July 11, 2026, oleh Humas Universitas

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-122 UMM di Hall Dome UMM, Kamis (9/7/2026). (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar mengingatkan pentingnya peran manusia dalam mengendalikan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kecanggihan teknologi harus tetap berada di bawah kendali manusia yang memiliki kebijaksanaan dan empati.

Pesan tersebut disampaikan Taruna saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Kamis (9/7/2026).

Dalam orasi bertajuk Synergizing Breakthrough of Neuroscience and Pharmaceutical Innovation with Regulatory Leadership, Taruna menjelaskan bahwa AI merupakan hasil pengembangan kecerdasan manusia. Meski memiliki kemampuan yang sangat canggih, AI bekerja berdasarkan algoritma sehingga tidak memiliki empati maupun pertimbangan moral.

“AI bukan hanya untuk menolong kita, tapi bisa membahayakan masa depan dan mengancam keberlangsungan umat manusia sebagai khalifah. Oleh karena itu, AI harus dikontrol oleh manusia yang punya kapasitas emosional dan wisdom,” tegasnya.

Selain membahas perkembangan AI, Taruna juga menyoroti kemajuan bioteknologi di bidang kefarmasian. Menurutnya, inovasi kesehatan kini bergerak menuju living therapy, yakni terapi berbasis sel hidup yang berpotensi mengatasi penyakit bawaan maupun kerusakan saraf akibat stroke.

Untuk mempercepat pengembangan inovasi tersebut, BPOM mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah melalui konsep Academia, Business, Government (ABG).

“Kami memadukan 187 universitas terbaik di Indonesia dengan sekitar 50.000 industri besar untuk melakukan transfer technology dan saling melengkapi. Salah satu output-nya adalah peluncuran riset vaksin mRNA pertama di dunia untuk demam berdarah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pakar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Lincolin Arsyad mengapresiasi perkembangan UMM yang dinilai berhasil memadukan penguatan akademik dengan pengembangan usaha secara profesional.

“Saya salut dengan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang. Ada banyak perguruan tinggi Muhammadiyah, tapi yang berkembang pesat memadukan tempat sains dan tempat mempraktikkan ilmu seperti UMM ini tidak banyak,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik mengatakan bahwa UMM terus melakukan transformasi melalui penguatan program Center of Excellence (CoE) dan pembekalan kompetensi digital bagi mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPOM, akan memperkuat ekosistem kampus dalam menghasilkan solusi bagi masyarakat.

“Ke depan, UMM akan dilandasi tiga fondasi utama yang kami sebut Excellent Solution Center, yaitu pengembangan Service Excellence HubIndustrial and Business Partnership, serta menjadikan kampus ini sebagai Talent Incubator Pool,” jelasnya.

Melalui wisuda ke-122 ini, UMM berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.