April 13, 2026, oleh
KORAN MANADO – Seorang pengajar dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Namanya kini tercatat dalam daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia untuk bidang Ilmu Sosial yang dirilis oleh measuresHE.
Pencapaian bergengsi ini menempatkan Fatih sejajar dengan para peneliti terkemuka dari berbagai perguruan tinggi prestisius dunia, termasuk Oxford University di Inggris dan Deakin University di Australia, sebagaimana dilansir dari Edukasi.
Berbeda dari metode pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE menggunakan pendekatan spesifik untuk menilai rekam jejak individu peneliti. Proses penilaian dilakukan secara objektif tanpa melibatkan skema langganan berbayar.
Fatih menjelaskan bahwa pemeringkatan ini menerapkan tiga indikator metrik ketat dalam menentukan siapa saja yang layak disebut sebagai pilar intelektual sejati. Indikator-indikator tersebut dirancang untuk mengukur kualitas dan dampak riset seorang akademisi.
Tiga indikator utama yang digunakan meliputi Research Gravitas, yang berfungsi mengukur kedalaman intelektual karya; Olympic Mean, untuk menyaring konsistensi mutu karya yang dihasilkan; serta Interaction Credit, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi substantif yang dilakukan.
Seluruh data yang diperlukan untuk penilaian dilacak secara murni melalui profil akademik yang telah terverifikasi di platform-platform seperti Scopus dan Web of Science.
Dampak Riset dan Konsistensi Karya
Fatih, yang menempati peringkat ke-91 dalam daftar ini, mengungkapkan apresiasinya terhadap metode yang diterapkan measuresHE. Ia menilai platform tersebut mampu mengkurasi kedalaman substansi tulisan para nominator tanpa terpengaruh oleh label nama besar atau reputasi institusi.
Baginya, untuk bisa menembus jajaran elit akademisi tingkat dunia, bukan sekadar memperbanyak jumlah publikasi. Namun, hal itu lebih merupakan pembuktian kedalaman dan dampak nyata dari sebuah karya keilmuan yang dihasilkan.
“Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91,” tegas Fatih, dikutip dari laman UMM pada Jumat (10/4/2026).
Sepanjang kariernya, ia telah berhasil menerbitkan sekitar 60 artikel yang terindeks Scopus, 5 artikel dalam Web of Science Core Collection, serta ratusan karya lain yang terdaftar di Google Scholar.
Isu-isu yang diangkat dalam riset-risetnya konsisten bersinggungan langsung dengan masyarakat. Topik tersebut mencakup teknologi, dinamika media sosial, dan perkembangan hukum di tengah disrupsi zaman.
“Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat,” jelasnya.
Salah satu bukti nyata dari risetnya yang berdampak adalah karya unggulannya yang lahir pada masa pandemi 2021. Riset tersebut mengkaji ekspresi masyarakat di media sosial beserta konsekuensi hukum yang menyertainya.
Meski topiknya dekat dengan keseharian, riset ini memiliki kekuatan besar dalam menganalisis bagaimana ruang digital dapat memicu tekanan psikologis dan bahkan menjerat individu dalam masalah hukum. Riset tersebut sekaligus menegaskan pentingnya hukum hadir secara praktis, tidak hanya berhenti pada tataran teori.
Dukungan Universitas dan Motivasi
Kontribusi Fatih melalui berbagai risetnya dirasakan di dua sisi, yaitu memperkaya diskursus akademik dan memberikan sudut pandang solutif dalam praktik lapangan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan ekosistem riset yang disediakan oleh UMM.
Universitas Muhammadiyah Malang telah menyediakan fasilitas mumpuni, mulai dari akses ke jurnal primer, fasilitas internet yang memadai, hingga insentif untuk publikasi. Fatih berharap capaiannya ini dapat semakin mengharumkan nama UMM di kancah internasional.
Selain itu, ia juga berharap prestasi ini dapat memotivasi rekan sejawat serta para mahasiswa untuk terus berkarya. Fatih membagikan rahasia suksesnya, yakni dengan merawat konsistensi ide melalui rutinitas mencatat kerangka pemikiran setiap hari.
