July 8, 2026, oleh Humas Universitas

Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng 28 mitra strategis untuk menyelaraskan kurikulum melalui Workshop Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Rayz Hotel UMM pada 4 Juli lalu. (Faqih Humas)

Perubahan dinamika dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjawab tantangan nyata industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng 28 mitra strategis untuk menyelaraskan kurikulum melalui Workshop Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Rayz Hotel UMM pada 4 Juli lalu. Agenda ini bertajuk “Membangun Ekosistem Talenta Unggul melalui Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi dan Industri”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Ia menekankan bahwa implementasi kebijakan link and match tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif, melainkan wujud nyata dalam penyelarasan kurikulum, penguatan pengalaman industri, serta pelibatan praktisi.

“Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan bahwa proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” tegasnya.

Disisi lain, Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menambahkan bahwa workshop ini adalah agenda konsisten untuk mengevaluasi mutu pendidikan di enam program studi FPP, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Kehutanan, dan Akuakultur.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting dalam memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan unggul dan profesional,” paparnya.

Selama diskusi intensif, 28 mitra dari perusahaan nasional, multinasional, dan lembaga pemerintah memberikan rekomendasi konkret terkait kompetensi masa depan. Beberapa aspek yang disoroti industri meliputi penguatan soft skills, komunikasi profesional, literasi digital, hingga kemampuan analisis data. Mitra yang hadir antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, hingga mitra internasional seperti Nosuta Co., Jepang. Selain merumuskan kompetensi berbasis Outcome-Based Education (OBE), forum ini juga membuka berbagai peluang tindak lanjut, mulai dari program magang industri, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan kelas profesional unggulan melalui inisiasi Center of Excellence (CoE) di fakultas.

Di akhir acara, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh mitra atas gagasan dan peluang kolaborasi yang diberikan untuk memajukan pendidikan.

“Kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lulusan berkualitas. Kami berharap hasil Workshop DUDI ini dapat segera diimplementasikan dalam penyempurnaan kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis industri,” tutupnya.

Sinergi strategis melalui Workshop DUDI ini menjadi langkah taktis FPP UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif. Melalui kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri terkini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga siap menjadi talenta penggerak kemajuan bangsa dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.(*faq)

 

Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman