May 22, 2025, oleh Humas Universitas

(Sambutan Rektor Milad & Roadshow Media Official PWM Jatim Aula BAU UMM Mei 2025)

 

 

Ketika kita membahas sistem informasi, maka berarti sebenarnya kita sedang merefleksikan, bagaimana tata kelola komunikasi di dalam sebuah  organisasi. Untuk di Muhammadiyah ini bisa dari pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan daerah, pimpinan cabang, sampai ranting, AUM, ortom-ortom, dan seterusnya.

Disinilah kekuatan sebenarnya muncul dalam konstalasi tata organisasi modern saat ini, dimana kita harus bisa menyikapi aneka tantangan maupun pengaruh dari luar diri organisasi. Bersikap lentur dan dinamis, sehingga organisasi itu tetap bisa berjalan menuju cita-cita besarnya. Jadi kekuatan sebuah perusahaan, bagiamana perusahaan itu bisa kokoh bertahan, daya tahannya ada pada  kemampuannya membangun sistem informasi yang baik di dalam organisasi. Hal ini kemudian direfleksikan keluar dalam aneka branding.

Apa yang disampikan oleh media dari perusahaan ini, saat pesannya keluar, dapat ditangkap dalam cita rasa oleh para stakeholder. Hal ini menghasilkan respon yang berbeda-beda. Yang perlu digarisbawahi, semakin bagus kualitas sistem informasi yang dimiliki, maka kinerja perusahaannya juga semakin bagus. Ini bisa ditunjukkan dengan riset yang memberikan kita petunjuk, riset di bidang manajemen, di  bidang tata kelola yang biasanya disebut sistem informasi manajemen.

Maka sebenarnya dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah juga kita terus membangun sistem informasi, agar hubungan antar lini mulai dari pimpinan pusat sampai ranting, ortom, AUM bisa menghasilkan kesepemahaman, yang menciptakan rasa “saling pengertian”. Meski terlihat sederhana, namun ini penting. Karena saling pengertian inilah yang menjadi kekuatan dari gerakan Muhammadiyah itu sendiri, terutama ketika kita mengusung risalah pencerahan atau yang kita sebut sebagai din at-tanwir itu.

Artinya, semangat kita menjalankan misi suci dari Muhammadiyah melahirkan kekuatan yang menjadikan agama sebagai alat pencerah, agar masyarakat dan bangsa ini menatap kehidupan ke depan dengan lebih optimis. Juga di dalamnya, mencakup proses bagaimana memunculkan kekuatan ukhuwah yang luar biasa. Artinya membawa kita dari suasana yang belum tercerahkan atau gelap, menjadi suasana yang tercerahkan minadh-dhulumâti ilan-nûr. Ini misi penting dari Muhammadiyah.

Saya mengikuti banyak perjalanan Muhammadiyah terkait dengan upaya membangun media massa yang kokoh, Sejak kecil, saya sudah sering melihat majalah suara Aisyiyah dan Suara Muhammadiyah. Bahkan edisi pertama Suara Muhammadiyah menjadi koleksi kami di perpustakaan Rumah Baca Cerdas A. Malik Fajar. Artinya di Muhammadiyah, tradisi media, tradisi jurnalistik sebagai instrumen dakwah yang terdepan sudah berjalan sejak lama. Tidak boleh mengalami posisi degradasi kembali. Sebaliknya, ini harus berusaha ditumbuhkan.

Di akhir tahun 1989 misalnya, sekelompok orang di Muhammadiyah ingin punya koran yang hebat dan besar. Namanya Koran Masa Kini. Sebuah koran di Jogja yang diambil alih oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sekelompok pengusaha dan pengelola AUM, diintrodusir menjadi media baru yang namanya Masa Kini. Prosesnya ini tidak mudah, berdarah-darah, dan akhirnya “wafat” berakhir karena tidak kuat menyangga biaya operasionalnya.

Jadi, sistem informasi itu adalah tata kelola manajemen informasi organisasi internal. Media ini selain sebagai sistem internal, juga akan menjadi alat utama untuk syiar keluar, sehingga orang bisa membaca perkembangan Muhammadiyah dalam berbagai versi, sesuai dengan yang terjadi di dalam organisasi. Saat ini, zamannya transparan dan cair, walaupun kelihatannya berbicara tentang organisasi, namun bisa jadi hal yang istimewa saat dibaca pihak eksternal.

Ini menarik perhatian orang pada Muhammadiyah untuk mengetahui dan bahkan belajar lebih dalam tentang Muhammadiyah. Meski demikian, harus tetap dipastikan ada salah satu hal yang diusung. Misalnya, yang secara khusus mengikuti perkembangan SAINTEK. Media kita harus bisa menyampaikan kepada masyarakat, bahwa di lingkup Muhammadiyah, SAINTEK merupakan sesuatu yang digemari dan digumuli oleh para kalangan terdidik. Bisa juga membahas  masalah ekonomi, politik, agama, kebudayaan, dalam konstalasi ke-Indonesia-an.

Karenanya, maka dasar dari apapun hubungan kita dengan pihak luar, antara Muhammadiyah dan pihak luar melalui media, tentu harus mengkaji bagaimana terhindar dari hal-hal yang menyebarkan akhlak tercela. Ini karena misi kita ini adalah menahan orang membuat kerusakan di muka bumi. Artinya yang banyak kekuatannya adalah mendorong, mengemas pemberitaan-pemberitaan yang makruf itu agar kita memiliki kekuatan yang besar.

Bukan berarti kita ini anti-kritik, tapi justru di Muhammadiyah ketahanan terhadap kritik menjadi sangat penting. Tidak semua perlu di dengarkan. Yang harus kita lakukan adalah mencari  jalan bagaimana mengerjakannya dengan cara yang lebih baik. Membuat pertahanan untuk tidak menyebarkan akhlak tercela, kemudian memberi kekuatan intelektual bagi masyarakat agar mencegah kerusakan di muka bumi itu, menjadi hal yang sangat penting.

Berikut tentang arti strategis dari keberadaan sistem informasi dan media yang baik bagi kepentingan sebuah organisasi, juga sekilas sejarah Muhammadiyah. Positioning  tata kelola media tadi, harusnya menjadi semangat kita memperbaiki manajemen dari pada media-media yang kita miliki secara serius.

 

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh