April 13, 2026, oleh Humas Universitas

Muhammad Daffa Azmi (kiri) menunjukkan sertifikat penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) #20 Chapter Malaysia–Singapore setelah timnya meraih tiga kategori prestasi internasional.

Aplikasi pemantau kualitas dan distribusi makanan bergizi karya mahasiswa UMM ini sukses mencuri perhatian dunia dalam ajang International Youth Innovation Summit di Malaysia–Singapura.

Tagar.co – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Daffa Azmi, bersama timnya berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) #20 Chapter Malaysia–Singapore pada 23–26 Februari 2026 melalui inovasi aplikasi NutriTrack MBG, sistem pemantauan kualitas dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemuda asal Banjarbaru tersebut memborong tiga kategori bergengsi, yakni First Best Innovation Project, Second Best Presentation Project, serta Best Team. Kompetisi tingkat internasional ini menantang peserta untuk menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan global yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Daffa menjelaskan bahwa ide NutriTrack MBG lahir dari evaluasi pelaksanaan program MBG di Indonesia yang masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterlambatan distribusi, makanan yang tidak layak konsumsi, hingga kasus keracunan.

Baca Juga:  Aisyiyah Jatim Ajak Umat Hadirkan Islam yang Kontekstual

“Program MBG ini merupakan langkah pemerintah untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Namun, di lapangan masih ditemukan beberapa permasalahan seperti keracunan, keterlambatan distribusi, hingga makanan yang dilaporkan berbau tidak sedap,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Jumat (10/4/26).

Tampilan aplikasi NutriTrack MBG pada perangkat ponsel yang dirancang untuk memantau kualitas gizi dan distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara real-time.

NutriTrack MBG dirancang sebagai sistem pemantauan terintegrasi yang dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari siswa, orang tua, pemasok bahan pangan, hingga pengelola program. Aplikasi ini menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG.

Keunggulan utama aplikasi ini meliputi fitur transparansi informasi gizi yang memungkinkan pengguna mengetahui kandungan nutrisi makanan, seperti jumlah kalori dan protein. Selain itu, fitur pelacakan distribusi secara real-time memastikan ketepatan waktu pengiriman makanan hingga sampai ke tangan siswa.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di tingkat global. Bagi Daffa, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru sekaligus menjadi ajang pembelajaran yang berharga.

“Ini pertama kalinya saya ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan, tetapi untuk belajar dan mencari pengalaman,” tuturnya.

Baca Juga:  UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang

Melalui pencapaiannya, Daffa juga menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar berani keluar dari zona nyaman dan tidak takut mencoba hal baru. “Jika kita tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar,” ujarnya. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni