Ketua DPD RI Dorong Anak Muda Tak Ragu Terjun ke Politik

JATIMTIMES – Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin melontarkan ajakan yang  maknanya menggetarkan: “Ayo, anak-anak muda jangan ragu masuk politik. Justru makin banyak yang terjun, makin baik bagi negeri.” Nada suaranya tenang tapi tegas. Ia berdiri di depan para  mahasiswa UMM, diapit para senator dari berbagai provinsi, membawa semangat kolaborasi dan gagasan baru yang ia sebut green democracy, demokrasi yang berpihak pada pertumbuhan, lingkungan, dan generasi muda. “Negara sebesar Indonesia ini tidak bisa dibangun dengan pola one man show. Harus kolaboratif, harus kontributif,” ujarnya dalam sambutannya di Pembukaan Tanwir Ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang, yang juga dihadiri civitas akademika UMM dan para tokoh daerah, Rabu (29/10/2025). Bagi Sultan, demokrasi bukan sekadar sistem politik, melainkan ruang hidup bersama yang harus tumbuh seimbang antara ekonomi dan ekologi. “Green itu identik dengan tumbuh, segar, berkesinambungan. Maka demokrasi hijau berarti demokrasi yang tidak hanya memikirkan kekuasaan atau ekonomi, tapi juga menjaga lingkungan dan masa depan,” ucapnya. Gagasan “green democracy” itu, katanya, kini telah menjadi konsep yang ia bukukan dan dorong menjadi arah baru bagi parlemen Indonesia, menuju green parliament dan green diplomacy. Ide itu bukan sekadar wacana akademik, melainkan komitmen agar kebijakan negara berpihak pada keberlanjutan. Namun di tengah idealisme itu, Sultan juga menyoroti sisi gelap demokrasi Indonesia: biaya politik yang terlampau mahal. “Untuk jadi anggota DPR, DPD, apalagi kepala daerah, biayanya luar biasa mahal. Ini tidak adil bagi anak-anak muda yang punya idealisme tapi tidak punya modal besar,” tegasnya. Ia menilai, sistem demokrasi pasca-reformasi perlu ditinjau ulang agar lebih efisien dan inklusif bagi generasi baru. Maka dari itu, Sultan menegaskan, sudah waktunya anak muda tidak hanya menjadi penonton atau “generasi penerus”, tetapi penentu arah bangsa. “Jangan mau cuma dibilang generasi penerus. Kita ini penentu arah bangsa,” katanya, disambut tepuk tangan mahasiswa. Ia mencontohkan banyak pemimpin muda yang kini sudah mengambil peran nyata di tingkat nasional, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. “Kepemimpinan muda itu bukan hal baru. Sejak zaman Rasulullah, energi kepemimpinan muda sudah terbukti paling kuat,” ujarnya. Dalam momen itu, Sultan juga menyinggung bonus demografi Indonesia yang harus dikelola dengan serius. “Jumlah kita besar, tapi harus seimbang dengan kualitas. Kalau tidak, justru bisa jadi beban negara,” ucapnya. Sambil tersenyum, ia menutup orasinya dengan filosofi yang khas: menanam pohon sebagai simbol harapan. “Kalaupun hari ini kiamat, dan di tanganmu ada pohon, tanamlah. Menanam pohon itu menanam harapan, keseimbangan, sesuatu yang akan kita tuai nanti,” ujarnya, mengutip hadis yang selama ini ia pegang teguh dalam hidup dan kepemimpinannya. Sebelum meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda ke Yogyakarta, Sultan berjanji akan membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi IMM dan mahasiswa Indonesia. “Kalau nanti pengurus baru IMM terbentuk, saya undang ke Jakarta. Kita buat sesuatu yang besar untuk Indonesia,” katanya menutup pidato.

Soal Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite, Bahlil: Masih dalam Proses Investigasi

Malangpariwara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah melakukan investigasi serius terkait laporan kendaraan mogok setelah pengisian BBM jenis Pertalite di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Saat perjalanan menuju bandara, pria kelahiran 7 Agustus 1976 itu juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Asrikaton, Pakis, Malang. Bahlil mengatakan, pihaknya telah menugasi Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung di lapangan. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di airport,” jelasnya. Ditegaskannya, pemerintah akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran oleh Pertamina. Namun, hasil pemeriksaan masih menunggu laporan resmi dari tim Lemigas. “Tetapi semuanya ini masih dalam proses, kita harus cek kebenarannya tentang kualitas daripada minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” ujarnya. Menteri ESDM itu menargetkan hasil investigasi awal dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari. “Paling lama saya butuh waktu 1-2 hari, besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” ungkapnya. Tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri dugaan masalah Pertalite tersebut. Tim terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga selaku pihak penyalur BBM. “Kita belum bisa mengandai-andai, kita lihat apa yang akan ditemukan oleh tim. Saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, apa benar atau tidak benar, kita tunggu kajian daripada tim,” jawabnya menanggapi dugaan adanya sabotase. Jika nantinya terbukti ada kesalahan distribusi atau pelanggaran, Bahlil memastikan pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas. “Kalau benar itu terbukti, akan diberikan saksi tegas. Tapi kan kita tidak bisa menduga-duga karena belum semuanya kelihatan,” tutupnya.(Djoko W)

Pakar Halal UMM ; Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Legalitas, Tapi Soal Niat dan Kejujuran

Infokotabatu.com Kota Batu ;  Pakar sekaligus Asesor Halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), *Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.PKa*, menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang digelar oleh MUI Kota Batu, Rabu (29/10/2025). “Bicara mutu halal, ada aspek yang tidak bisa dilihat oleh auditor, yaitu niat dan kejujuran. Itu Allah yang menyaksikan,” ujar Prof. Elfi di hadapan para pelaku usaha perhotelan dan kuliner. “Jadi kalau kita memproduksi sesuatu, masak sambil berdoa. Niatkan karena Allah.” Ia menjelaskan, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Konsep kebaikan ini, menurutnya, mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi healing food (makanan penyembuh). *Menjawab Keraguan dan Tantangan Global* Prof. Elfi juga menjawab keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha mengenai urgensi sertifikasi halal. Ia menanggapi pertanyaan klasik, “Ngapain urus sertifikat halal, kok tidak sertifikat haram saja?” “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan jiwa bagi konsumen. Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Di sisi lain, Prof. Elfi mengingatkan tentang tantangan persaingan global yang semakin ketat. Ia mengungkapkan bahwa belasan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari luar negeri, seperti Thailand, Jerman, hingga Prancis, telah mendaftar dan lolos akreditasi untuk beroperasi di Indonesia. “Apakah kita mau dibanjiri produk impor mereka? Jangan sampai kita dijajah oleh produk impor. Maka, kita harus berjuang membumikan produk halal dalam negeri,” tegasnya. Untuk itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. *Inovasi dan Keunikan Produk* Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Prof. Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. “Jangan sama dengan yang lain (ojo podo nek kancane). Ciptakan branding yang unik,” katanya. Ia memberi contoh, kekayaan alam Kota Batu seperti bunga mawar bisa diolah menjadi antioksidan untuk campuran kopi dan susu. Sementara itu, bubuk bayam merah dapat digunakan sebagai suplemen zat besi, dan kulit buah naga sebagai pewarna alami pengganti karmin yang diimpor. “Indonesia adalah negara nomor dua terkaya di daratan dan nomor satu di lautan. Kekayaan alam ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan produk unggulan daerah,” pungkasnya.

Buka Tanwir IMM di Malang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Misi Kedaulatan Negara di Balik Rencana BBM Etanol

Malang, Tugumalang.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia mengungkao misi kedaulatan negara di balik rencana pencampuran BBM etanol yang kini tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat. Hal itu terungkap saat Bahlil membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Tanwir itu juga mengambil tema yang relevan yakni “Energi Kolektif untuk Negeri”. Bahlil menjelaskan bahwa arah kebijakan energi nasional kini difokuskan pada dua hal utama, yaitu kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar, karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Ia menegaskan pemerintah tidak sedang berbicara soal bensin oplosan, melainkan pengembangan kandungan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan yang berbasis pada sumber daya kekayaan alam Indonesia sendiri. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegasnya. Bahlil menjelaskan etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin, sekaligus mengurangi emisi karbon. Ia mencontohkan negara seperti Brazil dan India yang telah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga dapat menekan biaya impor bahan bakar dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Ia mengatakan kalau serius mengembangkan etanol, petani akan diuntungkan, lapangan kerja bertambah, dan devisa negara bisa diselamatkan. Maka Indonesia akan punya potensi itu, tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk memproduksi etanol, terutama dari hasil pertanian. Karena itu, ia mendorong agar riset dan inovasi di perguruan tinggi terus dikembangkan guna memperkuat ketahanan energi nasional. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya.

Soroti Peran Bank dalam Dana Hijau, Mahasiswa UMM Menang Kompetisi Riset Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi melalui sivitas akademiknya. Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil meraih juara nasional pada ajang LPS Research 2025 Promising Papers yang digelar awal Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menjadi ajang adu ide dan riset kreatif anak muda di tingkat nasional. Ketua tim, Rafi Putra Zulkarnain, menjelaskan karya mereka mengangkat tema Environmental Social Governance (ESG). “Tema ini masih jarang dikaji secara mendalam oleh mahasiswa, terutama bagaimana peran bank dalam mengimplementasikan dana hijau atau ESG. Kami meneliti pengaruh ESG terhadap profitabilitas, efisiensi, dan daya saing bank,” ujar Rafi. Rafi dibantu anggota tim, Erin Herawati dan Septi Kurniawati, dalam menyusun karya ilmiah yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberi kontribusi pemikiran praktis bagi industri keuangan. Proses riset mereka memanfaatkan referensi dari mata kuliah seperti Penilaian Kinerja Lembaga Keuangan, Perencanaan Strategis Industri Keuangan, Studi Kelayakan Pembiayaan, dan Ekonomi Makro Mikro. “Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UMM atas dukungan dan bimbingannya. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan semoga juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berprestasi,” jelas Rafi. (Wildan/AS)

Tokoh Nasional Bertemu di Tanwir 33 IMM: Bahas Masa Depan Demokrasi Hijau hingga Energi Kolektif

  MALANG (Lentera) – Sejumlah tokoh nasional menghadiri Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Mengangkat tema “Membangun Energi Kolektif untuk Negeri”, forum ini menjadi ruang pertemuan gagasan tentang masa depan demokrasi hijau, kemandirian bangsa, serta peran generasi muda dalam pembangunan nasional. “Tema Tanwir kali ini, ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, adalah ajakan yang sangat kuat. Bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Dalam pidatornya, Sultan menjelaskan, Green Democracy adalah cara baru memahami demokrasi, bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi perjalanan moral untuk menyeimbangkan kekuasaan dan keberlanjutan. Ia menyebut konsep ini memiliki dua jiwa, yakni keseimbangan dan harapan. Ia mengingatkan, ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Begitu pula ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, hasilnya bukan kemajuan, melainkan kerusakan. Karena itu, ia menegaskan, kekuasaan harus digunakan untuk menjaga kehidupan, bukan menguasainya. “Berkuasa bukan berarti menguasai, tapi menjaga. Menjaga agar kekuasaan tetap berpihak pada rakyat, dan pembangunan berpihak pada kehidupan,” tegas Sultan. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita Negara Pancasila. Ia berharap seluruh kader IMM dapat menjadi pelaku nyata dalam memperjuangkan masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT. “Kader-kader Muhammadiyah harus ikut langsung, membuktikan, memperjuangkan agar negara pancasila betul-betul terwujud dan diterapkan,” ujar Agung. Ditambahkannya, komitmen itu menjadi dorongan bagi seluruh kader Muhammadiyah untuk terjun langsung ke berbagai lapisan masyarakat, membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang menyoroti pentingnya kemandirian bangsa di tengah tantangan global. Ia menegaskan, kemandirian hanya dapat dicapai melalui peran generasi muda yang berdaya saing dan memiliki semangat kolektif membangun negeri. Bahlil menilai, IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin masa depan yang tak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan energi dunia yang terus berubah. “Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” katanya. Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMM sebagai tuan rumah Tanwir IMM. Ia menilai forum ini sebagai wadah penting bagi mahasiswa untuk mengonsolidasikan gagasan besar mengenai arah masa depan bangsa. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” ujarnya. Sebagai informasi, dalam pembukaan Tanwir XXXIII IMM ini, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Serta beberapa anggota DPD RI, yakni Bustami Zainudin dari DPD Lampung, kemudian DPD Yogyakarta Ahmad Syauqie Soeratno, DPD Maluku Utara Hasby Yusuf, DPD Bangka Belitung Zuhri Muhammad Syazali, DPD Jawa Timur Ahmad Nawardi, DPD Papua Carol Simon Petrus Suebu, dan DPD Papua Pegunungan Sopater Sam. Reporter: Santi Wahyu/Editor:Widyawati

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pembukaan Tanwir XXIII secara meriah di Dome UMM pada Rabu (29/10/2025). Kegiatan nasional ini mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025. Tanwir sendiri merupakan sidang rutin yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar Muhammadiyah, yang digelar dua kali selama satu periode kepemimpinan. Ketua Pelaksana Tanwir XXIII UMM, Muh Idil, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sengaja dibarengkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. “Tujuan kami melaksanakan acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yakni untuk mengingatkan mahasiswa bangkit kembali. Agar semangatnya ga hilang begitu saja,” jelasnya. Kehadiran Tokoh Penting Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional. Diantaranya Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Dibersamai oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos. M.Si. Datang juga Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadaila, S.E, M.Si. Kehadiran mereka menegaskan peran strategis UMM dan Muhammadiyah dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik. Menurut Idil, pihak panitia memang sengaja menghadirkan sejumlah pejabat agar para peserta memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai kondisi bangsa saat ini. “Saya rasa kondisi otonomi saat ini di Malang perlu dipikirkan kembali, sehingga cocok jika kami mengundang beliau-beliau,” ujarnya. Kelas Kebangsaan Green Democracy Setelah acara sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan Kelas Kebangsaan. Ketua DPD RI, Najamudin, mengisi materi mengenai pentingnya konsep green democracy di Indonesia. “Green democracy memang istilah yang agak baru. Kami mencoba mengembangkan agar demokrasi kita makin sejuk, makin pro lingkungan dan anak muda,” jelasnya. “Menyiapkan generasi itu sesuatu yang paling penting. Pada saat yang sama kita harus memastikan bahwa kebijakan negara, ekonomi penting namun ekologi juga ga kalah penting,” tambahnya. Najamudin menjelaskan bahwa keseimbangan antara ekonomi dan ekologi merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan berkelanjutan agar tak merusak lingkungan. “Memang tak semudah yang saya sampaikan. Justru karena tak mudah makanya kita harus mencoba agar ada keseimbangan,” pungkasnya. Penanganan Migas Nasional Selain sesi Kelas Kebangsaan, Menteri Bahlil berkesempatan untuk mengutarakan sejumlah isu nasional. Seperti persoalan energi dan tata kelola migas yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah. “Nanti saya akan rapat dengan mereka. Kalau ditemukan pelanggaran oleh Pertamina, pemerintah akan memberikan sanksi yang tegas,” tegas Bahlil. “Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya. Kita tungguh hasil dari Lemigas,” jelasnya. Menteri Bahlil mengkonfirmasi pembentukan tim gabungan untuk menyelidiki dugaan masalah distribusi bahan bakar. “Paling lama saya butuh waktu satu sampai dua hari. Ada tim khusus dari Dirjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga,” ungkapnya. “Kita belum bisa berandai-andai, apakah ada sabotase atau tidak. Semua menunggu hasil kajian tim,” tutupnya. Dalam penutup orasinya, Bahlil memberikan beasiswa pada 10 orang penerima yang diseleksi langsung oleh DPD IMM UMM. Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan pemetikan gawai oleh tokoh nasional yang diundang. Melalui kegiatan Pembukaan Tanwir XXIII, UMM berharap dapat memperkuat perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan sosial dan pengawal nilai-nilai nasional.

Hari Sumpah Pemuda di Universitas Muhammadiyah Malang Dimeriahkan Ikrar Tekad Mahasiswa untuk Bangsa

MALANG, MEMORANDUM.CO.ID – Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meneguhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda di kampus, Selasa 28 Oktober 2025. Acara juga dirangkai dengan pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi periode 2025–2029. Turut hadir Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Senat Mahasiswa Universitas (SEMU), BEM Fakultas (BEMFA), Senat Fakultas (SEFA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Peserta mengenakan pakaian adat daerah dan kostum pejuang. Nuansa kebangsaan terasa kuat di seluruh area kegiatan, menggambarkan keberagaman Indonesia yang berpadu dalam semangat persatuan dan cinta Tanah Air. Kegiatan juga diisi pembacaan Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Wahyuddin Fahrurrijal, yang menegaskan komitmen mahasiswa terhadap Pancasila, bangsa, dan bumi Indonesia. “Kami, generasi muda dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, berjiwa satria dan bersemangat kebangsaan yang membara. Senantiasa setia pada Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Wahyuddin. Ia menambahkan, mahasiswa UMM bertekad menjadi pelopor perubahan, berkarakter kerja keras, dan berkemajuan. Mereka siap bergotong royong membangun peradaban bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Selain itu, mahasiswa juga berjanji melestarikan bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia sebagai warisan suci untuk generasi mendatang. Sumpah Pemuda, menurutnya, bukan sekadar peringatan historis, melainkan prinsip hidup yang menginspirasi langkah akademik dan kepemimpinan mahasiswa.

