Borong Gelar, ITS Back to Back Juara Umum Lomba Kontes Kapal Indonesia 2025

Malang | JATIMSATUNEWS.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan dominasinya di ajang Lomba Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 dengan meraih gelar juara umum secara berturut-turut. Prestasi ini menjadi yang kedua kalinya setelah ITS juga meraih gelar serupa pada KKI 2024. Keberhasilan tersebut diraih berkat pencapaian ITS di berbagai nominasi lomba. Pada KKI 2025, ITS berhasil menyabet Juara 1 Desain Inovasi Perlengkapan Khusus, Juara 1 Inovasi Desain dan Konstruksi, serta Juara Harapan 1 kategori Autonomous Surface Vessel. Deretan prestasi tersebut mengantarkan ITS kembali menjadi juara umum. Mahasiswa ITS, Husein Amin Biruni, mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terlibat. “Tentu sangat senang. Kita bisa back to back juara umum dari tahun lalu. Semua usaha dan kerja keras terbayar lunas di hasil ini,” ujar Husein saat ditemui di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kampus III, Sabtu (6/12/2025). Senada dengan itu, Toga Gilbert Pengaribuan, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang dan evaluasi menyeluruh dari kompetisi sebelumnya. Tim ITS, kata dia, belajar dari pengalaman KKI 2024 untuk tampil lebih matang pada ajang tahun ini. “Persiapan sudah kami lakukan dari jauh-jauh hari. Kami membuat jadwal dan perencanaan yang teratur karena tahun lalu kami ikut, tapi belum meraih hasil maksimal di beberapa kategori. Dari situ kami evaluasi dan perbaiki,” jelasnya. Pada KKI 2025, salah satu karya unggulan tim ITS adalah desain kapal berjudul “DESAIN KAPAL ROPAX TERINTEGRASI STRUCTURAL HEALTH MONITORING SYSTEM PADA LOADING ARRANGEMENT PLAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT RUTE KETAPANG – GILIMANUK” Desain tersebut menitikberatkan pada aspek keselamatan pelayaran melalui penerapan sistem pemantauan struktur kapal. Toga menjelaskan, inovasi yang diusung timnya berfokus pada pengembangan teknologi structural health monitoring yang terintegrasi dengan perencanaan muatan kapal. Inovasi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut serta meningkatkan keselamatan operasional kapal. “Kami mencoba menghadirkan inovasi yang out of the box, terutama terkait keselamatan, mulai dari sistem pemantauan struktur hingga pengaturan beban kapal. Kami berusaha agar desain ini bisa direalisasikan secara nyata,” ujarnya. Meski berhasil meraih hasil membanggakan, perjalanan menuju juara umum tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi tim adalah mempelajari teknologi baru, terutama penggunaan sensor dan sistem otomatis pada kapal. “Kami banyak belajar dari jurnal dan referensi teknis, termasuk bagaimana penerapannya di lapangan. Tantangannya cukup besar, tapi dari situ kami belajar hal baru dan akhirnya membuahkan hasil yang baik,” kata Husein. Gelar juara umum ini merupakan akumulasi dari berbagai kategori lomba yang diikuti oleh tim ITS, bukan hanya satu cabang perlombaan. Hal tersebut menunjukkan konsistensi ITS dalam mengembangkan inovasi di bidang teknologi dan rekayasa maritim. Ke depan, tim ITS menargetkan untuk kembali mempertahankan prestasinya pada KKI 2026. Persiapan, menurut Toga, akan dilakukan sejak dini agar ITS dapat terus bersaing dan kembali meraih gelar juara umum. “Harapannya tentu ITS bisa juara umum lagi di KKI 2026. Kami akan mempersiapkan semuanya sebaik mungkin, baik dari tim kami maupun tim ITS lainnya,” pungkasnya. ***

UMM–UiTM Malaysia Harmoni Angkat Permainan Tradisional Jawa

“Nada Budaya Menembus Dunia: UMM–UiTM Malaysia Harmoni Angkat Permainan Tradisional Jawa”  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Kolaborasi bernuansa budaya dan kreativitas lintas negara kembali dihadirkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui program bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program”, Program Studi Ilmu Komunikasi UMM menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam upaya membawa permainan tradisional Jawa ke panggung global. Agenda penuh warna budaya ini berlangsung selama sepekan sejak 23 November 2025. Kolaborasi ini menghadirkan puluhan mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang terlibat dalam pembelajaran dan pendokumentasian permainan tradisional Jawa. Para peserta terjun langsung ke lapangan untuk observasi, melakukan wawancara, hingga memproduksi karya kreatif berupa coffee table book dan video tutorial permainan tradisional—yang kelak akan diperkenalkan ke khalayak internasional. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UiTM merupakan momen penting dalam memperkuat jejaring akademik kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi, karena itu adalah social capital,” ujarnya. Dr. Fauzik juga mengingatkan pentingnya menjaga norma, perilaku, serta meningkatkan kompetensi selama program berlangsung. Para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi budaya dan edukatif di Malang dan Batu, seperti Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Di sana, mereka akan mencoba langsung sejumlah permainan tradisional, melakukan dokumentasi, hingga memproduksi video peraga yang siap disebarluaskan. Tengku Syamimi Afiqah, salah satu mahasiswa UiTM yang mengikuti program ini, mengaku mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang luar biasa. “Lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi. Kolaborasi ini memberi kami wawasan dalam tentang budaya Indonesia, terutama permainan tradisional yang kami dokumentasikan,” ungkapnya. Puncak dari kegiatan ini ialah lahirnya sebuah coffee table book yang menampilkan ragam permainan tradisional Indonesia berikut nilai budaya yang dikandungnya. Selain itu, karya video kreatif juga disiapkan untuk memberikan panduan cara memainkan setiap permainan, sehingga dapat diakses oleh masyarakat global. Perpaduan kreatif antara mahasiswa UMM dan UiTM menjadi langkah nyata melestarikan warisan budaya Nusantara dan memperdengarkan “nada budaya” Indonesia ke seluruh dunia. ANS

Beradu Solusi Demi Masyarakat: UMM Gelar KKI dan Abdidaya Ormawa 2025

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperlihatkan komitmennya sebagai pusat inovasi bagi mahasiswa nasional lewat peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Ini menjadi kali pertama dan kedua acara besar tersebut dipentaskan dalam satu panggung yang sama. Gelaran meriah pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini tidak hanya semata soal kompetisi, tetapi juga sebuah momen kepercayaan yang lebih luas. UMM dipercaya lagi menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus hadir dengan karya terbaik mereka, menciptakan suasana yang penuh energi, kolaborasi dan kreativitas. Mendikbudristek Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., secara tulus menyampaikan apresiasi kepada UMM atas konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya adalah momen penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini lebih dari sekadar lomba tahunan. Ini investasi strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian, piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program-program yang inovatif dan berkelanjutan. Ada tiga pelajaran utama: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan sekadar mengejar juara, tetapi hadirkan karya yang berdampak dan bisa direplikasi,” tegasnya. Di sisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menilai tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Angka tersebut menunjukkan peningkatan antusiasme yang sangat signifikan terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kualitas karya para peserta meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis para mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan sekadar peserta lomba; mereka adalah generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Abdidaya Ormawa 2025 UMM, Dari Inovasi Pengusir Hama Hingga Pesta Kreativitas Mahasiswa Nasional

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi pusat perhatian dunia pendidikan tinggi nasional. Kampus Putih ini didapuk menjadi tuan rumah ajang bergengsi Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025 yang digelar bersamaan dengan Kontes Kapal Indonesia (KKI) pada 4 sampai 6 Desember 2025. Bukan sekadar seremonial, ajang inisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) ini menjadi etalase nyata bagaimana mahasiswa menjawab keresahan masyarakat. Salah satu sorotan utama datang dari tuan rumah sendiri, yang menghadirkan inovasi teknologi pertanian mutakhir untuk mengatasi musuh utama petani: hama. Di tengah kemeriahan acara, stan kolaborasi lintas disiplin UMM, yang menggabungkan Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika, sukses menyedot perhatian pengunjung pada hari kedua gelaran. Berangkat dari keresahan kelompok tani lokal, tim ini menciptakan alat Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT). Alat canggih ini bertenaga surya dan dirancang khusus untuk mengusir hama burung serta tikus menggunakan gelombang ultrasonik. Muhammad Firdaus, salah satu anggota tim inovator, menjelaskan bahwa teknologi ini lahir dari observasi lapangan yang mendalam. “Kami turun langsung ke lahan dan melihat sendiri bagaimana burung dan tikus merusak hasil panen. Dari situ kami sadar, harus ada teknologi yang bisa membantu tanpa membebani petani,” ungkap Firdaus. Keberhasilan menembus ajang nasional ini memiliki makna mendalam bagi tim UMM. Firdaus menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru bagi himpunannya. “Tahun sekarang ini kami pecah rekor! Ini pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Agribisnis mencapai titik ini,” tuturnya penuh bangga. Ia menegaskan bahwa inovasi mahasiswa UMM bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan solusi taktis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Sejak pagi, kompleks kampus UMM dipenuhi energi positif. Aroma kopi dan kuliner dari bazar UMKM berpadu dengan semangat ratusan peserta yang memadati area Lokakarya dan Expo Poster. Galeri terbuka ini menampilkan luaran wajib dan produk tambahan dari ratusan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Dewan juri tampak sibuk menilai karya-karya terbaik berdasarkan aspek informatif, kreativitas visual, hingga bobot inovasi. Persaingan dipastikan ketat mengingat ada banyak kategori yang diperebutkan dalam malam penganugerahan, meliputi: 13 Kategori Tim Pelaksana, 7 Kategori Ormawa, 3 Kategori Mitra Keberlanjutan, 5 Kategori Perguruan Tinggi. Euforia Abdidaya Ormawa 2025 dirasakan kuat oleh seluruh delegasi. Rizal, peserta asal Universitas Diponegoro (UNDIP), mengaku terkesan dengan atmosfer kekeluargaan yang dibangun di UMM. “Kesan dari teman-teman sih seru banget ya kemarin. Bahkan hampir gak mau pulang,” ujar Rizal. Ia menyoroti semangat gotong royong antar tim yang saling bahu-membahu, menghilangkan sekat kompetisi yang kaku. Menutup hari kedua, Rizal berharap ajang seperti Abdidaya terus digelar rutin. “Impact-nya bukan cuma ke individu, tapi benar-benar ke pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (dan/ian)

Hadiri Sarasehan Abdidaya Ormawa UMM, Wabup Lathifah Shohib Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Tanpa Ego dan Kolaborasi Kampus

MALANG, Zonamalang.com – Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi terus diperkuat demi mencetak generasi pemimpin masa depan yang berkualitas. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Bupati Malang dalam forum strategis kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir secara langsung dalam agenda “Sarasehan Dosen Pembimbing Abdidaya Ormawa 2025” yang digelar di Aula GKB III Lantai 6, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Jumat (5/12) siang. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Malang ini disambut hangat oleh civitas akademika kampus putih tersebut. Dalam forum yang mengusung tema besar “Abdidaya Ormawa Berdampak dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas” ini, sosok yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah tersebut didapuk untuk memberikan arahan strategis. Ia berbicara di hadapan Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., serta ratusan dosen pembimbing dan perwakilan mahasiswa peserta program. Membuka paparannya, Wabup Malang menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UMM dalam menyelenggarakan kegiatan Abdidaya Ormawa. Menurutnya, program ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah wadah krusial untuk mengasah ketajaman sosial mahasiswa. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya sangat berterima kasih dapat berpartisipasi di sini. Abdidaya Ormawa harus kita pandang sebagai instrumen strategis. Ini bukan hanya soal penguatan internal organisasi, tetapi bagaimana tantangan Ormawa dalam memberikan dampak riil kepada masyarakat lewat pemberdayaan,” tegas Lathifah. Lebih jauh, Bu Nyai Lathifah menyoroti tantangan zaman yang kian kompleks di era disrupsi saat ini. Ia menekankan bahwa transformasi adalah sebuah keniscayaan. Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) sebagai laboratorium kepemimpinan, dituntut untuk tidak statis dan harus terus bergerak adaptif. Dalam konteks kepemimpinan, Wabup Malang mengutip pemikiran pakar manajemen terkemuka, Peter Senge. Ia merujuk pada konsep dalam buku The Fifth Discipline, yang mendefinisikan pemimpin sejati sebagai sosok pembelajar seumur hidup (lifelong learner). “Kunci kepemimpinan mahasiswa di era modern adalah dinamisasi. Seperti kata Peter Senge, pemimpin adalah mereka yang terus menerus belajar, membangun organisasi pembelajar, dan selalu berpikir secara sistemik. Tidak bisa lagi kita menggunakan pola pikir lama yang kaku,” ujarnya memberikan pencerahan. Lathifah juga memberikan penekanan khusus mengenai bahaya ego sektoral dalam kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki paradigma luas dan inklusif. Mentalitas “ingin menang sendiri” atau mengedepankan ego sentral harus dikubur dalam-dalam jika ingin mencapai kesuksesan organisasi. “Pemimpin yang sesungguhnya adalah mereka yang jeli melihat peluang kolaborasi. Keberhasilan organisasi tidak dicapai sendirian, melainkan lewat jalinan kerjasama dengan berbagai pihak. Prinsip kolaboratif inilah yang akan membuat organisasi mahasiswa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” imbuhnya. Menutup arahannya, Wabup Lathifah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk terus membuka pintu kolaborasi dengan perguruan tinggi. Ia berharap, luaran dari kegiatan Abdidaya Ormawa 2025 ini tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi mewujud dalam karya nyata bagi masyarakat luas. “Peran kritis dan karya nyata mahasiswa sangat kami nantikan untuk pembangunan Kabupaten Malang. Semoga diskusi hari ini membuka cakrawala berpikir kita semua untuk memperkuat sinergi menuju harmonisasi pembangunan yang kita cita-citakan,” pungkasnya. Analisis Redaksi: Pesan yang disampaikan Wabup Malang sangat relevan dengan kondisi kekinian, di mana seringkali terjadi gap atau kesenjangan antara idealisme mahasiswa di kampus dengan realitas kebutuhan masyarakat di lapangan. Penekanan pada “Organisasi Pembelajar” dan penghapusan “Ego Sentral” adalah kritik halus namun membangun bagi gerakan mahasiswa yang terkadang terjebak dalam politik internal kampus. Sinergi “Pentahelix” yang melibatkan Pemerintah (Pemkab Malang) dan Akademisi (UMM) melalui program Abdidaya ini adalah model ideal pembangunan daerah. Jika mahasiswa mampu menerjemahkan arahan ini menjadi program pengabdian desa yang konkret, maka percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang akan sangat terbantu oleh inovasi kaum intelektual muda.

Wabup Malang Dorong Mahasiswa Aktif Berkontribusi Dalam Pembangunan Desa

Kabupaten Malang, blok-a.com – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib mengatakan pentingnya menyediakan ruang aktualisasi bagi mahasiswa agar potensi mereka tersalurkan ke kegiatan yang bermanfaat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Sarasehan Abdidaya Ormawa di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (Umm) pada Jumat (5/12/2025). Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan panggung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus diarahkan melalui aktivitas positif yang berdampak langsung pada pembangunan desa. “Memang mahasiswa harus diberi ruang, diberi tempat untuk mengaktualisasikan kemampuannya supaya potensinya itu tersalur ke kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Lathifah. Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam proses hilirisasi hasil penelitian. Kegiatan Abdidaya, kata dia, harus menjadi sarana nyata bagi kampus untuk memastikan inovasi tidak berhenti di tataran konsep. “Saya sampaikan ke teman-teman dosen supaya hasil penelitian itu bermula dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jadi penelitian tidak berupa konsep-konsep saja, tetapi diaplikasikan ke masyarakat,” tuturnya. Lathifah mencontohkan berbagai inovasi di sektor peternakan yang bisa diimplementasikan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan Kabupaten Malang. “Misalnya ada inovasi untuk percepatan ternak, baik ayam petelur, ayam potong maupun sapi. Itu bisa diimplementasikan dengan pendampingan kepada masyarakat,” imbuhnya. Ia juga menyebut inovasi tersebut dapat bersinergi dengan program nasional, termasuk rencana pemerintah menyiapkan tiga juta sapi merah putih. “Kalau nanti bisa disalurkan dengan memberdayakan masyarakat sebagai peternak, peran perguruan tinggi dan mahasiswa sangat kita perlukan,” tegasnya. Selain meningkatkan kemampuan, aktivitas produktif juga dinilai mampu mencegah mahasiswa terjerumus dalam perilaku menyimpang, termasuk narkoba. “Kalau mahasiswa diberi kesibukan-kesibukan yang positif, Insya Allah tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Lathifah. Lathifah berharap mahasiswa semakin mengambil peran penting dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara kampus, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, menurutnya, akan menghasilkan program yang lebih solutif. “Saya kira peran perguruan tinggi dan mahasiswa itu sangat kita perlukan. Kegiatan seperti ini terus dilakukan agar ilmu mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas, tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Ribuan Mahasiswa 93 Kampus Adu Cerdik Kontes Kapal di UMM

MALANG, MEMORANDUM.CO.ID – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menampilkan karya terbaik dan berkompetisi dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 4-6 Desember 2025. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto mengapresiasi konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi mahasiswa. “KKI adalah, arena inovasi maritim. Memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan, bagaimana membaca kebutuhan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Tiga pesan penting, keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan,” terangnya saat pembukaan di DOME UMM, Kamis malam 04 Desember 2025. Lomba ini, kata dia, sebuah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Tidak hanya mengejar juara, namun menghadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Ia menegaskan, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting,  memperkuat budaya riset, teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis mencetak generasi muda, berani menghadapi ketidakpastian. Sementara itu, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut, tahun ini momen bersejarah. Karena pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. “Ada 93 perguruan tinggi berpartisipasi, dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya.  Membuktikan peningkatan signifikan, tingginya antusiasme terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT menyebut, Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. “Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tegasnya.(edr)

Magister Pedagogi UMM Workshop Pemanfaatan AI untuk Riset Jurnal Internasional

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Program Studi Magister Pedagogi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar workshop tematik Mencari Ide Jurnal Internasional Bereputasi dengan Bantuan AI, Jumat (5/12) 2025 secara online. Workshop tersebut dijelaskan Ketua Program Studi Magister Pedagogi, Dr. Erna Yayuk, S.Pd, M.Pd. Meskipun dilaksanakan secara online, kata Erna workshop berlangsung interaktif dengan peserta mahasiswa, dosen, serta pemerhati pendidikan. Antusiasme tersebut sesuai dengan materi sambutannya, menegaskan pentingnya penguatan budaya riset di lingkungan akademik yang selaras dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Dalam pengamatan Erna, pemanfaatan AI saat ini menjadi salah satu strategi efektif untuk menggali ide penelitian yang relevan dan berpotensi dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional. Itu sebabnya, nara sumber yang dihadirkan juga terkait dengan praktisi yang mumpuni teknologi. Yakni Sekretaris PSB PPG FKIP UMM sekaligus praktisi publikasi ilmiah, Ahmad Fauzi, M.Pd. Dijelaskan Erna, melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pedagogi UMM berharap dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dan civitas akademika dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan, sekaligus memperkuat reputasi publikasi di tingkat internasional. Selain itu, Magister Pedagogi UMM menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus mendorong lahirnya akademisi yang unggul dalam publikasi ilmiah. Di tempat berbeda, Sekretaris PSB PPG FKIP UMM sekaligus praktisi publikasi ilmiah, Ahmad Fauzi, M.Pd, saat memaparkan materi menjelaskan berbagai teknik dan platform AI yang dapat digunakan untuk eksplorasi topik, pemetaan tren penelitian global, hingga perumusan gap riset secara sistematis. Peserta juga diberikan kesempatan praktik langsung sehingga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara real-time. Sekedar diketahui, workshop ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan aktif dan produktif. Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru serta merasa lebih percaya diri dalam merancang peneli

UMM dan UiTM Malaysia Hidupkan Permainan Tradisional Jawa untuk Audiens Global

MONITOR, Malang – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional. Bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, UMM menggelar program kolaborasi bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program” yang berlangsung selama sepekan sejak 23 November 2025. Melalui program ini, mahasiswa Indonesia dan Malaysia bersama-sama mendokumentasikan permainan tradisional Jawa untuk dipublikasikan ke audiens global. Program ini menghadirkan mahasiswa internasional dari UiTM untuk mempelajari, merasakan, dan merekam langsung permainan tradisional Jawa. Seluruh temuan lapangan akan diolah menjadi coffee table book dan konten multimedia yang menampilkan kekayaan permainan tradisional Indonesia dengan kemasan visual yang menarik. Tak sekadar pertukaran budaya, kolaborasi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa kedua negara untuk memperluas jejaring akademik, mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, dan memperkuat kompetensi di bidang multimedia. Pada sesi pembukaan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UiTM menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, norma, serta perilaku selama mengikuti kegiatan yang berlangsung di berbagai titik budaya di Malang dan Batu. Belajar dari Lapangan: Museum Panji hingga Taman Dolan Selama program berlangsung, peserta mengunjungi beberapa lokasi yang memiliki kekayaan budaya, seperti Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Di setiap lokasi, mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga turut memainkan langsung permainan tradisional. Aktivitas diperkuat dengan pengamatan, wawancara, hingga proses kreatif untuk produksi video edukatif tentang cara memainkan permainan tradisional tersebut. Semua materi akan menjadi bagian dari publikasi multimedia yang siap disebarkan ke publik internasional. Salah satu mahasiswa UiTM, Tengku Syamimi Afiqah, mengaku mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang sangat berharga selama berada di UMM. Menurutnya, lingkungan UMM terasa ramah dan mendukung, serta memberikan wawasan lebih mendalam tentang budaya Indonesia, terutama terkait permainan tradisional yang mereka dokumentasikan. Program ini akan menghasilkan coffee table book berisi dokumentasi permainan tradisional Indonesia lengkap dengan foto, cerita budaya, dan perspektif para mahasiswa. Selain itu, peserta juga memproduksi berbagai video tentang cara memainkan permainan tradisional tersebut sehingga dapat menjadi bahan belajar bagi generasi muda dari berbagai negara. Kolaborasi UMM–UiTM ini menjadi langkah nyata dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mempromosikan kebudayaan lokal ke panggung global melalui pendekatan multimedia yang kreatif dan modern.