February 28, 2026, oleh

Malang (beritajatim.com) – Menjelang waktu berbuka puasa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pemandangan berbeda terlihat di kampus.
Program Studi Agribisnis UMM membuat gebrakan unik dengan membagikan ratusan paket sayur mayur segar kepada para pengguna jalan. Jika biasanya takjil identik dengan makanan manis atau gorengan, kali ini mereka mengusung konsep yang lebih sehat dan bergizi.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa. Dikenal sebagai “reformasi berbagi,” tujuan utama pembagian sayur segar ini adalah menggeser tradisi takjil yang berfokus pada makanan instan menuju bahan pangan sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menarik perhatian warga Malang yang ikut merasakan manfaatnya.
Untuk mewujudkan program ini, Agribisnis UMM menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Perusahaan ini berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Center of Excellence (CoE) untuk mendukung pengembangan ilmu agribisnis yang aplikatif di masyarakat.
Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa pembagian sayur ini merupakan wujud nyata dari penerapan nilai keilmuan agribisnis yang mengutamakan keberlanjutan dan ketahanan pangan.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nilai agribisnis yang menekankan aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan produk pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuan kami tidak hanya teoritis, tetapi aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Zul Mazwan, pada acara yang berlangsung pada Senin (24/2/2026).
Salah satu keunikan dari kegiatan ini terletak pada cara pengemasan paket sayur. Sebanyak 200 paket sayur segar telah disiapkan, dengan setiap paket dikategorikan berdasarkan menu masakan tertentu, seperti Paket Sayur Sop, Paket Sayur Asem, Paket Sayur Bayam, dan Paket Capcay.
Masyarakat yang menerima paket ini bisa langsung mengolahnya menjadi sajian berbuka puasa yang praktis dan sehat.
Konsep ‘satu paket, satu menu’ sengaja diterapkan agar masyarakat dapat dengan mudah mengolah bahan pangan yang diterima. Tak heran, dalam waktu singkat seluruh paket yang telah disiapkan ludes dibagikan, karena antusiasme yang luar biasa dari masyarakat yang ingin menikmati hidangan sehat untuk berbuka.