March 12, 2026, oleh
INDOZONE.ID – Abdullah Dzikri, alumni Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2017 melebarkan sayapnya sebagai seorang pengusaha kripik buah dan sayur dengan mengandalkan teknik vacuum frying dan sukses diekspor ke Singapura dengan jumlah yang masif.
Teknik penggorengan bersuhu rendah dan kedap udara ini menghasilkan keripik dengan cita rasa serta warna autentik yang menjadi ciri khas produk yang ia jual.
“Saya menjalankan usaha produksi keripik sayur dan buah dengan memanfaatkan teknologi vacuum frying, yaitu metode penggorengan dalam kondisi kedap udara dengan suhu rendah. Melalui proses ini, produk yang dihasilkan tetap mempertahankan warna serta cita rasa asli dari bahan bakunya,” jelasnya.
Karier Dzikri di dunia usaha ini berangkat dari pengalamannya selama kuliah dulu. Baginya, bangku perkuliahan tak hanya mengajarkan teori, namun juga membentuk dirinya dengan berbagai skill lewat berbagai praktik langsung.
Saat masih menjadi mahasiswa, ia bersama teman-temannya yang lain dituntut untuk menciptakan berbagai produk, memasarkan, hingga menilai hasil yang didapat. Pengalaman ini membentuk karakter mahasiswa agar berani untuk membuka usaha mandiri sedini mungkin.
“Hal yang paling berkesan adalah bagaimana kami dilatih membangun mental kewirausahaan. Kami tidak hanya mempelajari teori seperti marketing mix, tetapi juga diminta menciptakan produk dan memasarkannya secara langsung. Proses tersebut benar-benar mengajarkan kami berwirausaha dari tahap paling awal,” lanjutnya.
Sebelum menekuni usaha kripik buah dan sayur seperti sekarang, ia pernah berjualan lumpia di kelas, bahkan ia harus mendatangi berbagai fakultas di kampus saking tingginya peminat yang menyukai lumpia yang ia dagangkan.
Usaha yang tengah digelutinya ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia melibatkan petani desa, bahkan ibu-ibu di sana diikutsertakan untuk membantu tahap produksi kripik.
Puncak karier Dzikri ditandai dengan ekspor pertamanya ke Singapura, ia mengirimkan sebanyak 12.000 produk kripik pada Oktober 2025 silam.
Guna menembus pasar Australia dan Timur Tengah, ia kini tengah melengkapi dokumen pendukung untuk memperluas jangkauan ekspornya.
“Pesan saya, mulailah sejak sekarang dan jangan menunggu usaha menjadi sempurna. Justru melalui proses memulai itulah kita belajar memahami dinamika usaha serta melakukan evaluasi secara bertahap,” tuturnya.
Kisah inspiratif Dzikri ini membuktikan peran UMM dalam mencetak lulusan mandiri dan inovatif.
Berbekal kemampuan riset pasar sejak bangku kuliah, ia kini sukses menjadi pengusaha yang mampu bersaing di kancah global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umm.ac.id
