June 15, 2026, oleh Humas Universitas

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan tausiiah dan pengarahan di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6/2026). Dalam kesempatan itu, Haedar menantang UMM bertransformasi menjadi kampus pelopor yang mampu memimpin perubahan melalui penguatan ekonomi dan pembangunan SDM unggul. (Tagar.co/Humas UMM)

Haedar Nashir meminta UMM tidak berpuas diri dengan capaian saat ini. Ia menegaskan Kampus Putih harus menjadi pelopor dan penggerak perubahan melalui penguatan ekonomi serta pembangunan SDM unggul.

Tagar.co – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menantang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk naik kelas dari kampus maju menjadi kampus pelopor.

Dia menilai, di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, UMM perlu melahirkan berbagai terobosan agar tetap berada di barisan terdepan.

Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan tausiah dan pengarahan di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026).

Dalam arahannya, Haedar mengingatkan bahwa berbagai capaian yang telah diraih UMM tidak boleh membuat sivitas akademika merasa cukup.

Menurutnya, dunia pendidikan tinggi bergerak sangat dinamis. Perguruan tinggi negeri maupun swasta terus mengembangkan inovasi dan model pengelolaan yang lebih adaptif.

Karena itu, UMM perlu berani mengambil langkah-langkah progresif agar tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin kompetitif.

Baca Juga:  UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang

“Bagi PTMA dan para rektor, jika tidak berani melakukan langkah yang lebih progresif, kita akan tertinggal, padahal saat ini kita merasa sudah berada di posisi yang cukup maju,” tegas Haedar.

Pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Tausiyah dan Pengarahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., di Auditorium GKB 5 UMM, Kamis (11/6/2026). Haedar menekankan pentingnya langkah progresif agar perguruan tinggi Muhammadiyah tetap menjadi pelopor kemajuan bangsa. (Tagar.co/Humas UMM)

Dua Fokus UMM

Haedar kemudian menjelaskan dua bidang yang perlu menjadi fokus UMM untuk memimpin perubahan. Pertama, penguatan sektor ekonomi. Kedua, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Menurutnya, umat tidak boleh terus berkutat pada sektor ekonomi menengah ke bawah. Perguruan tinggi harus mendorong lahirnya generasi yang mampu menguasai industri, teknologi mutakhir, serta posisi-posisi strategis dalam pengambilan keputusan. Dengan peran tersebut, kampus dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

“Siapa yang mampu membangun sumber daya manusia berkarakter kuat, menguasai Iptek, keahlian, dan memiliki jaringan yang luas, ke depan dia yang akan memberi kontribusi besar bagi masa depan Indonesia. UMM harus kembali menjadi pelopor dalam menghadirkan kemajuan tersebut,” papar tokoh kelahiran Bandung itu.

Selain memberikan arahan strategis, Haedar juga mengapresiasi perkembangan pesat perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), termasuk UMM.

Ia menilai kemajuan infrastruktur pendidikan, penguatan ekosistem akademik, serta perluasan jejaring nasional dan internasional menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi panjang para kader dan gerakan dakwah perserikatan Muhammadiyah. Berbagai kemajuan yang terlihat saat ini, lanjutnya, lahir melalui proses panjang yang dibangun dengan semangat pengabdian dan keikhlasan.

“Kita sungguh bersyukur kepada Allah atas segala anugerah ini. Saya yakin, berbagai capaian yang diraih hari ini lahir dari keikhlasan mereka yang terus berkhidmat membesarkan perserikatan,” ujarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni