February 25, 2026, oleh

JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses memperkenalkan alat penabur pupuk inovatif kepada kelompok tani di Desa Karangsuko. Kegiatan yang berlangsung langsung di lahan pertanian desa ini disambut antusias oleh para petani setempat. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa UMM dalam mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN UMM yang berfokus pada pemberdayaan sektor pertanian desa. Tim mahasiswa yang terdiri dari berbagai program studi ini secara aktif terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi para petani. Tim KKN memperkenalkan cara kerja, manfaat, serta teknik pengoperasian alat penabur pupuk secara langsung agar mudah dipahami oleh seluruh anggota kelompok tani yang hadir.
Bidang Program dan Pengabdian menjelaskan bahwa alat penabur pupuk yang diperkenalkan ini dirancang khusus untuk memudahkan petani dalam mendistribusikan pupuk secara merata dan efisien ke seluruh area lahan pertanian. “Dengan alat ini, petani tidak perlu lagi menaburkan pupuk secara manual yang selama ini memakan banyak waktu dan tenaga. Distribusi pupuk menjadi jauh lebih merata sehingga pertumbuhan tanaman pun bisa lebih optimal dan hasil panen diharapkan meningkat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selama ini, proses pemupukan manual memang menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh para petani di Desa Karangsuko, terutama bagi mereka yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Salah seorang petani yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bahwa proses pemupukan secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu yang tidak sedikit. “Kalau lahan kami luas, bisa butuh waktu seharian lebih hanya untuk menaburkan pupuk. Belum lagi tenaga yang terkuras,” ungkapnya jujur.
Hadirnya alat penabur pupuk dari mahasiswa KKN UMM ini pun disambut dengan harapan besar oleh para petani. Mereka berharap alat ini mampu mengurangi biaya operasional yang selama ini cukup membebani, sekaligus mempercepat proses pemupukan secara signifikan. Dengan waktu dan tenaga yang lebih hemat, petani dapat mengalokasikan sumber daya mereka untuk kegiatan pertanian lainnya yang juga penting.
Dalam sesi demonstrasi yang berlangsung meriah di lahan pertanian Desa Karangsuko, mahasiswa dan petani bersama-sama mencoba mengoperasikan alat tersebut secara langsung. Suasana kegiatan berlangsung sangat antusias dan interaktif. Para petani aktif mengajukan pertanyaan seputar cara perawatan alat, daya tahan, hingga keunggulan alat dibandingkan metode pemupukan konvensional yang selama ini mereka gunakan. Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UMM juga memberikan panduan tertulis yang mudah dipahami sebagai bahan referensi dan pegangan bagi kelompok tani dalam mengoperasikan alat secara mandiri ke depannya.
Program pemberdayaan pertanian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan petani di Desa Karangsuko. Dengan penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi petani lokal, diharapkan para petani mampu meningkatkan hasil produksi pertanian mereka secara signifikan. Hal ini pada akhirnya juga akan turut berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal maupun regional.
Kegiatan KKN UMM ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ke depannya, tim KKN UMM berencana untuk terus melakukan pendampingan rutin dan evaluasi berkala terhadap penggunaan alat penabur pupuk tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa alat yang telah diperkenalkan benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh kelompok tani di Desa Karangsuko demi terwujudnya pertanian desa yang lebih maju dan sejahtera.