October 30, 2025, oleh Humas Universitas

RMOL JATIM – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bakhtiar Najamudin, mengusung gagasan baru bertajuk Green Democracy atau Demokrasi Hijau dalam pembukaan Tanwir ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025).

Dalam pidatonya, Sultan menyampaikan bahwa Green Democracy merupakan paradigma baru dalam praktik demokrasi modern — yakni demokrasi yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Demokrasi yang sehat harus mampu melindungi ekologi dan menjamin keberlanjutan lingkungan,” tegas Sultan.

Sultan menjelaskan, konsep Green Democracy dapat diturunkan menjadi berbagai kebijakan turunan seperti Green Parliament dan Green Economy, yang berorientasi pada pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya serta mendorong kebijakan ramah lingkungan.

“Demokrasi hijau ke depan harus berpihak pada tiga kelompok utama, yaitu generasi muda (pro youth), masyarakat pinggiran (pro poor), dan lingkungan (pro environment),” ujarnya.

Ia menekankan, politik hijau yang berkeadilan adalah demokrasi yang berpihak bukan hanya pada elit politik, tetapi juga pada anak muda, masyarakat kecil, dan keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang.

Sebagai Ketua DPD RI termuda, Sultan mengungkapkan kebanggaannya mendapat kepercayaan memimpin 152 anggota DPD yang sebagian besar merupakan tokoh senior, mulai dari mantan gubernur, bupati, wali kota, hingga menteri dan jenderal.

“Fakta bahwa saya dipercaya memimpin para tokoh besar ini menunjukkan bahwa ruang bagi anak muda di dunia politik semakin terbuka lebar,” ungkapnya.

Sultan menegaskan komitmennya untuk mentransformasi DPD RI menjadi lembaga legislatif yang lebih efektif, kolaboratif, dan kontributif, khususnya dalam memperjuangkan isu-isu keberlanjutan dan pemberdayaan daerah.

Tanwir IMM ke-33 di UMM ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota DPD RI dari berbagai provinsi, antara lain Lampung, Yogyakarta, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan, serta ratusan kader dan aktivis IMM dari seluruh Indonesia.

“Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pelopor demokrasi hijau yang beretika, cerdas, dan berpihak pada masa depan bumi,” pungkas Sultan.