July 20, 2026, oleh

KKN Internasional UMM mengirim 56 mahasiswa ke Thailand, Taiwan, dan Malaysia untuk mengabdi sekaligus memperluas wawasan internasional.
Tagar.co – Langkah menuju panggung dunia dimulai dari kampus. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melepas 56 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional pada Jumat (17/7/26).
Selanjutnya, mereka berangkat pada 21 Juli 2026 menuju Thailand, Taiwan, serta Penang dan Selangor di Malaysia. Program strategis ini menjadi ikhtiar UMM mencetak generasi berdaya saing global sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia melalui pengabdian masyarakat.
Selama 25 hari, mahasiswa menjalankan program pemberdayaan yang menyesuaikan kebutuhan setiap lokasi pengabdian. Mereka juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, masyarakat setempat, KBRI, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program semakin luas.
Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan KKN Internasional menjadi program berkelanjutan yang sejalan dengan komitmen UMM sebagai kampus berdampak.
“Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membawa inovasi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, setiap program mengarah pada manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan negara mitra. Arina mengatakan, mahasiswa menjadi bagian diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Komitmen itu juga mendapat dukungan penuh dari UMM melalui berbagai fasilitas dan jejaring internasional. Kampus menyediakan akomodasi keberangkatan, pendampingan, kerja sama masyarakat lokal, koordinasi bersama KBRI dan diplomat Indonesia, serta koneksi universitas mitra.
Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan KKN berlangsung lebih optimal sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan studi lanjut. Mahasiswa pun memperoleh pengalaman internasional yang memperluas jejaring serta kompetensi mereka.
Melihat Dunia di KKN Internasional
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menilai, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Menurutnya, perguruan tinggi harus mempertemukan mahasiswa dengan persoalan nyata agar ilmu dapat diterapkan secara langsung.
Oleh sebab itu, KKN Internasional menjadi sarana pembelajaran yang memperluas wawasan melalui pengalaman sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat global. Nazar menegaskan kemampuan berkomunikasi lintas budaya menjadi modal terpenting selama mengikuti program tersebut.
“Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif,” terangnya. Ia melanjutkan mahasiswa juga menjadi lebih terbuka terhadap perubahan serta memiliki cara pandang yang lebih luas.
Selain itu, Nazar menilai pengalaman internasional menjadi bekal penting menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Mahasiswa belajar membangun komunikasi lintas budaya, menghargai keberagaman, dan mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
Terakhir, ia berharap pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas. Ia optimistis program ini melahirkan lulusan unggul secara akademik, berwawasan global, peduli sosial, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat internasional. (#)
Penyunting Mahyuddin Syaifulloh