June 13, 2026, oleh

SISIISLAM.COM, MALANG – Dulu angker tempat buang jin, kini UMM Malang jadi pelopor kemajuan 164 PTMA. Haedar Nashir resmikan GKB 5 dan pabrik infus. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
]Siapa sangka, lahan yang dulu dianggap angker dan disebut sebagai tempat “buang jin” kini bertransformasi menjadi ikon kemajuan perguruan tinggi Muhammadiyah. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan diri sebagai pelopor kemajuan PTMA di seluruh Indonesia.
Haedar Nashir: UMM Eksemplar bagi Kampus Muhammadiyah Lain
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking pabrik infus Suryavena sekaligus meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM Malang pada Kamis (11/6). Dalam sambutannya, Haedar memberikan apresiasi tinggi terhadap megahnya GKB 5 yang memiliki 11 lantai.
“Selalu ada tonggak baru yang dikembangkan UMM dan menjadi eksemplar contoh bagi yang lain. Saya tidak sedang berbasa-basi, karena memberi kesaksian yang objektif,” ujar Haedar.
Dari Tempat Angker Menjadi Barometer Kemajuan
Haedar menceritakan sejarah unik di balik berdirinya kampus I UMM. Dahulu, kawasan ini dikenal angker dan konon menjadi lokasi tempat buang jin. Namun berkat ketelatenan para pendahulu Muhammadiyah, daerah tersebut kini maju dan serba ada.
“Sini yang dulu tidak ada yang melirik untuk punya kampus, yang konon katanya tempatnya jin. Tapi para tokoh Muhammadiyah bersahabat dengan jin, sehingga kita bisa membangun dan jin pun ikut berdoa,” kelakar Haedar.
Saat ini, UMM sebagai pelopor kemajuan telah menjadi barometer bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Bahkan, kampus ini melahirkan menteri-menteri negara, seperti Malik Fadjar, Muhadjir Effendy, hingga Fauzan.
Pesan Haedar: Jaga Karakter Dasar
Haedar berpesan agar UMM Malang tetap menjaga karakter dasarnya sebagai kampus Muhammadiyah. Hal ini penting untuk terus melahirkan tokoh-tokoh yang kuat pada prinsip, menjaga akhlak, integritas, amanah, sekaligus profesional.
“Karena itu bagi para mahasiswa harus dibangun istilahnya the greatest tradition, tradisi besar. Jadi UMM sudah meletakkan dasar kemajuan yang unggul dan bersama,” imbuhnya.
GKB 5 UMM: Dibangun Swakelola, Sudah Dipakai Sejak 2025
Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, melaporkan bahwa GKB 5 UMM dibangun secara swasembada dan swakelola. Mulai dari desain perencanaan hingga pelaksanaan sepenuhnya dikerjakan oleh tim UMM dan sejumlah konsultan.
“Alhamdulillah kita sudah mulai memanfaatkan gedung ini sejak tahun 2025 lalu sambil terus melakukan penyesuaian,” katanya.
Nazaruddin menambahkan, GKB 5 UMM juga mencatat sejarah sebagai gedung pertama yang diresmikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah. Sebuah pencapaian istimewa yang menegaskan posisi UMM sebagai kampus Muhammadiyah terdepan di Indonesia.