January 15, 2026, oleh Humas Universitas

PSIB UMM menggelar refleksi awal tahun membahas strategi percepatan Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan SDM unggul dan kolaborasi lintas sektor. (Abdus Salam/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara refleksi awal tahun dengan mengangkat tema Mempercepat Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar ini menghadirkan berbagai narasumber dan pemangku kebijakan, Senin (12/1/2026).

Acara ini bertujuan meninjau kembali pencapaian pemerintah serta merumuskan langkah strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045, mencerminkan urgensi mempercepat transformasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Acara diawali dengan sambutan Prof Gonda Yumitro PhD, Kepala PSIB UMM. Ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam memberikan rekomendasi berbasis riset untuk pembangunan daerah maupun nasional.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya slogan, tetapi suatu visi yang memerlukan keterlibatan semua pihak, terutama dalam membangun SDM unggul,” ujarnya.

Gonda menjelaskan bahwa agenda ini merupakan salah satu langkah PSIB UMM dalam mendukung upaya mewujudkan generasi emas 2045.

“PSIB mengadakan refleksi awal tahun agar kita dapat menawarkan inovasi sejak awal. Biasanya kegiatan refleksi dilakukan di akhir tahun, tetapi kami memilih awal tahun sebagai momen untuk menilai hal-hal yang perlu diperbaiki demi generasi emas 2045,” tuturnya.

Wali Kota Batu Nurochman hadir sebagai keynote speaker dan menekankan peran pemerintah daerah dalam transformasi menuju Indonesia Emas. Ia menjelaskan bahwa langkah awal adalah menjunjung tinggi nilai-nilai lokal yang sejalan dengan visi nasional dan global.

“Kami memiliki program SAE Ning Mbatu, yang memanfaatkan keunggulan Kota Batu, seperti pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, dan smart city untuk mendukung Pembangunan Jangka Panjang,” jelasnya.

Selain itu, Nurochman memaparkan program pembangunan SDM unggul, termasuk penguatan akses dan kualitas pendidikan. “Pemerintah Kota Batu fokus membangun SDM unggul melalui program 1.000 sarjana. Pada 2025, kami telah memberikan beasiswa kepada 273 mahasiswa,” ujarnya.

Luthfi J. Kurniawan membahas transformasi kepemimpinan di era masyarakat madani. Ia menekankan pentingnya fokus pada SDM unggul, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, Indonesia harus menciptakan generasi unggul, pemerataan pembangunan, ekonomi berkelanjutan, hingga tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Luthfi menambahkan bahwa tanpa persiapan matang, bonus demografi justru bisa menjadi ancaman. “Jika pendidikan dan kesehatan tidak diurus dengan baik, ini akan menghambat pembangunan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Muhammad Mirdasy menilai awal tahun merupakan momentum refleksi dan reposisi strategis bangsa. “Indonesia sedang menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks. Kajian Islam multidisipliner diperlukan untuk merespons tantangan zaman, dengan Islam berkemajuan sebagai landasan etis kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Abdus Salam, pakar sosiologi politik UMM, menyoroti masalah kemiskinan struktural yang masih terjadi di Indonesia, seperti kemiskinan agrarian, sektor pekerjaan yang tidak layak, kemiskinan urban akibat penggusuran, serta kemiskinan regional akibat isolasi daerah terpencil. “Semua aspek ini menjadi tantangan bagi percepatan pembangunan nasional,” jelasnya.

Diki Wahyudi, sebagai moderator, menyimpulkan bahwa percepatan transformasi menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. “Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan muncul rekomendasi konkret dan langkah tindak lanjut yang dapat diimplementasikan berbagai pihak, mendukung tercapainya Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global pada 2045.

(Abdus Salam/AS)