June 13, 2026, oleh Humas Universitas

GKB 5 UMM resmi beroperasi sebagai pusat pendidikan medis masa depan (Tagar.co/Humas UMM)

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM, Dau, Kota Malang. Gedung sebelas lantai setinggi 45 meter berkonsep green building ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Kamis (11/6/2026).

Fasilitas mutakhir ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan. Terutama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai penegas dedikasi utuh UMM dalam memajukan peradaban, terutama dunia medis.

Haedar, sapaan akrabnya, memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Kampus Putih. Apresiasi ini dinilai layak karena Ia menilai UMM tidak pernah berhenti berinovasi.

Selain itu, UMM juga mampu menyulap kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan kedokteran bergengsi. Ia menegaskan bahwa UMM telah membuktikan posisinya sebagai barometer kemajuan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat. Juga menanamkan tradisi besar bagi seluruh civitas academica (masyarakat akademik, ed.) untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan. Menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegas Haedar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menandatangani prasasti peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026) (Tagar.co/Humas UMM)
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menandatangani prasasti peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026) (Tagar.co/Humas UMM)

Lebih jauh, Haedar menilai kemegahan GKB 5 ini merupakan cerminan tradisi keunggulan Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Lulusan UMM tidak hanya dituntut cerdas secara keilmuan, tetapi juga wajib memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia. Semuanya itu sebagai landasan utama saat melayani masyarakat.

“Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, dan seluruh ekosistem Kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju. Bukti Islam yang berkemajuan dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuhnya.

Dibangun dengan Swadaya-Swakelola

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari gedung ini terletak pada kemandirian proses pembangunannya. Mahakarya yang dirintis sejak tahun 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan langsung oleh para ahli dari internal kampus.

“Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola. Termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang, beserta beberapa konsultan,” urai Nazaruddin.

Gedung yang berdiri di atas lahan seluas dua hektar memiliki konstruksi tahan gempa. Selain itu, gedung tersebut mengusung arsitektur ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menekan polusi. Lebih dari itu, juga memaksimalkan pencahayaan alami dan memastikan sirkulasi udara sehat.

Nazaruddin melanjutkan, gedung ini dilengkapi dengan puluhan laboratorium berstandar internasional dan sarana olahraga. Termasuk juga memiliki sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah hingga auditorium megah.

Pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi ini menjadi langkah visioner UMM untuk memastikan para lulusannya siap, cerdas, dan tangguh

Nazaruddin berharap peresmian ini membawa keberkahan dan menjadi dorongan moral bagi UMM. Utamanya, untuk terus berkontribusi secara nyata bagi negara.

“Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus. Memberi kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkas Nazaruddin.

Berdirinya GKB 5 ini tidak hanya menambah daftar panjang prestasi infrastruktur fisik Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dalam standar pendidikan medis di Indonesia.

Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam melahirkan generasi tenaga medis prima. Mereka yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan.