Humas UMM Kembali Borong Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Prestasi demi prestasi terus diraih Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Humas UMM sukses membawa pulang dua penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025 yang diadakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, 19 Desember 2025 lalu. Humas UMM berhasil meraih silver medal kategori pengelolaan laman dan bronze medal untuk pengelolaan media sosial. Terkait kemenangan ini, Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro, M. Ikom. bersyukur dan merasa bangga. Menurutnya, ini menjadi bukti konsistensi performa humas UMM. Utamanya dalam menyebarkan informasi di bidang pendidikan tinggi, termasuk program Kampus Berdampak. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Setiap tahun kami berhasil meraih penghargaan Anugerah Diktisaintek ini. Bahkan kali ini mempertahankan dua raihan penghargaan sekaligus,” katanya. Maharina, panggilan akrabnya, menilai bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan dari pemerintah atas kinerja Humas UMM selama ini. Terutama dalam menyuarakan berbagai program universitas yang sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek. Keberhasilan ini juga tak lepas dari strategi publikasi yang dilakukan secara terukur dan sesuai dengan kebutuhan publik. “Kami berusaha membuat konten yang bisa diterima masyarakat luas. Misalnya konten yang relevan dengan tren generasi muda, seperti Gen Z, melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Selain itu, kami juga rutin merilis berita bernuansa ilmiah dan berdampak yang tetap menarik,” tegasnya. Tim Humas UMM, lanjutnya, juga aktif mempromosikan program-program berdampak. Salah satu yang unik dari UMM adalah kehadiran Direktorat Saintek UMM yang menjadi wadah inovasi dan penelitian yang sudah dihilirasi. Berbagai inovasi dan kontribusi pengabdian dilahirkan, tidak hanya di Jawa tapi juga di berbagai wilayah lainnya. Terbaru, melalui program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M), UMM berupaya mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur. “Jadi Direktorat Saintek ini menjadi katalisator dan mempercepat UMM untuk terus berdampak bagi masyarakat. Berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk menebar kebermanfaatn. Ini menjadi salah satu program yang senantisa kami sebarluskan melalui beragam media,” tambahnya. Terakhir, Maharina menegaskan prestasi ini menjadi motivasi bagi Humas UMM untuk terus meningkatkan kualitas. Menyebarkan informasi baik dan membangun negeri agar semakin berdampak untuk Indonesia.(imm/lim)

Layani Warga Pascabanjir Sumbar, Dokter Posko UMM Sebut Banyak Korban Mengeluhkan Penyakit Kulit

MAKLUMAT – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), kebutuhan layanan kesehatan bagi warga terdampak masih menjadi perhatian serius. Merespons kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka posko kesehatan gratis di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam. Posko kesehatan ini beroperasi sejak 16 hingga 25 Desember dan setiap harinya melayani puluhan warga terdampak banjir. UMM menurunkan satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit UMM, serta tiga dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM untuk memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat. Kegiatan kemanusiaan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana. Dokter umum RS UMM, dr. Ilham Setya Wicaksono, mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga adalah penyakit kulit, terutama gatal-gatal. Hal ini dipicu oleh penggunaan air yang keruh serta keterbatasan akses air bersih pascabanjir. “Sebagian besar pasien datang dengan keluhan penyakit kulit. Akses air bersih masih sangat terbatas, sehingga berdampak langsung pada kesehatan warga,” jelas dr. Ilham. Selain layanan pengobatan umum, posko kesehatan UMM juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Tim medis turut memberikan edukasi kesehatan agar warga lebih memahami cara penanganan awal penyakit dan menjaga kondisi tubuh di tengah situasi pascabencana. Baca Juga  Gusdurian Nilai Kapolri Gagal, Desak Mundur Usai Kekerasan Aparat dr. Ilham juga menceritakan kondisi medan menuju lokasi posko yang masih memprihatinkan. Sejumlah jalan, rumah, jembatan, dan area persawahan mengalami kerusakan parah. Material batu dan kayu sisa terjangan banjir masih terlihat di berbagai titik. “Kondisinya memang berat, tapi ini bagian dari tugas kemanusiaan. Kami berharap kehadiran posko ini bisa membantu warga menjaga kesehatan mereka,” ujarnya. Sementara itu, bidan setempat, Afrida Arianti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim kesehatan dari UMM. Menurutnya, layanan kesehatan gratis ini sangat membantu warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan akibat dampak banjir. “Kami sangat berterima kasih. Kehadiran tim UMM membuat warga tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan, terutama dalam kondisi yang masih sulit seperti sekarang,” tuturnya. Melalui kolaborasi berbagai pihak, UMM berharap proses pemulihan pascabencana di Sumatra Barat dapat berjalan lebih cepat, terutama dalam menjaga kesehatan masyarakat terdampak. *) Penulis: Edi Aufklarung

