April 24, 2026, oleh Humas Universitas

Akhmad Sugiharto membagikan kisah inspiratif perjalanannya dari penjual hasil bumi hingga menjadi Sekda Demak di Wisuda ke-121 UMM. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kesuksesan tidak pernah diraih dalam semalam. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Akhmad Sugiharto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, saat membagikan kisah perjalanan hidupnya di hadapan ribuan lulusan pada Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (23/4/2026).

Berawal sebagai anak rantau dengan keterbatasan ekonomi yang bahkan sempat berjualan hasil bumi, Akhmad kini sukses menempati jabatan birokrasi strategis berkat ketangguhan mental yang ia tempa di Kampus Putih.

Masuk ke Fakultas Teknik Sipil UMM pada tahun 1991, Akhmad merantau ke Malang dengan bekal yang sangat terbatas. Menyadari bahwa bangku kuliah bukan sekadar tempat mengejar transkrip nilai, ia aktif berorganisasi dan sengaja memilih tempat kos yang memungkinkannya berbaur dengan warga sekitar.

Ujian sesungguhnya datang setelah kelulusan pada 1997, ketika penolakan lamaran kerja berulang kali memaksanya berjuang dengan jadi pedagang hasil bumi. Namun, berkat etos kerja keras, ketaatan, serta doa orang tua, ia akhirnya lolos seleksi CPNS pada tahun 1998 dari titik nol.

Titik balik kariernya terjadi pada tahun 2010. Menggabungkan keilmuan Teknik Sipil dari UMM dan kemampuan kolaborasi tim, ia mencetuskan inovasi pembangunan jalan beton (rigid pavement) di Demak. Inovasi yang terbukti lebih awet dibanding aspal konvensional itu kemudian direplikasi di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Pendidikan sejati di UMM adalah tentang belajar beradaptasi, bertahan di tengah kondisi sulit, serta membangun mentalitas pantang menyerah. Lulusan UMM harus memiliki ketahanan mental yang tangguh saat menghadapi realitas di lapangan. Jangan lupa terus berinovasi, menjaga integritas, dan ingatlah bahwa kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain, bukan semata dari tingginya jabatan,” tegasnya.

Lahirnya alumni berdaya juang tinggi seperti Akhmad selaras dengan sistem pendidikan UMM yang terus bertransformasi. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Thohir Luth MA menyoroti program Center of Excellence (CoE) UMM sebagai ekosistem penting yang membekali mahasiswa menghadapi dunia nyata.

“Kehadiran program CoE ini menjadi bukti nyata bahwa UMM telah melaju dan terus berkembang secara pesat. Inovasi ini tidak hanya bertujuan membekali mahasiswa untuk memenangkan ketatnya persaingan di tingkat global, tetapi juga wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara saat mereka terjun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menegaskan komitmen universitas untuk mencetak generasi thrivers, yakni sosok yang tidak sekadar bertahan di bawah tekanan, tetapi berkembang menjadi pribadi utuh dan cerdas secara emosional.

Ia menekankan pentingnya lulusan UMM memiliki jiwa juang kompetitif serta mampu bertransformasi menjadi new collar workers yang lincah dan melek teknologi.

“Pegang teguh semboyan student today, leaders tomorrow. Jangan hanya mengandalkan kecerdasan di atas kertas. Jadilah pembelajar tangguh yang siap menciptakan lapangan kerja produktif. Anggaplah UMM sebagai ibu kandung kedua kalian, jaga terus ikatan batin ini. Dengan bekal ketahanan mental, kemampuan kolaboratif, dan landasan takwa kepada Allah SWT, melangkahlah dengan penuh percaya diri menyongsong masa depan,” pesannya.

(Faqih/AS)