Menteri ESDM Bahlil Ajak Mahasiswa Muhammadiyah Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAVASATU.COM- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak mahasiswa, khususnya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), untuk berperan aktif mewujudkan kemandirian energi nasional. Ajakan itu disampaikan dalam pembukaan Tanwir XXXIII IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam pidatonya, Bahlil menekankan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga bertindak nyata. Menurutnya, Indonesia harus segera keluar dari ketergantungan terhadap impor energi dengan memperkuat produksi dan inovasi energi dalam negeri. “Kita tidak boleh terus bergantung pada impor energi. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia berdikari di bidang energi,” tegas Bahlil. Ia menjelaskan, pemerintah tengah mendorong penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) dari sumber daya alam dalam negeri. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi transisi energi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani. “Penggunaan etanol akan menguntungkan banyak pihak, termasuk petani, karena bahan bakunya berasal dari hasil bumi kita sendiri. Sekaligus membantu menekan emisi karbon,” ujarnya disambut antusias ribuan peserta Tanwir. Bahlil juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gas LPG, yang mencapai 87 ton per tahun, sementara produksi nasional hanya 1,4 juta ton. Ia menyebut kondisi itu menjadi alasan kuat untuk mempercepat program hilirisasi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor. “Setiap tahun kita kehilangan devisa Rp520 triliun karena impor energi. Karena itu, kita akan bangun hilirisasi DME agar seluruh kebutuhan energi bisa dipenuhi dari dalam negeri,” tegasnya. Selain membahas kebijakan energi, Bahlil menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak inovasi dan agen perubahan. Ia menilai IMM memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi. “Saya ingin mahasiswa Muhammadiyah menjadi pelopor inovasi energi alternatif. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil pihak luar hanya karena kita takut mencoba,” kata Bahlil. Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza mengajak seluruh kader untuk menguatkan semangat “energi kolektif” demi kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa IMM tidak boleh hanya terjebak dalam wacana, melainkan harus menyalurkan gagasan menjadi aksi nyata. “IMM harus menjadi motor penggerak perubahan sosial dan intelektual yang adaptif. Kita harus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah,” ujar Riyan. (saf)

Kamisya UMM Ajak Mahasiswa Perkuat Kedekatan dengan Al-Qur’an

pwmu.co – Kegiatan Kajian Al-Qur’an Maghrib Isya (Kamisya) yang digelar oleh Bagian Pendidikan dan Pengajaran Mata Kuliah Wajib dalam Kurikulum (BPP-MKWK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pekan ini mengusung tema “Stay Close with Qur’an”. Kajian ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDA) Kota Malang, Lailatul Fithriyah Azzakiyyah, M.Pd.I. sebagai narasumber pada Kamis (23/10/2025). Lailatul membuka kajian ini dengan sebuah pertanyaan reflektif kepada para mahasiswa. “Bagaimana interaksi kita dengan Al-Qur’an? Coba kita perhatikan gambar-gambar ini,” ujarnya sambil menunjuk materi di layar. Penggagas metode Tahfiz Qur’an Tematik (TQT) tersebut menyampaikan pertanyaan reflektif apakah umat sudah dekat dengan Al-Qur’an atau justru lebih akrab dengan HP. “Apakah kita sudah dekat dengan Al-Qur’an atau justru lebih akrab dengan HP? Saat ini, waktu kita lebih banyak tersita oleh HP daripada bersama Al-Qur’an,” tuturnya. Lebih lanjut, pengasuh Kajian Keislaman Muslimah Indonesia Diaspora itu menjelaskan hakikat Al-Qur’an sebagai mukjizat agung. “Di antara mukjizat agung Al-Qur’an dari aspek ilmiah terdapat pada ayat, ‘Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan’ (Q.S. an-Naml: 88),” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pentingnya penelitian terletak pada bagaimana cara umat memaknai ayat tersebut. “Bagaimana kita memaknai ayat ini? Di sinilah letak pentingnya penelitian dilakukan,” tambahnya. Mengutip penjelasan Prof. Quraish Shihab dalam buku Mukjizat Al-Qur’an, Laila menyampaikan bahwa setelah turunnya ayat tersebut, para ilmuwan geologi melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa gunung-gunung memang mengalami pergeseran. “Penelitian di wilayah Irak dan Suriah menemukan bahwa gunung di Irak perlahan bergerak mendekati gunung di Suriah. Hal ini membenarkan isyarat ilmiah Al-Qur’an tentang gerak bumi dan pegunungan,” tegasnya. Mukjizat ilmiah lainnya, lanjutnya, terdapat dalam Q.S. al-Qamar ayat 13: “Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” Menurut Laila, penyebutan papan dan paku bukanlah tanpa makna. “Bahan baku kapal Nabi Nuh adalah papan dan paku. Pemilihan dua kata ini dalam Al-Qur’an tentu mengandung rahasia ilmiah,” ucapnya. Ia menambahkan, beberapa penelitian arkeologis modern juga menyinggung keberadaan kapal Nabi Nuh yang diyakini berada di sekitar Gunung Ararat, Turki. “Temuan-temuan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara teks Al-Qur’an dan bukti arkeologis berupa sisa-sisa struktur kayu atau papan dan pasak (paku) yang hingga kini masih terus diteliti oleh para ahli,” sambungnya. Magnet Keberkahan Al-Qur’an Lebih lanjut ia menegaskan bahwa ketika membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, kita akan mendapatkan keberkahan dari-Nya. Mendengarkan saja sudah berpahala, apalagi jika kita memahami, mentadabburi, dan mengamalkan nilai-nilainya. Menurutnya, di antara magnet keberkahan yang diperoleh dari interaksi dengan Al-Qur’an antara lain: memperoleh rahmat ketika mendengarkannya (Q.S. al-A‘raf: 204), mendapatkan pahala berlipat saat membacanya (Q.S. Fathir: 29-30), meraih hikmah dan ketenangan ketika mentadabburinya (Q.S. Shad: 29), memperoleh petunjuk hidup ketika mengamalkan kandungannya, serta mendapatkan syafaat di hari kiamat bagi para pembacanya. Tujuh Langkah Mempelajari Al-Qur’an Ustazah Laila juga memaparkan tujuh tahapan dalam mempelajari Al-Qur’an secara komprehensif. 1. Tartil Membaca Al-Qur’an dengan benar, perlahan, serta memperhatikan kaidah tajwid. 2. Tarjamah Memahami makna lafaz-lafaz Al-Qur’an secara bahasa. 3. Tafsir Menafsirkan kandungan ayat secara lebih mendalam dengan memperhatikan konteks sejarah dan ilmu penunjang. 4. Ta‘lim Mempelajari Al-Qur’an dari sisi ilmiah dan rasional untuk memperluas pemahaman. 5. Tadabbur Merenungi pesan dan hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 6. Tadarus Membaca, mempelajari, dan mengulang-ulang bacaan serta kandungannya agar maknanya semakin tertanam. 7. Tabligh Menyampaikan dan mengajarkan isi Al-Qur’an kepada orang lain sebagai bentuk dakwah. Ia menutup kajian dengan mengutip pernyataan dari seorang tokoh pemikiran Al-Qur’an, Abdullah Darraz. “Ayat-ayat Al-Qur’an itu bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dari sudut lainnya. Tidak mustahil, jika kita mempersilakan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak daripada apa yang kita lihat,” paparnya. Ungkapan tersebut, menurut Laila, menggambarkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi yang tak pernah habis bagi siapa pun yang ingin mempelajari dan memahaminya secara mendalam. (*)

Bahlil Lahadalia Bahas Etanol di Tengah Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet Usai Isi Pertalite

TRIBUNJATIM.COM Poin Penting: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di UMM Malang. Dalam orasi ilmiahnya, Bahlil menyoroti persoalan energi yang tengah dihadapi Indonesia. Pemerintah tengah mengembangkan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri,’ di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). Kedatangannya menjadi pusat perhatian mahasiswa yang hadir. Sebelum Bahlil datang, Bahlil sudah mendapatkan sorakan dari mahasiswa UMM saat namanya disebutkan. Sosok Bahlil tampaknya menjadi daya tarik mahasiswa dalam kegiatan ini. Terlihat dari kapasitas UMM yang hampir terisi penuh oleh mahasiswa UMM yang hadir dalam kegiatan itu. Suasana pun pecah ketika Bahlil datang. Mahasiswa pun bersorak. Banyak yang meminta foto ketika Bahlil hendak menuju tempat duduknya di dalam Dome UMM. Ada pula mahasiswa yang memegang poster untuk mengkritisi arah kebijakan dari Menteri ESDM itu. Bahlil tampaknya menjadi magnet dalam kegiatan ini. Meskipun ada sejumlah pejabat yang turut hadir, di antaranya ialah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof Dr Muhadjir Effendy, dan Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik. Dalam orasi ilmiahnya, Bahlil menyoroti persoalan energi yang tengah dihadapi Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah tidak sedang berbicara soal oplos bensin, melainkan tengah mengembangkan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada kekayaan alam Indonesia. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol, energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong,” ujarnya.

Hadir di Tanwir IMM UMM, Menteri ESDM Bahlil Disambut Meriah: Bahas ‘Energi Kolektif untuk Negeri

Laporan wartawan, Surya Malang – Rifky Edgar TRIBUN-VIDEO.COM– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi pusat perhatian mahasiswa saat datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025). Kedatangan Bahlil ke UMM ini untuk menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri’. Sebelum Bahlil datang, nama Bahlil sudah mendapatkan sorakan dari mahasiswa UMM saat namanya disebutkan. Sosok Bahlil nampaknya menjadi daya tarik mahasiswa dalam kegiatan ini hingga adanya sorakan gembira Mahasiswa saat menyambut kedatangan Bahlil.

Hadiri Tanwir IMM di Malang, Bahlil Jelaskan Manfaat Penggunaan Etanol di BBM

jatimnow.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, hadir dalam Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diselenggarakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025). Dalam kegiatan tersebut Bahlil menyampaikan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kesiapan pemuda untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga berproses menuju tindakan nyata. Bahlil menggarisbawahi dua pilar strategis kebijakan energi nasional. Yakni kemandirian energi dan transisi energi ramah lingkungan. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang mengejar konsep bensin oplosan, melainkan mendorong penggunaan etanol sebagai campuran BBM yang diproduksi dari sumber daya alam dalam negeri. “Ini bukan akal-akalan, tetapi langkah nyata agar Indonesia tak terus bergantung pada impor,” ujarnya. Bahlil menjelaskan manfaat etanol, termasuk potensi ekonomi bagi petani dan kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon. Tak hanya itu Bahlil juga mengajak para kader IMM untuk turut ambil bagian dalam inovasi energi ini, agar potensi agraria Indonesia tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh pihak luar. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya. Pemerintah sendiri tidak ingin terus melakukan impor, khususnya gas LPG. Konsumsi Indonesia mencapai 87 Ton/tahun. Sedangkan kapasitas produksi hanya 1,4 Juta selebihnya impor. Alasan melakukan impor ini dilarenakan Indonesia tidak memiliki bahan baku. Baca juga: Miris! Sungai Brantas Malang Tercemar Parah, Walikota Diminta Turun Tangan ”Kedepan kita akan dorong untuk membangun hilirisasi Dimethil Idha (DME) tujuanya agar semua kebutuhan kita adadi dalam negri, setiap tahun kita impor energi 520 triliun rupiah, devisa kita hilang,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza dalam sambutannya memberikan pesan kuat tentang pentingnya energi kolektif kader muda dalam menjaga arah gerakan Islam berkemajuan. “Mari kita isi Tanwir ini dengan gagasan-gagasan yang konstruktif, memiliki nilai dan mampu melahirkan daya juang gerak yang tentunya tidak hanya sekedar diksi dan narasi, tetatpi juga memberikan manfaat untuk IMM,” ungkapnya. Menurutnya IMM jangan hanya bertahan di kotak idealnya tetapi juga harus memiliki tanggung jawab sosial, kemasyarakatan, dan intelektual yang adaptif untuk perkembangan zaman. Tidak ada lagi waktu untuk memikirkan diri sendiri tetapi juga melihat masa depan bangsa kita yang terus menerus selalu ada masalah. Tema “Energi Kolektif untuk Negeri” ini memiliki makna bahwa mereka harus bersama dalam semua stakeholder dan tidak hanya di organisasi kemahasiswaan tetapi juga di pemerintah, eksekutif, legislatif, yudikatif. “Eksekutif, legislatif, yudikatif itu adalah mitra kritis kita, dan mitra strategis kita. Tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa itu dianjurkan dalam agama kita. Maka jangan sekali-kali membangun mental blok atas nama idealisme yang buta itu,” pungkasnya.

Pembukaan Tanwir XXXIII IMM: Energi Kolektif untuk Negeri

Mediamu Malang – Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025) berlangsung sangat meriah. Sejumlah tokoh penting turut hadir meramaikan agenda besar IMM yang diadakan satu tahun sekali ini. Dengan mengangkat tema Energi Kolekif untuk Negeri, pembukaan Tanwir Malang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Najamudin Bacthiar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendi, dan banyak tokoh lainnya. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto mengungkapkan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah di Muktamar 2015 telah meneguhkan komitmen terhadap Pancasila melalui konsep Darul Ahdi wa Syahadah. “Negara Pancasila bisa seiring dan sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah. Sebagai tempat pembuktian, maka kita harus ikut memperjuangkan Indonesia menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur. Baik melalui diaspora, atau terjun ke berbagai lapisan kenegaraan dan kebangsaan,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi kepada IMM yang pada saat Tanwir kali ini mulai membuka mindset dan wawasannya dengan mengundang berbagai tokoh untuk berbagi perspektif baru. “Tokoh yang luar biasa, dan berkompeten. Terlepas dari pro kontranya, tetaplah semua Adalah tokoh-tokoh yang hebat. Beliau akan membagikan ilmunya, memberikan guidancenya, agar kita bisa mendarmabaktikan diri kepada bangsa,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza menegaskan kembali makna tema besar Tanwir Malang, yakni Energi Kolektif untuk Negeri. Menurutnya, tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi arah gerak perjuangan IMM ke depan. Kader-kader IMM harus mampu membangun kolaborasi lintas lini antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat sipil demi mewujudkan cita-cita keumatan dan kebangsaan. “Eksekutif, legislatif, dan yudikatif bukanlah lawan, tapi mitra strategis. Kita tidak boleh membangun kebencian atas nama idealisme yang buta. Justru kita harus hadir sebagai mitra kritis, yang menolong dalam kebaikan dan takwa,” ucapnya. Ia juga ia mengajak seluruh kader IMM untuk tidak hanya aktif di ruang akademik, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, berperan dalam kebijakan publik, dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nasional. Selain itu, menurutnya Tanwir kali ini juga menjadi momen refleksi atas satu tahun kepemimpinan DPP IMM. Tanwir adalah ajang refleksi, untuk mengukur sejauh mana kualitas silaturahmi, soliditas, dan solidaritas kita dalam berjamaah dan berjuang. “Organisasi besar seperti IMM harus selalu adaptif terhadap perubahan zaman yang cepat dan dinamis. Jika tidak adaptif, kita akan ditelan oleh kondisi zaman,” ujarnya. Ia berharap dari forum Tanwir ini akan lahir berbagai kebijakan strategis, gagasan segar, serta arah gerakan baru yang memperkuat visi dan misi IMM untuk satu tahun ke depan. Bukan hanya wacana, tetapi gagasan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa. “Mari kita perkuat barisan, tanamkan semangat kebersamaan, dan terus menebar manfaat bagi umat dan bangsa. Karena energi kolektif hanya bisa tumbuh jika kita bergerak bersama,” jelasnya. Tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM merupakan organisasi dan gerakan mahasiswa Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, IMM berdiri hampir di semua provinsi di Indonesia, serta memiliki ratusan cabang dan ribuan komisariat. Tentang Tanwir IMM. Tanwir merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar yang memainkan peran strategis dalam mengonsolidasikan gerakan, memperkuat ideologi serta merumuskan arah perjuangan organisasi. Forum ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Pusat IMM dan utusan-utusan Dewan Pimpinan Daerah IMM se-Indonesia.

Buka Tanwir IMM, Bahlil Ungkap Alasan di Balik Rencana BBM Etanol

KLIKMU.CO – Masa depan negara ini ada di tangan pemuda, tetapi bukan sembarang pemuda—melainkan mereka yang benar-benar menyiapkan diri. Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia saat membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema Energi Kolektif untuk Negeri di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam acara pembukaan tersebut, Bahlil hadir bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto MAg, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, serta Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Acara dibuka dengan simbolis memainkan alat musik dawai, menggambarkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan kader muda Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya kemandirian bangsa yang hanya dapat terwujud melalui generasi muda yang berdaya saing dan bersemangat membangun negeri. Ia menilai IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan energi global. “IMM adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara ini. Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya. Bahlil kemudian menyoroti kebijakan energi nasional yang kini difokuskan pada dua hal utama, yakni kemandirian energi dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar, karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Ia menegaskan, pemerintah tidak sedang berbicara soal oplos bensin, melainkan tengah mengembangkan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada kekayaan alam Indonesia. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegasnya. Bahlil menjelaskan bahwa etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin sekaligus mengurangi emisi karbon. Ia mencontohkan negara seperti Brasil dan India yang telah sukses mengembangkan industri etanol sehingga mampu menekan biaya impor bahan bakar dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Menurutnya, jika Indonesia serius mengembangkan etanol, petani akan diuntungkan, lapangan kerja bertambah, dan devisa negara dapat diselamatkan. Indonesia, katanya, memiliki potensi besar untuk itu—hanya dibutuhkan kemauan dan keberanian mengeksekusinya. Lebih lanjut, ia mendorong agar riset dan inovasi di perguruan tinggi terus dikembangkan guna memperkuat ketahanan energi nasional. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda, Bahlil juga mengumumkan pemberian 10 beasiswa kepada kader IMM berprestasi. Ia berharap kader IMM menjadi pelopor inovasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan teknologi dalam kerja nyata bagi bangsa. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lembaga dalam membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, yakni demokrasi yang tidak hanya menekankan partisipasi politik, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial. “Tidak ada lagi namanya one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi. Demokrasi kita harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi,” ucap Sultan. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih tersebut. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Wildan/AS)

Hadiri Tanwir XXXIII IMM, Bahlil Tekankan Kemandirian dan Semangat Kolektif Pemuda

pwmu.co – Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) resmi dibuka dengan penuh semangat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025) sore.Acara yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin. Juga hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik. Ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia memenuhi Dome UMM, menandai semangat kebersamaan yang membara. Dalam bagian inti pidatonya, Bahlil Lahadalia menyoroti arah kebijakan energi nasional yang kini fokus pada transisi energi bersih dan kemandirian produksi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mengurangi impor minyak dan meningkatkan produksi dalam negeri melalui program campuran bahan bakar berbasis etanol dari jagung, tebu, dan singkong. “Kita tidak boleh terus bergantung pada impor. Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah. Sudah saatnya rakyat menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegasnya. Bahlil juga menyebutkan bahwa hingga Oktober 2025, target produksi minyak nasional telah mencapai 650 ribu barel per hari, sesuai target APBN. Ia menargetkan pada tahun 2029 Indonesia mampu mencapai 900 ribu barel per hari, serta memastikan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik. “Program elektrifikasi ini akan menjangkau hingga pelosok Papua, NTT, dan Maluku. Tidak boleh ada lagi desa tanpa listrik,” katanya optimis. Mengajak Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Bahlil menegaskan, pemerintah tidak anti kritik. Ia bahkan mengajak mahasiswa untuk berdiskusi secara terbuka, dengan basis data dan argumen yang kuat. “Silakan kritik saya. Tapi datanglah dengan data, bukan emosi. Saya terbuka untuk dialog, bahkan kalau mau diskusi dari jam tujuh pagi sampai tujuh pagi lagi, saya siap,” ujarnya disambut tawa peserta. Di akhir pidatonya, Bahlil menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader IMM atas semangat dan dedikasinya dalam membangun bangsa. Ia kemudian secara resmi membuka Tanwir XXXIII IMM, didampingi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Gubernur Jawa Timur, Rektor UMM, dan Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza. “Selamat bermusyawarah, teruslah berkontribusi dengan energi kolektif untuk negeri,” pungkasnya. Terakhir Bahlil kemudian secara resmi membuka Tanwir XXXIII IMM dengan memetik Kecambi didampingi oleh PP Muhammadiyah, BPH UMM, Gubernur Jawa Timur, Rektor UMM, dan Ketua Umum DPP IMM. (*) *) Penulis : Alfain jalaluddin ramadlan | Editor : Agus Wahyudi

Menteri ESDM Bahlil Turunkan Tim Khusus Selidiki Kasus BBM Bermasalah di Jatim, Minta Waktu

