April 9, 2026, oleh Humas Universitas

Novan Adhi Ramadhan menunjukkan peningkatan kompetensi setelah mengikuti program CoE Kelapa Sawit dan magang di industri pengolahan sawit berskala nasional. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO — Melampaui batasan teori di bangku kuliah, Novan Adhi Ramadhan kini mampu terjun langsung menangani operasional industri kelapa sawit berskala besar. Transformasi dari yang awalnya belum bisa menjadi kompeten ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus inovasi yang mandiri dan berdampak.

Melalui program Center of Excellence (CoE) Kelapa Sawit, UMM mendobrak pola pembelajaran konvensional dengan menerjunkan mahasiswa langsung ke dunia industri sejak masa kuliah.

Novan, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMM, menjadi salah satu bukti keberhasilan program tersebut. Sebelum mengikuti CoE pada semester lima, ia mengaku pemahamannya tentang dunia industri masih terbatas pada teori dan simulasi di kelas. Ia merasa belum siap menghadapi kompleksitas operasional di lapangan.

Namun, semuanya berubah setelah ia lolos seleksi dan menjalani program magang profesional di PT Eagle High Plantations Tbk, perusahaan pengolahan kelapa sawit berskala nasional. Di sana, ia mengalami peningkatan kompetensi yang signifikan.

“Awalnya kaget dengan ritme kerja industri yang jauh lebih cepat, penuh tekanan, dan dinamis dibandingkan kampus. Sempat merasa kesulitan mengikuti alurnya karena semuanya berbasis praktik. Namun, di situlah proses belajar yang sebenarnya terjadi. Dari yang awalnya hanya memahami teori sistem produksi, saya akhirnya bisa melihat langsung alur pengolahan bahan baku, pengendalian kualitas, hingga evaluasi efisiensi kerja di lapangan,” ungkap Novan, Senin (6/4/2026).

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari ekosistem program CoE yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar komprehensif. Salah satu keunggulannya adalah konversi SKS secara penuh, sehingga aktivitas magang diakui sebagai bagian dari pembelajaran formal tanpa menghambat masa studi mahasiswa.

Selain itu, pengalaman di lapangan juga menjadi bekal penting dalam penyusunan tugas akhir. Permasalahan nyata yang dihadapi mahasiswa dapat dikembangkan menjadi studi kasus yang relevan dan aplikatif. Tak hanya itu, mahasiswa juga memperoleh jejaring profesional serta portofolio kerja yang memiliki nilai tambah di dunia kerja.

Dosen penanggung jawab (PIC) CoE Kelapa Sawit UMM, Baiq Firyal Salsabila Safitri ST M Sc, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

“Kehadiran CoE Kelapa Sawit ini merupakan komitmen UMM dalam melahirkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga talenta yang siap beradaptasi dan berkontribusi sejak awal mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Melalui program ini, UMM terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan dunia industri.

(Faqih/AS)