June 10, 2026, oleh

Film Kepaten Obor karya dosen UMM menembus Australia dan Washington DC, mengangkat budaya Tengger ke panggung perfilman internasional.
Tagar.co – Karya sineas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencuri perhatian dunia perfilman internasional. Kali ini, film Kepaten Obor karya Novin Farid Setyo Wibowo berhasil tayang di Australia. Selain itu, film tersebut juga mengudara di Washington DC, Amerika Serikat, pada 8 Juni 2026.
Pencapaian ini menegaskan kapasitas sivitas akademika UMM di industri kreatif global. Di sisi lain, karya tersebut tetap mengangkat identitas budaya lokal sebagai kekuatan utama.
Novin yang menjabat Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM menjelaskan pencapaian tersebut. Ia berhasil membawa Kepaten Obor masuk Indonesia Western Australia Film Festival (IWAFF) di Perth. Selanjutnya, festival tersebut memutar film itu di sejumlah bioskop selama sepekan penuh.

Tiket Ludes Terjual
Film drama ini mendapat sambutan hangat dari para penonton. Bahkan, seluruh tiket pemutaran terjual habis. Tak hanya itu, karya Novin berhasil menarik ribuan penonton selama festival berlangsung.
“Alhamdulillah tiketnya sold out semua dan tembus ribuan penonton. Film ini juga terpilih untuk ditayangkan di Euro Asia Shorts 2026, sebuah festival film di Washington DC,” ungkap Novin.
Melalui film ini, Novin mengangkat budaya masyarakat Tengger di Jawa Timur. Sementara itu, cerita film berfokus pada konflik emosional antara ibu dan anak. Menariknya, film tersebut juga menghadirkan filosofi Jawa tentang pentingnya menjaga silaturahmi.
Novin mulai menggarap film ini sejak 2024. Namun, ia tidak menjadikannya sekadar proyek pribadi. Sebaliknya, ia mengubah proses produksi menjadi laboratorium praktik yang melibatkan mahasiswa dan alumni.
Sebanyak 95 persen tim produksi berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi UMM. Karena itu, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di dunia perfilman profesional.
“Mahasiswa saya ajak belajar bersama. Mereka terlibat langsung dari proses produksi sampai pasca produksi, menjadikan proyek ini ruang belajar riil bagi mereka di lapangan,” jelasnya.

Deretan Penghargaan
Keberhasilan Kepaten Obor juga terlihat melalui berbagai prestasi nasional. Pertama, film ini meraih Juara 1 Kompetisi Film Asli Jawa Timur (Komfilasi). Selain itu, film tersebut masuk nominasi Penghargaan AKTIF Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Selanjutnya, Kepaten Obor lolos seleksi Klik Film Festival. Berbagai capaian tersebut semakin memperkuat kualitas film garapan Novin dan timnya.
Menurut Novin, kualitas produksi bukan satu-satunya faktor keberhasilan film. Oleh sebab itu, tim produksi harus menyiapkan strategi distribusi yang matang. Selain itu, tim perlu menyediakan subtitle bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan penonton.
Novin juga menegaskan pentingnya membangun jaringan distribusi. Ia mendorong para pembuat film untuk terus memperkenalkan karya mereka kepada publik. Dengan demikian, lebih banyak penonton dapat menikmati pesan yang mereka hadirkan.
Keberhasilan penayangan di Australia dan Amerika Serikat diharapkan memicu semangat sivitas akademika. Selain itu, pencapaian tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk berkarya lebih berani.
Novin pun berpesan kepada mahasiswa dan pegiat film muda. Ia mendorong mereka untuk memperkaya literasi dan meningkatkan kepekaan sosial. Menurutnya, pemahaman terhadap realitas kehidupan menjadi modal penting dalam berkarya.
Dengan bekal tersebut, sineas muda dapat menghadirkan film yang bernyawa. Mereka juga dapat menyampaikan pesan yang kuat dan relevan bagi masyarakat luas.
“Semakin banyak referensi yang dimiliki, maka semakin bagus film yang dihasilkan,” pungkasnya. (#)