July 9, 2026, oleh

Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pendidikan agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting dalam memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan unggul dan profesional,” ujarnya.
Enam program studi yang terlibat dalam penyelarasan kurikulum meliputi Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Kehutanan, dan Akuakultur. Selain mengevaluasi capaian pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), diskusi juga membahas peluang penguatan kerja sama melalui program magang industri, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan kelas profesional berbasis Center of Excellence (CoE).
Pewujudan Kolaborasi
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama semata. Menurutnya, kolaborasi harus diwujudkan dalam penyusunan kurikulum, pelibatan praktisi dalam pembelajaran, serta peningkatan pengalaman industri bagi mahasiswa.
“Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” katanya.
Forum tersebut menghadirkan berbagai mitra strategis, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, serta Nosuta Co. dari Jepang. Beragam masukan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan FPP UMM agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.
Pada penutupan kegiatan, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh mitra yang telah memberikan berbagai rekomendasi. Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai forum evaluasi, melainkan segera diwujudkan dalam penyempurnaan kurikulum dan pengembangan pembelajaran berbasis industri.
Melalui penyelarasan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, FPP UMM menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)