November 14, 2025, oleh Humas Universitas

Luqman Hakim Arifin, inovator muda di balik suksesnya Embik Farm. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Bayangkan jika susu kambing yang kerap dihindari karena baunya justru disulap menjadi produk bernilai tinggi, bahkan sukses menarik perhatian pasar internasional. Inilah kisah inspiratif dari Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Bersama timnya, Luqman berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi bisnis terintegrasi berkelas nasional. Mereka tidak hanya beternak, tetapi juga merangkai ekosistem wirausaha yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus berdampak sosial.

Keberhasilan tersebut teruji sejak mendapat pendanaan P2MW pada tahun 2024 dan berlanjut di P2MW 2025. Luqman dan timnya yang beranggotakan lima orang kini terpilih sebagai delegasi UMM dan siap berkompetisi di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November 2025.

Unit usaha yang mereka kembangkan bernama Embik Eco Green Farm, an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation. Bisnis ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging. Namun, Luqman jeli melihat celah pasar. “Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang fokusnya di pedaging saja, jualnya per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kami pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman.

Luqman dan tim mengembangkan tiga lini produk unggulan yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan. Produk utamanya adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Inovasi ini merupakan hasil riset pakan khusus untuk kambing perah Savera, yang memberikan nilai fungsional sebagai produk kesehatan premium. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman.

Kandungan premium ini membuat susu mereka direkomendasikan dokter untuk terapi penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung. Mereka juga berhasil menghilangkan bau prengus melalui proses khusus, bahkan mengembangkannya menjadi es krim susu.

Produk kedua Embik Eco Green Farm adalah kambing unggul jenis Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer, hasil pembibitan berkualitas dengan genetik terbaik. Keempat ras ini dikenal memiliki postur besar, produktivitas tinggi, dan daya tahan kuat, menjadikannya pilihan ideal untuk pengembangan peternakan dalam bidang penggemukan dan peranakan. Sementara produk ketiga adalah pupuk organik padat dan cair yang memanfaatkan kotoran kambing, diolah dan diperkaya kalium dari serabut kelapa, efektif untuk urban farming.

Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan signifikan. Omzet kotor dari tiga lini produk mereka kini mencapai hampir dua digit per bulan, didukung enam titik reseller di Kabupaten Malang. Sejalan dengan namanya, aspek sosial menjadi prioritas utama.

Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten, mengalokasikan kelebihan produksi susu untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa, serta memberdayakan warga setempat—termasuk yang memiliki keterbatasan mental—untuk membantu operasional kandang. Lebih jauh, tim ini telah memulai langkah awal memperluas jangkauan hingga pasar internasional melalui pengembangan website bisnis mereka.

Menurut Luqman, dosen pembimbing Dr Akhis Soleh Ismail SPt memiliki peran penting dalam memberikan mentoring bulanan. UMM juga terus menyediakan fasilitas terbaik agar mahasiswanya bisa mengembangkan potensi. Luqman menilai Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi katalis bagi mahasiswa untuk berani berbisnis.

“P2MW ini sangat-sangat berpeluang. Kita didanai, diberi hadiah uang jutaan, belasan juta, bahkan puluhan juta untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa tanpa risiko. Jadi jangan pernah takut mencoba,” ujarnya.

(Wildan/AS)