July 7, 2026, oleh
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengubah nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH), Senin (6/7/2026).
Peresmian yang digelar di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 itu menjadi penanda arah baru pengembangan UMM dalam menjawab dinamika dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
Perubahan nama tersebut dilakukan setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama fakultas pada 30 Mei 2026.
UMM menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Dekan FPSH UMM, Prof Dr Moh Mahfud Effendi MM, mengatakan perubahan nama dari FKIP menjadi FPSH bukan sekadar pergantian identitas, melainkan representasi visi besar yang ingin dibangun kampus.
Menurutnya, pendidikan, sains, dan humaniora harus berjalan beriringan agar perkembangan teknologi dan inovasi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Perubahan nama FKIP menjadi FPSH ini merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita,”
“Karena pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” kata Mahfud.
Momentum peresmian FPSH juga dirangkai dengan kolokium bagi 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas tersebut.
Mahfud menilai kehadiran belasan doktor baru menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap para doktor tersebut terus mengembangkan kapasitas keilmuan hingga mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.
“Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan,”
“Jagalah kualitas akademik, bangun kolaborasi, dan pastikan setiap ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi menegaskan bahwa perubahan nama fakultas harus diikuti transformasi nyata dalam budaya organisasi dan pola kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Alasan-UMM-Resmi-Ganti-Nama-FKIP-Menjadi-Fakultas-Pendidikan-Sains-dan-Humaniora.jpg)