March 9, 2026, oleh

POJOKSATU.id – Hubungan panjang antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan insan pers kembali terjalin hangat melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula BAU Kampus 3 UMM, Kamis (5/3/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan universitas, tim Humas UMM, serta wartawan dari berbagai media.
Selain mempererat hubungan, forum tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai peran media dan perguruan tinggi dalam membaca dinamika masyarakat.
Suasana berlangsung akrab sekaligus penuh diskusi tentang perjalanan panjang kolaborasi antara kampus dan media yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Tradisi yang Terjaga Lebih dari 25 Tahun
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengatakan tradisi buka puasa bersama dengan media telah berlangsung sejak masa kepemimpinan rektor sebelumnya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.
Menurutnya, tradisi tersebut telah berjalan lebih dari 25 tahun dan menjadi bagian dari hubungan historis antara UMM dan insan pers.
“Buka puasa bersama dengan media ini sudah dimulai sejak zaman Pak Muhadjir. Artinya tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 25 tahun yang lalu dan terus dijaga hingga sekarang.
Dalam setiap etape perjalanan itu selalu lahir hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini menunjukkan bahwa UMM berkembang bersama insan pers,” ujarnya.
Perubahan Lanskap Media
Nazaruddin menjelaskan bahwa perjalanan media di Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar dari waktu ke waktu.
Pada masa lalu, media cetak menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat. Wartawan memiliki posisi penting dalam menyampaikan berita dan sering kali memiliki akses luas di berbagai ruang publik.
Namun perkembangan teknologi kemudian mengubah lanskap media secara drastis.
“Dulu media yang kita amati adalah media mainstream, terutama media cetak. Bahkan kalau ke mana-mana membawa kartu pers itu sering kali bisa membuka akses ke banyak tempat.
Sekarang situasinya berbeda karena media berkembang menjadi non-mainstream dan semakin tidak terinstitusionalisasi. Pola reproduksi informasi juga menjadi semakin beragam,” jelasnya.
Kampus dan Media sebagai Mitra Strategis
Meski dunia media terus berubah, Nazaruddin menilai peran pers tetap sangat penting dalam kehidupan sosial.