Komunikasi UMM Rancang Festival Film Anak Internasional Pertama di Malang

Diprediksi, anak-anak di masa depan akan lebih awam dengan literasi audio visual atau merujuk kepada penggunaan komponen suara dan gambar. “Kalau sekarang, kan literasi masih baca tulis. Kalau nanti, ya audio visual. Kalau anak tidak bisa audio visual sama saja tidak bisa menulis,” jelas Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos, M.Si. dosen program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sehingga, disebut kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM ini, Sabtu (09/03), anak-anak perlu disuguhi media pembelajaran yang sesuai dengan kondisinya. Jangan sampai, sambung Novin, media sosial mengikis kreativitas anak-anak dengan sajian tidak bermutu. “Anak-anak sekarang punya potensi besar, namun perlu wadah untuk membimbing mereka. Melalui festival film salah satunya,” kata Novin. Novin mengatakan bahwa ia berencana menggelar festival film anak Internasional tahun depan di Malang. Berkaca dari Social Change Film Festival, di New Orleans, Lousiana yang sempat ia sambangi saat berkunjung ke Amerika. Menurutnya, festival film anak yang berkelanjutan perlu diadakan di Malang untuk mengangkat lokalitas Malang agar anak-anak Malang tidak lupa budaya tanah kelahirannya. Tidak sekedar impian, pasalnya Novin juga sudah mempunyai beberapa relasi Internasional untuk membantu mewujudkannya. Salah satunya dengan penyelenggara Chicago Film Festival. Ia mengatakan bahwa festival film anak ini akan digelar tahun depan. Untuk tahun ini Ia masih fokus mencari pendanaan agar perhelatan benar terwujud. Sementara Pesta Film Anak diselenggarakan Juli 2019 mendatang. Novin mengatakan, Pesta Film Anak tahun keempat diselenggarakan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kerena pemutaran film tidak digelar di UMM. Melainkan di sebuah perkampungan. “Nanti yang akan menilai film mahasiswa dosen dan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi bagi para sineas. Sudah kita siapkan 18 penghargaan untuk film-film yang diproduksi mahasiswa,” tandasnya. Untuk mengetahui respon masyarakat terhadap film bertema anak-anak, Prodi Ilmu Komunikasi UMM juga menggelar nonton bareng bioskop keliling ’Bioling’ UMM di sejumlah titik. Misalnya di lapangan Bola Voly Perumahan Permata Regency, Karangploso, Malang (6/3) lalu. Acara ini berhasil menyedot antusiasme penonton. Sekitar 300an penonton hadir, mulai dari anak-anak, remaja dan juga orang tua. Anang Fachrudin Rahman (23) selaku perwakilan Karang Taruna mengaku senang nobar bisa terselenggara di tempatnya. Ia menyebut masyarakat butuh tontonan bernilai edukasi. Film yang diputar di antaranya yaitu berjudul Slirit, Kim Soo Ri, Darah Biru Arema, Asa Angkasa, Superheru, dan lain sebagainya. Para penonton juga dihibur dengan pembagian doorprize di sela acara pemutaran film. (*/can)
Diapresiasi! FKIP UMM Perpanjang Kerjasama dengan Sekolah Se-Malang Raya

SETELAH lima tahun menjalankan kesepakatan kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas dengan sejumlah sekolah Se-Malang Raya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melakukan pembaharuan perjanjian untuk dijalankan lima tahun ke depan. Disaksikan oleh Rektor UMM, Kepala Dinas Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kementerian Agama Kota Malang, nota kesepakatan ditandatangi oleh para kepala sekolah SD hingga SMA sederajat, Jumat (8/3) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Kampus III UMM. Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM. menyambut baik upaya UMM untuk terus mengembangkan pendidikan di Malang Raya. “Sejauh Ini UMM selalu memberikan pengabdian yang sangat membantu sekolah-sekolah di Malang,” ungkap Zubaidah saat didapuk memberikan sambutan. Beberapa program, sambungnya, seperti lesson study atau model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan bagi para guru di sekolah menjadi hal yang mesti dilanjutkan. Perihal ini, UMM sendiri telah bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Sebelumnya juga 14 sekolah mitra berpartisipasi dalam program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS). Tujuan utama dari program PDS ini adalah membangun kemitraan antara FKIP sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan sekolah mitra. Dosen menjadi pengajar bagi siswa dan siswi di sekolah. Melalui program ini, banyak good practices yang terbentuk. Seperti pembelajaran kladogram dengan memanfaatkan tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah, pemanfaatan sangkar madu untuk pembelajaran anatomi tumbuhan dan hewan, pembelajaran menyenangkan, pembelajaran bermakna, dan lainnya. Zubaidah juga terkesan dengan mahasiswa UMM yang saat praktik lapangan memberikan kesan baik bagi lingkungan pendidikan di Malang Raya. “Seorang guru tentu saja memiliki kelemahan. Maka bila salah perlu mengaku salah. Guru bukan malaikat. Begitulah Mahasiswa UMM yang kami temui di lapangan,” tuturnya. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, juga menyampaikan jika era bonus demografi akan segera tiba. Maka perlu penyiapan SDM yang masif melalui pendidikan. “Petaka akan terjadi bila SDM tidak dipersiapkan dengan baik,” jelasnya. Salah satu persiapan UMM menghadapi ini adalah mendirikan pendidikan vokasi. Sementara disampaikan Dr. Poncojari Wahyono, M.Pd, dekan FKIP UMM, kerja sama yang dilaksanakan UMM dengan sekolah se-Malang Raya selama ini dirasa sangat efektif. “Lesson study dan dosen mengajar barangkali beberapa kerja sama UMM dengan sekolah yang baik untuk dilanjutkan,” jelasnya. (mir/can)
Roadshow Bioling di Pesta Film Anak 2019

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Pesta Film Anak (PFA) di lapangan volly Perumahan Permata Regency, Karangploso, Malang (6/3). Acara ini menyuguhkan 12 film anak karya anak Malang. Pemutaran film ini menggunakan bioskop keliling (bioling) untuk menayangkan filmnya. Acara ini berhasil menyedot antusiasme 300an penonton Andi selaku Humas RW 12 menuturkan bahwa acara ini sangat luar biasa. “Karena sebelumnya belum pernah ada acara seperti ini, kita lihat bahwa ini sangat berguna di lingkungan kitam” kata Andi. Selain itu, pemutaran film ini menjadi ajang hiburan dan edukasi untuk anak-anak agar tidak hanya sinetron yang dipertontonkan di televisi. Harapan Andi, agar anak-anak mendapatkan porsi film yang sesuai dengan usianya. Begitupula dengan Anang Fachrudin Rahman (23) selaku perwakilan Karang Taruna yang turut meramaikan acara ini, ia mengatakan bahwa antusiasme pengunjung untuk datang begitu besar meski cuaca tak menentu. “Suksesnya acara ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang datang. Selain itu, sosialisasi film yang mengedukasi ini dapat sampai ke anak-anak dengan adanya pemutaran film ini,” ujar Anang. Film yang diputar diantaranya yaitu berjudul Slirit, Kim Soo Ri, Darah Biru Arema, Asa Angkasa, Superheru, dan lain sebagainya. Para penonton juga dihibur dengan pembagian doorprize di sela acara pemutaran film. “Seperti yang kita ketahui bahwa minat terhadap film anak di Indonesia sangat rendah. Selain itu, dengan adanya PFA ini semoga dapat memotivasi mereka dan kontennya dapat dijadikan referensi untuk kegiatan positif sehari-hari. Harapan kedepan yaitu agar anak-anak Indonesia tidak hanya berperan sebagai penonton, namun juga menghasilkan karya-karya,” pungkas Novin Farid Styo Wibowo selaku Kepala Laborarorium Ilmu Komunikasi UMM. (afr/can)
Wagub Emil di UMM: Potensi Perempuan Merupakan Aset Nasional yang Besar

“Keterlibatan perempuan dalam segala aspek kehidupan menjadi salah satu syarat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Karena potensi perempuan merupakan aset nasional yang besar yang harus terus menerus dikembangkan untuk membangun Negara Indonesia,” demikian disampaikan mantan Bupati Trenggalek yang kini Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. Rabu (6/3). Emil hadir di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengisi kuliah umum menjelang Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret mendatang. Disebutnya, pada tahun 2016 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) laki-laki memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan IPM perempuan. IPM laki sebesar 74,23 dan IPM perempuan sebesar 67,34. “Artinya belum setara,” ungkapnya. Pemerintah Daerah, sambung Emil, dalam hal ini pemerintah Jawa Timur berada pada garis terdepan dalam pembangunan yang berkeadilan. “Karena salah satu urusan pemerintahannya adalah meningkatkan kedudukan dan peran serta perempuan dalam pembangunan serta program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan,” ujar Emil di hadapan ribuan mahasiswa UMM berbagai jurusan. Budaya bangsa Indonesia pada umumnya dan khususnya budaya Jawa Timur, dilanjutkan Emil, masih menganut budaya Patriarki, yaitu berdasar garis keturunan dari Bapak. “Dari sisi inilah, Pemerintah Provinsi Jatim berusaha menyeimbangkan peran perempuan dan laki-laki, namun tanpa menghilangkan budaya yang ada, dan tentunya hal ini tidaklah mudah,” kata Emil yang juga memaparkan program Nawa Bhakti Satya. Kesetaraan gender, katanya, merupakan hak asasi sebagai manusia. Hak untuk hidup secara terhormat, bebas dari rasa ketakutan dan bebas menentukan pilihan hidup tidak hanya diperuntukan bagi para laki-laki, perempuan pun mempunyai hak yang sama pada hakikatnya. Sehingga menurutnya dapat diseimbangkan dari beberapa segi. Yakni dilihat dari pendidikan, politik, kesehatan, ekonomi maupun ketenagakerjaan. Untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan isu kesetaraan gender ini dan mengedukasi pekerja perempuan mengenai hak-haknya sebagai pekerja perempuan, program kampanye Labour Rights for Women yang ditujukan bagi pekerja perempuan muda tidak ada henti-hentinya menyuarakan dan mengedukasi perempuan. Lewat event dan pelatihan Labour Rights for Women yang bertema “Gender Equality”. Kesetaraan gender tidak harus dipandang sebagai hak dan kewajiban yang sama persis tanpa pertimbangan selanjutnya. “Malu rasanya apabila perempuan berteriak mengenai isu kesetaraan gender apabila kita artikan segala sesuatunya harus mutlak sama dengan laki-laki. Karena pada dasarnya, perempuan tentunya tidak akan siap jika harus menanggung beban berat yang biasa ditanggung oleh laki-laki,” ungkapnya. Dalam kesempatan ini juga turut diadakan Talk Show seputar isu gender dan keperempuanan. Agenda ini menghadirkan Walikota perempuan pertama Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si. yang dipanel dengan pemerhati gender yang juga akademisi program studi Ilmu Pemerintahan UMM. Sementara hadirnya Emil menggantikan Gubernur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (mir/bel/usa/can)
Di Era Industri 4.0, Perempuan dan Laki-Laki Punya Kesempatan yang Sama

MENURUT Badan Pusat Statistik (BPS), hanya ada 30 persen pekerja perempuan di bidang industri sains, teknologi, teknik, dan matematik. Data ini disampaikan Walikota Batu Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si. di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (6/1). Dewanti didapuk sebagai pembicara talk show peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret mendatang. Disebut Dewanti, di era Industri 4.0, laki-laki dan perempuan sebetulnya memiliki peran dan kesempatan sama besarnya untuk maju. “Tantangannya sekarang, bagaimana mengubah sikap permisif dan praktek budaya yang membatasi kemajuan perempuan melalui pendidikan untuk memperkecil kesenjangan antara kaum perempuan dan laki-laki. Perlu program-program pemberdayaan bagi kaum perempuan,” ungkapnya. Hadirnya Revolusi Industri 4.0, disebutnya harus dapat dikelola dengan baik oleh kaum perempuan, karena memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia. “Karena perempuan memiliki peran yang sangat strategis, sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus juga memiliki peran dalam masyarakat,” sambung Dewanti yang sekaligus memamerkan kesuksesannya memimpin Kota Batu. Bagi Dewanti, perempuan harus kreatif dan berpendidikan tinggi. Agar luaran kebermanfaatannya dapat terasa secara nyata. Dalam dunia pendidikan, lanjutnya, perempuan juga harus memiliki orientasi pendidikan setinggi mungkin. Supaya ketika menjadi seorang ibu, perempuan dapat menjadi tempat pertama untuk memperluas wawasan anaknya. “Jangan kalah dengan laki-laki, perempuan juga bisa!” serunya. Sementara, kembali ditegaskan pemerhati gender dan akademisi program studi Ilmu Pemerintahan UMM Dr. Tri Sulsityaningsih, M.Si. bahwa di era Industri 4.0, peran perempuan di dunia kerja semakin penting. Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada awal tahun 2018, berdasarkan data BPS, TPAK laki-laki sebesar 83,01 persen, sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 55,44 persen. Sayangnya, sambung Tri, untuk mencapai kesetaraan peran perempuan dan laki-laki masih menemukan banyak hambatan. Utamanya, kesenjangan akses dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi antara perempuan dan laki-laki masih cukup besar. Mengutip data International Telecommunication Union (ITU), menunjukan prosentase pengguna teknologi informasi dan komunikasi perempuan masih lebih rendah. “Faktor-faktor penghambat perempuan di negara berkembang dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi adalah pendidikan, keaksaraan, bahasa, waktu, biaya, norma sosial dan budaya. Perempuan Indonesia merupakan pengguna Internet yang aktif, namun memiliki literasi digital yang rendah, hal ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan, latar belakang pendidikan yang rendah, dan lainnya,” katanya. Perempuan sebagai partner dalam pembangunan dewasa ini harus meningkatkan kemampuannya di segala aspek, termasuk dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. “Kemampuan individu untuk bisa mengakses informasi di era digital merupakan hal penting, termasuk bagi perempuan. Berbagai usaha ini sebagai bagian dari peningkatan kapasitas perempuan agar ikut berperan secara aktif,” tandasnya. Di saat bersamaan, wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. rawuh di UMM untuk mengisi kuliah umum. Dalam kesempatan ini, ia memaparkan strategi dan implementasi Nawa Bhakti Satya atau sembilan program unggulan kepemimpinan Khofifah-Emil. Emil hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. yang berhalangan hadir pada kesempatan ini. (mir/bel/usa/can)
Developer Ini Beri Kiat Bisnis Properti Zaman Now

Deddy Indrasetiawan Presiden Direktur PT. Citra Kebon Mas memberikan tips berbisnis properti Zaman Now kepada 6 ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/3). Deddy didapuk sebagai salah satu pembicara dalam gelaran Talkshow Literasi Properti yang digelar Bank BTN di Hall Dome UMM. Generasi milenial saat ini memiliki tabungan yang terbatas. Harus diakui, kondisi ini menjadi kendala generasi milenial dalam memulai berbisnis properti. Padahal jika dilihat, bisnis properti saat ini sangat menjanjikan. “Baru sekitar 3 persen saja orang Indonesia menjadi pengusaha properti. Jadi belum banyak saingan,” ungkapnya. Menurut Deddy, generasi milenial tidak perlu lagi memikirkan modal yang besar untuk memulai bisnis properti. Bahkan Deddy mengklaim, dengan tanpa modal sekalipun, anak muda saat ini sudah dapat memulai bisnis properti. “Anak muda saat ini dapat berbisnis tanpa modal dengan menjadi agen properti,” terangnya. Disebut Deddy, ada banyak jalan untuk menjadi seorang entrepreneur properti. “Kita bisa memanfaatkan properti yang sudah dimiliki untuk disewakan. Misalnya di rumah ada kamar yang kosong, bisa kita sewakan sebagai kos-kosan. Jadi tidak perlu membangun rumah dulu, baru bisa dijadikan bisnis,” saran Deddy. Generasi saat ini, sambung Deddy, memang dituntut untuk berpikir kreatif. Dalam berbisnis properti, berpikir kreatif juga diperlukan untuk menciptakan konsep business plan, disamping harus juga mencari lahan yang potensial. Dengan begitu, para milenial dapat berbisnis dengan ketersediaan modal yang kecil melalui investor. Deddy juga berbagi kiat memasarkan bisnis properti. Sebagai generasi yang melek media, dilanjutkan Deddy, milenial dapat dengan mudah mencari informasi properti yang diinginkan, karena biasanya dipasarkan melalui pemasaran digital. Seperti Facebook Ads atau melalui fitur pemasaran platform media sosial lainnya. Deddy mengatakan, memang dalam memulai bisnis properti memiliki tantangan tersendiri. Seperti daya beli masyarakat yang tidak menentu, ketersediaan lahan dan perizinan. Akan tetapi, Deddy mengajak generasi milenial utamanya mahasiswa UMM dari berbagai jurusan untuk tidak takut saat memulai bisnis properti. “Jangan takut untuk menjadi pengembang bisnis properti. Masih ada banyak peluang yang bisa kita ambil, untuk memulai bisnis. Terlebih, kebutuhan akan rumah yang tinggi dan sudah menjadi kebutuhan pokok, sedangkan jumah pengembang masih terbatas. Jadi bisnis property memang sangat menjanjikan,” tandasnya. Selain Deddy, panelis lainnya yang didapuk dalam perhelatan yang sekaligus penandatanganan nota kerjasama antara UMM dan Bank BTN ini yakni Direktur Startup Modalku Sigit Aryo Tejo. Sigit memberi gambaran bisnis startup Indonesia sekaligus berbagi kiat inovasi bisnis di dalam bidang jasa keuangan FinTech. (bel/can)
Puluhan Perusahaan Manufaktur dan Jasa Semarakkan Job Fair UMM

SETIDAKNYA 47 perusahaan manufaktur dan jasa se-Malang Raya dan Surabaya meramaikan gelaran Job Fair Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/3), di Ruang Auditorium BAU UMM. Didukung Dinas Ketenagakerjaan, UMM merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Malang yang memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK). Dr. Fien Zulfikarijah, MM. selaku penanggung jawab acara menyatakan, acara ini merupakan kegiatan rutin unit Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) yang dimulai dari kuliah karir yakni mata kuliah Karir dan Wirausaha (KWU). Selanjutnya mahasiswa akan diarahkan menjadi Job Creator atau Job Seeker. “Kalau menjadi seorang job seeker maka mahasiswa akan diberikan materi-materi bagaimana cara melamar pekerjaan, membuat curriculum vitae serta hal-hal yang terkait dan diadakan selama satu semester. Sementara, kuliah KWU mencetak mahasiswa untuk menjadi penyedia lapangan kerja atau job creator,” ujar Fien. Selain itu, acara tindak lanjut gelaran wisuda beberapa waktu lalu ini utamanya mencari peluang bagi para lulusan anyar mencari peruntungan kerja. “Ini adalah sarana bagi kami untuk memperkenalkan perusahaan kepada mereka yang baru lulus dan ajang untuk merekrut wisudawan terbaik,” ungkap HRD Smartfren, Sony Purbowo. Selama acara berlangsung tak hanya dari mahasiswa dan alumni UMM saja yang mencoba peruntungan. Setidaknya terdapat pelamar kerja yang berasal dari luar UMM. Salah satunya Gandi Indika Affandi mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Brawijaya yang tengah mencari info lowongan karir di bidang manajemen trainee. “Saya ikut mencari lowongan di Job Fair UMM karena memang menyediakan banyak daftar perusahaan. Terlebih memenuhi kebutuhan saya yang sedang mencari lowongan karir di bidang manajemen trainee. Semoga saya beruntung mendapat pekerjaan impian saya di Job Fair ini,” ungkap Gandi yang lulus Desember 2018 lalu. (riz/can)
Di UMM, BTN Ajak Mahasiswa Melek Peluang Jadi Pengusaha Properti

SALAH satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia terbesar di bidang perbankan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk meneken nota kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/3). Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di Hall Dome UMM serta disaksikan ribuan mahasiswa UMM. Keduanya bekerjasama dalam hal penyelenggaraan layanan jasa perbankan serta pelatihan dan pendidikan. Kerjasama ini diwakili langsung Dr. R. Prabantarikso SC., MBA., CWM., CHRP., sebagai Direktur Strategy, Compliance, & Risk, BTN Pusat yang dalam kesempatan ini menyampaikan kuliah tamu ke mahasiswa UMM. Dalam penyampaiannya, Mahelan menyebut backlog atau kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat masih cukup tinggi. Hal ini ditunjukan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah angka backlog perumahan mencapai 11,4 Juta kepala keluarga pada tahun 2015. Sementara menurut data BTN, permintaan perumahan tiap tahun terus naik sebesar 400 ribu unit. Sedangkan jumlah pengembang perumahan masih tidak begitu banyak. “Di Indonesia sendiri, yang memilih berprofesi sebagai entrepreneur properti jumlahnya hanya berada di angka 3,1% dari jumlah penduduk Indonesia,” kata Mahelan. Sedangkan di Singapura, lanjutnya, sudah menyentuh angka 7% dan China sudah lebih dari 10%. Bagi Mahelan ini peluang yang besar. Mahasiswa, disebutnya, bukan hanya berpeluang menjadi pengusaha properti, namun juga bisa ikut berinvestasi. “Harga tanah terus naik, sementara nilai asset juga terus meningkat,” ungkap Mahelan. Senada dengan Mahelan, Rektor UMM, Dr. H. Fauzan, M.Pd juga menyampaikan bahwa literasi tentang properti juga perlu didapatkan oleh mahasiswa. Selain melatih kemandirian, menjadi pengusaha properti punya masa depan cerah. “Literasi properti penting untuk mendapatkan gambaran jelas masa depan,” tutur Fauzan. Fauzan lantas berpesan, jangan menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. “Banyak orang biasa di Indonesia. Mahasiswa UMM harus menjadi role model mahasiswa yang tidak biasa. Menjadi pemenang di setiap tantangan dan tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan memimpin di dunia properti,” ungkapnya. Selain Marhelan, acara berformat talk show seputar literasi properti ini juga menghadirkan pembicara lain. Yakni Deddy Indrasetiawan selaku Presiden Direktur sebuah pengembang properti kenamaan, Citra Kebon Mas. Juga, Direktur perusahaan FinTech atau inovasi di bidang jasa keuangan Modalku, Sigit Aryo Tejo. (mir/can)
Mahasiswa UMM Kenalkan Varian Panganan Tempe Lezat nan Kaya Gizi

SAMPAI saat ini masih ditemukan banyak kasus anak-anak meninggal akibat gizi buruk. Kasus ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Peringatan Hari Gizi Nasional 28 Februari lalu menjadi momen penting untuk menuntaskan masalah malnutrisi serta melakukan strategi penyelesaian yang menyeluruh. Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ini, kelompok praktikum Public Relations Prospero program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar roadshow ke-30 sekolah dasar (SD) di Malang Raya untuk mengenalkan berbagai panganan lezat nan mengandung banyak gizi. Roadshow ini merupakan rangkaian acara menuju launching Kampung Hijau Tempenosaurus di Desa Beji Kota Batu yang digelar pada Maret mendatang. Roadshow sekaligus untuk memperkenalkan berbagai macam olahan berbahan baku tempe. Seperti es krim pot tempe, puding tempe, dan lain sebagainya. Inovasi berbagai varian panganan sehat berbahan baku tempe ini punya daya tarik sendiri buat anak-anak yang jarang mengonsumsi jajanan sehat. “Harapannya anak-anak lebih menyukai makanan bergizi seperti tempe dan makan-makanan sehat lainnya,” ujar Nuraini selaku wali kelas 1A SDN Oro-Oro Ombo 02, Kota Batu. Siswa pun mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM. Menurut Doni Setiawan murid kelas 1, ia mengaku acara roadshow ini seru karena sempat diputarkan video-video menarik tentang makan sehat. Terlebih dibagikannya stik tempe yang kini diakui jadi makanan sehat favoritnya. Roadshow ini berlangsung lima hari. Dimulai pada 25 Februari hingga tanggal 1 Maret 2019. Sasaran utama dari kegiatan roadshow ini yakni siswa kelas 1 SD. “Tujuannya untuk menanamkan budaya makan makanan sehat dan bergizi sejak dini,” kata Sherly selaku ketua kelompok Prospero Ilmu Komunikasi UMM. Beberapa sekolah yang sudah dikunjungi yakni SDN Ardirejo 01 Kepanjen, SDN Landungsari 02, dan SDN Oro-Oro Ombo 02 Batu. Di SDN Oro-Oro Ombo 02 sendiri kegiatan terbagi menjadi tiga kelas, dengan total murid 70 siswa. Aksi ini dinilai efektif menambah pengetahuan anak-anak tentang makanan bergizi. (*/can)
FPP UMM Gelar Pelatihan K3 untuk Cegah Resiko Kecelakaan Kerja

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Peternakan mengadakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium dalam rangka menuju zero accident atau kecelakaan nihil, Sabtu (2/3) di Kapal Garden Hotel Malang, kompleks Taman Sengkaling UMM. Ir. Hariyanto M. Si, konsultan ahli K3 dan Quality, Health dan Environment mengatakan, disiplin menjaga keselamatan tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga meliputi keselamatan orang lain. “Misalnya alat-alat praktek perlu disimpan dengan baik. Juga pengadaan tempat khusus supaya penggunaan alat terjamin aman,” jelas Hariyanto. Hariyanto juga menyampaikan pentingnya manajemen kepanikan saat ada bencana alam maupun kesalahan yang diakibatkan human error atau kesalahan manusia. “Rambu-rambu kerja seperti pintu keluar darurat harus jelas terpasang supaya ketika ada bencana tidak panik berlebihan mencari pintu keluar,” jelasnya. Pelatihan dihadiri sembilan perwakilan dari luar UMM. Di antaranya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Laboratorium SMA 10 Kota Malang dan PT. Indolakto. Dari UMM, hadir perwakilan laboratorium Teknik Mesin, Kimia, Kedokteran. Nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan. Sementara, menurut Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MP. MM., Kepala Laboratorium Peternakan, hampir setiap fakultas di UMM memiliki laboratorium. Namun program K3 dirasa belum masif diterapkan. Disebutnya, ada beberapa laboratorium yang perlu disertai dengan program K3 secara khusus, utamanya laboratorium eksakta. Program K3 belum banyak diadakan. Padahal sektor kerja yang memerlukan program K3 sangat banyak. Karena laboratorium di UMM ke depan bukan saja diperuntukan bagi mahasiswa, tetapi juga untuk kepentingan umum. Seperti laboratorium Peternakan yang akan melakukan kerjasama dengan instansi lain untuk Inseminasi Buatan. (mir/can)