December 12, 2025, oleh

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga mahasiswa yang berhasil lolos pada program International Internship melalui Center of Excellence (CoE) Forest Industry dan akan menjalani magang profesional di perusahaan Kyushu Bark, Jepang. Mereka adalah Adib Minanur Rohman, Ahmad Hafidh Ramadhan, dan Muhammad Hafidz Alfanani, yang semuanya merupakan mahasiswa angkatan 2022.
Internship ini menjadi bagian dari kerja sama Forest Industry CoE dengan NOSUTA Jepang yang memfasilitasi mahasiswa kehutanan Indonesia untuk belajar langsung mengenai industri hutan di Jepang. Salah satu peserta, Adib Minanur Rohman, menceritakan proses hingga dirinya dinyatakan lolos. Ia mengatakan bahwa dirinya mengikuti seleksi pada batch kedua, dengan tahapan penilaian yang cukup ketat. “Kami melewati beberapa tahap seleksi, termasuk mensetsu atau wawancara langsung oleh pihak perusahaan menggunakan bahasa Jepang, dibantu penerjemah bahasa Inggris. Untuk batch dua ini juga diutamakan menyertakan tes fisik,” jelasnya saat diwawancara tim Humas UMM pada 10 Desember lalu
Kyushu Bark merupakan salah satu perusahaan yang berfokus pada bidang kehutanan, khususnya dalam proses pemanenan kayu. Adib mengatakan bahwa selama magang mereka akan terlibat langsung pada aktivitas lapangan. “Contoh kegiatannya seperti pemanenan menggunakan alat senso, teknik grass cutting atau pembersihan lahan sebelum panen kayu, hingga memahami sistem kehutanan di Jepang”.
Selama mengikuti program CoE, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan awal sebagai persiapan sebelum terjun ke industri Jepang. Pembelajaran yang diterima tidak hanya seputar teknis kehutanan, tetapi juga kemampuan bahasa dan budaya kerja Jepang. “Kami belajar bahasa Jepang, materi kehutanan yang tidak diajarkan di kelas biasa, serta praktik penggunaan alat senso,” terang Adib.
Selain magang internasional, CoE Forest Industry juga menargetkan peserta untuk memperoleh SSW (Specified Skilled Worker), yaitu sertifikasi keterampilan kerja spesifik bidang kehutanan yang akan membuka peluang karier lebih luas di Jepang. “Setiap peserta diharapkan nantinya bisa mendapatkan sertifikasi SSW. Kalau sudah mempunyai sertifikat itu, kesempatan bekerja di Jepang makin besar,” tambah Adib.
Program internship ini rencananya akan mulai diberangkatkan pada pertengahan Februari 2026 mendatang. Saat ini para peserta tengah menyiapkan berbagai dokumen administrasi seperti visa, paspor, hingga tes JFT sebagai syarat untuk keberangkatan. Mereka akan menjalani internship selama enam bulan, yaitu Februari hingga Agustus 2026.
Melalui CoE ini, harapannya semakin banyak mahasiswa yang mampu menembus industri global dalam pengelolaan sumber daya kehutanan yang berkelanjutan. Program internship ini tidak hanya menjadi wadah belajar saja bagi peserta, tetapi juga membuka jalan karier mahasiswa dalam persaingan dunia profesional internasional di dunia kerja.(*abm/faq)
Penulis: Bima Chusnul Triwibowo | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman