ini bukan kali pertama dilakukan. Sampai saat ini kami sudah melaksanaknnya tiga kali dan saat ini UMM menjadi tuan rumahnya,” katanya. Sementara itu, menurut Ingga Danta Vistara selaku Sistem and Policy Advisor INOVASI, acara seperti ToT ini penting untuk dilakukan bagi pengajar. Apalagi literasi adalah kunci untuk membuka pintu belajar bagi anak-anak. Literasi bisa dijadikan pembelajaran dasar bagi anak-anak agar dapat lebih memahami suatu konteks yang diberikan. “Jika sedari kecil anak-anak tidak dibiaskan dengan literasi, maka bisa jadi ke depannya mereka hanya memiliki kemampuan penyerapan informasi yang terbatas,” imbuhnya. Adapun INOVASI adalah program kerjasama antara Australia dan Indonesia untuk penguatan literasi dan numerasi yang sudah berjalan tujuh tahun. Program ini memberikan pendidikan kepada guru agar siap menghadapi perubahan sistem pendidikan dan menyiapkan pendidikan yang berkualitas. Apalagi ada banyak sekali guru yang hanya menyelesaikan kewajibannya untuk mengajar tanpa melihat apakah murid-muridnya paham akan materi tersebut. “Maka dari itu, adanya ToT ini bisa menjadi bahan ajar bagi para guru untuk bisa menerapkan praktek literasi dan numerasi. Utamanya kepada anak-anak SD/MI sederajat,” tegas Ingga. Turut hadir dalam kesempatan itu, Rektor UMM Prof Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas siswa adalah dengan pendidikan karakter. Contoh penerapannya adalah dengan adanya organisasi. “Kita harus memberi kebebasan berorganisasi bagi siswa agar mereka dapat cepat dan tanggap dalam menanggapi perubahan dunia,” tambahnya. Ia memberi contoh UMM yang me-redesain kurikulum, rekognisi, dan ekuivalensi untuk memfasilitasi mahasiswa. Sehingga mereka tidak hanya memahami materi dari bangku kuliah, namun juga memiliki skill yang bermanfaat bagi dirinya di masa depan. Hal tersebut dikemas dalam program Center of Excellent (CoE). Mahasiswa juga disiapkan untuk pasti lulus 3,5 hingga 4 tahun dengan skill sesuai passion mereka. (*tri/wil)

Hadir di UMM, Direktur BCA Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Kuat

Saat ini, Indonesia menjadi negara yang kuat dalam sektor ekonomi meskipun dilanda dengan pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Hal itu ditegaskan Direktur Bank Central Asia (BCA) Antonius Widodo Mulyono di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 25 Oktober lalu. Gelaran kuliah tamu tersebut bertajuk “Resilience in the Era of Encertainty”. Lebih lanjut, Widodo mengatakan bahwa Indonesia diprediksi oleh banyak ahli ekonomi hanya akan mengalami inflasi sebanyak 2%. Hal itu juga dibuktikan dengan dengan gross domestic product (GDP) Indonesia yang berada di angka diatas rata-rata dibandingkan negara-negara lain. “Covid masuk ke indonesia tahun 2020 dan aktivitas mulai kembali normal pada tahun 2023 awal. Yang mengejutkan adalah saat ini inflasi kita kecil, yakni berada di kisaran 2% yang mana itu sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Dan GDP kita berada di lebih dari 5% di saat negara-negara lain ada di bawah 3% saja. Itu menjadi bukti bahwa indonesia bisa bertahan dari goncangan pandemi covid,” tegasnya. Menurutnya, hal itu menjadi prestasi yang harus dibanggakan dan itu tidak lepas dari spirit masyarakat Indonesia dalam berjuang untuk menstabilkan ekonomi. Baik itu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri, pihak swasta, hingga pelaku menyedia layanan keuangan atau bank. Widodo juga sempat berpesan kepada seluruh anak muda untuk mengambil peran pada visi Indonesia Emas 2045. Langkah, inisiatif, dan inovasi anak muda menjadi penentu keberlangsungan suatu bangsa. Termasuk negara Indonesia yang akan menyongsong generasi terbaik. Dihadapan ribuan audiens, Widodo Mulyono juga member apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. “Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, saya takjub dan apresiasi penuh UMM yang menciptakan ekosistem ekonomi. Bagaimana UMM memiliki banyak unit usaha dan mampu memperkuat ekonomi,” katanya. Hal itu dibuktikan dengan UMM yang mampu memberikan kebutuhan pokok berupa fasilitas, sarana prasana, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), hotel, rumah sakit, hingga tempat wisata. Menurutnya, semua jelas memberikan efek ekosistem ekonomi yang optimal sehingga perputaran aset yang ada di lingkungan kampus putih menjadi efektif dan terjaga. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa saat ini dunia memasuki zaman yang sangat kompetitif. Jika tidak selalu update dengan kebutuhan masyarakat, pasar, hingga dunia usaha dunia industri (DUDI), pastinya akan mengalami ketertinggalan yang  jauh. Maka untuk mengatasi hal tersebut, UMM menciptakan suatu program yakni Center of Excellence (COE) sebagai ikhtiar dalam memberikan wadah kepada mahasiswa untuk menghadapi dunia yang semakin dinamis. (*Faq/Wil)