SURYAMALANG.COM, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki dugaan kasus BBM bermasalah yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak usai mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di beberapa wilayah Jawa Timur. Kejadian ini terjadi di sejumlah daerah, yakni di Malang, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sejumlah daerah lainnya di Jatim. Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). “Begitu saya mendarat, saya langsung panggil Dirut Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung,” “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti saya akan rapat dengan mereka di bandara,” kata Bahlil. Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kesalahan dari pihak Pertamina. Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan bila terbukti ada pelanggaran dalam distribusi atau kualitas BBM. “Kalau ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pertamina, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas,” “Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya tentang kualitas minyaknya,” ujarnya. Bahlil menyebut, hasil uji laboratorium Lemigas terkait kualitas BBM yang diduga bermasalah di Jawa Timur akan keluar dalam 1–2 hari ke depan. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi sebelum hasil tersebut diumumkan resmi. “Saya belum bisa menyimpulkan benar atau tidaknya. Kita tunggu hasil kajian dari tim,” “Paling lama saya butuh waktu 1–2 hari, besok saya akan langsung memimpin rapat di Jakarta,” tegasnya. Adapun tim investigasi yang diturunkan terdiri dari perwakilan Ditjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga. Mereka akan memeriksa rantai distribusi BBM, mulai dari sumber hingga ke SPBU, untuk mencari tahu di mana letak persoalan sebenarnya. Sementara itu, ketika ditanya soal skema ganti rugi bagi masyarakat yang kendaraannya terdampak, Bahlil mengatakan hal itu baru bisa dibahas setelah hasil penyelidikan keluar. “Nanti kami akan melakukan pertemuan dengan Pertamina baru akan kami cek,” “Kalau memang benar rusak, nanti saya minta kepada Pertamina untuk membenahi semuanya,” tandasnya.

Ketua DPD RI kenalkan demokrasi hijau bentuk kebijakan berkelanjutan

Antaranews – Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin memperkenalkan konsep atau demokrasi hijau untuk membentuk kebijakan politik yang seimbang dan berkelanjutan bagi lingkungan. “Jadi green democracy memang istilah yang agak baru dan coba kami kembangkan, kami menginginkan agar demokrasi semakin sejuk dan pro terhadap lingkungan. Memang tidak mudahayah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Rabu. Menurut dia, dengan memasifkan pengenalan konsep demokrasi hijau ke depannya bisa melahirkan seorang pejabat negara maupun politikus yang mampu menjalankan roda pemerintahan melalui pembuatan kebijakan, salah satu soal perekonomian, tetapi tak boleh mengesampingkan kewajiban melestarikan alam. Dia menyebut kebijakan perekonomian memang sangat dibutuhkan, tetapi untuk mewujudkan sebuah keberlanjutan perlu menakar dampak terhadap sektor lain, salah satunya memastikan bahwa setiap regulasi tetap memiliki fokus terhadap proses dan mekanisme meminimalkan dampak kerusakan alam. “Sebab, jika tidak dijalankan kerusakan alam justru akan menimbulkan dampak kerugian terhadap masyarakat. Jadi keduanya harus bisa berjalan paralel,” ujarnya. Soal alasan menggaungkan demokrasi hijau di dalam pelaksanaan Tanwir XXXIII IMM, disebutnya merupakan upaya untuk mendekatkan konsep tersebut kepada para mahasiswa. Dia tak memungkiri bahwa IMM merupakan salah satu organisasi yang banyak melahirkan pejabat publik maupun politisi di level daerah atau pusat sehingga perlu diperkenalkan dengan konsep tersebut. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat IMM Riyan Betra Delza mengingatkan kepada seluruh anggota organisasi itu agar membuat sebuah kebijakan yang bernilai bagi seluruh masyarakat, bisa dipertanggungjawabkan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Riyan menyampaikan setiap orang yang tergabung di IMM harus mampu memikirkan dan menempatkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi serta golongan. Selain itu, dia berharap IMM mampu menganggap jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif sebagai mitra kritis dan strategis dalam misi menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Sejauh mana kualitas kami dalam bersilaturahmi, sejauh mana kualitas kami dalam membangun soliditas dan solidaritas, dan sejauh mana kualitas kami dalam berjamaah. IMM tidak bisa sendiri, kita harus selalu bersama,” ujar dia.