April 10, 2026, oleh Humas Universitas

Proses pengolahan sekam padi menjadi wood pellet di PB Gemilang Temu Rejeki (UMM)
POJOKSATU.id Inovasi pemanfaatan limbah berbasis keberlanjutan kembali dikembangkan oleh dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tyas Yuli Rosiani memimpin pengembangan wood pellet berbahan limbah sekam padi, sekaligus menitikberatkan pada desain kemasan produk sebagai strategi peningkatan nilai jual dan daya saing di pasar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PB Gemilang Temu Rejeki, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Unit penggilingan gabah tersebut memiliki potensi limbah sekam mencapai sekitar 400–500 kg per hari, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Tim pengabdian terdiri dari Tyas Yuli Rosiani sebagai ketua, bersama Dana Marsetiya Utama dan Rahmad Wisnu Wardhana.

Mereka bekerja secara kolaboratif dalam mendukung pengembangan usaha berbasis limbah ini secara menyeluruh, dengan melibatkan dua mahasiswa Teknik Industri UMM dalam proses pendampingan di lapangan.

Pendampingan Produksi dan Edukasi Circular Economy
Dalam implementasinya, program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas mitra secara menyeluruh.

Edukasi terkait konsep circular economy diberikan kepada pekerja dengan target peningkatan pemahaman lebih dari 80 persen.

Selain itu, pelatihan teknis produksi wood pellet dilakukan secara komprehensif. Pendampingan ini memungkinkan mitra mampu menjalankan proses produksi secara mandiri dan berkelanjutan.

Upaya pemanfaatan limbah sekam dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas produk. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini diolah menjadi energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.

Strategi Pemasaran dan Peran Penting Kemasan
Pada aspek pemasaran, strategi yang dikembangkan mencakup analisis pasar, branding, promosi digital, hingga perluasan distribusi melalui marketplace dan kerja sama industri.

Langkah ini ditargetkan mampu meningkatkan margin keuntungan dibandingkan pola penjualan konvensional.

Dalam keseluruhan proses tersebut, desain kemasan menjadi elemen kunci yang dikembangkan. Kemasan dirancang modern, informatif, dan menonjolkan identitas produk ramah lingkungan.

“Kemasan adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar terhadap produk berbasis limbah. Dengan kemasan yang tepat, produk menjadi lebih kompetitif dan mudah diterima masyarakat,” ungkap Tyas.

Kegiatan pengabdian ini didanai melalui skema pendanaan internal Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi dosen dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan solusi berkelanjutan. ***