February 25, 2026, oleh Humas Universitas

Desa digital sedang di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Mahasiswa UMM mewawancara Rikhawati, warga Desa Wiyurejo, Pujon, untuk membantu mendaftarkan tokonya di Google Maps. (Tagar.co/Anik Trilestari)

Tagar.co – Desa digital sedang berlangsung di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membantu pedagang desa menandai usahanya di platform Google Maps.

Mahasiswa KKN ini di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Amalia Nur Adibah, S.T., M.P.W.K.. Mereka mendorong transformasi digital dengan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dikenali saat membuka Google.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai 2 Februari 2026. Ini bagian dari program kerja penguatan ekonomi desa berbasis teknologi.

Mahasiswa KKN Kelompok 10 melakukan pendataan, pendampingan, hingga pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps agar UMKM lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas.

Langkah ini menjadi strategi awal untuk meningkatkan visibilitas dan akses pasar pelaku usaha lokal.

Sebanyak sepuluh UMKM berhasil didaftarkan dalam kegiatan tersebut. Jenis usaha yang didampingi cukup beragam, mulai dari penjual bakso, toko sembako, penjual ayam potong, hingga beberapa usaha rumahan lainnya yang tersebar di wilayah desa.

Baca Juga:  Peran Guru di Tengah Disrupsi AI

Mahasiswa KKN ini mendatangi pedagang dan menawarkan pendaftaran ke Google Maps serta menjelaskan keuntungannya seperti mudah dikenali ketika seseorang searching.

Desa Wiyurejo dikenal memiliki potensi yang kuat di sektor perkebunan dan peternakan. Namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran.

Melalui program ini, para pelaku UMKM kini mulai memiliki identitas digital yang dapat diakses oleh calon pelanggan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Koordinator KKN UMM 2026, Kevin Dwiki Kurniawan, menjelaskan, langkah sederhana seperti mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps merupakan implementasi awal konsep desa digital.

”Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat desa di era digital,” katanya.

Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Rikhawati (50), pemilik toko sembako, mengungkapkan, sebelumnya mayoritas pembeli berasal dari tetangga dan warga dusun.

”Setelah toko terdaftar di Google Maps, mulai muncul pelanggan baru dari luar dusun yang menemukan tokonya melalui pencarian kebutuhan pokok terdekat,” ujarnya.

Baca Juga:  UMKM Perempuan Sidoarjo Menyambut Era AI

Ia menilai keberadaan titik lokasi digital sangat membantu meningkatkan pengenalan informasi usaha.

Senada disampaikan Ana Setiya Ningsih (28), penjual bakso. Dia merasakan pelanggan mulai bertambah. Terutama pada akhir pekan.

Pelanggan baru menemukan lokasi jualan baksonya di Google Maps dengan tag “bakso terdekat”. Beberapa pelanggan baru menjelaskan mengetahui lokasi usahanya melalui platform tersebut.

Jurnalis Anik Trilestari  Penyunting Sugeng Purwanto