Prodi Manajemen UMM Perdana Gelar GEM 2025, Jadi Ajang Pengembangan Potensi Mahasiswa

KETIK, MALANG – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025. Kegiatan tersebut perdana digelar oleh Laboratorium Manajemen bersama HMPS Manajemen UMM untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Melalui event tersebut, mahasiswa diajak untuk menggali potensi di bidang manajemen. Mulai dari penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hingga pengendalian. Terdapat 19 kelas mengikuti implementasi dari praktikum Pengantar Manajemen pada 25 Oktober 2025 itu. Masing-masing kelas diminta untuk menggagas suatu event yang berada di beberapa titik lingkungan kampus, seperti Digdo FEB UMM, GKB 2, GKB 4, dan Mentari Mart. Ketua Program Studi Manajemen, Nurul Asfiah turut memberikan apresiasi atas kinerja para mahasiswa. Kegiatan tersebut membuktikan keunggulan mahasiswa bukan sekadar teori, namun juga terwujud dalam aksi nyata. “Kegiatan ini The First GEM, merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa manajemen tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam praktik manajerial yang sesungguhnya, dan inilah yang disebut dengan Kurikulum Berdampak,” ujarnya. Hal senada disampaikan olek Kepala Laboratorium Manajemen UMM, Warsono. Menurutnya, GEM 2025 ini menjadi penerapan dari fungsu manajemen melalui pelaksanaan event. “Praktikum ini merupakan penerapan fungsi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian melalui pelaksanaan event. Laboratorium Manajemen akan selalu berupaya menjadi wadah prakti tiap teori yang sudah diajarkan pada kelas regular,” tambahnya. (*)
Profesor UMM Gelar Pelatihan Pengolahan Inovatif Nutricorn: Manfaatkan Kekayaan Lokal NTT

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir mengambil peran penting dalam upaya penurunan risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah program pengabdian masyarakat difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Nutricorn yang secara inovatif memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal NTT. Para warga diajarkan cara mengolah makanan bergizi berbasis bahan yang tersedia di wilayah tersebut. Adapun agenda yang termasuk dalam program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) ini diawali pada Oktober 2025 dan akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc., selaku dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM, memaparkan fokus utama kegiatan ini. Dahlia menjelaskan urgensi dari program tersebut, mengingat data stunting di NTT yang masih mengkhawatirkan. Angka stunting di NTT cukup tinggi, yaitu sekitar 18 %, sehingga NTT menargetkan pengentasan stunting hingga 14 %. Untuk mencapai target tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan yang diformulasikan khusus untuk balita: sereal dan nugget. Inovasi pangan ini mengandalkan bahan-bahan lokal yang melimpah di NTT, seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. Kombinasi bahan-bahan tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi yang optimal. “Salah satunya kita bikin olahan produk yaitu yang pertama adalah sereal yang biasanya disukai oleh balita, dan juga nugget,” ujar Dahlia. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan karena tidak hanya memastikan makanan yang dihasilkan terjangkau dan mudah diakses, tetapi juga memberdayakan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah. Respon positif dan semangat belajar datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta, mewakili ibu-ibu rumah tangga setempat, mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya. “Kesan kami terhadap pembuatan makanan stunting, untuk mencegah stunting ini sangat baik dan sangat bagus untuk kami. Kami akan menerapkan kegiatan atau penyiapan makanan ini di tempat kami bekerja,” tuturnya dengan semangat. Lebih dari sekadar penurunan angka stunting, program ini memiliki dampak ekonomi berganda. Output dari kegiatan ini adalah pengentasan stunting; selain itu, program ini juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar setelah sosialisasi berjalan. Program ini juga menjadi transfer ilmu agar ibu rumah tangga di NTT dapat memproduksi dan menjual produk ini secara mandiri. Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program pengabdian ini membuktikan bahwa penurunan stunting dapat diiringi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Harapannya, Nutricorn dapat menjadi ikon gizi lokal yang sukses menurunkan angka stunting dan membuka lapangan kerja baru di NTT. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Rektor UMKO Hadiri Rakernas Forum Rektor PTMA 2025 di UMM

