May 21, 2026, oleh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi kembali ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA tahun 2026. Kepercayaan untuk kedua kalinya ini diberikan berkat rekam jejak Kampus Putih yang sukses menghadirkan fasilitas dan atmosfer akademik berstandar dunia pada penyelenggaraan sebelumnya.
Keputusan Kemendikdasmen untuk kembali menggandeng UMM tentu telah melewati serangkaian proses evaluasi dan kurasi yang amat ketat. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., memaparkan bahwa pemerintah sangat menyoroti kesiapan infrastruktur fisik, kelengkapan fasilitas laboratorium tingkat tinggi, serta profesionalitas kerja panitia lokal.
Lebih dari itu, langkah strategis ini diambil guna memberikan pengalaman langsung bagi para peserta didik SMA untuk merasakan atmosfer pembelajaran di perguruan tinggi yang unggul. Kepuasan terhadap ekosistem belajar UMM tersebut bahkan diamini langsung oleh para dewan juri, yang sebagian besar diisi oleh guru besar dan penilai olimpiade kaliber internasional.
”Review dari para juri yang ada, mereka mengatakan bahwa tahun lalu ini adalah OSN yang terbaik karena diadakan di tempat yang atmosfer akademiknya benar-benar terasa,” jelas Maria 20 Mei lalu menegaskan alasan kuat di balik penunjukan UMM.
Berbicara mengenai skala kompetisi, OSN 2026 di UMM dipastikan akan berjalan sangat kompetitif. Ajang prestisius ini akan mempertemukan sekitar 600 talenta siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru Nusantara, yang telah sukses menyisihkan lebih dari 946 ribu pendaftar pada tahapan seleksi daerah. Menyadari besarnya potensi para peserta, Puspresnas tahun ini merancang sebuah terobosan edukatif agar siswa tidak hanya tegang menghadapi ujian keilmuan semata. Di sela-sela jadwal ujian kompetisi, para peserta akan dilibatkan dalam program baru bertajuk “Bina Talenta Indonesia Kolaboratif”. Sebuah langkah maju yang difokuskan pada penguatan jejaring, kolaborasi, dan kecerdasan emosional anak bangsa.
”Anak-anak lintas bidang ilmu, lintas daerah, dan sekolah akan kita buatkan suatu program kolaborasi untuk memperkuat kemampuan problem solving mereka melalui OSN ini yang nantinya diselenggarakan di UMM,” ungkapnya.
Sebagai penutup, perhelatan akbar OSN 2026 di lingkungan UMM diharapkan bukan sekadar menjadi ajang seremonial pemberian medali, melainkan kawah candradimuka sesungguhnya bagi generasi emas Indonesia. Kolaborasi strategis antara Kemendikbudristek dan UMM ini membawa pesan penting bahwa institusi pendidikan harus terus berinovasi menyiapkan pemimpin masa depan. Melalui kompetisi berstandar tinggi di UMM inilah, nantinya akan diseleksi delegasi-delegasi paling tangguh yang siap mengharumkan nama Merah Putih di olimpiade sains tingkat dunia.
”Harapannya adalah hasil anak-anak juara ini benar-benar layak dan kompetitif untuk bisa lanjut di ajang internasional dengan hasil yang terbaik,” pungkasnya.(*ali/faq)
Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman