January 17, 2026, oleh

Malang, Sonora.ID – Komitmen dunia hospitaliti terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon dalam program Hutan Reborn, hasil kolaborasi RAYZ Hotel, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), PT Retaka, dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).
Kegiatan ini digelar di kawasan Sumber Sekar, lahan milik UMM seluas 25 hektare, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Rayz UMM Hotel Malang.
Melalui program ini, setiap tamu yang menginap di Rayz UMM Hotel Malang secara tidak langsung turut berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan berkelanjutan.
Acara diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis penanaman pohon di area yang telah disiapkan oleh panitia.
General Manager RAYZ UMM Hotel Malang, Yanuar Arifien, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas perjalanan enam tahun Rayz UMM Hotel Malang sekaligus respons atas kondisi lingkungan dan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang.
Sebanyak 500 bibit kopi Robusta varietas 308 asal Sumawe (Sumbermanjing Wetan), serta tanaman pendukung seperti pisang Emas Kirana, ditanam dalam kegiatan ini.
Proses penanaman dan perawatan selanjutnya akan dikawal oleh PT Retaka sebagai pengelola lahan, bekerja sama dengan JATAM selama minimal dua bulan ke depan.
Wakil Rektor II UMM, Juanda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rayz UMM Hotel Malang yang dinilainya unik dan bernilai strategis.
Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 25 hektare tersebut merupakan aset universitas yang disiapkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, ekowisata, pendidikan, dan olahraga berbasis alam.
“Jadi isu besar nasional adalah menyelamatkan bumi. Untuk ketahanan pangan, untuk energi dan lingkungan. Jadi proses ini bukan untuk kita, kita berbuat dalam rangka untuk generasi berikutnya, Generasi yang akan ada, ” Tegas Juanda.
Ia menambahkan, kopi Robusta 308 dipilih karena memiliki keunggulan adaptif dan produktif, bahkan mampu berbuah dalam waktu sekitar satu tahun. Tanaman ini juga berpotensi menjadi objek kajian akademik dan unggulan pertanian lokal yang bernilai ekonomi global.
Sementara itu, perwakilan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menjelaskan bahwa JATAM merupakan bagian dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah yang fokus pada penguatan sektor pertanian.
Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi hutan pendidikan dengan berbagai varietas kopi, seperti Arabika, Excelsa, dan varietas unggulan lainnya.
UMM berharap program Hutan Reborn tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.
Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, kawasan ini juga disiapkan untuk penguatan ketahanan pangan, wisata edukasi, serta ruang pembelajaran berbasis alam.
Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan, sektor usaha, dan komunitas dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan lingkungan dan keberlanjutan di masa depan (ahr/lnis).