April 8, 2026, oleh Humas Universitas

RRI.CO.ID, Malang – Inovasi pemanfaatan limbah berbasis keberlanjutan kembali dikembangkan oleh dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tyas Yuli Rosiani, selaku ketua tim pengabdian, memimpin pengembangan wood pellet berbahan limbah sekam padi sekaligus menitikberatkan pada desain kemasan produk sebagai strategi peningkatan nilai jual dan daya saing di pasar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PB Gemilang Temu Rejeki, Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang merupakan unit penggilingan gabah dengan potensi limbah sekam mencapai sekitar 400–500 kg per hari. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Tim pengabdian yang terdiri dari Tyas Yuli Rosiani (ketua), Dana Marsetiya Utama, dan Rahmad Wisnu Wardhana bekerja secara kolaboratif dalam mendukung pengembangan usaha berbasis limbah ini secara menyeluruh. Program ini juga melibatkan dua mahasiswa Teknik Industri UMM dalam proses pendampingan dan implementasi di lapangan.

Dalam implementasinya, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas mitra secara menyeluruh. Edukasi terkait konsep circular economy diberikan kepada pekerja dengan target peningkatan pemahaman lebih dari 80%. Selain itu, pelatihan teknis produksi wood pellet dilakukan secara komprehensif agar mitra mampu menjalankan proses produksi secara mandiri dan berkelanjutan.

Upaya pemanfaatan limbah sekam dilakukan secara bertahap melalui pendampingan produksi dan penguatan kualitas produk, sehingga limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.

Pada aspek pemasaran, strategi yang dikembangkan mencakup analisis pasar, branding, promosi digital, serta perluasan distribusi melalui marketplace dan kerja sama industri. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan margin keuntungan dibandingkan pola penjualan konvensional.

Dalam keseluruhan proses tersebut, desain kemasan menjadi elemen kunci yang dikembangkan oleh Tyas. Kemasan dirancang modern, informatif, dan menonjolkan identitas produk ramah lingkungan, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai media komunikasi nilai keberlanjutan kepada konsumen.

“Kemasan adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar terhadap produk berbasis limbah. Dengan kemasan yang tepat, produk menjadi lebih kompetitif dan mudah diterima masyarakat,” ungkap Tyas.

Kegiatan pengabdian ini didanai melalui skema pendanaan internal Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap inovasi dosen dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan solusi berkelanjutan.

Melalui pendekatan circular economy, inovasi ini diharapkan mampu mengubah limbah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ke depan, model ini berpotensi direplikasi di berbagai daerah dengan potensi limbah pertanian yang melimpah, guna mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia.