Beri Inovasi Baru, Mobil Listrik Tim Mahasiswa UMM Juara Satu di KMHE Nasional 2022

Beri perkembangan baru di bidang mobil listrik, Tim Dua Mekatronic Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) raih juara satu pada Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2022 kategori mobil listrik. Lomba yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) ini berlangsung dari tanggal 7 Oktober sampai 3 November bulan ini. Mobil listrik yang diberi nama Barqun Speed EV. 05 tersebut berlaga secara luring di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya. Salah satu anggota tim, Bima Fatureza Yusvana menjelaskan bahwa mereka sempat vakum selama dua tahun karena pandemi. Hingga akhirnya bisa kembali berlaga pada 2022. “Pada kompetisi kali ini kami membawa banyak inovasi dan pembaharuan komponen yang signifikan. Misalnya saja di aspek controlling, wiring, ban, dan juga kaki-kaki mobil,” kata mahasiswa jurusan teknik mesin itu. Lebih lanjut, Bima, sapaan akrabnya menjelaskan, hal penting yang mereka perhatikan adalah kelistrikan. Beberapa komponen kelistrikan bahkan harus didatangkan dari Swiss agar mobil dapat bekerja secara maksimal. Pun dengan perubahan stir yang awal fleksibel menjadi lebih kaku. Stir fleksibel ini memang bagus karena bisa di pindah ke atas dan ke bawah, namun dinilai kurang nyaman untuk driver. “Selain itu kami juga meningkatkan keamanan dari mobil listrik ini. Pada versi baru ini, kami menambahkan dua pengaman di bagian controlling dan di luar controlling. Fungsinya untuk meminimalisir kerusakan akibat konsleting listrik dan arus berlebih. Jadi mesin akan otomatis mati ketika ada kerusakan dan tinggal mengganti bagian sekring listrik tanpa menghawatirkan bagian mesin lainnya,” jelasnya. Terkait juara yang diraih, Bima mengatakan bahwa Barqun Speed EV. 05 dapat menghemat energi lebih banyak dibandingkan tim lain. Selain karena pembaharuan sistem, raihan ini juga dapat dicapai dengan meminimalisir bobot kendaraan dan driver. “Tim kami memilih driver yang lincah dan berbobot ringan sebesar 50 kg. Selain itu, bobot kendaraan juga hanya mencapai 35 kg, jadi total keseluruhannya hanya 85 kg. Dengan bobot yang ringan tersebut, mobil kami dapat lebih baik dalam menghemat energi,” kata mahasiswa asal Malang ini. Tak sendiri, dalam mengikuti perlombaan ini Bima di temani oleh enam anggota tim lainnya yaitu Rofiq Nuryakin, Decha Rizqi Chamin, Yusron Ilham Kurnianto, Hendra Agus Setiawan, Diki Pramana, dan Agung Abdillah. Meskipun telah juara, Bima mengaku bahwa tidak akan lengah di kompetisi selanjutnya. Berbagai pembaharuan akan terus dilakukan oleh tim dua Mekatronic agar mampu membuahkan hasil di ajang lain. “Saat ini, kendaraan yang kami rancang mampu mencapai 407 km/kwh. Ke depannya kami ingin meningkatkan nilai ini menjadi 600 km/kwh. Saya juga berharap tim mekatronic terus melanjutkan risetnya agar dapat membuat mobil hemat energi yang lebih baik,” pungkasnya. Disisi lain, apresiasi diberikan oleh Moh. Jufri selaku pembina LSO Mekatronic UMM. Menurutnya, kemenangan ini berkat kerja keras dan kerjasama yang solid antara anggota tim dan pembina Mekatronic team 2, Andinusa Rahmandhika, M.Eng. Meski sesekali mengalami kendala, namun mereka tidak pernah berhenti mencoba untuk menemukan solusinya. “Prestasi juara pertama juga harus menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk mengukir dan mengharumkan nama UMM di berbagai ajang. Baik itu di level regional, nasional, bahkan juga internasional,” tegasnya. (syi/wil)
Nadila, Mahasiswa UMM yang Jadi Mbakyu Favorit 2022

Tekuni seni tari sejak menginjak Sekolah Dasar (SD), Nadila Parastuti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih gelar Mbakyu favorit kota Malang 2022. Mahasiswi asal Malang ini mampu menuju grand final sepuluh besar, bersaing dengan sembilan finalis lainnya. Dila, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia menampilkan kolaborasi seni tari modern dan tradisional di ajang tersebut. Kegemarannya akan tari ini berawal dari anjuran sang ibu untuk mengikuti berbagai bidang dalam rangka memupuk percaya diri. “Saya telah dilatih orang tua agar percaya diri sejak kecil. Salah satunya melalui berbagai lomba seperti cerdas cermat, modelling dan tari. Tapi yang paling saya suka kegiatan menari, makanya terus saya geluti hingga sekarang,” ungkap mahasiswi kelahiran 2001 itu. Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini mengatakan bahwa ia sama sekali tidak menduga bisa menjadi Mbakyu Favorit. Pasalnya ini merupakan kali pertama Dila mengikuti kegiatan pageant. Di awal perlombaan, Dila juga sempat pesimis saat melihat bahwa peserta lain yang lebih berpengalaman di bidang pageant. “Awalnya memang saya kurang tertarik dengan pageant. Namun, dukungan teman-teman memotivasi saya untuk mencobanya. Apalagi orang tua juga sangat mendukung. Pun dengan UMM yang senantiasa memfasilitasi mahasiswanya untuk meningkatkan potensi,” katanya. Proses Kakang Mbakyu yang dilaluinya pun cukup banyak. Dila menceritakan bahwa selain harus menyiapkan mental untuk berbicara di depan juri, ia juga harus mempelajari berbagai hal mengenai kota Malang. Selain itu juga persiapan kostum dan bakat yang akan di tampilkan. “Hal terpentign adalah kesehatan. Meski sempat sakit dan pusing saat grand final, namun saya bersyukur bisa melaluinya dengan sangat baik,” ujar Dila. Ia juga harus pintar-pintar memilah dan membagi waktu karena kegiatannya yang padat. Selain harus mengikuti kontes Kakang Mbakyu, ia juga harus berkuliah, melaksakan freelance dan organisasi. Beruntung, ia sanggup mengatur dan berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. “Bagi saya, menjadi Mbakyu Favorit Malang 2022 merupakan suatu pengalaman baru yang tak terlupakan. Saya ingin mahasiswa lain juga mencoba banyak hal mumpun mash muda. Jangan pesimis pada hal yang belum terjadi, selalu optimis dan berusaha,” pungkasnya. (syi/wil)
Bikin Prototipe Mobil Etanol, Tim UMM Raih juara KMHE Nasional

Kabar membanggakan datang dari tim Mekatronic Team 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tujuh orang yang tergabung dalam tim tersebut berhasil menyabet juara tiga dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Nasional yang dilaksanakan di Circuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Adapun tim itu berlaga di kategori prototipe etanol pada 30 Oktober-4 November 2022. Menariknya, ini juga menjadi pengalaman pertama para anggota tim untuk bersaing di kompetesi mobil. Ketua Tim Muhammad Abid Zaini menjelaskan bahwa ajang tersebut berupaya menemukan inovasi mobil yang tidak memerlukan banyak energi. Jadi, semakin hemat energi yang digunakan, maka semakin besar peluang untuk menang. “Jadi tiap tim diberi lima kesempatan untuk melakukan race dengan batas waktu tertentu. Kemudian dilihat mobil mana yang paling hemat di antara para peserta. Alhamdulillah kerja keras kami membuahkan hasil juara ketiga,” katanya. Abid, sapaan akrabnya, melanjutkan, ia dan tim telah melakukan persiapan sejak awal tahun 2022, tepatnya pada Januari. Mereka memperhitungkan berbagai hal dan melakukan perakitan sendiri. Sistem pemasangannya juga sudah mereka rancang matang-matang. Mulai dari body mobil, gir, rantai, mesin, chassis, hingga jumlah etanol yang dihabiskan dalam sekali jalan. Meski ajang tersebut menjadi lomba KMHE pertama mereka, namun tak ada rasa takut untuk terus berinovasi dan memberikan sistem yang terbaik. Bahkan mereka tidak ragu untuk bertanya pada dosen pembina serta para senior yang dulu pernah memenangkan kontes serupa. Apalagi dengan adanya dukungan penuh dari Kampus Putih UMM berupa bimbingan, financial, dan juga kebebasan dalam berinovasi. Terkait kendala, mahasiswa teknik mesin tersebut menjelaskan bahwa penyambungan antar bagian masih menjadi yang terumit. Namun, ia yakin dengan riset yang mumpuni, timnya bisa memenangkan juara pertama di kompetisi selanjutnya. Apalagi dengan banyaknya pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapat di KMHE 2022 itu. “Tentu kemenangan ini menjadi bekal yang bagus bagi adik-adik untuk bisa memenangkan KMHE tahun depan. Dengan analisa yang baik perubahan yang strategis, serta perhitungan yang presisi, saya yakin tim mekatronic 3 bisa mendapatkan hasil lebih di ajang selanjutnya,” tegasnya mengakhiri. (wil)
Program Doktoral PAI Sukses Raih Akreditasi Unggul

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa meningkatkan kualitas pendidikannya. Bukan hanya di tingkat sarjana, tapi juga di program doktoral. Terbaru, program doktoral pendidikan agama Islam (PAI) sukses mendapatkan akreditas unggul. Hal itu berdasarkan surat keputusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) yang dikeluarkan pada 4 November lalu. Ketua Program Doktor PAI UMM, Dr. Abdul Haris, MA. menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil proses pengajuan akreditaso dengan format baru. Sebelumnya, program doktor PAI UMM juga telah mendapatkan akreditas A, kemudian kini menjadi Unggul. Ada sederet indikator yang harus dilengkapi oleh pihaknya. Mulai dari visi dan misi, tujaun serta strategi. Pun dengan tata kelola, kerjasama, kemahasiswaan, hingga sumber daya manusia. “Berdasarkan penilaian, dosne kami cukup mumpuni. Sampai saat ini ada 13 dosen yang memberikan pengetahuan baru melalui berbagai cara seperti diskusi atau riset,” tuturnya. Adapula penelitian, pengabdian, dan luaran. Termasuk di dalamnya bagaimana program doktoral PAI bisa melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dengan baik dan seimbang. Menurut Haris, ketiganya menjadi ujung tombak pihaknya untuk terus berbagi ilmu dan pengetahuan. Haris, sapaan akrabnya melanjutkan, prodi PAI doktoral memiliki dua program yang senantiasa ditekankan. Yang pertama ialah kelulusan tepat waktu sehingga para mahasiswa bisa segera menyelesaikan studi dan bisa memberikan kontribusi ke masyarakat. Kemudian yang kedua adalah publikasi yang terus ditekankan sebagai upaya memberikan manfaat keilmuan. Sampai saat ini, ia menegaskan ada lebih dari 80% mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu. Pun dengan publikasi yang terus digenjot agar maksimal. “Saat ini, ada sekitar 85 mahasiswa doktoral yang sedang menempuh studinya di Doktoal PAI UMM. kami juga ingin agar mereka mampu menjadi doktor yang profesional di bidangnya. Mampu mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi berlandaskan Islam serta Muhammadiyah,” katanya. Terakhir, ia berharap doktoral PAI UMM mampu menorehkan berbagai inovasi serta upaya untuk menjadi institusi berkemajuan. Sehingga mampu bersaing di berbagai level, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga interanasional melalui berbagai cara. (wil)
Student Day UMM 2022: Bangun Suasana Belajar dan Kompetisi yang Menyenangkan

Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa baru, Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan kegiatan Student Day. Dilaksanakan pada Sabtu, 5 November 2022, ajang ini resmi dibuka dengan pemencetan tombol dan pelepasan balon oleh Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Pembukaan ini juga semakin meriah karena datangnya lebih dari 7000 mahasiswa baru yang menyemarakkan. Apalagi pada pembukaan kali ini ada senam TikTok bersama ribuan mahasiswa dan juga jalan sehat di lingkungan sekitar kampus. Bahkan sederet penampilan juga disediakan seperti tari-tarian dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Sansekerta dan akutik dari bang Follow Bee. Dalam sambutannya, Fauzan menjelaskan bahwa Student Day merupakan kegiatan yang dirancang agar mahasiswa Kampus Putih dapat mengekspresikan diri di berbagai bidang. Dengan begitu, muncul potensi-potensi cemerlang yang bisa dikembangkan. Nantinya juga bisa menjadi bekal untuk bersaing, bukan hanya di level kampus tapi juga nasional hingga internasional. “Acara ini memang wajib diikuti oleh mahasiswa UMM, khususnya mahasiswa baru. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan student day 2022 akan dilaksanakan selama satu tahun penuh sampai 2023 mendatang. Harapannya bisa menyaring minat dan bakat dan menyediakan panggung bagi bibit-bibit baru bertalenta. Selain itu juga agar terbangun suasana belajar yang santai namun tetap serius,” kata Rektor asal Kediri tersebut. Fauzan juga menegaskan UMM akan mengundang berbagai tokoh nasional maupun internasional dalam rangkaian Student Day. Hal itu bertujuan untuk memberi pengetahuan dan wawasan untuk mahasiswa baru agar bisa berkarya serta memberikan inovasi. Pun dengan upaya untuk dapat berkompetisi sampai di ajang internasional. Di sisi lain, Ketua Pelaksana Student Day Imamul Hakim, SE., M. Sh menjelaskan bahwa ada empat bidang yang akan diselenggarakan pada saat student day. Keempat bidang tersebut meliputi akademik, kepemimpinan, entrepreuner, dan juga rekreatif. Jangka waktu student day juga diperpanjang dari yang semula 12 minggu menjadi 24 minggu. “Dengan adanya acara student day ini, kami mencoba untuk membangun iklim prestasi di kalangan mahasiswa baru. Hal ini sesuai tegline yang kita buat yaitu kompetisi kuat prestasi hebat. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi kita bersama,” ucapnya. Kegiatan ini disambut baik oleh mahasiswa. Salah satunya Alnora May, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. Menurutnya, banyaknya kegiatan Student Day memberikan keseruan tersendiri. Khususnya saat pembukaan yang memberikan kesempatan untuk berjalan-jalan di salah satu unit usaha milik UMM, Taman Rekreasi Sengkaling. “Naik bebek-bebekan di Sengkaling kegiatan yang paling seru. Apalagi tadi sempat adu balap sama teman-teman. Senam TikTok juga mengasyikkan dan bikin sehat. Tentu saja kami menunggu rangkaian agenda menarik lainnya dari Student Day,” kata Alnora. (syi/wil)
Tim Dosen UMM Kembangkan Kandang 4.0, Tingkatkan Produktivitas Ayam Petelur

Perkembangan teknologi nyatanya memberikan dampak pada banyak bidang. Salah satunya di aspek peternakan yang kini terus mengembangkan teknologi dalam proses produksinya. Hal itu disampaikan oleh Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Lailis Syafaah, MT. Terbaru, ia dan tim menerapkan model kandang closed house ayam petelur berbasis teknologi 4.0 di PT Jatinom Inda Agri, Blitar, November ini. Adapun ini merupakan hasil kolaborasi keduanya yang pendanaannya berasal dari Kemendikbud-Ristek melalui SKIM Kedaireka Matching Fund dengan TA 2022. Lailis, sapaan akrabnya, menjelaskan, Model kandang ini memang tertutup yang dioperasikan berbasis teknologi terbaru. Dengan begitu, manusia tidak perlu banyak turun tangan dalam menangani ayam. Kelebihannya yakni dapat menjamin kenyamanan dan kesehatan ayam yang ada di kandang. “Ketika ayam merasa nyaman dan kesehatan, hal ini akan berefek pada meningkatnya produktivitas ayam. Hal itu tentu akan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi peternak,” tuturnya. Dalam program ini, ada delapan hal yang diupayakan. Pertama yakni alat penghitung telur ayam otomatis sehingga hasilnya lebih akurat. Kemudian ada juga monitoring debit air minum serta bilik bio-security otomatis. Pun dengan otomasi suhu dan kelembaban, sehingga ayam yang ada di kandang tidak kepanasan ataupun kedinginan. Otomasi feeder poultry farm juga termasuk di dalamnya bersama dengan sistem informasi dan monotioring produktivitas telur ayam. Jadi nanti ada data tentang sejauh mana produktivitas ayam-ayam yang ada di kandang. “Dua yang terakhir yakni model efisiensi sistem produksi telur untuk penentuan kebutuhan pakan ayam peterlur serta sistem pembangkit listrik tenaga surya,” kata Lailis yang juga koordinator tim. Program ini juga menjadi upaya UMM mengembangkan skill mahasiswa melalui Center of Excellence (CoE). Misalnya saja CoE Unggas yang sudah berdiri sejak 2018 dan mencetak lulusan-lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Pun dengan CoE PLTS yang akan memberikan pemahaman praktek dan teori mengenai tenaga surya untuk dijadikan listrik. Dengan begitu, program ini semakin memberikan manfaat bagi banyak pihak. Di sisi lain, Manajemen Operasional PT Jatinom Indah Agri, Gunawan Triswanto menilai program ini sangat bermanfaat bagi pihaknya dan mitra. Model ini dirasa dapat memperbaiki dan meningkatkan produksi telur. Menurutnya, penelitian dan pengembangan ini sangat sejalan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. “Semoga program ini bisa berlanjut secara terus menerus. Dengan begitu, bidang peternakan juga bsia merasakan pengembangan teknologi. Apalagi manusia memang dituntut adaptif dalam mengikuti zaman. Perguruan tinggi, dalam hal ini UMM tentu selalu berusaha memberikan keilmuan dan inovasi baru demi kemaslahatan masyarakat,” ucap Gunawan. (*/wil)
UMM Realisasikan Kerjasama dengan Kampus Raksasa Rusia

Internasionalisasi menjadi bentuk pengembangan suatu insititusi pendidikan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Terbaru, Kampus Putih menjalin kerjasama dengan St. Petersburg State University, Rusia. Adapun MoU ini telah dilaksanakan pada 2 November 2022 lalu dengan menandatangani memorandum of agreement (MoU). Roman Romanov selaku kepala Kantor Bilateral Rusia untuk Indonesia di Jakarta menjelaskan bahwa kerjasama antara UMM dan St. Petersburg State University ini menjadi titik untuk memperkuat hubungan bilateral Rusia dan Indonesia. Menurutnya, aspek pendidikan memang seharusnya sudah dikembangkan di antara keduanya. Ia menjelaskan bahwa Rusia Center of Science and Culutre di Jakarta sudah ada sejak era soviet tahun 1965. Di pusat studi tersebut, tersedia kursus bahasa Rusia dan juga pengenalan budaya. Selain itu, ada sekitar 260 pemuda-pemudi Indonesia yang kini menimba ilmu menjadi mahasiswa di berbagai kampus Rusia. “Kebanyakan tertarik pada jurusan ilmu teknologu komputer dan teknik nuklir. Maka, saya rasa kerjasama ini juga bisa mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menciptakan inovasi baru. Semoga UMM dan St. Petersburg State University dapat saling membantu agar tujuan masing-masing bisa tercapai,” ucapnya. Sementara itu, H. E. Mr. Jose Antonio Morato Tavares selaku Duta Besar Indonesia untuk Rusia mengatakan bahwa ini menjadi langkah baru dalam bidang riset dan teknologi bagi kedua negara. Pun dengan upaya melaksanakan program pembelajaran mahasiswa dan dosen. Baik dalam kemampuan analisis maupun joint research. Ia juga yakin bahwa kolaborasi ini memiliki peluang besar dalam mengembangkan teknologi serta proses pertukaran budaya melalui institusi pendidikan. “MoU ini harus memiliki komitmen yang kuat agar bisa memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat internasional. Kedubes Indonesia untuk Rusia juga akan selalu siap memfasilitasi secara penuh kerjasama UMM dengan St. Petersburg State University ini,” ujanya. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si menjelaskan bahwa MoU ini menjadi awal yang bagus. Apalagi Kampus Putih UMM memiliki program unggulan yang disebut dengan Center of Excellence (CoE). Inovasi ini berupaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sanggup bersaing di kompetisi global. “Maka, saya kira akan ada banyak aspek yang bisa dikoneksikan dan dikolaborasikan. Tentu saja semata-mata untuk kebermanfaatan bersama,” tegasnya. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Sergey Andryushin, perwakilan dari St. Petersburg State University. Ia menilai bahwa kerjasama dengan UMM ini menjadi langkah membuka jaringan dengan universitas di Asia, khususnya Asia Tenggara. Ia ingin, MoU ini tidak hanya menjadi coretan kertas saja, tapi juga menjadi komitmen kuat untuk melaksankan program nyata. “Mungkin bisa dilakukan pertukaran pelajar, penelitian bersama, konferensi intenasional, dan sederet lainnya. Maka, keseriusan kedua belah pihak dalam membangun dan menjaga kerjasama sangat diperlukan,” pungkas Sergey. (haq/wil)
PSA UMM Hadirkan Staf KBRI Uzbekistan, Tekankan Bahasa untuk Jalin Kerjasama

Saat ini, menjalin hubungan dengan negara dinilai lebih mudah karena adanya teknologi yang memungkinkan interaksi meski berjauhan. Hal itu disampaikan M. Mufti Rakadia, Sekretaris Pribadi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent, Uzbekistan pada lecture series. Adapun ajang yang dilaksanakan pada 2 November 2022 itu merupakan inisiasi Pusat Studi Asia Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Menariknya, Mufti, sapaan akrabnya, juga memiki kemampuan menguasai smebilan bahasa asing. Di antaranya, bahasa Jepang, Korea, Inggris, Rusia dan sederet lainnya. Ia juga menjelaskan di depan ratusan mahasiswa tentang bagaimana cara meningkatkan dan membangun relasi dengan orang dari beragam negara. Salah satunya dengan tidak terjebak di zona nyaman. Dengan begitu, manusia bisa belajar banyak hal. “Teman-teman juga harus memiliki jiwa toleransi yang tinggi agar bisa menghargai sekecil apapun perbedaan yang ada. Meski remeh, namun nyatanya toleransi bsia menciptakan perdamaian dunia. Bukan hanya di level pemerintahan tapi juga bagi masyarakatnya,” ungkapnya. Mufti juga menilai bahwa bahasa menjadi faktor yang strategis dalam menjalin relasi di level global. Dengan begitu, komunikasi antara negara bisa jauh lebih mudah dan lancar. Menurutnya, dalam memperluas relasi, beljaar bahasa yang umum tidaklah cukup. Harus berani mengambil kesempatan untuk menguasai bahasa-bahasa yang tidak umum. Ia yakin, bahasa menjadi kunci untuk membuka hubungan Indonesia dengan banyak negara di berbagai benua. Ia juga sempat memberikan tips bagaimana ia bisa menguasai banyak bahasa. Dimulai dengan belajar musik, yakni dengan memahami lirik. Kemudian juga mencoba mencari tahu lebih dalma tentang budaya negara terkait karena budaya dan bahasa memiliki kaitan yang erat. “Belajar bahasa juga tidak dituntut untuk sempurna. Tidak perlu takut akan jadi bahan ledekan. Mereka akan merasa bangga karena ada orang asing yang mau belajar bahasa ibu negara terkait,” kata Mufti. Adapun lecture series itu merupakan gelaran yang ke-12 sejak September lalu dan akan terus berlangusng hingga Desember. Tiap minggunya, agenda ini menghadirkan sederet pemateri internasional untuk memberikan pengetahuan baru kepa
UMM Beri Solusi Pertanian dan Peternakan Masa Depan

Perkembangan teknologi khususnya di bidang pertanian dan peternakan sangat dibutuhkan. Selain dapat memperbanyak jumlah produksi, pengembangan teknologi di dua bidang tersebut juga akan meringankan masalah petani dan peternak. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Madya Ts Dr Mohd Hanafi Ahmad Hijazi dalam International Guest Lecture yang diadakan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (02/11). Kegiatan yang bertempat di GKB 4 Lantai 9 ini mengambil topik pembahasan mengenai peranan teknologi dalam tiga bidang besar, yaitu smart agriculture, virtual citizenship, dan the role of gamification. Lebih lanjut, Hanafi sapaanya menjelaskan bahwa ada beberapa keuntungan dari penerapan teknologi di bidang agriculture. Pertama, dapat meningkatkan hasil tanaman meskipun lahan yang dipakai kecil. Selanjutnya adalah pengoptimalan panen dan juga pemberantasan gangguan saat bertani dan beternak. Ketiga adalah penggunaan data untuk meramalkan berbagai kejadian di masa depan seperti waktu panen, jumlah panen, maupun mendeteksi adanya penyakit pada tanaman dan hewan sebelum menyebar. “Tingkat populasi manusia di masa yang akan datang akan terus bertambah. Oleh karenanya, kita memerlukan lebih banyak pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Sementara itu, lahan pertanian dan peternakan semakin berkurang. Karenanya, pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan hasil panen dan ternak sangat di butuhkan,” ujar Dean of Faculty of Computing and Information Universitas Malaysia Sabah (UMS) tersebut. Terkait teknologi di bidang pertanian dan peternakan, Hanafi memberikan beberapa contoh alat. Salah satu alat yang dibahas oleh Hanafi adalah Fish Counting System menggunakan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) dan CNN. Alat ini bekerja untuk menghitung benih ikan di sebuah peternakan. Jika menggunakan cara konvensional, maka peternak harus menghitung benih ikan secara mandiri. Namun dengan adanya alat ini petani bisa langsung mengetahui jumlah pasti dari benih ikan. Alat ini dapat menghitung lima juta benih ikan dalam sehari. Penampakan benih ikan akan dilakukan oleh alat CLAHE sementara perhitungan akan dilakukan oleh alat CNN. “Alat lain yang dapat membantu peternak, khususnya peternak ikan adalah water quality monitoring and forecasting. Kualitas air merupakan kunci untuk ketahanan menejemen aquaculture. Jika kualitas air buruk maka ikan akan cepat mati. Model alat yang kami ciptakan ini memiliki dua model yaitu Support Vector Regression (SVR) dan Long Short Term Memory (LSTM). Seletah kami bandingkan model SVR lah yang dapat menjaga kualitas air di aquarium lebih daripada model LSTM,” ungkap Hanafi. Disisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa acara International Guest Lecture ini merupakan suatu moment yang strategis. Menurutnya, di masa depan, perkembangan teknologi akan sangat memengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya ajang ini tentu akan memberi gambaran pada mahasiswa mengenai pengembangan berbagai alat untuk membantu kehidupan masyarakat. “Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, UMM telah menyiapkan sebuah program bernama Center for Future of Work (CFW). Dengan adanya program ini, berbagai jurusan di UMM membuat sebuah kelas unggulan bernama Center of Excellence (CoE) di mana para mahasiswa dapat mempelajari minatnya bersama dengan dunia industri secara langsung. Semoga dengan adanya acara International Guest Lecture dan CoE ini dapat mengembangkan kualitas pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (syi/wil)
FK UMM Beri Edukasi Anatomi lewat Amygdala

Dalam rangka meningkatkan minat dan pengetahuan terkait anatomi, Departemen Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan Amygdala pada 25-30 Oktober lalu. Adapun ini merupakan olimpiade tingkat nasional bidang anatomi yang diikuti oleh 78 tim dari 31 universitas. Adapula 18 tim yang berkompetisi di kategori SMA. Ketua pelaksana Imanullah Akbar merasa bangga karena kompetisi ini semakin tahun semakin meluas. Beberapa tahun lalu hanya ada segelintir peserta, tapi tahun ini timnya membludak dan membuat lomba ini makin seru. Termasuk di dalamnya Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menegaskan bahwa ajang ini juga menjadi cara pihaknya untuk meningkatkan pengetahuan terkait anatomi. Khusus untuk tahun ini mengambil tema sistem cerebro panca indera. “Untuk tahun depan, kami menargetkan Amygdala bisa dilangsungkan secara internasional dengan mengundang perguruan tinggi negeri untuk turut ikut serta dan bersaing. Dengan begitu, para peserta juga akan terpacu untuk menampilkan yang terbaik,” jelas Akbar optimis. Semua tim mengikuti babak penyisihan secara online. Kemudian terpilihlah 20 tim yang akan beradu di perempat final untuk memperebutkan tempat di semifinal. Hingga akhirnya terpilhlah tim dari Universitas Lambung Mangkurat yang merebut juara satu dan dua. Sementara juara tiga diraih tim dari UGM. Sementara di kategori SMA dimenangkan oleh SMAN 2 Tangerang Selatan. Menariknya, ajang Amygdala tidak hanya menyediakan lomba saja,a tapi juga ada seminar. Ada Dr. Yoyok Subagio, Sp.BS dan Dr. Aryani Vindhya, Sp.M. yang menjelaskan mengenai pendekatan terhadap klinis berupa aneurisma dan glaukoma. Ada lebih dari 115 peserta luring, dan lebih dari 390 peserta daring. Terkait Amygdala, Yafi, salah satu peserta mengaku antusias. Apalagi program tersebut dikemas dengan menarik dan interaktif. Banyak pengetahuan dan teman baru yang bisa didapatkan. “Sangat mengedukasi, kompetisinya juga fair, serta ilmunya memberikan pemahaman yang lengkap. Dokter yang menjadi pemateri juga lucu dan menarik sehingga kami tidak bosan mengikutinya,” kata Yafi mengakhiri. (fat/wil)