Sejumlah Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Lamongan Antusias Ikuti Seminar Nasional Pendidikan Inklusi di UMM

MALANG lintasjatimnews – Sejumlah Kepala Sekolah dan Madrasah di bawah naungan Muhammadiyah Kabupaten Lamongan tampak antusias menghadiri “Seminar Nasional: Inovasi Literasi Akademik bagi Pendidikan Inklusi di Era Digital”. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (23/5/2026), di Gedung GKB IV, Lantai 9. Kehadiran para pendidik dari Lamongan tersebut juga didampingi langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Lamongan, Muhammaf Said, S.Pd., M.Pf. Kehadiran peserta dari Lamongan yang didominasi peserta dari Cabang Muhammadiyah Paciran menunjukkan tingginya minat para praktisi pendidikan dalam mengembangkan kompetensi mereka, khususnya terkait isu inklusivitas dan transformasi digital. Seminar yang merupakan hasil kolaborasi antara Program Pascasarjana Prodi Psikologi UMM, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, serta Penerbit Erlangga ini, menghadirkan narasumber tingkat nasional. Sebagai pembicara kunci, hadir Moch. Abduh, MS.Ed., Ph.D., Staf Ahli Kemendikdasmen RI Bidang Teknologi Pendidikan, yang mewakili Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang berhalangan hadir. Selain Moch. Abduh, seminar ini juga diisi oleh Prof. Dr. Khozin, M.Si. yang membahas arah kebijakan penguatan layanan pendidikan inklusif di Jawa Timur, Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi., M.Si., Ph.D. dengan materi sistem layanan digital berbasis ekosistem Muhammadiyah, serta Dr. Suharsiwi, S.Pd., M.Pd. yang menekankan pentingnya kolaborasi guru dan orang tua. Apresiasi Tinggi Peserta Salah satu peserta, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 16 Karangasem Paciran, Lamongan, Ni’ayah Arif, S.Pd. memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Ia mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas materi-materi berbobot yang disampaikan oleh para pakar. “Materi yang disampaikan dari beberapa pemateri hebat sangat bermanfaat. “Saya mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital, serta bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak bagi semua siswa,” ujarnya. Baginya, seminar ini menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam pembelajaran agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Ia merasa termotivasi untuk menciptakan suasana madrasah yang nyaman dan mengembirakan bagi murid saat hadir di sekolah. Harapan Keberlanjutan Program Kepala MIM 16 Karangasem juga menyampaikan pesan agar kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena dampaknya yang signifikan bagi dunia pendidikan. “Semakin banyak lahir ide, kolaborasi, serta inovasi demi terwujudnya pendidikan yang berkemajuan. Dengan cinta belajar, insyaallah pengalaman akan bertambah. Kemauan dan kemampuan menjadi modal utama untuk kemajuan,” tandasnya. Sementara itu, keikutsertaan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Lamongan, dinilai sangat memotivasi bagi kepala-kepala madrasah yang hadir. Kehadirannya tidak hanya untuk mensukseskan acara, tetapi juga sebagai bentuk tholabul ilmi (mencari ilmu) bersama demi kemajuan pendidikan di Lamongan. Melalui forum ini, diharapkan terjadi sinergi kuat antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas di era digital, khususnya bagi jaringan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur

Mengapa Lowokwaru dan Blimbing Selalu Jadi Incaran?

MALANG POST – Skemanya selalu sama: lengah sedikit, motor amblas. Atau, jempol terlalu lincah di layar ponsel, tabungan ludes dikuras penipu siber. Dua momok inilah—pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penipuan online—yang hingga hari ini masih merajai angka kriminalitas di Kota Malang. Kenyataan pahit mengenai situasi keamanan di Kota  Pendidikan ini dibongkar oleh KBO Satreskrim Polresta Malang Kota, IPDA Galih Mohamad Hamdan, dalam talk show Idjen Talk yang disiarkan langsung oleh Radio City Guide 911 FM pada Sabtu (23/5/2026) hari ini. Ipda Galih memetakan dua wilayah yang paling merah: Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing. Dua daerah itu adalah magnet. Gudangnya mahasiswa dan perumahan padat. Sayangnya, bagi para pelaku kejahatan, dua wilayah ini juga merupakan ladang perburuan paling empuk. “Para pelaku ini sangat pintar membaca situasi. Mereka memanfaatkan kelengahan warga dan minimnya pengawasan di lingkungan permukiman,” ujar IPDA Galih. Kepolisian sebenarnya tidak tinggal diam. Sejumlah sindikat pencuri kendaraan lintas kota sudah berhasil digulung. Pelakunya dijebloskan ke sel. Namun, ibarat patah tumbuh hilang berganti, pelaku baru selalu muncul. Pendidikan Itulah mengapa Polresta Malang Kota kini mengubah strategi. Tidak hanya menunggu laporan di balik meja, polisi mulai gencar melakukan patroli malam, pemetaan wilayah rawan, hingga edukasi hukum ke tingkat rukun tetangga. “Kuncinya ada di kewaspadaan bersama. Polisi tidak bisa melototi setiap gang 24 jam. Masyarakat harus aktif lagi menjaga lingkungannya,” tegas Galih. Tuntutan Bergaya di Era Digital Mengapa kriminalitas jalanan tak pernah mati? Mengapa justru makin subur? Wakil Dekan II FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari, yang juga hadir dalam diskusi tersebut, melihat ada pergeseran motivasi yang mengerikan. Kejahatan zaman sekarang sudah berevolusi. Semakin terorganisir. Mereka memanfaatkan kemudahan akses digital untuk melancarkan aksi tipu-tipu. Ada yang lebih membuat miris: pelakunya mulai banyak melibatkan usia remaja. Anak-anak muda. “Ini bukan lagi sekadar urusan perut atau faktor ekonomi klasik. Pola kejahatan saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan tekanan gaya hidup,” analisis Luluk. Anak muda zaman sekarang menghadapi tekanan sosial yang berbeda. Ada tuntutan untuk tampil modis. Tampil ada di media sosial. Ketika lingkungan pergaulan menuntut standar tinggi, sementara pendidikan dasar dan modal ekonomi tidak memadai, jalan pintas pun diambil. Moralitas dikesampingkan. Bagi Luluk, urusan ini sudah masuk fase lampu kuning. Mengatasinya tidak bisa lagi hanya mengandalkan borgol dan pistol polisi. “Harus ada kolaborasi total. Kampus, keluarga, aparat keamanan, dan masyarakat harus bersatu. Edukasi moral dan kesadaran hukum harus disuntikkan kembali ke kepala anak-anak muda kita. Pengawasan lingkungan juga jangan sampai kendor,” pungkas Luluk. Kota Malang ini terlalu indah untuk dinodai oleh ketakutan kehilangan sepeda motor di teras rumah sendiri. Panduan Kota & Daerah Polisi sudah memetakan wilayahnya, akademisi sudah membaca akarnya. Sekarang, tinggal bagaimana warga Malang merapatkan barisan di pos ronda dan menjaga jempolnya di dunia maya. (Nurul Fitriani/Ra Indrata)

Sineas Muda UMM Tampilkan Dua Film Pendek Penuh Pesan Sosial di Rumah Budaya Ratna

Malang, Tugumalang.id – Dukungan terhadap sineas muda Tanah Air kembali terlihat melalui acara pemutaran film bertajuk Kamisan: Warisan Abadi yang digelar di Rumah Budaya Ratna pada Rabu (21/5/2026). Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi ruang apresiasi karya bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dalam praktikum Content Provider and Publisher. Dalam kegiatan tersebut, dua film pendek ditayangkan, yakni “Ater-Ater” karya Dwara Sinema dan “A Pain Thing: Gemurat Dalam Senyap” karya Javania Creative Noesantara. Kedua film hadir dengan tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan anak muda, mulai dari tradisi budaya hingga persoalan emosional yang sering dipendam sendiri. Film “Ater-Ater” Angkat Tradisi Jawa dan Nilai Kebersamaan Film pertama, “Ater-Ater”, ditulis oleh Zalva Alivia Yasmin dan terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Film ini mengangkat tradisi Jawa ater-ater, yakni kebiasaan berbagi atau mengantarkan makanan kepada kerabat maupun tetangga sebagai bentuk menjaga hubungan sosial dan kebersamaan. Situs & Bangunan Bersejarah Cerita berfokus pada seorang perempuan yang pulang ke kampung halamannya, tetapi merasa enggan mengikuti tradisi tersebut. Pandangannya perlahan berubah setelah bertemu dengan seorang pemuda bernama Rangga. Dengan sentuhan romansa ringan, film ini menunjukkan bahwa ater-ater bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan bagian dari nilai kehidupan masyarakat yang mampu mempererat hubungan antarmanusia. Menariknya, karya tersebut awalnya dikembangkan dalam bentuk dokumenter sebelum akhirnya diadaptasi menjadi film pendek fiksi untuk kebutuhan praktikum kampus. “A Pain Thing: Gemurat Dalam Senyap” Soroti Kesehatan Mental Anak Muda Sementara itu, film kedua berjudul “A Pain Thing: Gemurat Dalam Senyap” mengangkat isu kesehatan mental dan pentingnya memiliki ruang untuk bercerita. Film ini berkisah tentang Rendra, seorang pelukis yang mengalami tekanan batin ketika menerima pesanan lukisan keluarga. Kegelisahan yang dipendam membuat hubungannya dengan sang kekasih, Putri, ikut terdampak karena Rendra memilih menutup diri. Konflik berkembang ketika Rendra akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak mendapatkan pengakuan dari orang tuanya atas profesi yang dijalani. Namun, Putri mencoba meyakinkannya bahwa melukis tetap merupakan pekerjaan yang layak dan berarti. Dukungan tersebut membuat Rendra perlahan berani menyelesaikan pesanannya sekaligus membuka kembali komunikasi dengan keluarganya. Sutradara film “A Pain Thing: Gemurat Dalam Senyap”, Shaggil Mahara, mengatakan bahwa film tersebut lahir dari keresahan terhadap banyaknya orang yang tidak memiliki tempat untuk menceritakan luka dan masalahnya. “Tapi sejatinya manusia butuh tempat untuk bercerita,” kata Shaggil Mahara. Ia berharap film tersebut dapat diputar di lebih banyak tempat agar pesan yang dibawa bisa menjangkau masyarakat luas. Menurutnya, meningkatnya kasus menyakiti diri sendiri hingga mengakhiri hidup berkaitan dengan minimnya ruang aman untuk berbagi cerita dan emosi. Melalui film ini, penonton diharapkan lebih berani membuka diri kepada orang-orang terdekat dan terpercaya, karena bercerita dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Antusiasme Penonton Hidupkan Suasana Pemutaran Film Acara pemutaran film berlangsung meriah dengan antusiasme penonton yang memenuhi area Rumah Budaya Ratna. Selain sesi pemutaran film, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti ice breaking, diskusi, dan tanya jawab bersama para pembuat film. Suasana semakin hangat ketika penonton mendapatkan konsumsi berupa ater-ater setelah penayangan film pertama, selaras dengan tema budaya yang diangkat. Kehadiran photobooth di area acara juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mengabadikan momen bersama para pengunjung dan sineas muda yang terlibat. Acara pemutaran film ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah apresiasi bagi karya sineas muda Tanah Air. Melalui tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Kamisan: Warisan Abadi menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menghadirkan pesan sosial dan budaya yang relevan. Kehadiran acara seperti ini diharapkan dapat terus mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk berkarya dan menyampaikan cerita mereka kepada publik.

Bangun Kesadaran Ekologi Sejak Dini, Riset Dosen UMM Latih Siswa SD Kelola Sampah

MALANG POST – Ancaman krisis iklim dan darurat penumpukan sampah di Kabupaten Malang menuntut solusi berbasis riset yang komprehensif. Menjawab tantangan tersebut, Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd., memimpin riset edukasi ekologi. Panduan Kota & Daerah Sasarannya siswa Sekolah Dasar (SD). Bahkan sukses menyisihkan ribuan proposal dalam ajang pendanaan bergengsi tingkat nasional pada program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek ) yang diselenggarakan dan diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penelitian ini bermula dari analisis tajam Beti terhadap kondisi kelestarian lingkungan dan minimnya literasi ekologi pada anak usia dini. Ia menyoroti bagaimana volume sampah yang terus melonjak setiap tahun di Kabupaten Malang. Ternyata berbanding terbalik dengan penerapan edukasi sistematis di bangku sekolah dasar, sehingga menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat. “Sekarang ini produksi sampah di Kabupaten Malang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara edukasi pengolahan sampah yang sistematis di sekolah dasar masih sangat minim. Karena itu, melalui riset ini, kami ingin memulai dari pendidikan dasar agar menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Panduan & Petunjuk Perjalanan Dalam desain penelitiannya, Beti tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng tim lintas disiplin dari program studi Matematika, Teknik Mesin, hingga Biologi. Riset ini mengaplikasikan metode living lab. Sebuah pendekatan saintifik yang tidak sekadar berfokus pada pemahaman teoretis. Tetapi memfasilitasi siswa mempraktikkan langsung proses memilah, mendaur ulang, hingga mengolah sampah menjadi produk bermanfaat. Menurutnya, inovasi metode riset ini merupakan wujud nyata langkah mitigasi krisis ekologi di sektor pendidikan. “Harapan kami, penelitian ini bisa berdampak jangka panjang untuk mengarahkan dan juga memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi climate change yang memang menjadi fokus kita bersama,” paparnya. Penelitian berskala besar yang turut melibatkan mahasiswa ini akan dijalankan selama satu tahun melalui delapan tahapan komprehensif, mulai dari analisis awal, pembuatan purwarupa, hingga diseminasi hasil. Didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Majelis Dikdasmen Kabupaten Malang, riset ini menjadikan tiga SD Muhammadiyah di Kepanjen, Karangploso, dan Tumpang sebagai pilot project. Capaian lolos pendanaan yang diraih tim peneliti UMM ini menjadi bukti kualitas riset di tengah seleksi yang sangat kompetitif. “Persaingan dalam program pendanaan ini sangat ketat, dari total 8.951 akun pendaftar, hanya 122 program yang dinyatakan lolos. Kami berharap luaran riset ini mampu meningkatkan keterampilan pengolahan sampah siswa secara terukur dan secara efektif membantu sekolah menekan timbunan sampah ke TPA,” ungkapnya. Riset ini semakin menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam kajian teoretis, tetapi juga adaptif merumuskan produk penelitian untuk merespons isu global. Ke depannya, model penelitian pendidikan lingkungan berbasis living lab ini, diharapkan dapat direplikasi oleh berbagai institusi lain, guna mencetak generasi masa depan yang tanggap secara ekologis dan terbiasa dengan gaya hidup berkelanjutan.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi) Panduan Kota & Daerah

Sambut Gen 26, UTBK Kedokteran dan Farmasi UMM Padukan Pengamanan Ketat dan Fun Games

  pwmu.co – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Fakultas Kedokteran dan Farmasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini menghadirkan suasana berbeda.Jika biasanya ujian identik dengan ketegangan, UMM justru menghadirkan atmosfer yang lebih ramah dan menyenangkan bagi para peserta. Pada pelaksanaan UTBK yang digelar 21–23 Mei 2026 tersebut, Kampus Putih menyambut lebih dari 1.000 calon mahasiswa baru yang memperebutkan kursi Gen 26. Sambut Gen 26, UTBK Kedokteran dan Farmasi UMM Padukan Pengamanan Ketat dan Fun Games Salah satu daya tarik yang dihadirkan yakni keberadaan Mobil Kamis Membaca (KaCa), kendaraan edukasi multifungsi yang menyediakan berbagai bahan bacaan sekaligus area hiburan ringan bagi peserta usai mengikuti ujian. Kehadiran Mobil KaCa berhasil mencairkan suasana tegang para peserta melalui berbagai fun games dan aktivitas kreatif. Tingginya minat terhadap program studi kesehatan di UMM terlihat dari asal peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, terdapat peserta yang datang langsung dari Papua untuk mengikuti seleksi masuk Fakultas Kedokteran dan Farmasi UMM. Usai menyelesaikan ujian, peserta diajak bersantai di area Mobil KaCa melalui berbagai permainan berhadiah serta aktivitas kreatif seperti pembuatan konten media sosial. Kegiatan tersebut menjadi sarana melepas penat setelah peserta menjalani ujian dengan tingkat konsentrasi tinggi. Meski menghadirkan suasana yang menyenangkan di luar ruang ujian, UMM tetap menerapkan sistem pengamanan ketat selama proses UTBK berlangsung. Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr. Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa tingginya jumlah peserta harus diimbangi dengan proses seleksi yang bersih dan adil. Pihak kampus menerapkan berbagai prosedur keamanan, mulai dari pengecekan menggunakan metal detector, larangan membawa alat komunikasi, hingga melibatkan aparat kepolisian setempat. “Pelaksanaan UTBK dengan pengawasan ketat ini sudah kami rutinkan sejak beberapa tahun lalu guna mengantisipasi pergerakan joki maupun bentuk kecurangan teknis lainnya. Di setiap ruangan, kami menyiagakan pengawas yang teliti serta teknisi yang sigap membantu peserta jika sewaktu-waktu terjadi kendala perangkat,” tegas Wahyu. Pelaksanaan UTBK yang tertib dan nyaman turut mendapat apresiasi dari para wali peserta. Salah satunya disampaikan Novi Damayanti, orang tua peserta yang mengaku terkesan dengan kesiapan fasilitas serta infrastruktur pendidikan kesehatan di UMM. Ia menilai gedung praktik mahasiswa kedokteran dan farmasi yang modern menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa. “Semoga anak saya bisa mendapatkan hasil maksimal, diterima di UMM, dan kelak menjadi generasi unggul di bidang kesehatan. Saya sangat yakin, dengan fasilitas semumpuni ini, UMM bisa mengantarkan anak saya menjadi tenaga medis profesional yang kiprahnya bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Novi. Melalui pelaksanaan UTBK ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. Calon mahasiswa Gen 26 yang nantinya lolos seleksi diharapkan mampu menjadi generasi yang berkontribusi bagi penyelesaian persoalan kesehatan di Indonesia maupun dunia internasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Dolar Menguat, Begini Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga

momiesdaily-Belakangan, isu dolar menguat semakin meresahkan masyarakat. Walau sekilas, mungkin kehidupan kita sehari-hari masih terasa aman terkendali. Transaksi untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, bahan pokok, transportasi, uang sekolah anak, masih cukup lancar. Namun realitasnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak pada ekonomi rumah tangga. Coba mommies perhatikan. Beberapa bahan kebutuhan pokok mulai naik. Ini salah satu dampak dari dolar menguat. Mungkin naiknya dikit-dikit aja, nggak langsung melonjak. Tetapi, jika diakumulasi, berasa juga. BBM non subsidi sudah naik sejak beberapa minggu lalu. Diprediksi, elektronik dan barang impor juga akan mengalami lonjakan harga. Skincare pun bukan tak mungkin akan kena dampak, mengingat biaya layanan toko online di e-commerce juga ikut naik yang salah satunya sebagai dampak dari menguatnya dolar. Bagi mommies yang menjalankan usaha, juga bisa ikut kena dampak akibat biaya produksi yang naik. Lalu, bagaimana cara kita mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang tidak pasti? Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, melalui situs Universitas Muhammadiyah Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mendunda konsumsi yang tidak mendesak, mengamankan dana darurat dan fokus pada kebutuhan primer. Sebab, kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung. Jangan sampai ekonomi keluarga yang tadinya hanya terdampak, menjadi terancam akibat pengelolaan keuangan yang salah di situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini. Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga di Tengah Gejolak Ekonomi Akibat Dolar Menguat Ini beberapa cara yang bisa mommies lakukan untuk mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. 1. Fokus pada kebutuhan primer Utamakan kebutuhan pangan, transportasi, sekolah anak-anak dan kebutuhan primer lainnya. Artinya, tahan untuk membeli makanan dan pakaian yang sifatnya tidak mendesak, seperti menyetok camilan banyak-banyak dan membeli pakaian baru demi memenuhi dress code acara. 2. Kendalikan pengeluaran untuk lifestyle Kalau mommies punya keanggotaan di tiga klub olahraga, bolehlah dipertahankan satu, yang dua lagi ditutup sementara hingga kondisi ekonomi kembali aman. Cobalah beralih ke olahraga yang tidak memerlukan banyak biaya seperti jalan pagi/jogging/lari. Tapi, jangan juga jadi latah beli sepatu dan baju buat lari, ya! Begitu juga dengan liburan. Jika liburan harus mengocek dana yang belum dipersiapkan sebelumnya, tahan dulu. Coba pilih alternatif liburan yang lebih terjangkau, seperti city tour, mengunjungi perpustakaan nasional, atau wisata alam di Sentul. 3. Belanja di pasar tradisional Semurah-murahnya belanja sayur di toko online, belanja di pasar tradisional masih lebih murah. Saya udah membuktikan. Beli daun bawang Rp5.000 di pasar tradisional atau tukang sayur bisa dapat seabrek-abrek, sementara di supermarket atau toko online paling dapat setengahnya saja. Dengan belanja di pasar tradisional, kita juga membantu perputaran uang di toko-toko yang belum tersentuh dengan platform digital. 4. Kalau bisa, usahakan lebih sering memasak, ketimbang beli makanan jadi Paham banget, masak itu butuh waktu dan energi. Buat ibu bekerja, ini terkadang menantang untuk dieksekusi. Sebagai orang yang suka memasak namun sering juga terdesak beli makanan jadi, saya akui, memasak itu jauh lebih hemat dari membeli makanan jadi. Masak yang gampang-gampang aja, bund. Selain hemat, gizi dan kebersihannya pun lebih terjaga. 5. Siapkan dana darurat ”Mau nambah tabungan dari mana, buat sehari-hari aja udah pas-pasan?” Lagi-lagi, pahaaammm banget! Ketika kita sudah berhasil menahan pengeluaran untuk kebutuhan sekunder dan tersier, maka pasti akan ada lebihannya, tho? Maka simpanlah lebihan uang tersebut untuk menambah dana darurat mommies, berapapun besarnya! Ibaratnya, kalau mommies setiap hari nyelengin Rp10.000, sebulan sudah Rp300.000, setahun sudah terkumpul Rp3.600.000. Apa nggak lumayan? 6. Normalisasi makan di tempat makan sederhana Sekarang banyak warteg, rumah masakan padang, bakmi dan warung makan kecil lainnya yang tempatnya nyaman. Harga tentu jauh lebih murah ketimbang makan di mal atau resto mewah. Apalagi untuk makan siang sehari-hari, tetapkan anggaran maksimum agar pengeluaran terkendali. 7. Beli produk lokal Beli produk lokal untuk kebutuhan pangan seperti sayur mayur, buah-buahan, pakaian, elektronik dan sebagainya, selain harganya lebih terjangkau karena tidak terkena biaya impor,  juga lebih ramah lingkungan (karena jejak karbon lebih sedikit), dan turut mendukung pengusaha kecil. 8. Coba mencari tambahan pemasukan Punya keterampilan berbahasa, coba jadi penerjemah. Bisa musik? Coba kasih les ke anak-anak. Jago admin? Coba daftar ke situs kerja freelance dan cari pekerjaan administrasi. Sekarang ini, banyak dibutuhkan pekerjaan sebagai data annotator untuk menyediakan jawaban bagi berbagai platform AI juga, lho. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah aktif mencari, bertanya dan berjejaring. 9. Bay bay paylater Buat yang belum pakai paylater, jangan pakai. Buat yang sudah, stop paylater. Prinsipnya, berbelanja ketika uangnya sudah ada. Jika uang belum ada, tunda sampai gajian atau menabung dulu. Hindari kebiasaan berutang. Kalau terbiasa paylater, bisa-bisa gaji bulanan habis buat bayar cicilan paylater. Ini bisa memicu perilaku keuangan yang nggak sehat karena bisa mendorong kebiasaan belanja impulsif. Selain cara di atas, mungkin mommies punya cara lain untuk menyiasati pengeluaran keluarga di kala dolar menguat? Yuk, berbagi! Cover: Image by tirachardz on Magnific

Intip Daftar Beasiswa untuk Mahasiswa Baru UMM, Bebas Kuliah 100% untuk Alumni Muhammadiyah Selama 1 Semester

MALANG, RADAR MALANG – UMM membuka berbagai jalur beasiswa untuk calon mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah beasiswa saudara kandung hingga alumni sekolah Muhammadiyah. Berikut adalah rincian potongan Biaya Studi Semester (BSS), program studi penerima beasiswa, dan beberapa syarat umum: BEASISWA SAUDARA KANDUNG Potongan BSS pada Semester I sebesar: 50% Non-FIKES dan Kedokteran, 25% FIKES, 10% Kedokteran Syarat yang harus dipenuhi: Mempunyai saudara kandung yang kuliah di UMM dan masih aktif. Melengkapi syarat ke kantor PMB atau melalui email: Foto copy Kartu Keluarga (KK), Foto copy KTM adik dan kakak, Foto Copy Kartu Studi Mahasiswa (KSM) kakak, Foto copy Akta Lahir Adik dan Kakak ALUMNI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Potongan 100% BSS pada Semester I untuk semua Program Studi Syarat yang harus dipenuhi: Alumni Sekolah SMA/SMK/MA Muhammadiyah Biaya Seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan BEASISWA YATIM/YATIM PIATU Beasiswa Berupa Bebas DPP dan SPP selama 8 semester untuk S-I dan 6 semester untuk Vokasi (D-3) Program Studi Tertentu sesuai rekomendasi AIK Syarat Administrasi yang harus dipenuhi: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Yatim/Yatim Piatu dari desa setempat. Rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Tetap ada pembayaran: Her-Registrasi, Pengembangan Akademik, Seragam dan FLSP Editor : Aditya Novrian

Dosen Kedokteran UMM Ungkap Gejala dan Pencegahan Hantavirus, Waspada dengan Tikus dan Musim Hujan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. H. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM., menanggapi tentang topik hangat seputar kesehatan saat ini yakni Hantavirus. Menurut Febri Endra, tingginya curah hujan yang kerap memicu genangan air dan banjir di berbagai daerah tidak hanya membawa ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi juga penyakit berbahaya lain yang ditularkan oleh hewan pengerat, yaitu Hantavirus. Hantavirus mempunyai gejala awal yang sangat menyerupai DBD, penyakit ini patut diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani. Febri menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus RNA (Ribonucleic Acid) yang disebarkan oleh tikus. Berbeda dengan leptospirosis (penyakit kencing tikus) yang disebabkan oleh bakteri, hantavirus murni merupakan infeksi virus yang penularannya sangat mudah menyebar lewat medium cairan hingga udara. “Virus ini bisa menular kepada manusia melalui urin atau gigitan langsung oleh hewan pengerat. Bahkan, penularannya juga bisa melalui aerosol karena paparan udara yang mengandung partikel virus hanta dari kotoran tikus yang terhirup oleh manusia,” ungkap Febri. Secara klinis, dipaparkan Febri bahwa infeksi virus ini terbagi dalam dua kondisi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. Gejala awalnya berupa demam, nyeri tubuh, dan lemas layaknya flu biasa. Namun seiring waktu, pasien bisa mengalami sesak napas, perdarahan, hingga munculnya ruam kulit yang spesifik. “Yang membedakan dengan DBD, biasanya muncul ruam-ruam di kulit yang disertai gangguan pada ginjal maupun pernapasan. Kalau sudah ada tanda seperti sakit kepala berat, sulit kencing, atau sesak napas, ini sudah masuk kondisi serius dan baiknya segera periksa ke layanan kesehatan terdekat,” bebernya. Hingga saat ini, belum ada obat spesifik maupun vaksin yang ditemukan untuk mematikan hantavirus. Penanganan medis hanya berfokus pada terapi suportif guna menjaga fungsi organ vital pasien agar tetap berjalan dengan baik. Risiko penularan virus ini akan semakin melonjak saat musim hujan dan banjir, di mana kawanan tikus kerap keluar dari sarang menuju area kering seperti gudang atau sudut lembap di dalam rumah. “Karena virus itu tidak ada pengobatan spesifik, maka hal utama yang bisa dilakukan secara medis adalah membantu tubuh melawan virus tersebut dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien,” lanjut Febri. Walau hantavirus merupakan salah satu ancaman kesehatan saat ini, masyarakat diimbau Febri untuk tidak panik namun tetap mengedepankan tindakan preventif secara disiplin. Langkah mitigasi paling efektif dimulai dari rumah, yakni dengan rutin membersihkan lingkungan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu, dan sarung tangan saat membersihkan gudang. Menjaga nutrisi dan istirahat yang cukup juga sangat vital untuk membentuk sistem imun tubuh. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh agar terhindar dari paparan infeksi,” tegas Febri. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus atau virus hanta bukanlah penyakit baru; virus ini secara resmi diidentifikasi pada tahun 1981, tetapi diyakini telah menginfeksi manusia sejak tahun 1950-an. Di Indonesia, virus ini telah beredar dan diteliti sejak tahun 1980-an. Sebelum viral pada tahun ini, virus hanta kembali ditemukan di Indonesia pada 2024 dengan 23 orang positif mengidapnya. Lalu secara global, berbagai negara ditemukan beberapa orang terpapar virus hanta seperti Prancis, Amerika Serikat, Argentina, Britania Raya, hingga Spanyol. Menurut WHO, virus hanta masih berisiko rendah dan masih bersifat endemik, namun bagi beberapa orang dengan penyakit bawaan tertentu dapat menjadi berbahaya. Imbauan juga diberikan badan internasional lainnya, CDC, kepada orang-orang yang sedang perjalanan dan beraktivitas luar ruangan untuk selalu mewaspadai area yang dipenuhi tikus saat menginap di kabin atau tempat perkemahan di pedesaan. Editor: YAN

Rincian Biaya Kuliah Kedokteran di UWKS, Ubaya, Petra, dan UMM Terbaru 2026

IniKata-Bagi calon mahasiswa di Jawa Timur yang bercita-cita menjadi dokter, memahami rincian biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) adalah langkah krusial. Mengingat persaingan masuk ke universitas negeri yang sangat ketat, deretan PTS ternama di Jawa Timur dapat menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan. Meskipun menempuh pendidikan di Jurusan Kedokteran membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, minat terhadap program studi ini tetap stabil sebagai salah satu yang terfavorit. Kualitas fasilitas dan akreditasi yang ditawarkan kampus swasta di wilayah ini sering kali menjadi alasan utama bagi para pendaftar. Estimasi Biaya Kedokteran di Kampus Swasta Jawa Timur Berikut adalah ringkasan biaya pendidikan untuk Jurusan Kedokteran di beberapa kampus ternama seperti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Kristen Petra (UK Petra), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rincian biaya masuk dan perkuliahan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS): Biaya Pendaftaran: Calon mahasiswa diwajibkan membayar formulir sebesar Rp1.000.000 setelah melakukan registrasi akun. Jalur Masuk: Tersedia dua pilihan jalur, yaitu Jalur Rapor (bebas tes) serta Jalur Reguler (melalui seleksi tes). Uang Kuliah Tunggal (UKT): Biaya operasional pendidikan yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali sebesar Rp15.000.000. Uang Sumbangan Pendidikan (USP): Dana pembangunan yang dibayarkan satu kali di awal masa perkuliahan sesuai dengan gelombang pendaftaran. Besaran dana sumbangan ini sangat bergantung pada periode waktu saat calon mahasiswa mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi. Berikut adalah perbandingan USP untuk tiap gelombang di UWKS: Gelombang Pendaftaran Biaya USP (Sumbangan Pendidikan) Gelombang 1 Rp200.000.000 (Setelah Potongan) Gelombang 2 Rp300.000.000 Gelombang 3 Rp350.000.000 Berdasarkan skema tersebut, total dana awal yang harus disiapkan jika diterima pada Gelombang 1 mencapai Rp236.150.000. Jumlah ini mencakup USP sebesar Rp200 juta, biaya registrasi ulang Rp21,15 juta, dan UKT untuk tiga bulan pertama sebesar Rp15 juta.

Lawan Stunting dengan Bahan Lokal, Tim Dosen UMM dampingi Ibu Balita di Karangploso ————————————————– Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/peristiwa/25984/lawan-stunting-dengan-bahan-lokal-tim-dosen-umm-dampingi-ibu-balita-di-karangploso

Malanginspirasi.com – Sejumlah posyandu di wilayah Karangploso menggelar kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting pada balita. Program ini memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bahan utama dalam menyusun menu bergizi sehari-hari anak. Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu balita dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan bergizi berbasis bahan pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Psikologi UMM, yaitu: Ika Rizki Anggraini, S.Kep.Ns.M.Kep Dr. Siti Maimunah, S.Psi., M.M., M.A. Ratih Eka Pertiwi, M.Psi. Menurut tim, program ini dirancang secara berkelanjutan melalui pendampingan langsung kepada para ibu. Kegiatan mencakup penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang. Juga melakukan simulasi praktik pengolahan pangan lokal seperti sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, telur, ikan, dan sumber protein lokal lainnya menjadi menu sehat yang menarik bagi anak-anak. Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga meliputi pemantauan tumbuh kembang balita. Tim melakukan pengukuran dan evaluasi pertumbuhan anak secara rutin, sekaligus memberikan arahan kepada orang tua mengenai pola asuh yang tepat, pola makan sehat, serta pentingnya pemeriksaan rutin ke posyandu sebagai upaya deteksi dini risiko stunting. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak harus bergantung pada makanan mahal. Bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan bernutrisi tinggi yang mendukung pertumbuhan optimal anak,” ujar salah satu anggota tim. Ibu-ibu yang memiliki anak balita serius mendengarkan pengarahan dari Tim Dosen UMM. (Ist) Baca Juga: Makanan Bergizi Gratis, Tak Perlu Mahal untuk Sehat Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di wilayah lain. Terutama dalam memberdayakan ibu sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi keluarga. Dengan pendekatan yang holistik, menggabungkan aspek keperawatan dan psikologi, kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek fisik. Tetapi juga pola asuh dan kesiapan mental orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi masalah gizi masyarakat, khususnya penurunan angka stunting di tingkat kecamatan.