Sivitas UMM Ekspresikan Sumpah Pemuda lewat Ikrar untuk Bangsa

KLIKMU.CO – Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Sepenggal lirik lagu perjuangan itu seakan mencerminkan semangat Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (28/10/2025). Civitas akademika mengekspresikan semangat tersebut melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 yang dipadukan dengan Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi Periode 2025–2029. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang meneguhkan nasionalisme, persatuan, serta tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Acara dihadiri mahasiswa dari berbagai organisasi kampus, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Senat Mahasiswa Universitas (SEMU), BEM Fakultas (BEMFA), Senat Fakultas (SEFA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Para peserta hadir mengenakan pakaian adat daerah dan kostum pejuang, menghadirkan nuansa kebangsaan yang kuat dan menggambarkan keberagaman Indonesia yang berpadu dalam persatuan dan cinta tanah air. Acara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa oleh Ketua BEMU, Wahyuddin Fahrurrijal, yang menegaskan komitmen mahasiswa terhadap Pancasila, bangsa, dan bumi Indonesia. “Kami, generasi muda dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berjiwa satria dan bersemangat kebangsaan yang membara, akan senantiasa setia pada Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bertekad menjadi pelopor perubahan yang berkarakter kerja keras dan berkemajuan, serta siap bergotong royong membangun peradaban bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Kami berjanji melestarikan bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia sebagai warisan suci untuk generasi mendatang,” ucap Wahyuddin. Isi ikrar tersebut mencerminkan semangat Sumpah Pemuda yang dihidupkan kembali dalam konteks modern. Mahasiswa UMM menegaskan kesetiaan mereka pada Pancasila sekaligus komitmen menjadi motor perubahan sosial yang berkeadaban. Seluruh perwakilan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) kemudian menandatangani naskah Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa sebagai simbol komitmen kolektif. Melalui kegiatan ini, UMM menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan historis, melainkan prinsip hidup yang terus dihidupkan dalam setiap langkah akademik dan kepemimpinan. Pergantian kepemimpinan fakultas yang bersamaan dengan deklarasi tekad mahasiswa menjadi pesan kuat bahwa regenerasi di kampus harus berjalan seiring semangat kebangsaan, keberlanjutan, dan perubahan yang bermakna bagi Indonesia. (Wildan/AS)

Inovatif, Semua Mahasiswa Baru UMM Diajari Coding

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Seluruh mahasiswa baru Gen 25 Kampus Putih kini dibekali keterampilan bahasa masa depan: coding. Pelatihan intensif ini berlangsung selama empat hari mulai (21/10/2025), dengan fokus pada Computational Thinking dan dasar-dasar pemrograman menggunakan Python. Program ini menjadi bagian dari 10 agenda utama Rektor UMM, yang menekankan penguasaan tiga bahasa wajib bagi setiap lulusan: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Pemrograman. Kepala Sistem Informasi dan Pelatihan Digital UMM, Aminuddin, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa pembelajaran dimulai dari logika berpikir komputer hingga praktik menulis kode. “Kita ingin mahasiswa memahami logic thinking sebelum menulis program. Python dipilih karena bahasanya sederhana dan mudah dipahami oleh pemula,” ujarnya. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga diminta membuat mini project seperti kalkulator atau aplikasi kasir menggunakan Google Colab. Proyek ini dirancang untuk mengasah tiga kemampuan inti dalam pemrograman: input, process, dan output. Amin menambahkan, kemampuan coding juga bisa menjadi modal penting bagi mahasiswa lintas disiplin. “Bahkan untuk penelitian sosial yang berbasis data kuantitatif pun bisa diolah menggunakan Python. Jadi, ini bukan hanya untuk mahasiswa eksakta,” terangnya. Ia menekankan bahwa literasi digital dan logika pemrograman kini menjadi kebutuhan universal. “Coding itu bukan sekadar sintaks, tapi juga cara berpikir sistematis dan logis. Ini bekal penting menghadapi dunia kerja digital,” tambahnya. Antusiasme juga terlihat dari Rahma Fariza Cahya Ningtyas, mahasiswi Agribisnis UMM. Ia mengaku pelatihan ini membuka wawasannya. “Selama ini kita hanya jadi pengguna teknologi, sekarang belajar menjadi pembuatnya. Rasanya seru dan menantang!” ungkapnya dengan senyum lebar. Melalui program ini, UMM ingin menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan milik mahasiswa IT saja, tapi milik semua calon pemimpin masa depan. Kampus Putih terus berinovasi, memastikan lulusannya tak hanya cakap berbahasa, tapi juga melek digital dan berdaya cipta. (*)