July 14, 2026, oleh Humas Universitas

Atmospheral 4.0 Program Studi Hubungan Internaationa UMM. (Foto: Istimewa)

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Atmospheral 4.0 pada Sabtu (11/7). Kegiatan ini merupakan praktikum mata kuliah Kajian Kawasan yang mengajak mahasiswa semester IV mengeksplorasi budaya serta karakteristik delapan kawasan dunia. Langkah strategis ini diambil sebagai wujud nyata pencapaian visi internasionalisasi pembelajaran yang terus digalakkan oleh Kampus Putih UMM.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak sekadar mempelajari teori saja, melainkan menghidupkannya melalui pengalaman belajar yang kreatif dan kolaboratif. Suasana meriah, alunan musik khas dari berbagai belahan dunia, hingga pertunjukan tari dan teater budaya mewarnai seluruh rangkaian acara. Di bawah bimbingan dosen pengampu Shannaz Mutiara Deniar, M.A., Hamdan Nafiatur Rosyida, M.Si., dan Azza Bimantara, M.A. Para peserta secara berkelompok membedah delapan kawasan utama, yakni Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Afrika, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Pasifik.

Setiap kelompok secara rinci menghadirkan representasi budaya dari kawasannya masing-masing. Mereka tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga mengedukasi audiens mengenai nilai-nilai sosial dan tradisi akar rumput yang menjadi identitas tiap kawasan. Melalui pendekatan berbasis proyek ini, mahasiswa didorong untuk memiliki perspektif global sekaligus sensitivitas tinggi terhadap keberagaman budaya. Hal ini dipandang krusial, mengingat diplomasi modern sangat menuntut kemampuan adaptasi lintas budaya yang mumpuni dari para aktor hubungan antarbangsa.

Merespons hal tersebut, Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran (BPP) UMM, Zulfatman, Ph.D., menekankan bahwa kompetensi analitis mahasiswa HI wajib dibangun melalui pemahaman komprehensif yang mencakup ragam dinamika kehidupan nyata dari berbagai kawasan dunia.

“Dunia Hubungan Internasional sangat luas. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami aspek politik, tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai dinamika ekonomi, sosial, dan budaya di setiap kawasan. Pemahaman tersebut menjadi modal penting dalam membaca serta menganalisis perkembangan geopolitik global,” tegasnya.

Penyelenggaraan Atmospheral 4.0 dinilai selaras dengan komitmen Prodi HI UMM dalam menyediakan ekosistem belajar yang efektif memadukan teori akademik dan praktik lapangan. Pengalaman simulasi dirancang agar mahasiswa merasakan langsung atmosfer sosiologis dari kawasan yang mereka kaji, sehingga melatih ketajaman analisis mereka terhadap isu-isu internasional.

Inovasi pembelajaran Atmospheral 4.0 menjadi bukti konkret bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi dapat dicapai dengan mendekatkan dunia ke ruang akademik. Ke depannya, program semacam ini diharapkan dapat terus dipertahankan guna membekali lulusan HI UMM dengan kompetensi lintas budaya, sehingga mereka memiliki kesiapan matang dalam memecahkan masalah pada dinamika hubungan internasional yang kian dinamis dan kompleks.(faq)

 

Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman