February 27, 2026, oleh Humas Universitas

​KOMPAK: Tim mahasiswa KKN Kelompok 10 UMM bersama peserta pelatihan di Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Desa Wiyurejo yang terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, selama ini dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, khususnya di sektor peternakan sapi perah dan pertanian wortel serta jeruk. Namun potensi besar tersebut selama ini masih menghadapi tantangan klasik, yakni ketergantungan peternak dan petani pada penjualan bahan mentah kepada pengepul. Kondisi harga yang fluktuatif serta rantai distribusi yang panjang seringkali membuat nilai ekonomi yang diterima masyarakat menjadi kurang maksimal.

​Merespons fenomena tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2026 melakukan langkah nyata melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Amaliah Nur Adibah, M.P.W.K., para mahasiswa memperkenalkan konsep hilirisasi kepada warga setempat.

Hilirisasi ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan bahan mentah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan yang lebih lama. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan pada, Sabtu 14 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Ishlah Desa Wiyurejo.

Sebanyak 12 warga yang terdiri dari ibu-ibu penggerak PKK serta perwakilan perangkat desa hadir untuk menyerap ilmu baru mengenai inovasi produk pangan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Annisa Khasanah dari jurusan Psikologi, Selvy Nabila Prastyo dari Farmasi, Anindya Sucita dari Manajemen, dan Adriansyah Pratama dari Informatika, berkolaborasi menggabungkan disiplin ilmu mereka untuk merancang produk yang tidak hanya laku dijual, tetapi juga sehat dan memiliki standar produksi yang baik.

​Dalam pelatihan tersebut, diperkenalkan tiga produk unggulan yang memanfaatkan komoditas utama desa. Produk pertama adalah Carro Milk, sebuah minuman inovatif yang menggabungkan nutrisi susu segar dengan manfaat wortel.

Produk kedua adalah Carro Chicken Nugget, yang merupakan solusi bagi orang tua untuk menghadirkan asupan sayur dalam bentuk makanan olahan daging yang digemari anak-anak. Terakhir, terdapat Citrus Sinensis Peel Syrup, sebuah produk pemanfaatan kulit jeruk menjadi sirup aromatik yang memiliki nilai ekonomi dari bahan yang sebelumnya sering dianggap limbah.

​Sebelum memasuki sesi praktik, para mahasiswa terlebih dahulu memberikan pemaparan materi berbasis data ilmiah dari berbagai jurnal mengenai alasan pemilihan produk, manfaat kesehatan, hingga kandungan gizi di dalamnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman mendalam mengenai kualitas produk yang mereka buat.

“Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi pembuatan berlangsung, di mana kehadiran perangkat desa menjadi simbol dukungan kuat bagi program pemberdayaan ini. Diharapkan, melalui inisiatif dari KKN Kelompok 10 UMM ini, masyarakat Desa Wiyurejo dapat mulai bertransformasi dari sekadar penyedia bahan baku menjadi produsen produk olahan kreatif yang mandiri secara ekonomi,” ucap Annisa Khasanah.(imm/adv/lim)