April 30, 2026, oleh Humas Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan komitmennya dalam menjembatani karier para lulusannya. Langkah konkret tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Campus Hiring di Aula BAU Kampus Putih pada Kamis (30/04/2026). (Foto: Ali Humas)

Memasuki era persaingan kerja yang semakin kompetitif, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan komitmennya dalam menjembatani karier para lulusannya. Langkah konkret tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Campus Hiring di Aula BAU Kampus Putih pada Kamis (30/04/2026). Acara ini menjadi peluang emas bagi mahasiswa maupun alumni untuk langsung unjuk gigi di hadapan industri, sekaligus mempercepat dan mengarahkan mereka untuk segera terserap di dunia kerja.

Kegiatan ini menghadirkan perusahaan besar yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, yang sedang membuka rekrutmen besar-besaran. Sebanyak 1.700 pelamar tercatat mendaftar, baik dari UMM maupun luar kampus. Dari jumlah tersebut, sekitar 460 kandidat diundang untuk mengikuti tahapan seleksi yang diprioritaskan bagi lulusan UMM, baik fresh graduate maupun yang telah berpengalaman.

Human Capital Strategic PT Charoen Pokphand Indonesia, Dian Eko Wicaksono, hadir langsung memantau jalannya rekrutmen. Menurutnya, UMM bukan sekadar tempat pelaksanaan seleksi, melainkan mitra strategis perusahaan dalam berburu sumber daya manusia (SDM) unggul. Terlebih, rekam jejak alumni UMM yang banyak mengisi posisi strategis di perusahaannya membuat sinergi ini semakin kokoh.

“Campus hiring di Universitas Muhammadiyah Malang adalah tujuannya untuk menjaring talenta-talenta terbaik,” tegasnya.

Terpilihnya UMM sebagai titik rekrutmen tentu bukan tanpa alasan. Reputasi kampus yang besar, fasilitas mumpuni, serta jejaring kerja sama yang luas. Mulai dari program beasiswa, kolaborasi rumah sakit, hingga pusat riset menjadikan daya tarik tersendiri. Hal ini membuktikan bahwa UMM tidak hanya fokus mencetak sarjana di ruang kelas, tetapi juga mematangkan kesiapan karier mereka di lapangan.

Mengenai tahapan seleksi, pihak perusahaan menerapkan standar kualifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap posisi.
“Kriteria utama tentu jurusan, karena beberapa posisi memang membutuhkan latar belakang tertentu,” jelas Dian.
Walau begitu, ia menekankan bahwa kompetensi personal atau soft skills seperti daya juang, inisiatif, kreativitas, dan empati tetap menjadi parameter penilaian yang krusial.

Guna mengoptimalkan proses seleksi dan menyesuaikan kapasitas ruangan, pihak penyelenggara membaginya ke dalam beberapa kloter. Para peserta langsung menjalani rangkaian psikotes hingga wawancara dalam satu hari. Menariknya, sejumlah hasil seleksi diumumkan secara langsung di hari yang sama, membuat proses rekrutmen berjalan sangat efisien dan transparan.

Abdul Gafur, salah satu alumni prodi Informatika UMM, menjadi peserta yang antusias mengikuti program ini. Ia membidik posisi Production Control Analyst dan telah melakukan persiapan matang, mulai dari mendalami profil perusahaan hingga berlatih psikotes.

“Salah satunya karena proses rekrutmennya dilaksanakan langsung di kampus, sehingga lebih mudah dijangkau, dan juga karena perusahaan yang membuka lowongan merupakan perusahaan besar dengan reputasi yang sudah dikenal luas, sehingga menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan,” ungkap Abdul saat ditanya alasannya melamar.

Abdul menyambut positif langkah kampus dan berharap kegiatan Campus Hiring dapat terus ditingkatkan frekuensinya agar semakin banyak mahasiswa dan alumni merasakan manfaat akses langsung ke peluang karier.

Harapan tersebut menjadi cerminan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap program yang mampu menjembatani dunia akademik dan realitas industri. Melalui gelaran ini, UMM semakin mengukuhkan diri sebagai kampus unggul yang proaktif mengawal lulusannya menembus gerbang dunia profesional, membuktikan bahwa mereka siap unjuk gigi dan menjawab tantangan zaman.(*ali/faq)

 

Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman