LK UMM Rayakan Kreativitas Generasi Muda di Hari Sumpah Pemuda
Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar acara final akbar Kaleidoskop Kebudayaan pada 28 Oktober lalu untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ajang ini mempertemukan para finalis peserta SMA dan SMK yang bersaing dalam berbagai lomba. Mulai dari tari kreasi daerah, vokal kreasi daerah, baca puisi dan musikalisasi, hingga desain batik digital. Bahkan ada beragam lomba menarik lain seperti vlog dan fotografi seni budaya, hingga kaligrafi. Kegiatan tersebut mengangkat tema besar digitalisasi kebudayaan, dengan harapan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. menyambut hangat para peserta. Ia berharap aktivitas ini bisa mendorong dan menjadi pengingat pentingnya kebudayaan. Terutama bagi para anak muda saat ini. “Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda, momentum penting yang mengingatkan kita akan semangat generasi muda untuk menjaga persatuan dan kebudayaan bangsa. Bagaimana anak-anak muda punya semangat dan motivasi untuk berinovasi bagi negeri,” jelasnya. Antusiasme peserta pun semakin terasa saat Ibu Daroe mengapresiasi karya-karya yang akan ditampilkan di depan para juri. Ia mengajak para peserta untuk menunjukkan yang terbaik, serta berpesan agar mereka menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan sebagai pondasi generasi emas Indonesia pada 2045. Ajang tersebut juga diharapkan bisa menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk mengekspresikan kecintaan mereka pada budaya. Selain itu juga sekaligus menambah wawasan untuk melestarikannya. Sementara itu, Wakil Rektor V UMM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menyambut baik antusiasme peserta dan mengapresiasi LK UMM atas terselenggaranya acara yang meriah itu. Tri juga mengajak generasi muda untuk terus menjunjung budaya bangsa dan tidak melupakan akar kebudayaan di tengah era digital yang terus berkembang. Tak hanya kompetisi, acara ini juga memberikan panggung bagi penampilan seni yang menggugah dan menyemarakkan suasana. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah, tampil dengan karya yang menunjukkan kecintaan mereka terhadap kebudayaan lokal masing-masing. Rangkaian acara yang inspiratif ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta untuk menguatkan semangat kebersamaan dan mempererat rasa cinta mereka pada budaya bangsa. (vin/wil)
Kajian di UMM: Menemukan Beragam Inspirasi Sains di Alquran

Mempelajari dan memperdalam ilmu yang ada di Alquran menjadi nilai pedoman tersendiri bagi seorang muslim. Hal itu juga yang dilakukan oleh para sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang. Pada tanggal 24 Oktober lalu, UMM mengadakan pengajian umum Rabiul Akhir bersama pendakwah dan ilmuwan kondang Prof. Agus Purwanto yang digelar di Masjid A.R Fachruddin. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran rektor, dosen pengajar, hingga mahasiswa tersebut bertemakan Alquran sebagai kitab inspirasi ilmu pengetahuan. Adapun kajian serupa akan terus diselenggarakan UMM secara rutin setiap bulan. Sebelumnya, Kampus Putih sudah mengundang Prof. Haedar Nasir, kemudian putaran yang kedua ada Ustaz Wijayanto. Ini juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus menambah ilmu dan pencerahan terkait agama Islam. Dalam kajiannya, Agus mengungkapkan bahwa banyak sekali inspirasi yang bisa didapat dengan mempelajari Alquran. Misalnya tentang bagaimana sebuah pesawat bisa terbang di langit. Alquran memberikan inspirasi bagi dunia penerbangan melalui penjelasan surat An-nahl ayat 79 mengenai burung. Selain itu Agus juga menjelaskan ayat lain yang bisa berkaitan dengan cara kerja kapal. Seperti dalam surat Al-Qamar ayat 13 dan juga Al-Jasiyah ayat 12. Dua ayat tersebut merupakan hal yang sama dan memiliki tujuan yang sama. Pada ayat yang pertama dijelaskan bahwasannya Allah menundukkan lautnya, sedangkan pada ayat yang kedua Allah menundukkan kapalnya. “Lautnya ditundukkan dengan menggunakan bahan yang terapung dan tinggal diberi mesin. Kemudian juga harus bisa menundukkan ombaknya sehingga kapalnya tidak tenggelam. Dua ayat tersebut memiliki misi yang sama. Menggambarkan karakteristik kapal yang berbeda antara kapal kayu dan kapal logam,” Kata Guru Besar Fisika ITS tersebut. Sebagai penutup, Agus yang pernah menjadi dosen UMM itu mengatakan, Alquran tidak hanya menjadi basis nilai saja. Tetapi juga bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi terkait pengembangan sains dan tehnologi. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lilalamin sehingga pola pikir muslim juga harus diubah. Misalnya dengan tidak hanya menjadi consuemr atau user, tapi bisa benar-benar memberikan produk atau inovasi baru agar mampu memberikan manfaat. “Jadi, mari bersama mengembangkan Islam yang mampu memahami materi ilmu-ilmu agama dan juga ilmu di bidangnya masing-masing. Dengan begitu, kita juga mampu memberikan sumbangsih untuk dunia,” pungkasnya. (zaf/wil)
Peringati Sumpah Pemuda, UMM Tunjukkan Cara Merawat Merah Putih

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berkomitmen merawat dan menjaga kebhinnekaan serta persatuan Indonesia. Salah satunya tercermin dalam Sarasehan Kebangsaan bertajuk ‘Sintesis Kebhinnekaan untuk Merah Putih’ yang digelar pada 28 Oktober 2024 lalu. Turut hadir berbagai kalangan, mulai dari budayawan, tokoh-tokoh dari berbagai agama, tokoh dari berbagai perhimpunan umat beragama, komunitas preman mengajar, organisasi pergerakan mahasiswa, dan lain sebagainya. Mereka hadir dan membangun komitmen bersama untuk kebhinekaan dengan latar belakang agama yang berbeda. Mulai dari Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya Pendeta David Tobing, Ketua PHDI Malang Istianah, hingga dosen UMM Pradana Boy yang juga menjadi Duta Internasional Dialog antar Agama. Penyatuan cara pandang Ini menjadi cara menarik untuk memperingati hari Sumpah Pemuda Indonesia di UMM dalam rangka memperkuat kebhinekaan merah putih. Adapun Sarasehan ini menjadi rangkaian kegiatan dari Festival Kebangsaan yang dilaksanakan setiap tahun oleh UMM. Ini menjadi agenda rutin yang selalu Kampus Putih lakukan sebagai upaya merawat kebangsaan . Dimulai pada setiap awal Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda dan akan terus melibatkan para tokoh lintas agama dari berbagai daerah. Terkait agenda ini, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa umat manusia tidak hanya terdiri dari perbedaan jenis kelamin atau usia saja. Latar belakang budaya dan agama juga menjadi hal strategis yang perlu untuk dipikirkan bersama. Maka, sarasehan kebangsaan yang digelar di UMM ini punya peran penting. Apalagi UMM memang menasbihkan diri dengan slogan ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’. Maka, Kampus Putih percaya semua orang sama, duduk sejajar sebagai anak bangsa. “Latar belakang budaya masing-masing manusia sangatlah krusial, bukan hanya di aspek ras saja. persinggungan agama dan budaya juga menarik untuk dibahas. Banyak orang bilang bahwa hurud D dalam kebudayaan itu adalah ‘din’ yang artinya agama dalam bahasa Arab. Jadi, Ini isyarat bahwa agama itu inklusif dan melekat di dalam diri semua orang,” tegas Nazar. Lebih lanjut, Nazar menilai bahwa peringatan ini menumbuhkan gairah patriotisme tentang Indonesia yang dirangkai dalam rumah Kebhinnekaan. Tidak hanya perayaan, tapi ini menjadi pengingat untuk melahirkan kelompok-kelompok pelopor yang secara sadar mengampanyekan keberagaman dengan gaya dan caranya masing-masing. “Namun, jangan sampai kelompok-kelompok ini malah menciptakan rasa yang berbeda-beda,” tegasnya. Rektor asal Sumbawa itu menilai bahwa ada tugas besar yang harus diemban