Mahasiswa UMM Terbitkan Buku 17 Juta Pembaca, Jadikan Tugas Akhir Pengganti Skripsi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah habis melahirkan mahasiswa yang kreatif dan potensial. Salah satunya Eldelafimeta, mahasiswa baru jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia yang sukses menerbitkan dua buku novel. Menariknya, buku tersebut sudah dibaca hingga 17,6 juta kali. El, begitu ia kerap disapa, mengatakan kalau hobi menulisnya dimulai dari keisengan di tahun 2018 yang ia unggah di platform online yaitu Wattpad. Saat itu, baginya menulis hanya untuk mengisi kekosongan waktunya saja, namun tidak disangka di tahun 2021 tulisannya viral di Tiktok. Dari situlah awal mula perjalanannya menjadi seorang penulis buku. “Aku juga tidak tahu kenapa tulisan aku viral di Tiktok. Dari situ akhirnya aku dihubungi Coconut Books untuk bekerja sama dalam penyusunan dan pembuatan buku pertamaku,” katanya dengan riang. Ia merasa seperti mimpi bisa menerbitkan sebuah buku. Awalnya ia menulis hanya untuk mengisi kekosongan, apalagi ia juga menunda kuliah selama beberapa tahun. “Langkah awalku untuk menulis juga terinspirasi dari Kak Luluk, alumnus UMM yang juga menulis buku novel Mariposa saat menjadi mahasiswa. Kemudian novel Kak Luluk juga sukses dibikin film. Dari situ aku bertekad untuk bisa menjadi seperti dia,” tegasnya. Lebih lanjut, El mengatakan bahwa untuk buku keduanya, ia bekerja sama dengan beberapa penulis hebat, salah satunya penulis buku Dear Nathan. Mereka akan menerbitkan buku series. Adapun ia termasuk di series kedua yang saat ini sudah dibaca hingga kurang lebih 32 ribu pembaca. “Dengan buku kedua ini, aku tambah semangat dan menargetkan diri untuk bisa menerbitkan tiga buku dalam satu tahun. Kalau bisa, tulisanku ini juga bisa dijadikan film seperti karya Kak Luluk,” ucapnya optimis. Tidak hanya itu, gadis asli kota Kediri itu juga telah menyiapkan siniar yang diunggah ke berbagai platform, termasuk Spotify. Harapannya ia bisa mengembangkan tulisan ke berbagai genre dan memotivasi orang-orang lewat podcast-nya. Menurutnya, satu dari banyak cara untuk berguna bagi sekitar yakni membuat karya yang positif. Mendorong masyarakat untuk bisa belajar dari novel dan mengamalkan kebaikan yang ada di dalamnya. El juga berencana untuk menjadikan karyanya sebagai tugas akhir di perkuliahan. Apalagi mengingat komitmen UMM untuk selalu mendukung serta mengapresiasi mahasiswanya. Termasuk mendorong mahasiswanya untuk bisa lulus tanpa skripsi, yakni dengan karya. “Aku sangat berterimakasih kepada UMM karena selalu mendukung setiap karyaku. Insyaallah aku akan terus menyumbangkan karya yang bermanfaat dan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya. (*ri/Wil)

Dosen UMM: Begini Cara Sekolah Cegah Kasus Bullying

Belakangan ini, kasus bullying atau perundungan kian marak terjadi, terutama di lingkup sekolah. Tidak jarang bahkan menjadi menjadi sorotan publik. Ironisnya, lingkungan pendidikan yang sudah selayaknya menjadi ruang aman bagi siswa, justru menjadi tempat yang mengerikan. Fenomena itu menarik perhatian Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Bayu Hendro Wicaksono, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Menurutnya, jika bullying semakin meningkat, maka akan terjadi ancaman kemunduran pendidikan. Kasus tersebut secara langsung mengafirmasi bahwa saat ini masih ada kelompok yang kurang memahami komunikasi budaya yang tepat. Bullying seringkali hanya terlihat seperti candaan sehari-hari yang diucapkan kepada teman sebaya. Namun sayangnya, tindakan sederhana tersebut dapat menimbulkan dampak serius. “Korban perundungan bisa mengalami luka psikis atau emosional yang menyakitkan. Dampak ini bisa berlangsung lama karena mempengaruhi ingatan jangka panjang mereka,” tegasnya. Menurut Bayu, upaya pencegahan perundungan bisa dimulai dengan meningkatkan iklim sekolah serta melibatkan guru-guru sebagai contoh komunikasi positif. Di samping itu, penegakan aturan juga harus tegas tanpa menambah tekanan siswa. Adapula beberapa aspek yang harus menjadi fokus utama sekolah dalam mengurangi kasus bullying. Pertama, pendidikan komunikatif dan kolaboratif yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana berkomunikasi dengan efektif. Kedua, pemikiran kritis juga menjadi pondasi utama dalam membentuk pola pikir yang sehat. “Siswa diajarkan untuk tidak mudah menerima informasi begitu saja, tetapi mampu menganalisis informasi dan memahami berbagai perspektif sebelum membuat keputusan,” tambah dosen Program Studi Bahasa Inggris tersebut. Bayu juga menyoroti pentingnya menerapkan konsep sekolah ramah anak yang sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sayangnya, banyak sekolah yang belum menerapkannya dengan masif. Menurutnya, kurikulum pendidikan kini semakin detail, jumlah mata pelajaran bertambah, dan tekanan nilai belajar meningkat. Akibatnya, beban siswa pun semakin besar. Di akhir Bayu menyampaikan bahwa kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, bukan hanya dari segi akademik, tetapi juga dari segi kesejahteraan fisik dan mental siswanya. “Melalui hal ini sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan produktif. Kemudian mampu mengarah pada perkembangan yang sehat bagi setiap siswa,” pungkasnya. (*lai/wil)

Dosen HI UMM Tegaskan Perang Palestina-Israel Bukan Konflik Agama

Konflik antara Israel dan Palestina tak kunjung mereda. Bahkan perang terbaru kembali pecah saat Hamas menyerang Israel 7 Oktober lalu dan di balas Israel dengan serangan udara. Dalam hal ini, Septifa Leiliano Ceria, S.Sy., M.MECAS. Dosen Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan bahwa perang Palestina dan Israel bukanlah konflik agama. Dia menjelaskan, pada zaman sebelum Turki Usmani itu runtuh, bangsa arab di wilayah yerusalem sangat damai dan tentram. Bangsa arab tersebut terdiri dari berbagai agama, meliputi agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Namun terjadi ketimpangan tatkala Turki Usmani runtuh dan negara di timur dikuasai oleh Inggris. Diperparah dengan efek perang dunia pertama di mana banyak sekali etnis Yahudi di luar wilayah Yerusalem tertindas pada masa kekuasaan Nazi. Hal tersebut menyebabkan banyak sekali etnis Yahudi yang berbondong-bondong untuk mengungsi di Yerusalem. Fenomena itu juga tidak lepas dari janji negara Inggris yang akan memberikan wilayah kedaulatan bagi etnis Yahudi di tanah Yerusalem. “Wilayah tersebut adalah Palestina. Hal itulah yang mendorong etnis Yahudi terus melakukan perluasan wilayah di tanah itu. Oleh beberapa pihak dan oknum, isu yang harusnya perebutan wilayah digeser menjadi perang agama,” jelasnya. Ano, begitu ia kerap disapa, memberikan beberapa strategi yang dilakukan untuk menyelesaikan perebutan wilayah tersebut. Di antaranya dengan melakukan negosiasi antar negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Amerika, serta tentunya Israel untuk melalakukan kesepakatan terhadap hak asasi warga palestina. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat kesepakatan batas-batas wilayah antara Palestina dengan Israel. Hal itu bertujuan untuk menentukan batas-batas wilayah teritorial masing-masing negara. “Seperti yang kita ketahui, Israel memang tidak menghendaki pengurangan wilayahnya, namun perlindungan hak warga palestina harus diperhatikan. Harus ada perjanjian khusus yang mengatur hal tersebut, kemudian baru dilanjutkan dengan kesepakatan atas pembagian wilayah,” ungkapnya. Dia juga menawarkan beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam konflik tersebut. Misalnya saja terkait isu kemanusiaannya dengan memberikan bantuan logistik makanan, pendidikan, hingga pengobatan bagi para korban perang “Isu kemanusiaan perlu kita angkat secara intensif. Apalagi mengingat jarak yang jauh antara Indonesia dan Palestina. Sehingga kecil kemungkinan untuk melakukan bantuan secara diplomasi,” ujarnya mengakhiri. (*faq/wil)