Pantau Kesehatan Korban Banjir, Tim Medis UMM Buka Posko Gratis di Maninjau

KLIKMU.CO – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, kebutuhan layanan kesehatan warga terdampak masih menjadi perhatian utama. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka posko kesehatan di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, untuk memberikan layanan medis gratis bagi puluhan warga terdampak setiap harinya sejak 16 hingga 25 Desember. Dalam kegiatan kemanusiaan ini, UMM mengirimkan satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit UMM, serta tiga dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM. Program ini didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana. Dokter umum RS UMM dr Ilham Setya Wicaksono menyampaikan bahwa sebagian besar warga yang datang ke posko mengalami keluhan penyakit kulit, terutama gatal-gatal. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan air yang keruh serta sulitnya akses air bersih pascabanjir. “Akses air bersih masih sangat terbatas, sehingga banyak warga mengalami gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit,” jelasnya. Setiap harinya, posko kesehatan UMM melayani puluhan pasien. Tim medis membawa berbagai jenis obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain layanan pengobatan umum, posko ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Edukasi kesehatan terkait penyakit serta penanganan awal juga diberikan kepada masyarakat agar mereka lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya. Dokter Ilham menambahkan bahwa mayoritas pasien merupakan warga terdampak langsung banjir. Ia juga menceritakan kondisi perjalanan menuju lokasi posko yang cukup memprihatinkan, dengan banyak jalan, rumah, jembatan, dan sawah mengalami kerusakan parah. Material batu dan kayu yang terbawa arus banjir masih mendominasi area sekitar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut dilakukan demi tujuan kemanusiaan. “Harapan kami, kehidupan masyarakat bisa kembali pulih dan kolaborasi semua pihak dapat mempercepat pemulihan pascabencana. Kami memang hadir sementara, tetapi semoga bisa membantu warga menjaga kesehatan mereka,” ujarnya. Sementara itu, bidan setempat, Afrida Arianti, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran tim kesehatan UMM. Layanan kesehatan gratis ini sangat membantu warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kondisi pascabencana. “Kami sangat berterima kasih karena kehadiran tim UMM membuat warga tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan, terutama di situasi yang masih sulit seperti sekarang,” tuturnya. (Faqih/AS)

Cegah Wabah Penyakit Pasca Banjir Agam, UMM Salurkan Ratusan Hygiene Kit

Malang (beritajatim.com) – Ancaman penyakit menular, khususnya gangguan kesehatan kulit, kini menghantui para penyintas banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Genangan lumpur yang belum sepenuhnya surut dan sanitasi yang buruk menjadi tantangan berat bagi warga. Merespons kondisi darurat ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat menyalurkan bantuan vital berupa paket kebersihan atau hygiene kit serta menerjunkan tim medis ke lokasi bencana. Langkah ini merupakan upaya konkret Kampus Putih untuk memastikan kesehatan para penyintas tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas air bersih di pengungsian. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Terbaru, tim relawan UMM menyisir wilayah Maninjau pada Sabtu (21/12/2024) untuk membagikan paket kebersihan langsung ke tangan warga. Sebelumnya, serah terima bantuan secara simbolis telah dilakukan pada Kamis (19/12/2024) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, yang diterima langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Bupati Benni. Ia menegaskan, paket bantuan ini akan diprioritaskan untuk didistribusikan ke daerah-daerah dengan dampak kerusakan paling parah. Menurutnya, hygiene kit yang berisi sabun, handuk, dan alat kebersihan diri lainnya adalah kebutuhan mendesak yang sangat krusial dalam masa tanggap darurat ini. Aksi kemanusiaan UMM di Sumatera Barat ini tidak berjalan sendiri. Pihak universitas berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sejak 8 Desember lalu, UMM telah mengirimkan puluhan relawan ahli yang terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker dari Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran, hingga tim Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana). Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM, Indra Ferry, menjelaskan urgensi dari penyaluran hygiene kit ini. Menurutnya, bencana banjir dan longsor meninggalkan lingkungan yang lembap, kotor, dan berlumpur. Kondisi ini menjadi sarang kuman yang rentan memicu wabah penyakit kulit seperti gatal-gatal, iritasi, hingga infeksi serius. “Penyaluran hygiene kit bertujuan memberikan fasilitas dasar agar warga terdampak tetap dapat menjaga kebersihan diri secara layak di tengah keterbatasan pascabencana,” jelas Indra yang juga Dosen Akuakultur UMM tersebut. Ia menambahkan, dampak bencana tidak hanya pada kerusakan infrastruktur fisik, tetapi juga kesehatan masyarakat yang menurun akibat minimnya akses air bersih. Oleh karena itu, intervensi kesehatan melalui penyediaan alat kebersihan menjadi prioritas utama tim relawan. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan meringankan beban para penyintas banjir dan longsor, serta memberikan dukungan moral bagi mereka untuk bangkit memulihkan kondisi,” pungkasnya. [dan/aje]

Isu Artificial Intelligence Jadi Sorotan Penting dalam Pembukaan DAMNAS PC IMM Malang Raya

pwmu.co –Pembukaan sebuah kegiatan yang biasanya berupa seremoni belaka, berhasil diubah menjadi ruang diskusi yang begitu serius. Situasi ini terlihat dalam pembukaan Darul Arqam Madya Nasional (DAMNAS) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Arjosari, Kota Malang. Para narasumber yang diundang untuk memberikan keynote speech, menyampaikan bagaimana tantangan artificial intelligence (AI) begitu berdampak terhadap perkembangan peradaban manusia. Dalam sesi paparannya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Choirul Umam, S.Pd., mengingatkan para peserta untuk tetap bijak dalam menggunakan kemajuan AI. “Kawan-kawan tinggal membiasakan diri untuk menggunakan dan memanfaatkan AI dengan bijak. Gunakan ChatGPT dengan prompt sesuai kebutuhan kita,” ungkapnya. Menurutnya, dalam dunia sekarang ini kita harus menggunakan pengetahuan untuk menyaring segala informasi yang diberikan kepada kita. Sehingga dapat diketahui makna diluar dan didalam fenomena tersebut. Ia mencontohkan bagaimana filsafat ilmu melahirkan tiga pilar utama dalam critical thinking, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Oleh sebab itu, baginya generasi muda harus memanfaatkan pengetahuan yang semakin berkembang. “Tidak ada yang diragukan dari diri kawan-kawan untuk menggunakan prompt sebagai pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. turut memaparkan realitas penggunaan AI yang kini telah merambah hingga ke hal-hal paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Meski AI menawarkan kemudahan, ia mengingatkan adanya risiko manipulasi yang semakin canggih. “AI mulai aktif digunakan untuk berbagai hal, bahkan mempertanyakan hal sepele pun kini bertanya menggunakan AI. Namun, kita harus waspada karena AI dapat digunakan untuk memanipulasi, mulai dari gambar hingga kata-kata,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa dengan memahami pola bisnis digital, seseorang dapat lebih dini mendeteksi potensi penipuan atau manipulasi tersebut. Sebagaimana diketahui sebelumnya, DAMNAS PC IMM Malang Raya tahun ini mengangkat tema Dialektika Manusia dan Teknologi di Era Society 5.0. Kegiatan perkaderan utama ini diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai religiusitas dan kemanusiaan.(*) *) Penulis : Ahmad Ashim Muttaqin *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Kebersihan Jadi Masalah Warga Agam, UMM Serahkan Bantuan Alat Mandi

