July 9, 2026, oleh

Bisnis.com, MALANG — Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng 28 mitra strategis untuk menyelaraskan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, mengatakan implementasi kebijakan link and match tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif, melainkan diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum, penguatan pengalaman industri, serta pelibatan praktisi.
“Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan bahwa proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” tegasnya, dikutip Rabu (8/7/2026).
Dekan FPP UMM, Prof. Warkoyo, menambahkan kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri.
Karena itu, menurutnya, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting untuk memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan profesional.
Selama diskusi intensif, Warkoyo menegaskan 28 mitra dari perusahaan nasional, multinasional, dan lembaga pemerintah memberikan rekomendasi konkret terkait kompetensi masa depan.
Beberapa aspek yang disoroti industri meliputi penguatan soft skills, komunikasi profesional, literasi digital, hingga kemampuan analisis data. Mitra yang hadir antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, hingga mitra internasional seperti Nosuta Co. dari Jepang.
Selain merumuskan kompetensi berbasis Outcome-Based Education (OBE), forum ini juga membuka berbagai peluang tindak lanjut, mulai dari program magang industri, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan kelas profesional unggulan melalui inisiasi Center of Excellence (CoE) di fakultas.
Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, mengapresiasi seluruh mitra atas gagasan dan peluang kolaborasi yang diberikan untuk memajukan pendidikan.
“Kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lulusan berkualitas. Kami berharap hasil Workshop DUDI ini dapat segera diimplementasikan dalam penyempurnaan kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis industri,” tutupnya.
Menurutnya, sinergi strategis melalui Workshop DUDI menjadi langkah taktis FPP UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif.
Melalui kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri terkini, mahasiswa didorong tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga siap menjadi talenta penggerak kemajuan bangsa dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.