oleh para tokoh kultural seperti guru, tokoh agama, dan budayawan untuk merefleksikan budaya sebagai konsep agama yang melekat pada semua manusia. Memebntu masyarakat yang tidak membedakan umat manusia dalam segala spek kulturalnya. Dengan begitu, tiap manusia akan merasa nyaman dan tidak terasing sekalipun berada di tengah-tengah orang yang berbeda. “Ini menjadi tugas besar yang harus dialkukan jelang 100 tahun usia Indonesia. Jelang tahun 2045 di mana Indonesia diprediksi menjadi negara yang sejahtera. Sekali lagi saya ucapkan selamat memperingati sumpah pemuda. Mari meneguhkan persatuan dan kebhinnekaan Indonesia,” pungkasnya. (wil)
Begini Pandangan Tiga Tokoh Agama di Sarahsehan Kebangsaan UMM

Beragam tokoh agama dan budayawan hadir dalam Sarahsehan Kebangsaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 28 Oktober ini. Tiga di antaranya juga berkesempatan untuk membagikan perspektif dan pandangannya, termasuk mengenai perdamaian dan merawat kebhinnekaan. Mereka adalah Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya Pendeta David Tobing, Ketua PHDI Malang Istianah, hingga dosen UMM Pradana Boy yang juga menjadi Duta Internasional Dialog antar Agama. Dalam penjelasannya, Pendeta David Tobing menyinggung mengenai pentingnya komunikasi, diskusi, serta dialog antar umat beragama. Ia juga menyampaikan perspektif dan peran umat Kristen dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan di Indonesia. Dalam agama Kristen, perdamaian dan persatuan adalah kedua hal yang mutlak dan harus terwujud dalam kehidupan. Seperti dalam Matius 5:9 yang berbunyi ‘Berbahagialah orang yg membawa damai, karena mereka akan disebut anak anak Allah’. “Kerukunan antar umat beragama harus diwujudkan secara aktif dengan membangun komunikasi yang baik. Salah satunya terwujud dalam program FKAUB Barikan Anak Nusantara yang dimeriahkan oleh anank-anak dengan latar belakang agama, budaya, dan kepercayaan yang berbeda. Dengan menanamkan jiwa perdamaian dan persatuan dalam diri anak-anak bangsa serta masyarakat antar umat beragama, saya yakin keberagaman agama akan mewujudkan perdamaian dan persatuan di Nusantara,” tambahnya. Adapun Sarasehan ini menjadi rangkaian kegiatan rutin dari Festival Kebangsaan yang dilaksanakan setiap tahun oleh UMM. Dimulai pada setiap awal Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda dan akan terus melibatkan para tokoh lintas agama dari berbagai daerah. Di sisi lain, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Istianah menyoroti persepsi perdamaian dan persatuan dari sudut pandang agama Hindu. Ia menekankan kiblat lima keyakinan agama hindu yang disebut ‘Panca Sradha’. Perempuan yang akrab disapa Ratih itu juga menandasakan pentingnya keharmonisan dalam mencapai kehidupan persaudaraan yang tenteram dan damai. Menurutnya, keragaman suku, ras, agama, dan budaya tak menjadi penghalang kita dalam mewujudkan ‘Hidup Rukun’ di Nusantara. “Segala bentuk bakti yang kita lakukan dengan cara kita masing-masing adalah untuk berbakti pada Tuhan yang Maha Esa. Sesama saudara patutnya kita junjung tinggi nilai moral asah, asih, asuh. Sehingga, tertanam juga dalam diri kita nilai ‘Tat Twam Asi’ yang maknanya aku adalah kamu dan kamu adalah aku,” sambungnya. Hal selaras juga dijelaskan Pradana Boy. Ia fokus membahas terkait fragmentasi fenomena yang sedang terjadi serta kondisi dunia saat ini. Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah ekonomi global, geopolitik, perang, perubahan iklim, disrupsi, dan identitas. Menariknya, Ia menyoroti pentingnya juga memaknai sisi sejarah Indonesia sebagai suatu bangsa atau negara dari awal masa hinduisme-budhisme, masa kesultanan Islam, masa kemerdekaan, hingga masa bangsa-negara. Menurutnya, makna sebenarnya dari sintesis kebhinekaan adalah ketergantungan satu sama lain antara manusia. “Perpecahan ada karena sebagian orang tidak begitu paham akan pentingnya sejarah dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan dunia. Fenomena krisis antar umat beragama yang terjadi bukanlah masalah agamanya, tetapi orang orang yang mempraktekan agamanya. Tentu, perdamaian dapat kita wujudkan di antara perbedaan. Meskipun agama kita berbeda, tetapi muara agama kita sama yaitu kebajikan,” pungkasnya. (din/wil)
Peduli Lansia, Mahasiswa UMM Ciptakan Closet Duduk Hidrolik

Peduli terhadap keselamatan masyarakat lanjut usia (lansia), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan inovasi closet duduk hidrolik ramah lansia. Menariknya, inovasi tersebut sukses meraih prestasi kategori “Best Funcionality” dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun (LNT-RBM) XIII yang digelar di Ternate, Maluku Utara, awal Oktober ini. Berawal dari kegelisahannya dan tim terhadap mobilitas lansia saat berada di kamar mandi, Ahmad Khaidir Ali dan tim lebih mengutamakan fungsi dan ketahanan inovasi rancangan mereka. Ahmad, sapaan akrabnya, mengaku mendapatkan ide tersebut dari hasil riset bersama timnya di Rumah Singgah Lansia Hizbul Wathan Malang. Sebagian besar keluhan para lansia yang muncul adalah ketika mereka berada di di kamar mandi. Maka dari itu, karya closet duduk hidrolik tersebut didesain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan kemudahan akses para lansia saat menggunakannya. Alat hidrolik yang terpasang pada closet membantu mobilitas naik dan turun para lansia. “Mayoritas keluhan dari para lansia yang kami temui adalah kesusahan saat menggunakan closet. Seperti yang kita ketahui bersama, fungsi alat hidrolik sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan manusia dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Untuk itu, kami memanfaatkan fungsi alat hidrolik yang menjadi salah satu poin utama rancangan desain kami,” sambungnya. Di samping mengutamakan fungsi alat hidrolik, Ahmad juga sangat mempertimbangkan ketahanan alatnya dari jenis material yang digunakan. Tahan akan korosi menjadi fokus penting dalam pemilihan material inovasinya. Misalnya, ketahanan terhadap beberapa faktor lingkungan yang berpeluang menyebabkan korosi pada logam, seperti kontak langsung dengan air dan oksigen. Uniknya, alat tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang mengalami kendala kesehatan dan yang membutuhkan. Ia dan tim sangat senang bisa turut berpartisipasi mewakili UMM dalam kompetisi luar biasa ini. Meski demikian, Ia juga menceritakan kesulitan dan tantangan yang harus Ia dan timnya hadapi sebelumnya. Salah satunya perhitungan mendetail seputar komposisi dan jangka waktu ketahanan alat hingga biaya yang diperlukan. “Kami sempat mengalami kendala dalam perhitungan komposisi struktur alat, material yang digunakan, dan jangka waktu ketahananya. Beruntung, pihak UMM sangat peduli dan mendukung penuh inovasi kami. Di bawah bimbingan dosen Bu Iis Siti Aisyah, kami akhirnya bisa menemukan desain final yang bisa dibangun. Selain itu, sosialisasi secara berkala sangat dibutuhkan kepada para lansia agar mereka bisa optimal menggunakannya,” tambahnya. Terakhir, Ia berharap inovasi desain rancangannya bisa bermanfaat bagi masyarakat umum. Ia juga mengaku sangat terkesan dengan berbagai inovasi anak muda lain. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa ide-ide anak muda memang harus dieprtimbangkan untuk memajukan bangsa. “Ide-ide rancangan para peserta mahasiswa dari berbagai kampus sangat fresh dan sangat bagus. Saya juga berharap, mahasiswa Teknik Mesin UMM lainnya mampu melahirkan rancangan alat lain yang lebih inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pesannya. (wil)
Begini Serunya Gramedia Goes to Campus di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi tuan rumah acara-acara menarik. Kali ini program Gramedia Goes to Campus hadir dan memberikan beragam kegiatan menarik bagi anak-anak muda dan mahasiswa. Mulai dari talkshow pengembangan diri, pelatihan yang meningkatkan skill, bahkan sederet tryout menarik. Adapun Keseruan acara itu berlangsung selama dua hari yakni 23-24 Oktober ini. Pada hari pertama, para mahasiswa dan anak muda berkesempatan untuk ikut berbagai workshop dan try out. Di antaranya pelatihan tes minat bakat, try out IELTS, wokrshop pembuatan CV, hingga interview in english fo job yang membantu para mahasiswa ketika lulus nanti. Semua itu dilakukan UMM dan Gramedia untuk meningkatkan dan melatih softskill para mahasiswa. Tercata, ada lebih dari 300 mahasiswa yang mengikuti rangkaiaan kegiatan ini. Sementara itu, pada hari kedua program tersebut menghadirkan sederet narasumber yang ahli dalam bidangnya. Ada penulis buku Mariposa Luluk HF yang juga merupakan alumnus UMM. Kemudian juga Gus Dhofir, penulis buku Peradaban Sarung hingga seorang CEO dan Co-Founder dari Inspigo yang bernama Tyo Guritno. Mereka memberikan berbagai topik menarik agar para mahasiswa bisa mempersiapkan karir dengan baik. Melatih kepercayaan diri dalam diri mahasiswa dan mampu bersaing di dunia kerja kelak. Dalam paparannya, Luluk HF mengatakan bahwa penulis pemula perlu memiliki mindset yang kuat dan tidak berekspektasi berlebihan dalam karya-karya yang sudah dibuat. Yang terpenting adalah bagaimana penulis dapat berkomitmen untuk terus berkarya dan memberikan dampak. Salah satu cara yang biasa ia buat adalah dengan menyusun tangga pencapaiaan diri. Dengan begitu, para penulis, terutama pemula, bisa mengetahui seberapa jauh mereka sudah melangkah dan mengetahui arah masa depannya. “Semangat yang naik turun itu wajar karena manusia tidak setiap hari bahagia. Maka dari itu, kita harus memahami diri sendiri. Jika sedang ada diposisi surut, jangan terlalu memaksakan diri untuk menulis. Tenangkan diri telebih dulu hingga suasana membaik sehingga setelah itu kita bisa mencoba menulis kembali,” ujarnya memberi tips agar dapat konsisten menjadi seorang penulis. Di sisi lain, Direksi Gramedia Heri Darmawan mengatakan pihaknya memang memiliki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka dari itu, timnya datang ke kampus UMM untuk memberikan kontribusi dan memberikan dampak baik, utamanya dalam bidang pendidikan. “Semoga program ini benar-benar bisa memberikan pencerahan dan membuka jalan kesuksesan bagi para anak muda,” katanya berharap. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. Menurutnya, agenda hasil kolaborasi UMM, Gramedia, dan Bank Danamon ini sangat insightful. Ada banyak hal baru yang mungkin belum mahasiswa tahu. “Saya senang sekali kalau ada event-event yang fokusnya pada pengembangan karir di masa depan, termasuk pentingnya menulis. Tugas saya tentu menyemangati dan mewadahi generasi muda, khususnya UMM, untuk selalu terbuka pikirannya. Selain itu juga mendukung peningkatan tingkat literasi generasi muda,” tegasnya. (wil)
FPP UMM Perkuat Rekognisi Internasional dengan Summer Course

Iklim internasional terus dijalankan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM dengan melangsungkan Summer Course Faculty of Agriculture and Animal Science (SCFAAS) 2024 pada 16-24 Oktober. Ada puluhan mahasiswa dan dosen dari sederet kampus di Asia Tenggara, mulai dari Malaysia hingga Vietnam. Ada beberapa universitas yang turut serta seperti Universitas Putra Malaysia (UPM), Silpakorn University, Prince Songkla University, Universitas Sultan Zainal Abidin, dan lainnya. Terkait summer course ini, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Ph.D menjelaskan, aktivitas ini juga menjadi bentuk kolaborasi UMM dalam membangun sustainability Southeast Asia. Apalagi kampus memang memegang peran penting dalam upaya tersebut. “Ini merupakan inovasi yang apik serta menjadi usaha FPP untuk menghadirkan iklim internasional. Tidak hanya memberikan pengalaman, tapi juga membuka peluang menjalin kerjasama-kerjasama lainnya,” kata Salis. Adapun program SCFAAS 2024 disambut baik oleh para peserta baik dari mahasiwa internsional, maupun mahasiswa dari UMM. Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi secara virtual dari kampus masing-masing. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Kampus Putih dan belajar lebih dalam mengenai bahasa, budaya di Indonesia, dan sekilas tentang ilmu pertanian-peternakan. Salah satu dosen dari Malaysia, Dr. Eric Lim berharap para mahasiswanya bisa lebih memahami budaya luar, dalam hal ini Indonesia. Kemudian jug bisa mengembangkan kolaborasi sesama mahasiswa. Selain itu, ia juga ingin bisa menjalin kerjasama, tidak hanya dengan UMM tapi juga bergabung dengan universitas lain sehingga bentuk kolaborasi lebih besar. “Ini kali kedua saya datang ke Malang dan UMM merupakan kampus yang bagus, dingin, dan orang-orangnya sangat ramah. Semoga bisa kembali bertemu di SCFAAS selanjutnya,” tambah Eric. Sementara itu Wakil Dekan I FPP Ir. Henik Sukorini, Ph.D. menjelaskan, kerjasama internasional ini juga mewadahi para dosen luar negeri maupun dosen UMM dalam kegiatan Visiting Lecture. Sebuah program pertukaran pengajar (dosen) untuk secara bergantian berkesempatan mengajar di beberapa perguruan tinggi luar negeri yang bekerjasama dengan UMM. Seperti dosen UPM mengajar di Peternakan UMM, Silpakorn University mengajar di Agribisnis, dosen Kasetsart University berkesempatan bertemu mahasiswa Akuakultur UMM, dan masih banyak lagi. Henik sapaan akrabnya menyebut program ini diselenggarakan bertujuan untuk menciptakan Internasionalisasi atmosfer akademik di UMM terkhusus di FPP UMM. “Ini menjadi cara kami menciptakan internasionalisasi atsmosfer akademik. Apalagi lima prodi kami sudah terakreditasi ASIIN. Lalu, untuk rencana jangka panjang kami sedang melakukan negosiasi dengan beberapa kampus luar negeri untuk bisa mengadakan student exchange antar kampus kolaborator kurang lebih selama satu semester,” sambungnya. (din/wil)
Berkat Relasi Internasional UMM, Dosen FH Ini Terbang ke Portugal

Sukses bermitra dengan banyak Perguruan Tinggi di beberapa negara dunia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga aktif terlibat dalam beragam kegiatan internasional. Adalah Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H. dosen Fakultas Hukum UMM yang sukses terbang ke Portugal dalam rangka program Erasmus+ Teaching-Mobility University of Minho (UMinho) selama lima hari, Oktober ini. Adapun Teaching Mobility merupakan program pertukaran dosen yang berisi full sharing dan diskusi tentang basic masing-masing Sivitas akademika, fakta-fakta lapangan seputar kampus, hingga berkesempatan belajar materi bahasa portugis. Fatih, sapaan akrabnya, mengaku tak hanya berdiskusi tentang sistem hukum saja. Namun ia juga banyak belajar seputar kehumasan disana. Mulai dari belajar komunikasi yang efektif, hingga langkah dalam membangun kepercayaan diri pada mahasiswa baru. Salah satu program UMinho yang sangat menarik perhatiannya adalah program dan slogan mereka yakni ‘Show UMinho’ atau ‘This is UMinho’ atau ‘I am UMinho’. “Menurut saya, ‘Show UMinho’ ini merupakan program branding yang menarik dan bagus untuk diterapkan. Dari awal mahasiswa baru masuk kampus, sudah ada break down dari program sekaligus slogan tersebut. Sehingga, tertanam internalisasi nilai pada diri mahasiswa tentang bagaimana cara mencintai kampus sejak masih mahasiswa baru,” sambungnya. Lebih lanjut, Ia menyoroti manajemen dan sistem pembelajaran UMinho yang cukup berbeda dengan sistem waktu pembelajaran di kebanyakan kampus di Indonesia. Sistem waktu pembelajaran yang fleksibel memudahkan mahasiswanya untuk belajar secara maksimal di jam perkuliahan. Selain itu, sama seperti pada kebanyakan kampus eropa pada umumnya, tidak ada intimidasi antara dosen dengan para mahasiswanya di area kampus. “Ada tiga hal positif yang ingin saya bawa ke kampus. Pertama, mengenai metode pembelajaran yang fleksibel, sehingga tidak memberatkan mahasiswa. Lalu, program branding kampus yang lebih terstruktur terkait bagaimana membangun kenyamanan lingkungan kampus dari internalisasi nilai slogan tersebut. Dan yang terakhir, terkait menciptakan keamanan, kenyamanan, dan menghargai orang lain,” tambahnya. Di samping belajar banyak hal di area kampus, ia juga berkesempatan field trip ke beberapa perpustakaan dan tempat bersejarah di Braga. Fatih juga mengaku kagum terhadap sejarah dan budaya disana. Mulai dari cerita dibalik Kota Braga yang memiliki sejarah panjang dalam berdirinya negara Portugal hingga budaya masyarakatnya yang sangat mengutamakan keamanan pejalan kaki. Fenomena menarik lainnya tentang rumah makan Portugal adalah quality control kebersihan dan keamanan makanan. Terakhir, Fatih juga menyoroti pentingnya keberadaan asosiasi sesama pengguna bahasa Indonesia. Menurutnya, hal itu sangat membantu untuk dapat perkumpulan yang positif, sehingga membantu cepat dalam beradaptasi di lingkungan baru. Ia berharap bisa menyerap dan menyalurkan banyak ilmu serta inovasi selama belajar di UMinho yang nantinya bermanfaat juga bagi UMM. (din/wil)
Ruang Inklusif Digencarkan di UMM Autism Summit 2024

Demi mendukung kesadaran akan individu dengan autisme, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah UMM Autism Summit 2024. Agenda yang dilaksanakan pada awal Oktober itu dihadiri oleh ratusan masyarakat, ahli, sivitas akademika, dan para pembicara yang mumpuni. Terlebih lagi ada talkshow yang menghadirkan tiga pemateri yang memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam bidang autisme. Salah satunya Nina Rukmina Dewi, seorang orang tua dari anak penyandang autisme dan konselor pendidikan. Menurutnya, penting bagi para orang tua untuk tidak panik ketika menghadapi situasi sulit. Ia juga mendorong agar terus mencari dan tidak menyerah dalam mendapatkan solusi terbai bagi anak. “Ketika kita diamanahi untuk memiliki anak berkebutuhan khusus, kita juga harus menjadi istimewa dalam kerja keras dan pembelajaran. Penerimaan terhadap keunikan anak juga harus kita tanamkan sejak awal. Jika orang tua hanya bersikap biasa-biasa saja, segala keistimewaan anak bisa menjadi masalah baru yang lebih kompleks,” tambahnya. Di sisi lain, turut hadir Bayu Dwito Wicaksono, S.T., seorang profesional yang baru terdiagnosa autisme pada usia 30 tahun dan kini bekerja di lingkungan yang inklusif. Bayu menjelaskan bahwa penting untuk menyuarakan kesadaran autisme di lingkungan terdekat dan media sosial. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan inklusif di lingkungan pendidikan dan tempat kerja, agar semua orang dapat berkontribusi tanpa merasa terpinggirkan. “Inklusivitas berarti melibatkan semua orang dan mendengarkan kebutuhan individu. Kita harus membuat orang-orang di sekitar kita memahami bahwa setiap individu, terlepas dari diagnosis mereka, memiliki hak untuk diterima dan dihargai,” jelas Bayu. Penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Dr. Cahyaning Suryaningrum, dosen Fakultas Psikologi UMM. Dalam sesi talkshow-nya, ia menilai dukungan psikologis bagi anak-anak dengan autisme harus digencarkan. Anak-anak ini sering kali menghadapi tantangan yang berat, baik dari dalam diri mereka sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Mereka berjuang untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan yang sering kali tidak memahami mereka. Maka, menciptakan ruang yang sama bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa menganggap mereka sebagai minoritas adalah salah satu kunci. Lebih lanjut, Cahyaning menjelaskan, setiap respon yang diberikan oleh anak-anak dengan autisme harus dihargai. “Dukungan harus datang dari keluarga, teman, dan masyarakat luas. Kita harus belajar untuk menerima dan mencintai anak-anak berkebutuhan khusus, karena mereka juga berjuang untuk menemukan tempat mereka di dunia ini,” katanya Adapun UMM Autism Summit 2024 diharapkan menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap individu dengan autisme. Melalui kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat umum, acara ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih inklusif dan peduli terhadap keberagaman. (*/Wil)
Serunya ME Award di UMM, Lomba Robot hingga Business Plan

Lebih dari 4.500 siswa dan guru memadati Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 20 Oktober lalu. Hal itu tak lepas dari penyelenggaraan ajang bergengsi Muhammadiyah Education (ME) Award yang mempertemukan berbagai sekolah dari semua tingkat, yakni SD, SMP, hingga SMP. Belasan cabang lomba juga dihadirkan untuk memacu semangat para siswa dan guru untuk menjadi juara, mulai lomba robotika, matematika, IPA, pidato bahasa Arab dan Inggris, guru berprestasi, business plan, dan lain-lain. Turut hadir dalam pembukaan itu, Penasigat Khusus Presiden Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. yang memberikan motivasi. Ia mengatakan, ME Award sangat penting dan berarti bagi para siswa dan siswi agar bisa saling mengenal dan mengasah kemampuan. Peningkatan kemampuan para murid merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh guru, orang tua, dan siapa saja yang bertanggungjawab dalma dunia pendidikan. Menurutnya, seorang siswa Muhammadiyah harus dibekali dengan pemikiran yang kritis agar kreativitas terus terbentuk dan bermanfaat untuk masa depan. “Kita harus membawa anak didik kita ke level yang tinggi dengan melatih cara berpikir yang luas. Setiap sekolah juga harus bisa memastikan para muridnya memiliki keterampilan komunikasi yang baik, inovasi, kreatifitas yang tinggi, serta kolaborasi yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut dilakukan agar sekolah-sekolah di Muhammadiyah dapat menciptakan generasi unggul di masa depan,” ujarnya. Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan permasalahan yang dihadapi para siswa Indonesia saat ini, salah satunya tingkat keterampilan komunikasi yang relatif rendah. Penggunaan satu bahasa dalam proses pembelajaran dan kehidupan membuat keterampilan komunikasi masayrakat kurang berkembang. Ia membandingkan Indonesia dengan Malaysia atau Singapura yang saat ini juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua sehingga meningkatkan kepercayaan diri masyarakatnya. Maka, ME Awards dinilai menjadi ajang yang bagus dalam meningkatkan kepercayaan diri para siswa-siswi Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. dr. Sukadiono, M.M. mengatakan, ada tiga ciri utama untuk menjadi pemimpin sukses. Pertama, mampu mengadakan sebuah perubahan dalam institusinya untuk menjadi lebih baik, maju dan unggul. Kedua, memiliki visi dalam rangka memajukan sekolahnya. Ketiga, memiliki pembeda atau keunggulan di institusi yang dimpimpin. “Tiga hal ini harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Jadi bukan hanya memimpin karena sekadar menggugurkan kewajiban, tapi benar-benar berkomitmen dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah,” tegasnya. Terkait ME Award, Sukadiono mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya acara ME Award 2024 ini. Ia berpesan kepada para peserta bahwa menang dan kalah merupakan hal wajar, yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa saling memacu diri agar bisa berprestasi. “Semoga semua sekolah Muhammadiyah, khususnya di Jatim, dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan bisa mengintegrasikan iman serta ilmu. Sehingga akna muncul para pemimpipn bangsa di masa depan,” katanya mengakhiri. (zaf/wil)