MALANG POST – Di tengah lumpur dan sisa genangan banjir yang belum sepenuhnya surut, bantuan terus mengalir bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan hygiene kit guna membantu para penyintas menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Bantuan hygiene kit tersebut disalurkan pada 19 Desember 2025, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan diterima langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M. Penyaluran ini merupakan bagian dari program respon bencana UMM terhadap musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam. Sebelumnya, UMM juga telah menyalurkan ratusan hygiene kit ke beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam sejak 8 Desember 2025. Terbaru, tim kampus putih juga menyalurkan bantuan tersebut langsung kepada para warga daerah maninjau pada 21 Desember 2025. Hygiene kit tersebut berisi perlengkapan dasar kebersihan, seperti sabun, handuk, serta alat-alat kebersihan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian. Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada UMM atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa hygiene kit tersebut nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terdampak paling parah. Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabencana. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya. Dalam program respon bencana ini, UMM berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Barat. Sepanjang bulan ini, UMM mengirimkan puluhan relawan untuk terjun langsung ke lapangan, mulai dari dokter umum, perawat, apoteker Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, hingga Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM, Indra Ferry, menjelaskan. Bahwa penyaluran hygiene kit tersebut bertujuan untuk memberikan fasilitas dasar kebersihan bagi warga terdampak agar tetap dapat menjaga kebersihan diri secara layak di tengah keterbatasan pascabencana. Menurutnya, banjir dan longsor tidak hanya merusak rumah serta infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi kesehatan masyarakat. Terutama bagi mereka yang harus tinggal di pengungsian dengan akses air bersih yang terbatas. Ia menegaskan bahwa lingkungan yang lembab, kotor dan bercampur lumpur sangat rentan memicu berbagai penyakit. Khususnya penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi, dan iritasi. Oleh karena itu, ketersediaan hygiene kit menjadi kebutuhan mendesak bagi para penyintas agar mereka dapat membersihkan diri secara rutin dan menjaga kesehatan tubuh. Terakhir, Dosen Akuakultur UMM itu berharap agar bantuan yang disalurkan UMM ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak. Ia juga berharap kehadiran relawan dan bantuan kemanusiaan ini dapat memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan meringankan beban para penyintas banjir dan longsor,” tuturnya.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

UMM Salurkan Hygiene Kit untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam

Agam, JATIMSATUNEWS.COM– Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan bantuan hygiene kit bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan pada 19 Desember 2025 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan diterima langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program respon bencana UMM terhadap musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Agam. Sebelumnya, UMM juga telah menyalurkan ratusan hygiene kit sejak 8 Desember 2025 ke beberapa titik terdampak. Terbaru, bantuan kembali disalurkan langsung kepada warga di kawasan Maninjau pada 21 Desember 2025. Hygiene kit yang diberikan berisi perlengkapan dasar kebersihan, seperti sabun, handuk, dan alat kebersihan lainnya yang dibutuhkan warga, terutama mereka yang tinggal di pengungsian dengan keterbatasan akses air bersih. Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan UMM. Menurutnya, bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan akan segera kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya. Dalam program respon bencana ini, UMM berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sepanjang Desember, UMM mengirimkan puluhan relawan ke lokasi bencana, terdiri dari dokter umum, perawat, dan apoteker Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, serta Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM, Indra Ferry, mengatakan bantuan hygiene kit bertujuan membantu warga terdampak menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi darurat pascabencana. “Banjir dan longsor tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lembap dan bercampur lumpur sangat rentan memicu penyakit, terutama penyakit kulit,” jelasnya. Ia berharap bantuan yang disalurkan UMM dapat memberikan manfaat nyata sekaligus dukungan moral bagi para penyintas dalam proses pemulihan pascabencana. “Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban dan menjaga kesehatan para penyintas banjir dan longsor,” pungkasnya.

Tempa Kompetensi Manajemen Sekolah, Mahasiswa PAI UMM Ikuti Program CoE

Malang, JATIMSATUNEWS.COM – Program Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa lintas fakultas. Salah satunya dirasakan oleh M. Azhar Iman Sofyan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam UMM angkatan 2022, yang mengikuti CoE Manajemen Sekolah Islam Unggul. Program CoE tersebut berlangsung sejak Agustus hingga 11 Desember 2025 dengan penempatan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 26 Bojonegoro. Selama mengikuti program, Azhar difokuskan pada pengembangan program dan penguatan manajemen sekolah, bukan pada aktivitas mengajar di kelas. Dalam kesehariannya, peserta CoE terlibat langsung dalam diskusi dengan guru dan pihak sekolah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan manajerial yang dihadapi lembaga pendidikan. Setelah kegiatan di sekolah selesai, peserta melanjutkan dengan penyusunan laporan serta pembahasan program di penginapan. “Fokus kami bukan mengajar, tetapi manajemen sekolah. Kami berdiskusi dengan guru dan pihak terkait untuk mencari tahu persoalan yang ada, lalu merumuskan solusi bersama,” ujar Azhar. Setelah menemukan permasalahan, peserta CoE bersama pihak sekolah menyusun program yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekolah di mata masyarakat. Menurut Azhar, program tersebut dirancang agar sekolah memiliki nilai tambah dan mampu bersaing. “Tujuan akhirnya agar sekolah semakin diminati orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana,” katanya. Bagi Azhar, mengikuti CoE menjadi pengalaman berharga. Selain mendapatkan pengalaman lapangan, program ini juga dirancang untuk mendukung mahasiswa lulus dalam waktu 3,5 tahun. Ia mengaku tertarik bergabung karena adanya pendampingan akademik yang terstruktur hingga tahap tugas akhir. “Kami dibimbing dari penyusunan tugas akhir, seminar proposal, sampai seminar hasil. Semuanya terjadwal dengan jelas,” ungkapnya. Tak hanya itu, Azhar juga merasakan manfaat berupa gambaran nyata dunia kerja, relasi, serta peningkatan kompetensi di bidang manajemen pendidikan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia profesional. Ke depan, Azhar berharap dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan mengaplikasikan pengalaman yang diperoleh selama CoE. Ia mengaku ingin tetap berkiprah di dunia pendidikan, baik sebagai pendidik maupun di bidang manajemen sekolah. “Program CoE ini memberi output yang nyata. Ilmu dan pengalaman yang didapat relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang pendidikan,” pungkasnya. (raf)

UMM Bagikan Hygiene Kit untuk Korban Banjir di Kabupaten Agam

KLIKMU.CO – Di tengah sisa genangan banjir dan lumpur yang belum sepenuhnya surut, bantuan terus mengalir bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan hygiene kit untuk membantu para penyintas menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Bantuan tersebut disalurkan pada 19 Desember lalu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan diterima langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis. Penyaluran ini menjadi bagian dari program respon bencana UMM terhadap banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam. Sebelumnya, UMM telah menyalurkan ratusan hygiene kit ke beberapa wilayah terdampak sejak 8 Desember. Terbaru, tim kampus putih juga menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga di daerah Maninjau pada 21 Desember. Hygiene kit berisi perlengkapan dasar kebersihan, seperti sabun, handuk, dan alat kebersihan lain yang sangat dibutuhkan di pengungsian. Bupati Agam menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya. Dalam program respon bencana ini, UMM bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sepanjang bulan ini, UMM mengirimkan puluhan relawan ke lapangan, termasuk dokter umum, perawat, apoteker Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran, dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana). Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM Indra Ferry menjelaskan bahwa penyaluran hygiene kit bertujuan untuk memberikan fasilitas dasar kebersihan bagi warga terdampak agar tetap menjaga kebersihan di tengah keterbatasan pascabencana. Lingkungan yang lembap, kotor, dan bercampur lumpur rentan memicu penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi, dan iritasi. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan meringankan beban para penyintas banjir dan longsor,” ujar Indra Ferry. Ia juga berharap kehadiran relawan dan bantuan kemanusiaan ini memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang tengah memulihkan kondisi pascabencana. (Faqih/AS)

Tim Medis UMM Jangkau Wilayah Terpencil Malalak Pasca Bencana

TVRINews, Malang Akses terbatas dan medan berat tidak menghalangi langkah tim medis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjangkau warga terdampak bencana di Jorong Limau Badak, Nagari Malalak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Misi pelayanan kesehatan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sebagai bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat di wilayah yang terisolasi. Sebanyak 10 tenaga kesehatan diterjunkan, terdiri dari dokter umum dan perawat Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, dokter spesialis penyakit dalam, serta tenaga psikososial dari Universitas Brawijaya. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan medis yang komprehensif bagi warga. Dalam pelayanan tersebut, sekitar 130 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Keluhan yang paling banyak ditemui adalah penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang kurang higienis pascabencana, disusul kasus tekanan darah tinggi. Keterbatasan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi turut memperparah kondisi kesehatan warga. Perjalanan menuju lokasi pelayanan bukan tanpa hambatan. Longsor menyebabkan jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Tim harus melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki sejauh tujuh kilometer untuk mencapai lokasi pelayanan. Dokter Umum RS UMM, dr. Wildan Firmansyah, menyatakan bahwa tantangan medan tidak mengurangi semangat tim dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Kami menghadapi medan yang cukup berat, namun pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya. Kegiatan ini mencerminkan peran aktif UMM dalam pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu penanganan dampak bencana di daerah terpencil.