November 25, 2016, oleh Humas Universitas

Wisudawan terbaik FKIP UMM, Nur Latifa.

SUNGGUH menyenangkan, jika sesuatu yang kita sukai, yang kita koleksi, menjadi bahan riset yang berguna bagi karir akademik kita. Itulah yang dirasakan oleh Nur Latifa, lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91.

Kecintaannya pada anggrek membuat Latifa menjadikan bunga yang indah itu sebagai bahan riset hingga tugas akhir. Putri dari pasangan Bapak Husaini dan Ibu Siti Kholifa ini menulis skripsi berjudul “Pengaruh Penambahan Konsentrasi Jus Tomat pada Media Vacin dan Went (VW) terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium conanthum secara In Vitro sebagai Sumber Belajar Biologi”.

Sewaktu mengerjakan tugas akhir, Ifa menyambi berbisnis anggrek. “Awalnya, saya beli anggrek dewasa yang sudah berbunga. Setelah itu saya selfing (membuatnya kawin dengan dirinya sendiri)sehingga jadi buah. Karena saya belum punya green house , jadi bijinya saya setorkan ke tempat pembudidayaan anggrek, untuk dikultur,” paparnya.

Sebelum berbisnis, Latifa memang telah lama menggeluti tanaman Anggrek. Hal ini dibuktikan banyaknya koleksi ragam jenis anggrek di rumahnya di Probolinggo. Diantara jenis yang ia koleksi yaitu phalaenopsis anabilis, dendrobium capra dan dendrium strepsiceros. 

Dendrobium disebut Latifa sebagai salah satu genus anggrek yang paling disukai konsumen. Seiring berjalannya waktu, tingkat permintaan anggrek kian meningkat. Untuk memenuhi permintaan tersebut, menurut Latifa, diperlukan tanaman anggrek dalam jumlah besar.

Diakuinya, kendala budidaya anggrek adalah pertumbuhan planlet yang cukup lama. “Keberhasilan kultur secara in vitro sangat ditentukan media yang digunakan. Penambahan bahan organik ke dalam media banyak dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman yang dikultur,” terangnya.

Diakuinya, penelitiannya tentang anggrek sangat menunjang bisnis yang ia jalani. Itu juga didukung kecakapannya di bidang riset dan sains. Bahkan, bibit itu sudah muncul saat SMP dulu, saat ia masuk lima besar se-Kota Probolinggo pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Itu pula yang pada akhirnya membuat Latifa memilih kuliah di jurusan Biologi UMM.

Selain sukses di bidang akademik dan bisnis, Latifa juga ternyata cukup jago dalam hal menulis. Ia beberapa kali mengikuti kompetisi kepenulisan. Bahkan, tahun lalu, tulisannya berjudul “Hijrah di Jalan Cinta-Nya” terbit dalam buku antologi cerita mini MatahariIa juga banyak membuat prosa yang diunggahnya ke blog pribadinya. (can/han)