SEVIMA.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FR-PTMA) tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16–19 Oktober 2025. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, termasuk 112 pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia. Rakernas tahun ini mengangkat tema besar tentang arah kebijakan pendidikan tinggi Muhammadiyah di tengah dinamika perubahan global. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan arahan, di antaranya Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si. (Ketua Forum Rektor PTMA), serta Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah). Selain para tokoh Muhammadiyah, Rakernas juga diwarnai dengan paparan dari sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Keuangan RI, serta Menteri Diktisaintek RI. Para pembicara membahas berbagai isu strategis, meliputi kebijakan pendidikan tinggi nasional, digitalisasi kampus, akreditasi global, serta sinergi perguruan tinggi dengan dunia industri. Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan Rakernas adalah peresmian gerai MentariMu Mart oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., pada 16 Oktober 2025. MentariMu merupakan program ekonomi Muhammadiyah yang terus dikembangkan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat. Peresmian gerai di UMM tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru penguatan ekonomi berbasis kampus, dengan mengintegrasikan fungsi bisnis, pendidikan, dan dakwah. Dalam arahannya, Prof. Haedar Nashir mendorong agar PTMA lebih aktif berperan dalam ranah politik kebangsaan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan wujud tanggung jawab moral untuk memperkokoh peran Muhammadiyah dalam keumatan dan kemanusiaan universal, khususnya di bidang pendidikan tinggi. Selain itu, Haedar juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai, budaya, struktur, manusia, dan lingkungan yang harmonis. Menanggapi pelaksanaan Rakernas ini, Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya. Ia menilai forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat integrasi antar-PTMA, memperluas jejaring kerja sama, serta menyelaraskan arah kebijakan pendidikan tinggi Muhammadiyah ke depan. “Rakernas ini menjadi sarana konsolidasi penting bagi PTMA dalam merespons perubahan zaman. UMKO siap mendukung agenda-agenda strategis Muhammadiyah, terutama dalam penguatan mutu akademik, inovasi, dan layanan pendidikan yang inklusif serta unggul,” ujar Dr. Irawan. Dengan semangat kolaborasi dan kemajuan, Universitas Muhammadiyah Kotabumi berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berkemajuan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam membangun generasi bangsa yang berintegritas, cerdas, dan berdaya saing.
Gebyar Event Manajemen 2025: Ajang Kreativitas dan Kolaborasi Mahasiswa Manajemen UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Manajemen bersama HMPS Manajemen UMM menyelenggarakan kegiatan bergengsi bertajuk “Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025”. Acara ini menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang manajemen, untuk menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Gebyar Event Manajemen 2025 digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dan diikuti oleh seluruh kelas (19 kelas) praktikum Pengantar Manajemen. Setiap kelas menyelenggarakan satu event dan dilaksanakan pada hari yang sama di berbagai titik lokasi di lingkungan kampus, seperti area Digdo FEB UMM, GKB 4, dan Mentari Mart. GEM 2025 menghadirkan 19 event yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kelas praktikum. Kegiatan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari edukasi, olahraga, seni, kuliner, hingga kompetisi, meliputi: One Step Run dan Zumba Event – kegiatan fun run dan senam untuk membuka semangat pagi. Foodtopia Festival, Booth Thrift dan Cooking Contest – ajang eksplorasi kewirausahaan dan kreativitas kuliner. Talkshow Kopi Bicara dan Seminar Eksis – kegiatan edukatif dan inspiratif yang menghadirkan narasumber profesional. Fun Games Abhirama, Turnamen Futsal, Tournament Glory Arena PES, Free Fire, dan MLBB – rangkaian kegiatan fun games, sport dan e-sport. Makeup Class, Halloween Mini Festival, Fashion Show, Poster Competition, Workshop Activity dan Art Space – ruang ekspresi seni dan kreativitas mahasiswa. Soundscape – lomba musik. Setiap kegiatan dijalankan oleh mahasiswa manajemen sesuai kelas praktikum masing-masing dengan bimbingan langsung dari instruktur dan assitan Laboratorium Manajemen. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M. menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan GEM 2025. “Kegiatan ini The First GEM, merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa manajemen tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam praktik manajerial yang sesungguhnya, dan inilah yang disebut dengan Kurikulum Berdampak,” ujarnya. Kepala Laboratoium Manajemen UMM juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa GEM 2025 ini adalah pertama kalinya diselenggarakan secara bersamaan dan merupakan penerapan dari fungsi manajemen. “Praktikum ini merupakan penerapan fungsi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian melalui pelaksanaan event. Laboratorium Manajemen akan selalu berupaya menjadi wadah prakti tiap teori yang sudah diajarkan pada kelas regular” ujar Drs. Warsono, MM. Melalui Gebyar Event Manajemen 2025, diharapkan mahasiswa Manajemen UMM terus menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui kegiatan yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan soft skill serta belajar sejak dini untuk membuat sebuah Event Organizer. (diko) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Gebyar Event Manajemen 2025: Ajang Kreativitas dan Kolaborasi Mahasiswa Manajemen UMM, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/gebyar-event-manajemen-2025-ajang-kreativitas-dan-kolaborasi-mahasiswa-manajemen-umm
Peningkatan Kapasitas Kader Panti Asuhan: Dosen UMM Gelar Pelatihan Pemeriksaan Mata dan Gizi Anak-Anak Panti Asuhan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Oktober 2025, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pelatihan Pemeriksaan Mata dan Gizi Anak bagi para kader kesehatan pengurus panti asuhan Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Malang Raya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini terdiri dari tiga dosen yang berada dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMM dan dua orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM. Menurut Ketua tim PKM, Dr. dr. Alfa Sylvestris, SpM, disapa dokter Alfa menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM pendanaan Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025, yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan di lingkungan panti asuhan dalam memantau kesehatan dan menapis gangguan kesehatan mata dan gizi anak-anak asuh. Pelatihan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Malang, Jl. Bareng Tenes Kota Malang ini diikuti oleh dua puluh pengurus panti yang berasal dari sepuluh panti asuhan Mauhammadiyah-Aisyiyah di Malang Raya. Mereka mendapatkan pembekalan teori serta praktik langsung mengenai pemeriksaan refraksi sederhana pada anak-anak, pengenalan tanda-tanda gangguan penglihatan, serta pemeriksaan status gizi secara mandiri dengan metode yang mudah diterapkan. Selain melibatkan dosen UMM, kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa FK UMM yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan PKM ini. Dijelaskan dokter Alfa, bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan anak-anak panti yang sering kali belum mendapatkan pemeriksaan rutin, khususnya terkait penglihatan dan gizi. “Kami ingin para pengurus panti tidak hanya berperan dalam pengasuhan, tetapi juga mampu menjadi kader kesehatan yang tanggap terhadap kebutuhan dasar anak-anak, termasuk kesehatan mata dan gizi mereka,” ujarnya. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara melakukan skrining penglihatan sederhana menggunakan kartu E (E-chart), serta bagaimana menilai status gizi dengan mengukur berat dan tinggi badan, lalu membandingkannya dengan standar WHO. Setelah pelatihan, peserta mendapatkan alat kesehatan berupa Snellen box, alat pengukur status gizi (pengukur berat badan, tinggi badan, dan pita pengukur), dan modul pemeriksaan mata dan gizi anak. Hasil pemeriksaan digunakan untuk deteksi dini gangguan penglihatan dan gizi kurang agar segera mendapat rujukan ke tenaga medis profesional. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak panti asuhan. “Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi panti asuhan untuk memiliki sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. Anak-anak yang sehat tentu akan lebih siap tumbuh dan belajar,” tambah dr. Hawin Nurdiana, M.Kes, SpA. Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di panti. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak panti asuhan di Malang Raya yang memiliki kader kesehatan terlatih dan peduli terhadap kesehatan anak-anak asuh mereka. (tim pkm dosen umm)
Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Implementasi Matkul Akuntansi-Aplikom Saat Magang Kerja Bidang Keuangan di Bandara Batam

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG –Salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos FAI UMM) atas nama Ari Andresta banyak merasakan manfaat menempuh pendidikan di Prodi Ekos UMM saat magang kerja di PT Bandara Internasional Batam. Sebab beberapa mata kuliah yang sudah ditempuhnya sangat implementatif dalam dunia kerja. Sehingga ketika melaksanakan magang kerja bulan Juli-Agutus 2025 lalu dirinya langsung cepat beradaptasi dengan budaya kerja di tempatnya magang kerja di bagian keuangan PT Bandara Internasional Batam. Mata kuliah dimaksud adalah Pengantar Akuntansi dan Aplikom sebab saat melaksanakan tugas di bagian keuangan ini banyak menggunakan aplikasi software keuangan. “Dua mata kuliah tersebut sangat related dengan dunia kerja saat ini. Hal ini membuktikan bahwa kuliah di Prodi Ekonomi Syariah UMM sangat prospek di bidang keuangan,” ujar Ari Andresta disapa Ari. Menurut Ari saat magang kerja ini juga merasakan lima keunggulan Center for Future Works (CFW) Prodi Ekonomi Syariah UMM, yakni unggul digital marketing dan fintech syariah, unggul perencanaan keuangan syariah, unggul perbankan dan keuangan syariah, unggul industry dan produk halal, serta unggul manajemen filantropi. Menariknya semua keunggulan ini tidak lepas dari para dosen yang pakar dalam bidang Ekonomi Islam, serta ditunjang fasilitas digitalisasi untuk praktikum mahasiswa dan program magang kerja dengan sejumlah mitra industry. (humas ekos umm/don)
Unik, Tim UMM Atasi Stunting di NTT dengan Ajari Bikin Makanan Penuh Gizi

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir mengambil peran vital dalam upaya penurunan risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah program pengabdian masyarakat difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Nutricorn yang secara inovatif memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal NTT. Para warga diajari cara mengolah makanan kaya gizi berbahan dasar bahan yang ada di wilayah tersebut. Adapun agenda yang termasuk dalam Profesor Penggerak pembangunan Masyarakat (P3M) ini diawali pada Oktober 2025 dan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc. selaku dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM, memaparkan fokus utama kegiatan ini. Dahlia menjelaskan urgensi dari program tersebut, mengingat data stunting di NTT yang masih mengkhawatirkan. Angka stunting di NTT ini cukup tinggi yaitu 18% sehingga NTT ini punya target untuk mengentaskan stunting sampai 14%. Untuk mencapai target tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan yang diformulasikan khusus untuk balita sereal dan nugget. Inovasi pangan ini mengandalkan bahan-bahan lokal yang melimpah di NTT, seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. Kombinasi bahan-bahan tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi optimal. “Salah satunya kita bikin olahan produk yaitu yang pertama adalah sereal yang biasanya disukai oleh balita dan juga nugget,” ujar Dahlia. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan karena tidak hanya memastikan makanan yang dihasilkan tetap terjangkau dan mudah diakses. Namun juga memberdayakan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah. Respon positif dan semangat belajar datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta, mewakili ibu-ibu rumah tangga setempat, mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya. “Kesan kami untuk pembuatan makanan stunting, untuk mencegah stunting ini sangat baik dan sangat bagus untuk kami dan kami akan menerapkan kegiatan atau pelaksanaan makanan ini di tempat kami bekerja,” tuturnya dengan semangat. Lebih dari sekadar penurunan angka stunting, program ini memiliki dampak ekonomi berganda. Output dari kegiatan ini adalah mengentaskan angka stunting, selain itu juga bisa membuka usaha baru untuk warga sekitar, harapan setelah program ini disosialisasikan. Selain itu, program ini adalah transfer ilmu agar ibu rumah tangga di NTT dapat memproduksi dan menjual produk ini secara mandiri. Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program pengabdian ini membuktikan bahwa penurunan stunting dapat diiringi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Harapannya, Nutricorn dapat menjadi ikon gizi lokal yang sukses menurunkan angka stunting dan membuka lapangan-lapangan usaha baru di NTT. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan
Asosiasi PBSI Dorong Dosen Bahasa Indonesia Penuhi Standar Internasional di Era AI

MAKLUMAT – Bahasa Indonesia tak lagi sekadar bahasa nasional. Dalam pandangan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bahasa Indonesia harus memiliki martabat hingga ke level internasional. “Kita perlu menghidupkan kembali penelitian dan pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri,” ujarnya tegas saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), 18–19 Oktober 2025 di Kapal Garden Sengkaling, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebanyak 30 program studi PBSI dari berbagai PTMA di seluruh Indonesia mengikuti rakernas ini. Adapun tema yang menjadi pembahasan “Revitalisasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) dan Nilai Kemuhammadiyahan Menuju Era Indonesia Emas” sangat tepat. Tema tersebut mencerminkan semangat integrasi antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai Islam dalam pendidikan bahasa Indonesia di era digital. Harun menegaskan, dosen bahasa Indonesia harus mampu berdaya saing secara global. Asosiasi PBSI, katanya, mesti memenuhi standar internasional dalam pengajaran, penelitian, dan jejaring kerja sama. Upaya itu menjadi langkah penting agar bahasa Indonesia tidak hanya menjadi bahasa persatuan, tetapi juga bahasa pengetahuan dan diplomasi. “Perguruan tinggi Muhammadiyah harus berani menembus batas. Jangan hanya jadi pelaksana kurikulum, tapi juga pencipta inovasi. Dunia sedang bergerak cepat dengan kecerdasan buatan, dan kita tidak boleh tertinggal,” tambahnya. Integrasi AI dan Nilai Kemuhammadiyahan Ketua Asosiasi PBSI LPTK PTMA, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan bahasa menjadi kebutuhan mutlak. Ia menyebut kehadiran AI bukan ancaman. Sebaliknya, kecerdasan buatan membuka peluang untuk memperkaya metode pembelajaran, asesmen, hingga pengembangan laboratorium digital. “Asosiasi perlu menyiapkan kompetensi inti bagi mahasiswa maupun dosen PBSI, seperti literasi digital, keterampilan abad ke-21, dan pedagogi inovatif,” jelas Sugiarti. Ia menambahkan, AI dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, mengembangkan riset kolaboratif, dan membuka ruang kompetisi akademik yang lebih luas bagi mahasiswa. Dalam Rakernas tersebut, peserta juga membahas program kerja lima tahun ke depan (2025–2029). Agenda utama diarahkan pada penyempurnaan basis data, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, serta penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam kurikulum PBSI. Adaptif dan Transformatif Sugiarti yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi PBSI periode 2025–2029 melalui musyawarah mufakat menegaskan, kepengurusan baru akan menyiapkan langkah strategis agar asosiasi semakin adaptif dan transformatif. “Era AI menuntut kita berpikir lebih cepat, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Itulah fondasi utama dosen bahasa Indonesia Muhammadiyah,” katanya. Bagi Asosiasi PBSI, revitalisasi pendidikan bahasa bukan sekadar memperbarui metode ajar. Ia juga bagian dari upaya menjaga martabat bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa yang kini menatap dunia.
Bahas Pemanfaatan AI, Rakernas PBSI PTMA Dorong Inovasi Pendidikan Bahasa Indonesia

pwmu.co –Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kapal Garden Sengkaling, milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada 18–19 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti 30 program studi PBSI dari berbagai PTMA se-Indonesia ini mengusung tema “Revitalisasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) dan Nilai Kemuhammadiyahan Menuju Era Indonesia Emas.” Tema ini menjadi refleksi penting atas kebutuhan integrasi teknologi kecerdasan buatan dan nilai Islam dalam pendidikan bahasa Indonesia di era digital. Bahasa Indonesia Harus Mendunia Rakernas dibuka oleh Ketua Umum Asosiasi LPTK PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemartabatan bahasa Indonesia agar mampu sejajar di tingkat internasional. “Kita perlu menghidupkan kembali penelitian dan pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri. Asosiasi PBSI harus berani melakukan terobosan yang inovatif, kreatif, dan inspiratif agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujarnya. Menurut Harun, dosen-dosen PBSI di lingkungan PTMA perlu memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai negara. Ia menegaskan, Asosiasi PBSI harus berdaya saing nasional dan global, sejalan dengan tuntutan pengguna jasa pendidikan yang terus berubah. AI untuk Pendidikan yang Lebih Adaptif Sementara itu, Ketua Asosiasi PBSI LPTK PTMA, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sudah menjadi keniscayaan dalam pendidikan bahasa. “Kehadiran AI tidak dapat dinafikan. Justru harus dimanfaatkan untuk pengembangan asesmen, laboratorium, dan peningkatan keterampilan mahasiswa,” jelasnya. Ia menambahkan, asosiasi tengah menyusun berbagai program inovatif, antara lain penyempurnaan basis data, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, pengabdian masyarakat bersama, serta kompetisi akademik dan nonakademik untuk mahasiswa PBSI. Rumusan Program Lima Tahun ke Depan Rakernas kali ini juga menjadi forum strategis untuk merancang program kerja lima tahun (2025–2029). Di antara prioritasnya adalah peningkatan literasi digital, penguatan pedagogi inovatif, serta penyusunan kompetensi inti bagi mahasiswa dan dosen PBSI, terutama yang berkaitan dengan keterampilan abad ke-21. “Seluruh program diarahkan agar Asosiasi PBSI menjadi lebih adaptif dan transformatif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan,” tutur Sugiarti. Sugiarti Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Rangkaian Rakernas ditutup dengan pemilihan kepengurusan baru Asosiasi PBSI periode 2025–2029. Secara musyawarah dan mufakat, para peserta kembali mempercayakan Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. sebagai ketua umum untuk melanjutkan kepemimpinan. Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PTMA dalam melahirkan pendidik bahasa Indonesia yang berdaya saing global, berjiwa inovatif, dan berkarakter Islam berkemajuan.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Azrohal Hasan
Universitas Muhammadiyah Malang Jadi Tuan Rumah Rakernas Forum Rektor PTMA

SEVIMA.COM – Di tengah tantangan pendidikan tinggi yang kian kompleks, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi episentrum pertemuan gagasan dan strategi nasional melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Diselenggarakan pada 16–19 Oktober 2025, forum ini mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi PTMA Bergerak Berdampak untuk Indonesia Maju” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Adapun acara yang dihadiri oleh 112 perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 200 orang. Membuka acara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menekankan bahwa Forum Rektor PTMA memiliki posisi penting sebagai supporting structure bagi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan lembaga struktural, melainkan fungsional yang bertugas memperkuat sinergi, memperdayakan, dan mengakselerasi kemajuan seluruh PTMA, terutama yang masih berkembang. Forum ini diharapkan mampu menjadi mitra kritis pemerintah dalam kebijakan pendidikan tinggi tanpa terjebak dalam kepentingan politik praktis yang bersifat partisan. Lebih lanjut, Haedar menyoroti perlunya penguatan ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai, budaya, struktur, manusia, dan lingkungan yang harmonis. Ia mengingatkan bahwa kemajuan PTMA tidak boleh berhenti pada capaian administratif, melainkan harus berakar pada internalisasi nilai Islam dan kepribadian Muhammadiyah dalam seluruh sistem pendidikan. “Muhammadiyah telah membuktikan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya pada ranah kognitif, tapi juga dalam membangun totalitas kehidupan berbangsa. Karena itu, tugas kita bukan lagi mulai berbuat, melainkan terus berbuat lebih baik, lebih optimal, dan lebih unggul berkemajuan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTMA, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakernas kali ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas kampus dan mitra strategis. Ia menuturkan bahwa forum ini terbentuk dari keresahan para rektor Muhammadiyah atas perlunya wadah koordinasi dan konsolidasi yang mampu memperdayakan kampus di bawah naungan persyarikatan. Ma’mun menegaskan bahwa posisi Forum Rektor adalah membantu dan memperkuat kerja-kerja Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Menurutnya, kebijakan atau sikap forum akan selalu sejalan dengan garis perjuangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Forum Rektor ini ibarat Hizbullah, sementara Majelis Diktilitbang adalah pemerintahnya. Maka tugas kita adalah membackup kerja-kerja Majelis secara serius, terutama dalam penguatan dan kemitraan strategis pendidikan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Selain membangun jaringan internal, Forum Rektor PTMA juga menjalin kerja sama eksternal dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian KKP, dan BUMN seperti Permodalan Nasional Madani (PNM). Kerja sama ini diharapkan membuka ruang bagi ribuan mahasiswa baru dan peluang kolaborasi riset. Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi antar-PTMA untuk memperkuat daya saing dan dampak sosial pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan keislaman dalam dunia pendidikan tinggi. “Universitas Muhammadiyah Malang siap menjadi ruang kolaborasi inovatif bagi seluruh PTMA. Karena UMM tidak hanya membuka pintu, tetapi juga hati dan sumber dayanya untuk memperkuat gerakan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan berdaya saing global,” ungkapnya. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang diusung, Rakernas Forum Rektor PTMA di UMM 2025 menjadi penanda penting kebangkitan perguruan tinggi Muhammadiyah. Melalui sinergi ide, nilai, dan kerja kolektif, PTMA diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia—mewujudkan pendidikan yang mencerahkan, membebaskan, dan berdampak luas bagi umat serta bangsa.